xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Cerita Alam Sihwa

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Fisika Emas 2012

|| || || Leave a comments

Fisika adalah jurusan yang saya ambil saat ini. Nama emas diambil dari kata yang mengharuskan kita nanti akan menjadi bibit unggul untuk masa depan. I love physics

Have Fun

|| || || Leave a comments

2016 sekarang seharusnya menjadi tahun terakhir di sini, kota Purwokerto. Saat ini memang sedang diperjuangkan untuk mengakhirkan perantauan. Di tahun terakhir memang butuh banyak pemasukan, huft pengeluarannya banyak. Rasanya malu kalau harus menengadahkan tangan ke orang tua lagi, ibaratnya udah Gedhe tapi masih aja minta uang. Jadi inisiatif saja harus punya uang sendiri. Nah bagaimana caranya coba? Mau bikin usaha sendiri, mental masih ciut dan modal juga gak ada. Ya harus cari kerja,, Jadi singkat cerita nih lagi nyari kerja part time buat mahasiswa tingkat akhir, kan punya banyak waktu luang tuh. Nah tiba di tangg 16 Mei 2016, datang ke sebuah tempat kerja dan hari itu adalah hari pertama wawancara. Dag dig dug lah pokoknya Itu singkat cerita diawal dan sekarang disini malah menemukan keluarga baru. It s so happy Thanks yaa semuanya

Kisah Nyata : Jejak Klimaks Nestapa

|| || || Leave a comments

Di sebuah kota kecil yang terletak di kaki Gunung Slamet ada sebuah cerita tentang perjalanan dari seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu. Tahun pertama dan kedua menjadi tahun yang sewajarnya dinikmati oleh mahasiswa baik itu tentang akademik maupun organisasi. Banyak cerita yang membuatnya mengenal arti sebuah kekeluargaan yang hidup di kota perantauan. Suka cita senang sedih sudah dilewati dengan alakadar sifat yang dimilikinya. Namun di tahun ketiga terjadi sebuah kisah yang melegenda dan itu tidak akan pernah dilupakannya seumur hidup. Pro dan kontra menjelahi pikirannya yang saat itu masih terombang-ambing. Hal yang wajar dalam menentukan klimaks selama perkuliahan adalah sebuah SKRIPSI, tapi tidak demikian disini. Karena tahun ketiga (2015) menjadi saksi akan dua kesalahpahaman. Jika dihadapkan dengan dua pilihan yang itu sangat berat untuk dipilih, lalu apa yang harus dilakukan? Inginnya sih memilih kedua-duanya, tapi itu mustahil bisa dilakukan, It’s Impossible... Jika tidak memilih kedua-duanya mungkin gelar seorang Pecundang akan disandang olehnya. Dan jika memilih salah satu, mungkin satu dari yang lainnya akan marah, memberontak dan tentunya kecewa. Bukan tentang gila kekuasaan, tapi tentang ada dan tidak adanya orang yang mau berkorban. KTL (Komitmen, Totalitas dan Loyalitas) seharusnya diterapkan sejak awal. Dua lembaga yang perlu dipedulikan oleh mahasiswa karena krisis keanggotaan. Lembaga A berkecimpung dalam ruangan (indoor) karena isinya adalah rapat, sidang dan berdebat. Sedangkan Lembaga B berhaluan di luar ruangan (outdoor) karena aktivitasnya berpetualang dan mengkaji tentang alam. Keduanya masuk di tahun yang sama, namun untuk masuk di lembaga A saat itu direkomendasikan dari lembaga B. Ketika di tahun ketiga menjadi yang paling dituakan oleh kedua lembaga, siapkah untuk memegang keduanya? Terkadang benci dengan keadaan seperti itu, antara A dan B keduanya merupakan calon kaderisasi. Namun pemilihannya lebih dulu B, kemudian satu bulan lagi ada di A. Lembaga B lah yang selama dua tahun ini diperjuangkan dan selama itu mengesampingkan A karena disini menemukan sebuah keluarga baru yang mengikatkan sebuah hubungan sepanjang usia. Dia terpilih menjadi PH yaitu Sekretaris, awalnya setelah perdebatan panjang dalam pemilihan Ketua. Hanya 2 kandidat yang memenuhi syarat dan saat itu datang, sebenarnya ada 4 orang namun yang 2 orang yang lainnya tidak datang. Hasil yang diperoleh bukan berupa Vooting melainkan berdasarkan Musyawarah. Ada satu hal yang ingin dikatakannya, tapi tertahan oleh tekanan. Berawal dari sini, satu bulan kemudian pemilihan di Lembaga A dan dia masuk dalam kandidatnya. A dan B lebih tinggi A dalam strukturnya, sehingga hanya baru ditetapkan dalam sidang bukan berupa pelantikan resmi. Pemilihan Lembaga A disaksikan oleh seluruh aktivis mahasiswa, dan sangat miris melihat minim kaderisasi. Yang diutamakan adalah yang pernah bergabung dengan lembaga A minimal satu tahun, dan kaderisasi dari tahun lalu yang datang hanya 2 orang (perempuan semua). Apa yang harus dikatakannya? Karena saat itu benar-benar bimbang untuk memilih, takdirnya ada dimana. Aturan yang ada di lembaga B entah kenapa waktu pemilihan di lembaga A tiba-tiba buyar dan seperti ada yang menghapus dari pikirannya. Hingga akhirnya dia terpilih menjadi Ketua di lembaga A. We don’t know about this way.......... Lembaga A tidak mempermasalahkan jika tetap bercabang di lembaga B, namun lembaga B yang mempermasalahkannya karena PH di lembaga B tidak boleh menjabat PH di lembaga lainnya. Pemilihan lembaga A berdasarkan Musyawarah dan kenapa saat itu yang terpilih bukan temannya saja? Agar dia tidak menjabat PH. Tapi alhasil ada beberapa alasan yang membuatnya terpilih (Mungkin karena dia menjadi PJ penyelenggara acara nasional tahun 2015)-praduga sementara-. Kabar itu bertiup seperti angin, secepat kilat hingga sampai ke telinga para senior lembaga B sontak dilakukannya Musyawarah Luar Biasa. Pro dan Kontra disinilah yang menjadi jalan untuk mengungkapkan yang sempat tertahan saat itu, namun karena posisinya sebagai tersangka semua hanya memandang dari sudut pandang yang intinya hanya bisa menyalahkan dari luarnya tanpa tahu isi di dalamnya. Iya, itu sangat mengecewakan. Kecewa terbesar dalam hidup ini, hingga hubungan internal lembaga B menjadi renggang dan semua anggota lembaga B memandang sebelah mata tentang keberadaannya. “Dia memilih A bukan karena jabatan yang lebih tinggi, tapi karena tidak ada satupun orang yang mau membangkitkan A dari keterpurukannya selama ini yang tidak pernah dipandang oleh Mahasiswa” Tidak ada yang pernah peduli tentang Lembaga A bahkan banyak yang tidak tahu, jika dibiarkan seperti ini mungkin lembaga ini ke depannya akan mati dan tenggelam. Jika lembaga B sudah ada yang megang, setidaknya melepaskan anggotanya untuk di A hanya selama 1 tahun saja itu sudah termasuk menunjukkan kepedulian mereka. Yang dibutuhkan disini adalah saling toleransi antar lembaga, bukan saling bersaing untuk menjatuhkannya. Bukan sampai disini saja, Lembaga A harus diperjuangkan keberadaannya yang saat itu hampir ditiadakan oleh Lembaga C karena banyak Tupoksi yang belum bisa diterapkan lantaran masih belum sepemahaman. Berbagai perdebatan panjang selalu dilewatinya dan memberikan banyak pelajaran tentang arti sebuah KTL yang sebenarnya. Saling bersaing untuk menunjukkan siapa yang terbaik itu bisa dibilang positif jika sesuai dengan keadaannya. It’s so good time ... Kini akhirnya terselesaikan sampai 1 periode lamanya. (Pelantikan 9 Mei 2015 – LPJ 7 Januari 2016). Percayakan sama YME, semua

Cakap Berbahasa Inggris

|| || || Leave a comments

Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang mana setiap orang harus bisa menggunakan bahasa yang satu ini jika ingin bercakap dengan orang manca negara. Apa sih bahasa Inggris itu? Apa si gunanya belajar bahasa inggris? Siapa yang tidak mengenal bahasa Inggris berarti hidupnya bukan dijaman Modern, benarkan? Asyiknya belajar bahasa Inggris akan dirasakan oleh kalangan umum jika bersunggung-sungguh mampu melewati empat tahap berbahasa yaitu membaca, menulis, mendengar dan berbicara. Keempat tahap ini harus dicoba dalam dunia berbahasa, istilah lain dari empat ini biasa dikenal dengan reading, writting, listening dan speaking. Kunci utama dalam berbahasa inggris adalah menanamkan mind-set kita bahwa belajar bahasa inggris itu sangat mudah sehingga berjalannya waktu kita akan terbiasa dengan bahasa inggris. Namun cara seperti itu masih kurang dipahami oleh masyarakat sekitar, bahkan pembelajaran bahasa inggris yang dimulai kelas 4 SD sampai kelas 12 SMA masih tetap tidak lancar mempraktekkannya. Pelajar menjadi posisi yang tepat untuk terus menggali dunia berbahasa, kenapa tidak? Status pelajar memberikan banyak kesempatan kita untuk lebih berkarya di kehidupan sosial. Kita memiliki tiket untuk berhubungan dengan orang lain di seluruh Indonesia, bahkan di penjuru Dunia. Akses komunikasi yang semakin maju ini harus kita manfaatkan untuk mengembangkan bebahasa kita menjadi lebih baik. Kebiasaan berbahasa Inggris memberikan nilai plus agar cara cakap berbahasa inggris itu meningkat. Coba saja kita mempunyai teman yang kesehariannya bercakap dengan bahasa inggris, mau tidak mau kita juga harus membalasnya dengan bahasa inggris. Dari sinilah kita secara tidak sengaja telah diajarkan kebiasaan berbahasa inggris dengan baik dan benar. Cara yang selanjutnya adalah dengan memasukkan hobi dengan menu bahasa inggris ke kehidupan sehari-hari kita. Apa itu? Jika kita yang biasanya hanya mengkonsumsi musik dalam negeri, sekarang saatnya kita berbaur dengan musik manca negara. Jika kita seringnya menonton film dalam negeri, sekarang kita biasakan percakapan dengan film manca negara. Perhatikan cara mereka berbicara, beradu argumen dalam percakapannya dan cara mereka memakai logat khas bahasa inggris. Kita bisa mencuri ilmu bahasa mereka dengan mudah, yaitu bergaullah dengan segala macam yang berbau bahasa inggris. Hal-hal inilah yang akan mendorong kita untuk terbiasa menghafal satu demi satu kosa kata berbahasa inggris. Jadi jangan salah, anggota tubuh kita baik itu mata, telinga dan mulut ternyata mampu diberdayakan dalam menunjang pembelajaran bahasa inggris. so, jangan khawatir untuk maju! Masih ada kesempatan untuk Cakap Berbahasa Inggris, kawan

Pendakian ke-2 Gunung Merbabu

|| || || Leave a comments

Kenapa Gunung Merbabu? Petanyaan tepat, Gunung Merbabu memang menjadi tempat singgahku yang kedua. Pendakian kedua dengan membawa misi pengembaraan. Gunung Merbabu meupakan Gunungapi bertipe starto yang sekarang sedang tertidur selama puluan tahun. Dengan ketinggian mencapai 3145 mdpl tak pernah mau dikalahkan oleh Gunung disekitarnya seperti gunung merapi, gunung andong dan gunung telemoyo. Gunung yang terletak di Magelang Jawa Tengah ini ternyata memiliki 7 puncakan yaitu puncak menara, puncak Gegersapi, puncak Holipad, Puncak Rondorante, Puncak Syarif, puncak Kentengsongo, dan puncak Trianggulasi. Dalam perjalanan menuju Puncak gunung merbabu, kita terlebih dahulu melewati 2 makam dari pendahulu desa terakhir di lereng gunung ini dengan jalan beraspal. makam dengan bangunan semen seperti rumah menandakan bahwa yang dikubur di dalamnya berupa orang penting di desa. Selanjutnya mulai memasuki wilayah pohon pinus, udara sangat sejuk dan muncullah vegetasi yang bervariasi disini dan endemik di gunung merbabu dengan jalan yang sudah tanah. Perjalanan diatas jalan yang tidak terlalu menanjak

Presiden Jokowi Tak Mengindahkan Janji

|| || || Leave a comments

Gejolak mahasiswa yang dilakukan atas nama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) ini semakin menjadi-jadi, hal ini dikarenakan sikap respon dari pihak istana yang tak memiliki prinsip. Istilah singkatnya adalah plin-plan, dikutip dari sumber BEM SI menytakan bahwa “Jokowi banyak mengumbar janji akan tetapi selalu ingkar janji”. Pada 21 Mei 2015 lalu pihak kepresidenan yang diwakili oleh Luhut Binsar Pandjaitant (Kepala Staff Kepresidenan), Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), Andi Widjayanto (Sekretaris Kabinet) Andrinof Chaniago (Menteri Bappenas), Teten Masduki (Staff Khusus Seskab) dan beberapa pejabat Istana bahwa Presiden Jokowi akan menerima mahasiswa dalam rangka pernyataan sikap Presiden Jokowi terhadap tuntutan mahasiswa pada senin, 25 Mei 2015 mendatang yang akan live disiarkan di seluruh stasiun telivisi. Teringat sekali perkataan Luhut pada saat menemui massa aksi BEM SI (21/5) saat itu di depan istana merdeka, “Kami tadi sudah diskusi dengan teman-temanmu perwakilan BEM Mahasiswa di dalam, saya kira diskusi berjalan baik, alot, dan menurut saya teman-teman kalian itu punya pemikiran yang matang dan perlu diantisipasi,… maksud saya diapresiasi. Saya ingin mengatakan bahwa Presiden tadi sudah dikomunikasikan dengan bapak mensesneg akan bertemu dengan perwakilan mahasiswa nanti hasi senin (25/5), yang kedua kita atur lagi pertemuan nanti antara perwakilan mahasiswa dengan pemerintah yang diwakili beberapa staff presiden untuk mengkomunikasikan program-program yang kalian konsen bahwa itu tidak berpihak kepada rakyat banyak.” Janji yang diumbar ini tak memiliki nilai apapun, mereka hanya berbicara tanpa adanya landasan. Entah apa yang terjadi pada pemerintahan Indonesia saat ini. Ungkapan yang tiba-tiba dibatalkan itu tidak disepakati oleh kedua pihak sehingga menimbulkan persepsi bahwa ini merupakan kebohongan Publik. Hal ini dijelaskan ketika pada Sabtu malam, 23 Mei 2015 tepat pukul 22.47, Staff Kepresidenan menghubungi Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia terkait pembatalan yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak bisa menemui BEM SI hari senin mendatang. Informasi pembatalan ini juga diterima oleh rekan-rekan BEM SI di Universitas Gajah Mada (UGM) dari Teten Masduki (Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi) melalui pesan whatsapp yang berbunyi, “Info dari Pak Pratikno, menurut Pak Luhut barusan: Senin jadwal Presiden tidak memungkinkan menerima mahasiswa. So, mahasiswa akan diterima di waktu lain.” BEM SI merasa sangat kecewa terhadap sikap yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi yang secara umum termasuk dalam kategori Kebohongan Publik. Mereka dibilang tidak peka dan tanggap dalam menerima pesan tuntutan. Perumpamaan bahwa Presiden takut dengan Mahasiswa ternyata menjadi sebuah kenyataan di negeri ini. Berbagai alasan akan dikeluarkan agar menghindar dari kejaran terkait hal substansial yang diajukan mahasiswa. Tuntutan yang dilontarkan oleh kaum Mahasiswa BEM SI berupa Pemerintah harus segera mencabut kebijakan harga BBM dari mekanisme pasar bebas dan kembalikan subsidi BBM serta mengambil alih 100 % kekayaan dan aset blok mahkam dan Freeport. Apakah Presiden berani mengambil kebijakan yang sesuai keinginan masyarakat atau tidak? Dan berikut merupakan sikap dari BEM SI yang disebarkan di media sosial agar semuamasyarakat tahu tentang kekecewaan yang ditimbulkan dari pimpinan kita sendiri. Dari sikap pemerintah yang ingkar terhadap janjinya, maka kami Aliansi BEM SI menyatakan sikap bahwa : 1. Pihak Istana Negara adalah para PEMBOHONG. 2. Kami akan mengumpulkan kekuatan massa yang lebih besar untuk terus berkonsolidasi, bergerak, mengkritik pemerintah, dan menekan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat. 3. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, buruh, ormas dan lain sebagainya untuk menjadi oposisi pemerintahdemi stabilisasi ekonomi, hukum, sosial, dan politik di Indonesia. Penjelasan diatas merupakan keterangan asli yang dikutip dari media sosial milik BEM SI. Diharapkan semoga pemerintah segera membaca dan menindaklanjuti tuntutan tersebut, dikarenakan Indonesia itu butuh kejelasan dan ketegasan bukan janji-janji palsu yang beredar saat ini. Masyarakat sangat membutuhkan pemerintah yang adil dan bijaksana, mampu membedakan antara kepentingan dalam negeri daripada kepentingan bersama pihak asing yang justri dibodohi oleh negara asing. Entah sampai kapan negara ini bisa berdiri sendiri dan mandiri.

Seperti Unta Mati Kehausan

|| || || Leave a comments

"Layaknya seekor unta yang mati kehausan di tengah padang pasir | Padahal di punggungnya dia membawa air" Perumpamaan ini sangat cocok menggambarkan kondisi negeri-negeri muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sumber daya alamnya melimpah ruah, kekayaannya tersebar di mana-mana, di dalam perut bumi, di lautan lepas, di tengah hutan yang luas, di gunung-gunung. Ada emas, tembaga, batubara, gas, dan lain-lain, semuanya kita punya dalam jumlah sangat besar, yang merupakan karunia Allah SWT bagi penduduk negeri ini. Sayangnya, SDA yang melimpah itu tidak bisa dinikmati oleh rakyat sebagai pemiliknya yang sah. Jadi, meski di dalam perut buminya penuh kekayaan alam, tapi penduduk di atas buminya hidup dalam kemelaratan dan kesengsaraan... MENGAPA? Ini terjadi, karena air yang di punggung unta itu memang bukan untuk si unta. Itu adalah jatah minum majikannya. Karena kekayaan alam negeri ini memang tidak dipergunakan untuk memakmurkan rakyatnya. Itu adalah jatah "sang majikan" asing. Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus.... Asing akan leluasa berpesta.... Sementara rakyat sendiri semakin menderita... Hentikan kontrak asing... Ambil alih pengelolaan migas... Gunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat... Dikutip dari Ade Maulana Fadhilah