xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#'

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

|| || || Leave a comments

For The First Love
     If you remember
^_^ ……………………………………………^_^
Masa-masa SMA adalah cerita terindah yang pernah terukir semasa hidupku. Disini waktu berpihak pada satu hati yang sedang gundah. Saat itu aku tak tau apa yang dinamakan cinta, tapi bersamanya aku sangat bahagia. Memang terlintas aneh, seorang cewek yang kutu buku kemana-mana mesti bawa buku bisa merasakan getaran hebat yang merajuk di hati. Seharusnya sikap yang baik adalah diam tanpa kata, agar cinta itu tidak datang begitu cepat hingga berakhirlah yang kulalui.
**********    Flash Back ************
Tahun 2011                               
Berawal dari persahabatan, F4. Antara dua cowok dan dua cewek. Najis, nafsu, Kotoran dan Bangkai itulah nama samaran mereka. Nama itu muncul ketika kita sedang di ajar pelajaran Fiqih oleh guru tersohor di Sekolah. Daripada susah payah mencari nama julukan mendingan nama yang simple itu. Aku adalah Nafsu, sedangkan temenku cewek namanya Bangkai. Kalau Najis, dia adalah cowok dengan garis keturunan habib dan sesepuh priyai. Dia sangat berpengalaman dalam hal agama. Untuk Kotoran, dia cowok yang terkenal dengan performens music dan rebana. Kelincahan tangannya dalam memainkan piano dan gitar membuatnya dikagumi banyak cewek terutama adik kelas. Apalagi pita suara selalu diunggulkan dalam vokalis rebana.
Seiring berjalannya waktu, F4 selalu bersama baik ketika main bareng ataupun belajar kelompok. Kami sangat menikmati persahabatan konyol ini. Bahkan aku sempat meminta Kotoran untuk mengajariku main music, jadi aku lebih keseringan dengan Kotoran. Sedangkan Bangkai disibukkan masalah asrama sekolah dengan Najis, maklumlah mereka berdua adalah lurah asrama putri dan putra. Tapi kita tidak mungkin menghilang, karena tempat duduk kita berjejeran. Sehingga walau waktu istirahat tidak bisa kumpul bareng lagi tetap saja waktu yang mengumpulkannya dalam metode pembelajaran.
Hari-hari berlalu. Saat itu Nafsu diberi amanat dari Pembina Osis menjadi pimpinan redaksi. Jadi dia pasti pulangnya kesorean. Ketika dia berjalan menuju kelas, dia melihat Kotoran yang sedang bermain piano sendirian. Berhubung Nafsu lagi terbebani pikiran, dia mendekat berharap bisa melepaskan kepenatannya dengan music. Kotoran menyambut dengan baik, akhirnya mereka bermain music bareng. Hmm, aku masih ingat Kotoran menyanyikan sebuah lagu yang kusuka, ungu “Aku bukan pilihan hatimu”. Kutatap matanya, dia tersenyum dengan sangat indah. Itulah yang kusuka darinya sebagai seorang sahabat.
Tiba-tiba hari berikutnya, kotoran berwajah lesu, dia sedang galau tentang kekasihnya. Dia bercerita padaku atas hubungan yang dijalaninya itu mulai renggang. Kotoran meluapkan perasaan yang membumbung tinggi itu padaku. Aku hanya bisa mendengarkan dan memberinya sedikit saran, ya mau gimana lagi aku tidak punya pengalaman tentang kisah-kisah cinta. Seingatku dia pernah menahan senyum, entah itu artinya saranku yang lucu ataukah dia setuju dengan saranku. Sampai sekarang aku belum tau.
Perjalanan dari persahabatan ini pernah kandas disaat Naftu tau kalau Bangkai malah terjerumus cinta, dia menyukai Najis, padahal banyak yang memperhatikan kalau Najis dekat dengan Nafsu tapi kedekatannya melalui Kotoran. Sebenarnya Nafsu memang mengagumi Najis karena agamisnya, tapi lantaran orangnya cuek habis jadi dia hanya bisa saling tukar cerita dengan Kotoran. Lebih baik berkorban untuk seorang sahabat daripada kebahagiaan dimiliki sendiri.
< Bangkai >                                
.*.
.*.
.*.
< Najis >                 
.*.
.*.
.*.
< Nafsu >
.*.        .*.
.*.        .*.
.*.        .*.
< Kotoran >

Ada orang lain yang suka mengamati persahabatan kami, sehingga dia berani menyimpulkan skema tentang perasaan yang muncul pada akhirnya.
Sebenarnya dia juga menyukaimu. Kata Kotoran pada Nafsu sehari sebelum perasaan itu diungkapkan.
                        **                    **        **                    **
            **        **        **        **                    **        **        **
                                                **        **
Dia tersenyum sembari menyanyikan sebuah lagu. Mereka berdua saling bertukar cerita lagi. Ya, Nafsu memang memiliki sahabat cowok yang sudah terbangun sejak SMP, dan sampai sekarang persahabatan itu masih terjalin. Tapi sayangnya, sikap dia mulai berubah ketika Nafsu dekat dengan kotoran. Dia malah menyebarkan gossip yang tidak layak didengar bahwa Kotoran suka Nafsu begitu juga sebaliknya. Itulah yang membuat kekasih Kotoran semakin panas, lantaran tidak ingin kehilangan, perhatiannya tumbuh lagi ke kotoran. Seharusnya mendengar itu aku senang, tapi ada kejanggalan yang menghalangi perasaanku untuk ikut senang. Apakah itu, aku belum bisa menafsirkannya. Mungkinkah aku terkena virus untuk yang pertama kali?...................
Semenjak itu hubunganku jadi renggang dengan semuanya. Nafsu jaga jarak dengan Kotoran karena takut bila akan jadi orang ke tiga pengrusak hubungan orang. Dengan sengaja Nafsu menjauhi Najis lantaran Bangkai ternyata menyukainya. Liku-liku persahabatan itu memang sudah dirasakan sahabatku cowok SMP, dia layaknya memiliki indra ke enam. Dia terus memperingatkanku jangan sampai timbul perasaan antar sahabat karena setelah itu hubungan kalian tidak akan langgeng.
Masih kuingat senyum manismu
Siang hari ketika deadline Majalah sekolah, aku bolak-balik dari kelas ke lab computer. Dengan lirih kotoran memanggil Nafsu, katanya dia ingin mengajak bicara sebentar. Pukul 14.55 WIB di atas bangku kosong dengan disaksikan kehadiran kursi-kursi, papan tulis, spidol, kabel, lampu, dan ventilasi, aku mendengar kata yang sulit dipercaya akan di ucapkan kotoran pada Nafsu. Suara angin menghampiri panasnya jantung hingga tiap detakan tersapu oleh darah. Perasaan inilah yang memang kuharapkan. Virus itu memang sudah meracuni organ hatiku.
Ya, saat itu aku luluh oleh waktu. Aku tidak melihat ke depannya bila kisah itu akan tercipta. Hubungan antara Nafsu dan Kotoran yang langsung tersebar ke seluruh pelosok Sekolah bahkan sampai ditelinga guru BP seakan menggemparkan dunia pendidikan di MAIGA (sekarang MAPK). Banyak yang setuju dengan kisah itu, cerita dari sang legendaries music dengan siswa teladan. Setiap hari selalu saja diperhatiin oleh teman-teman, mereka ketawa melihat tingkah anak kutu buku yang kini sedang berganti status jadi berpacaran. Aku tersipu malu.
Selalu kuingat saat tersenyum  
Kedewasaannya dalam menghadapi situasi inilah yang aku suka darinya. Dia tipe cowok yang bijaksana. Penuh kejutan di tiap kata yang di ucapkan. Aku benar-benar semakin menyukainya. Senyuman yang bermakna dan masih banyak lagi yang diceritakan.
Hmm, tiba-tiba  ada kejadian yang tidak kuinginkan itu terjadi. Kotoran ternyata masih berhubungan dengan kekasihnya yang dulu. Apakah terlalu lebay atau berlebihan, mungkin ini yang dinamakan Jealous. Virus itu menyeruak, menyebar hingga ke saraf dan pembuluh darah. Aku menangis kesakitan. Airmata perlahan turun untuk kesekian kalinya. Memendam amarah melebihi memori yang dimiliki, ingin rasanya diluapkan saja biar jelas. Benar sangat menguji kesabaran, akhirnya kobaran api itu membara. Sempat renggang beberapa waktu untuk menyelesaikannya hingga akhirnya memang benar-benar kisah itu berakhir selamanya tanpa ada yang perlu diselesaikan.
Virus yang sebelumnya tidak pernah menyerangku kini tumbuh dihati tapi virus itu kekurangan DNA dan RNA hingga dia harus kehilangan kesempatan untuk hidup lagi. Dan pada akhirnya virus itu telah pergi.
Selamat tinggal               
F4 = Najis, Bangkai dan Kotoran. Kalian adalah kenangan terlipat ganda dalam benakku. Mungkin akan abadi hingga ujung kehidupanku terjawab.
Perjalanan yang cukup singkat tapi disitulah yang paling bermakna. Aku menemukan arti dari sebuah kejujuran. Kebahagiaan tak seharusnya disaksikan oleh orang banyak bila nantinya akan berakhir. Sedikit pelajaran aku petik dari hubungan singkat ini. “yang pada akhirnya menangis tidak akan menyelesaikan tapi bersikaplah lebih dewasa dengan keadaan pedih ini”. Pengalaman pertama dalam kisah cinta yang tandas adalah satu langkah mendewasakan diri. Kini aku memiliki tameng untuk menghadang virus sembarangan yang ingin menyerang hati.
*_* *_* *_* *_* *_* *_*
Itulah Cinta
Setiap insan diciptakan yang pada akhirnya semua akan merasakan apa itu cinta. Satu kata ketika cinta itu datang gunakanlah sebaik mungkin seperti menggunakan barang pinjaman. Jangan dicoret, jangan dirusak dan jangan dijual-jual. Karena saat itu cinta belum seutuhnya milik kita selagi janur kuning belum melengkung, cerita itu terkadang akan dihentikan oleh waktu bila memang layak untuk diakhiri. Ingatlah jodoh ditangan Allah SWT. Kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali berusaha menjadi yang terbaik untuk memilih dan dipilih. Maka bersabarlah untuk menunggu pangeran kita yang memang sudah dituliskan diatas sana.
Inilah Perasaan              
Aku memanggilnya virus. Kita memang tidak menginginkannya hadir di saat yang belum kita butuhkan sekarang. Cinta adalah perasaan aneh dan perasaan itu adalah virus. Aku berharap virus itu tidak menyerang di hati yang sama. Memang benar cinta pertama sulit dilupakan. Itulah pengalamanku yang sampai sekarang seperti ini. Ya, mati rasa. Tidak ada lagi virus yang bisa menyerang hati. Hampir kesemuanya terhenti tanpa bisa melewati darah yang memompa di jantung. Mungkin terlalu lemah virus itu. Karena cinta yang ditumbuhkan hanya setengah-tengah dengan tidak ada kesungguhan dalam kata serius menjalin hubungan. Semoga ada perubahan virus baru untuk kedepannya. Jika itu virus lama, jadikanlah virus yang lebih indah dari sebelumnya.


Untuk Tahun 2013 – dan seterusnya
Tetaplah tersenyum memandangi dunia
Kehidupan tidak aka ada kesempatan dua kali lagi, tapi Cinta masih ada kesempatan untuk memilikinya.
For Akang
You are music for me
AKANG & TETEH

Oleh Sih Wahyunita