HARI LINGKUNGAN HIDUP
“Perlukah untuk mengkampanyekan Hari Lingkungan Hidup? Ini dunia kita, kalau nggak kita siapa lagi yang peduli?”
Manusia hidup karena bernapas. Paru-paru mensuplay oksigen dari tumbuhan jika tersedia oksigen di udara. Apabila tidak ada satu tumbuhan yang tumbuh di tanah bumi mungkinkah masih tercipta kehidupan manusia? Jawabannya “TIDAK!!!” karena mustahil manusia hidup tanpa bantuan tumbuhan. Dalam kodrat tumbuhan beda jauh dari manusia mulai dari asal-usul kejadian, bentuk (jenis dan warna), dan cara perawatan, tapi mereka berdua bisa disamakan dalam hal mencari makan. Seperti yang telah kita ketahui manusia dan tumbuhan memiliki system saling berputar. Perputaran alami ini berturut-turut seimbang.
Siklus kehidupan manusia secara kasat mata adalah bernapas dan makan. Dalam tubuh manusia Tuhan telah menciptakan sebuah system statis yang selamanya tidak akan dinamis. System itu memiliki dua organ sepasang yang sama-sama membutuhkan udara segar. Jika manusia berupa oksigen (O2) dan tumbuhan berupa Karbondioksida(CO2). Setiap detik perputaran dilakukan mulai dari pemasukan oksigen sampai pengeluaran karbondioksida hingga 360 derajat saling bersinkron, itulah manusia. Sedangkan bagi tumbuhan lebih memilih makan. Pengisian tenaga untuk bertahan hidup yaitu fotosintesis. Dengan bantuan sinar matahari beserta Karbondioksida tumbuhan menghasilkan oksigen. Lihatlah oksigen yang diperoleh dari tumbuhan akan dihirup oleh manusia untuk bernapas, sebaliknya karbondioksida yang dihasilkan manusia akan dimakan tumbuhan untuk fotosintesis. Perjalanan ini akan selalu berputar. Maka dari itu pentinglah tumbuhan itu hidup disekeliling kita. Jika tidak kita akan bersinkron sama siapa? Tidak ada makluk lagi yang memiliki keseimbangan dengan manusia selain tumbuhan.
Menanam satu pohon berarti menyelamatkan 99 nyawa,itu bahasa kasarnya. Ini lingkungan hidup kita jika memang masih ingin hidup maka tanamlah pohon cukup satu pohon untuk satu rumah. Mengenai hal fotosintesis terkait sinar matahari, andai matahari tidak menerangi bumi selama dua hari apa yang akan terjadi? Tidak usah lama, satu hari saja matahari mengumpat dari awan bumi akan menjadi gelap gulita. Bumi ini akan kembali ke zaman es ribuan tahun lalu lamanya.Sinar matahari mengandung berbagai macam sinar yang kadang merugikan makhluk hidup dan ada juga yang menguntungkan. Sekarang kita bahas yang merugikan dulu, sinar yang paling berbahaya adalah sinar UV (Ultraviolet). Sinar ini salah satu dari komponen terbesar dari matahari. Jika sampai terkena kulit, sengatannya saja akan memicu timbulnya penyakit kanker. Selain itu lapisan kulit menipis hingga pengrusakan pada jaringan akan menyebar ke organ dalam bahkan bisa meninggal. Terdengar miris, tapi untungnya kita memiliki benteng raksasa yang selalu standby. Banyak yang memanggilnya payung atmosfer si pelindung bumi. Sebenarnya lapisan atmosfer tidak selamanya memiliki tenaga untuk kelangsungan hidup bumi karena dia juga seperti manusia, ketika masih muda kekuatan tidak diragukan tapi semakin bertambahnya umur akan menjadi tua yang rapuh dari segala aktivitas. Tahu nggak umur atmosfer kita itu berapa? Sudah tua apa masih muda?
Menyedihkan karena atmosfer tidak beranak, tidak ada keturunan yang bisa menggantikannya jika sudah manula. Itulah kekhawatiran yang kini menjadi wacana dunia internasional. Atmosfer telah ditemukan terluka gores di bagian selatan Afrika. Lubang menganga besar menimbulkan kerusakan parah dihutan akibat sengatan sinar Ultraviolet. Lalu bagaimana cara menutup lubang itu? Jawabannya “TIDAK ADA!!!” sebagai manusia, inilah tugas kita menyelamatkan dunia dari kehancuran alam. Walau tidak ada lagi kesempatan untuk mengobati luka parah atmosfer tapi kita saatnya menjaga dan merawatnya. Jangan biarkan ada lagi lubang-lubang yang akan menyakiti atmosfer.
Penyebab dari lubang atmosfer adalah gas rumah kaca. Pemantulan sinar matahari terhadap bumi kemudian terperangkap dalam atmosfer sehingga dipantulkan dan dipantulkan lagi menyebabkan bumi ini semakin panas. Ditambah lagi setiap hari jutaan ton karbon monoksida dimuntahkan. Kendaraan dari berbagai macam jenis meramaikan jalan raya hingga polusi meningkat dari sebelumnya. Inilah yang sering dikatakan di kota penuh udara kotor. Berbeda jika di desa, walaupun banyak kendaraan yang bersimpangan tapi masih ada yang menyeimbangkan yaitu tanaman-tanaman tumbuh di area jalan hingga terlihat sejuk. Jadi apabila kita hidup di kota maka banyak-banyak menanam tumbuhan jangan bersaing membangun pabrik hingga memakan lahan. Marilah menanam pohon untuk anak cucu
Social Bookmarking
Home » Archives for June 2013
Unknown || Sunday, June 2, 2013 || || 1
comments
AKU
Aku adalah cayaha
Yang menerangi kalbumu
Berlarian dalam gelapnya hitam
Aku adalah angin
Yang terus berhembus lembut
Hingga menyejukkan jiwamu
Aku adalah belati
Yang terkadang bisa menusukmu
Yang hidup berlapis dinding
keterpurukan
Aku adalah seorang manusia
Makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna
Adiguna menyuburkan akar-akar
cengkraman otak
Untuk berfikir di masa kejam ini
Di kala peperangan maut itu tiba
Aku adalah pejuang
Yang akan berjuang sampai titik darah
penghabisan
Demi jiwa dan ragaku yang mungkin
ternodai
Oleh dosa-dosa rekaan
Oleh bisikan makhluk-makhluk neraka
Aku bagaikan sang Zahra
Yang kini tertanam di Sahara
Hingga kuhaus akan pahala kebaikan
Haus akan kasih saying dunia
Haus akan ucapan-ucapan kedamaian
Namun, aku adalah umat
Yang sedang berkelana ditaman
kebimbangan
Yang hidup mecari keselamatan
Yang bercita-cita luhur menaburkan aura
Di titik pengharapan