For The First Love
If you remember
^_^ ……………………………………………^_^
Masa-masa
SMA adalah cerita terindah yang pernah terukir semasa hidupku. Disini waktu
berpihak pada satu hati yang sedang gundah. Saat itu aku tak tau apa yang
dinamakan cinta, tapi bersamanya aku sangat bahagia. Memang terlintas aneh, seorang
cewek yang kutu buku kemana-mana mesti bawa buku bisa merasakan getaran hebat
yang merajuk di hati. Seharusnya sikap yang baik adalah diam tanpa kata, agar
cinta itu tidak datang begitu cepat hingga berakhirlah yang kulalui.
********** Flash Back ************
Tahun
2011
Berawal dari persahabatan, F4.
Antara dua cowok dan dua cewek. Najis, nafsu, Kotoran dan Bangkai itulah nama
samaran mereka. Nama itu muncul ketika kita sedang di ajar pelajaran Fiqih oleh
guru tersohor di Sekolah. Daripada susah payah mencari nama julukan mendingan
nama yang simple itu. Aku adalah Nafsu, sedangkan temenku cewek namanya Bangkai.
Kalau Najis, dia adalah cowok dengan garis keturunan habib dan sesepuh priyai.
Dia sangat berpengalaman dalam hal agama. Untuk Kotoran, dia cowok yang
terkenal dengan performens music dan rebana. Kelincahan tangannya dalam
memainkan piano dan gitar membuatnya dikagumi banyak cewek terutama adik kelas.
Apalagi pita suara selalu diunggulkan dalam vokalis rebana.
Seiring berjalannya waktu, F4 selalu
bersama baik ketika main bareng ataupun belajar kelompok. Kami sangat menikmati
persahabatan konyol ini. Bahkan aku sempat meminta Kotoran untuk mengajariku
main music, jadi aku lebih keseringan dengan Kotoran. Sedangkan Bangkai
disibukkan masalah asrama sekolah dengan Najis, maklumlah mereka berdua adalah
lurah asrama putri dan putra. Tapi kita tidak mungkin menghilang, karena tempat
duduk kita berjejeran. Sehingga walau waktu istirahat tidak bisa kumpul bareng
lagi tetap saja waktu yang mengumpulkannya dalam metode pembelajaran.
Hari-hari berlalu. Saat itu Nafsu
diberi amanat dari Pembina Osis menjadi pimpinan redaksi. Jadi dia pasti
pulangnya kesorean. Ketika dia berjalan menuju kelas, dia melihat Kotoran yang
sedang bermain piano sendirian. Berhubung Nafsu lagi terbebani pikiran, dia
mendekat berharap bisa melepaskan kepenatannya dengan music. Kotoran menyambut
dengan baik, akhirnya mereka bermain music bareng. Hmm, aku masih ingat Kotoran
menyanyikan sebuah lagu yang kusuka, ungu “Aku bukan pilihan hatimu”. Kutatap
matanya, dia tersenyum dengan sangat indah. Itulah yang kusuka darinya sebagai
seorang sahabat.
Tiba-tiba hari berikutnya, kotoran
berwajah lesu, dia sedang galau tentang kekasihnya. Dia bercerita padaku atas
hubungan yang dijalaninya itu mulai renggang. Kotoran meluapkan perasaan yang
membumbung tinggi itu padaku. Aku hanya bisa mendengarkan dan memberinya
sedikit saran, ya mau gimana lagi aku tidak punya pengalaman tentang
kisah-kisah cinta. Seingatku dia pernah menahan senyum, entah itu artinya
saranku yang lucu ataukah dia setuju dengan saranku. Sampai sekarang aku belum
tau.
Perjalanan dari persahabatan ini
pernah kandas disaat Naftu tau kalau Bangkai malah terjerumus cinta, dia
menyukai Najis, padahal banyak yang memperhatikan kalau Najis dekat dengan
Nafsu tapi kedekatannya melalui Kotoran. Sebenarnya Nafsu memang mengagumi
Najis karena agamisnya, tapi lantaran orangnya cuek habis jadi dia hanya bisa
saling tukar cerita dengan Kotoran. Lebih baik berkorban untuk seorang sahabat
daripada kebahagiaan dimiliki sendiri.
< Bangkai >
.*.
.*.
.*.
< Najis >
.*.
.*.
.*.
<
Nafsu >
.*. .*.
.*. .*.
.*. .*.
<
Kotoran >
Ada
orang lain yang suka mengamati persahabatan kami, sehingga dia berani
menyimpulkan skema tentang perasaan yang muncul pada akhirnya.
“Sebenarnya dia juga menyukaimu”.
Kata Kotoran pada Nafsu sehari sebelum perasaan itu diungkapkan.
** ** ** **
** ** ** ** ** ** **
** **
Dia tersenyum sembari menyanyikan sebuah lagu.
Mereka berdua saling bertukar cerita lagi. Ya, Nafsu memang memiliki sahabat
cowok yang sudah terbangun sejak SMP, dan sampai sekarang persahabatan itu
masih terjalin. Tapi sayangnya, sikap dia mulai berubah ketika Nafsu dekat
dengan kotoran. Dia malah menyebarkan gossip yang tidak layak didengar bahwa
Kotoran suka Nafsu begitu juga sebaliknya. Itulah yang membuat kekasih Kotoran
semakin panas, lantaran tidak ingin kehilangan, perhatiannya tumbuh lagi ke
kotoran. Seharusnya mendengar itu aku senang, tapi ada kejanggalan yang
menghalangi perasaanku untuk ikut senang. Apakah itu, aku belum bisa
menafsirkannya. Mungkinkah aku terkena virus untuk yang
pertama kali?...................
Semenjak itu hubunganku jadi renggang dengan
semuanya. Nafsu jaga jarak dengan Kotoran karena takut bila akan jadi orang ke
tiga pengrusak hubungan orang. Dengan sengaja Nafsu menjauhi Najis lantaran
Bangkai ternyata menyukainya. Liku-liku persahabatan itu memang sudah dirasakan
sahabatku cowok SMP, dia layaknya memiliki indra ke enam. Dia terus
memperingatkanku jangan sampai timbul perasaan antar sahabat karena setelah itu
hubungan kalian tidak akan langgeng.
Masih kuingat senyum manismu
Siang hari ketika deadline Majalah
sekolah, aku bolak-balik dari kelas ke lab computer. Dengan lirih kotoran
memanggil Nafsu, katanya dia ingin mengajak bicara sebentar. Pukul 14.55 WIB di
atas bangku kosong dengan disaksikan kehadiran kursi-kursi, papan tulis,
spidol, kabel, lampu, dan ventilasi, aku mendengar kata yang sulit dipercaya
akan di ucapkan kotoran pada Nafsu. Suara angin menghampiri panasnya jantung
hingga tiap detakan tersapu oleh darah. Perasaan inilah yang memang kuharapkan.
Virus itu memang sudah meracuni organ hatiku.
Ya, saat itu aku luluh oleh waktu. Aku
tidak melihat ke depannya bila kisah itu akan tercipta. Hubungan antara Nafsu
dan Kotoran yang langsung tersebar ke seluruh pelosok Sekolah bahkan sampai
ditelinga guru BP seakan menggemparkan dunia pendidikan di MAIGA (sekarang
MAPK). Banyak yang setuju dengan kisah itu, cerita dari sang legendaries music
dengan siswa teladan. Setiap hari selalu saja diperhatiin oleh teman-teman,
mereka ketawa melihat tingkah anak kutu buku yang kini sedang berganti status
jadi berpacaran. Aku tersipu malu.
Selalu
kuingat saat tersenyum
Kedewasaannya dalam menghadapi situasi
inilah yang aku suka darinya. Dia tipe cowok yang bijaksana. Penuh kejutan di
tiap kata yang di ucapkan. Aku benar-benar semakin menyukainya. Senyuman yang
bermakna dan masih banyak lagi yang diceritakan.
Hmm, tiba-tiba ada kejadian yang tidak kuinginkan itu
terjadi. Kotoran ternyata masih berhubungan dengan kekasihnya yang dulu. Apakah
terlalu lebay atau berlebihan, mungkin ini yang dinamakan Jealous. Virus itu menyeruak, menyebar hingga ke saraf dan pembuluh
darah. Aku menangis kesakitan. Airmata perlahan turun untuk kesekian kalinya.
Memendam amarah melebihi memori yang dimiliki, ingin rasanya diluapkan saja
biar jelas. Benar sangat menguji kesabaran, akhirnya kobaran api itu membara.
Sempat renggang beberapa waktu untuk menyelesaikannya hingga akhirnya memang
benar-benar kisah itu berakhir selamanya tanpa ada yang perlu diselesaikan.
Virus yang sebelumnya tidak pernah
menyerangku kini tumbuh dihati tapi virus itu kekurangan DNA dan RNA hingga dia
harus kehilangan kesempatan untuk hidup lagi. Dan pada akhirnya virus itu telah
pergi.
Selamat
tinggal
F4
= Najis, Bangkai dan Kotoran. Kalian adalah kenangan terlipat ganda dalam
benakku. Mungkin akan abadi hingga ujung kehidupanku terjawab.
Perjalanan yang cukup singkat tapi
disitulah yang paling bermakna. Aku menemukan arti dari sebuah kejujuran.
Kebahagiaan tak seharusnya disaksikan oleh orang banyak bila nantinya akan
berakhir. Sedikit pelajaran aku petik dari hubungan singkat ini. “yang pada
akhirnya menangis tidak akan menyelesaikan tapi bersikaplah lebih dewasa dengan
keadaan pedih ini”. Pengalaman pertama dalam kisah cinta yang tandas adalah
satu langkah mendewasakan diri. Kini aku memiliki tameng untuk menghadang virus
sembarangan yang ingin menyerang hati.
*_* *_* *_* *_* *_* *_*
Itulah Cinta
Setiap
insan diciptakan yang pada akhirnya semua akan merasakan apa itu cinta. Satu
kata ketika cinta itu datang gunakanlah sebaik mungkin seperti menggunakan
barang pinjaman. Jangan dicoret, jangan dirusak dan jangan dijual-jual. Karena
saat itu cinta belum seutuhnya milik kita selagi janur kuning belum melengkung,
cerita itu terkadang akan dihentikan oleh waktu bila memang layak untuk
diakhiri. Ingatlah jodoh ditangan Allah SWT. Kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali
berusaha menjadi yang terbaik untuk memilih dan dipilih. Maka bersabarlah untuk
menunggu pangeran kita yang memang sudah dituliskan diatas sana.
Inilah
Perasaan
Aku
memanggilnya virus. Kita memang tidak menginginkannya hadir di saat yang belum
kita butuhkan sekarang. Cinta adalah perasaan aneh dan perasaan itu adalah
virus. Aku berharap virus itu tidak menyerang di hati yang sama. Memang benar
cinta pertama sulit dilupakan. Itulah pengalamanku yang sampai sekarang seperti
ini. Ya, mati rasa. Tidak ada lagi virus yang bisa menyerang hati. Hampir
kesemuanya terhenti tanpa bisa melewati darah yang memompa di jantung. Mungkin
terlalu lemah virus itu. Karena cinta yang ditumbuhkan hanya setengah-tengah
dengan tidak ada kesungguhan dalam kata serius menjalin hubungan. Semoga ada
perubahan virus baru untuk kedepannya. Jika itu virus lama, jadikanlah virus
yang lebih indah dari sebelumnya.
Untuk
Tahun 2013 – dan seterusnya
Tetaplah tersenyum memandangi dunia
Kehidupan tidak aka ada kesempatan dua
kali lagi, tapi Cinta masih ada kesempatan untuk memilikinya.
For
Akang
You
are music for me

Oleh
Sih Wahyunita