Sekitar abad ke-6, Agama Hindu di India mengalami penurunan. Disaat itulah kemudian muncul agama Budha yang disiarkan oleh Siddharta Gautama. Agama ini memiliki satu kitab suci yang dinamakan sebagai kitab Tripitaka yang berarti tiga keranjang atau tiga himpunan nikmat. Dalam tripitaka terdapat 3 isi pokok ajaran yakni:
a. Suttapitaka berisi himpunan ajaran dan khotbah Buddha. Bagian terbesarnya adalah percakapan antara Buddha dan beberapa orang muridnya yang di dalamnya pula terdapat pembahasan terkait meditasi dan peribadatan.
b. Winayapitaka berisi tata hidup setiap anggota biara (sangha).
c. Abhidharmapitaka ditujukan bagi lapisan terpelajar dalam agama Buddha sebab merupakan pelajaran lanjutan.
Dalam ajaran Budha terdapat 4 kota suci, yakni:
a. Taman Lumbini di Kapilawastu merupakan tempat lahirnya Siddharta (563 SM).
b. Bodhgaya merupakan tempat Siddharta menerima wahyu Buddha.
c. Kusinagara merupakan tempat wafatnya Siddharta pada tahun 482 SM.
d. Benares merupakan tempat Siddharta berkhotbah pertama kali.
Siddharta Gautama pernah melakukan penyebaran agama di Taman Menjangan, Benares yang berisi antara lain:
a. Aryastyani, yakni empat kebenaran utama dan delapan jalan tengah (Astavida). 1) hidup adalah derita (duka) atau samsara, 2) samsara disebabkan oleh hasrat keinginan (tresna) atau tanha, 3) keinginan tresna harus dihilangkan 4) cara menghilangkan tresna yaitu dengan delapan jalan tengah. Delapan jalan tengah, yaitu 1) pengertian yang benar, 2) maksud yang benar, 3) bicara yang benar, 4) laku yang benar 5) kerja yang benar, 6) ikhtiar yang benar, 7) ingatan yang benar, 8) renungan yang benar. b. Pratityasamudpada artinya rantai sebab akibat yang terdiri atas dua belas rantai dan masing-masing merupakan sebab dari hal berikutnya.
Agama Buddha berkembang pesat di India pada masa Wangsa Maurya di bawah Raja Ashoka. Kemudian untuk menghormati sang Budha, Raja Ashoka membuat monumen sebeagai berikut:
a. Bunga saroja sebagai perlambang kelahiran Siddharta,
b. Pohon bodhi (pipala) sebagai perlambang penerangan agung,
c. Jantera sebagai perlambang memulai pengajaran,
d. Stupa sebagai perlambang kematian.
sumber :
Wardaya.2009.Cakrawala Sejarah 2 : untuk SMA / MA Kelas XI (Program Bahasa).Solo:PT. Widya Duta Grafika.
sumber :
- See more at: http://www.siswapedia.com/perkembangan-agama-buddha-di-india/#sthash.j7FwVnLH.dpuf
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/culture/2413514-perkembangan-agama-budha/#ixzz2yoHrVMw7
Social Bookmarking
Home » Archives for 04/13/14
Sejarah Ibnu Sina
Unknown || || || Leave a comments
Ibnu Sina atau yang terkenal di Eropa sebagai Avicenna lahir pada tahun 980 di Afganistan. Ia merupakan tokoh yang memiliki kecerdasan yang luar biasa terutama dalam bidang kedokteran. Di usianya yang masih belia, 10 tahun, ia mampu menguasai banyak disiplin ilmu seperti ilmu Al Qur’an, sastra, fikih, tafsir dan tasawuf. Selain itu ia juga menguasai ilmu matematika, hukum, logika, politik, fisika dan filsafat. Kecerdasannya ini juga membuatnya mampu menguasai ilmu kedokteran selama satu setengah tahun yang ia pelajari secara otodidak. Gambar. Ibnu Sina atau Avicenna (Sumber: presstv.com)
Pada usia 18 tahun, Ibnu Sina mampu mengobati penyakit Khalifah Nuh bin Manshur. Sehingga ia memperoleh izin untuk mempelajari berbagai literatur ilmu kedokteran di perpustakaan pribadi sang Khalifah. Di usia belia ini pula ia sudah mampu menguasai semua cabang ilmu pengetahuan pada masanya. Sejarah mencatat, Ibnu Sina banyak melakukan perjalanan dimulai dari Bukhara ke Jurjan kemudian ke Khwarazm dan dilanjutkan hingga sampai ke daerah Mamadzan. Selama dalam pejalanan itu, ia mampu memformulasikan ilmu filsafat menjadi semakin lengkap.
Karya Ibnu Sina banyak diakui oleh dunia seperti karyanya yang berjudul Qanun fi Al Thibb (Canon of Medicine). Buku ini telah menjadi buku suci bagi ilmu kedokteran dan menjadi buku acuan yang dipelajari oleh mahasiswa-mahasiswa di Eropa. Buku ini kemudian diterjemahkan kedalam berbagai bahasa seperti bahasa perancis, italia, ibrani dll. Selain itu, ia juga menulis buku khusus tentang penyakit syaraf yang membahas tentang metode pembedahan.
Pada masa Syamsuddaulah, Ibnu Sina diangkat menjadi seorang menteri di Hamadzan. Meski menjadi seorang pejabat, ia tetap mampu menuliskan karya yang fenomenal yang berjudul Asy-Syifa. Buku ini membahas ilmu matematika, fisika, metafisika, logika secara lengkap dan mendalam. Pada tahun 1331 buku ini kemudian diterbitkan di Mesir, dan pada tahun 1593 buku ini diterbitkan di Roma, Italia. Karya terakhir Ibnu Sina adalah buku berjudul Al-Isyarat Wat-Tanbihat yang kemudian diterbitkan di Leiden (1892) dan di Kairo, Mesir (1947). Hingga akhirnya, Bapak Kedokteran Dunia ini meninggal pada tahun 1037 di Hamadzan.
sumber :
Murtiningsih, Wahyu.2008.Biografi Para Ilmuwan Muslim.Yogyakarta: PT. Pusaka Insan Madani. - See more at: http://www.siswapedia.com/ibnu-sina-avicenna/#sthash.t8KvRfTc.dpuf
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/column/2413515-sejarah-ibnu-sina/#ixzz2yoHKqokY
Pohon Dilarang Dipaku
Unknown || || || Leave a comments
Pohon Tak Boleh Dipaku
Kejadian memasukkan atau menancapkan benda-benda asing pada pohon bukanlah tindakan yang bijak jika seseorang itu mencintai lingkungannya. Pohon jangan dipaku, himbauan ini sudah lama dipublikasikan baik melalui kampanye dijalanan maupun lewat media massa seperti televise, radio, Koran dll. Tindakan ini diharapkan agar pohon-pohon bisa menjalani proses pertumbuhannya dengan baik tanpa ada serangan benda-benda asing yang dapat menghambat keberlangsungannya.
Tree Spiking, itulah istilah keren penyebutannya. Tindakan ini memiliki tujuan khusus yaitu sebagai taktik yang tidak menyenangkan sehingga penebang akan khawatir terluka saat memotong, membelah dan saat memproses batang kayu. Masuknya benda asing ke dalam kayu akan menurunkan nilai ekonomi kayu dan menurunkan keberlangsungan produksi dalam jangka panjang. Bahkan tindakan Tree Spiking akan mengurangi ancaman dari kehidupan pepohonan.
Dampak memaku dipohon adalah sangat jelas yaitu terganggunya kehidupan pohon. Penggunaan benda tajam seperti paku, sekrup, pisau, dan alat yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada pohon jika teknik pemasangannya dilakukan dengan tidak benar. Bentangan tali.benang yang menggantung dicabang-cabang pohon mengakibatkan kerusakan pada kulit kayu dan struktur pohon. Tusukan-tusukan yang banyak akan menyebabkan kerusakan dalam bentuk kompartementaslisasi, sehingga sebagai titik masuk potensia; bagi infeksi penyakit dan bakteri.
Gangguan proses fisik dan biologis yang disebabkan benda asing dapat menganggu proses fisiologi tanaman dan mengurangi tekstur kayu pada pohon. Kekuatan kayu akan berkurang karena pohon sangat mudah terinfeksi penyakit seperti jamur dan bakteri karena banyaknya pintu masuk bagi hama. Padahal kulit kayu adalah temeng terluar sedangkan batang adalah tempat pusat pertumbuhan si pohon. Dalam jangka panjang, pohon-pohon yang telah melemah akibat logam dan tali yang tertanam dalam tubuhnya akan mudah tumbang dan cepat mengalami kematian.
Jadikan Don’t Tree Spiking sebagai prinsip jika anda memang mencintai lingkungan anda
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/adventure/2413644-pohon-dilarang-dipaku/#ixzz2yoGK0vhj