Yogyakarta (ANTARA News) - Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bekerja sama dengan Karlsruhe Institute of Technology, Jerman, mengembangkan teknologi menaikkan air dengan menggunakan pompa yang difungsikan sebagai turbin.
"Pompa yang dirancang khusus menaikkan air dari kedalaman 100-200 meter di bawah permukaan tanah itu menggunakan sumber energi dari aliran air," kata peneliti Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Suhana di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, teknologi alternatif itu bisa dijadikan pembangkit listrik tenaga mikrohidro untuk daerah yang belum dialiri listrik atau mengangkat air di daerah perbukitan sulit air.
"Cara kerja pompa turbin itu mengandalkan potensi air melalui sudu-sudu pompa yang kemudian diubah menjadi energi mekanik berupa putaran poros," kata dosen Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM itu.
Selanjutnya, kata dia, energi mekanik putaran poros tersebut digunakan untuk menggerakkan pompa berikutnya agar menaikkan air sampai dengan ketinggian tertentu.
Ia mengatakan pompa tersebut mampu mengangkat air dengan kedalaman 100-200 meter di bawah permukaan tanah seperti yang pernah dilakukan di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Jika pompa air kebanyakan menggunakan sumber energi dari bahan bakar minyak atau panel surya, teknologi pompa turbin hanya menggunakan sumber daya dari air itu sendiri," katanya.
Selain menggunakan pompa turbin, kata dia, teknologi tambahan yang digunakan untuk mengangkat air itu juga menggunakan pipa pesat (penstock) dari material kayu dengan diameter 60 cm.
"Pemilihan kayu sebagai material pipa nanti bisa dijadikan percontohan bagi daerah yang sulit mendapatkan pipa dari material logam," katanya.
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/column/2414082-kembangkan-teknologi-pompa-air/#ixzz2zD8rVss5
Social Bookmarking
Home » Archives for 04/17/14
Telkom and SNMPTN
Unknown || || Berita || Leave a comments
Setelah mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam program Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN 2014), PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) juga turut menyukseskan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN 2014). Program ini diklaim sebagai wujud kepedulian Telkom terhadap Pendidikan Indonesia."Di program ini Telkom mendukung beberapa infrastruktur. Di antaranya adalah layanan internet, data center, dan call center, di mana seluruh calon mahasiswa/wi di Indonesia yang ingin memperoleh informasi bisa menikmati fasilitas tersebut," kata Muhammad Awaluddin selaku Direktur Enterprise & Business Services Telkom di kantor Kemdikbud, Jakarta.Dalam program SBMPTN 2014, lanjut Awaluddin, Telkom menyediakan layanan data center, koneksi main server dari data center Telkom Sigma Gubeng Surabaya ke back up server di Kampus ITS sebesar 50 Mbps, call center dengan nomor 0804-1-456456 serta kecepatan akses internet (bandwidth) hingga 100 Mbps. Selain SBMPTN 2014, Telkom juga turut mendukung SNMPTN 2014 dengan memberikan dukungan ICT meliputi data center berkapasitas besar, broadband Internet dan Intranet, dan call center dengan nomor 0804-1-450450."Ini adalah tahun kelima Telkom bekerjasama dengan Kemdikbud. Bandwidth sebesar 100 Mbps, kami sediakan untuk mengatasi lonjakan traffic yang puncaknya pada saat proses pendaftaran dan pengumuman SNMPTN dan SBMPTN," tambah Awaluddin.Wujud bakti Telkom untuk Pendidikan Indonesia dimulai dari pendidikan dasar dan menengah, di antaranya melalui Penerimaan Siswa Baru secara online, layanan transparansi dunia pendidikan melalui Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan (SIAPOnline), aplikasi buku dan perpustakaan digital Qbaca, serta program Indischool berupa layanan internet untuk 100.000 sekolah di Indonesia.Program bakti Telkom selanjutnya, khususnya untuk pendidikan tinggi, di antaranya adalah program Site visit-magang-Coop, e-learning, e-journal, dan Telkom Smart Campus Award (TeSCA) untuk potret tingkat penerapan ICT.
Anak perusahaan PT. Telkom Tbk, Telkom Akses mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan broadband untuk menyediakan akses internet broadband berkecepatan tinggi ke jutaan rumah di berbagai pelosok Indonesia.Untuk mempercepat penetrasi broadband ini, Telkom Akses telah menjalin kerjasama dengan Fiberhome Technologies Indonesia, PT Abhimata Citra Abadi dan Alcatel-Lucent untuk pengadaan dan pemasangan 10 Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON).Nantinya masyarakat dapat menikmati akses internet broadband berkecepatan tinggi hingga 10 gbps untuk downstream, dan 2,5 Gbps untuk upstream, meningkat dua kali lipat dari teknologi yang diadopsi sebelumnya.Infrastruktur jaringan broadband tersebut nantinya akan tersebar di 20 juta rumah hingga tahun 2015. Saat ini, infrastruktur broadband Telkom hanya melewati 8,2 juta rumah dengan menggunakan FTTH, FTTC dan ADSL.Telkom berambisi mengganti kabel tembaga dengan serat optik untuk memperluas infrastruktur broadband ke jutaan pelanggan sebagai bagian dari TITO (Trade In Trade Off) Access Modernization Project."Sudah saatnya rakyat Indonesia dapat menikmati internet yang cepat dan stabil karena hal tersebut juga akan berdampak langsung bagi perekenomian negara dan peningkatan taraf hidup masyarakat itu sendiri", kata Direktur Utama PT Telkom Akses, Badriyanto dalam siaran pers di situsnya.Ia menambahkan, penyebaran teknologi GPON dari Alcatel-Lucent di wilayah timur Indonesia akan berkontribusi besar dalam menutup kesenjangan digital dan memberikan masyarakat akses ke internet broadband.
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/politic/2414459-telkom-dan-snmptn/#ixzz2zD7lAjQ5
The beauty of Lake Colored Ping
Unknown || || Bahasa Inggris,Keajaiban Alam || Leave a comments
Warna pink selalu menarik perhatian apalagi jika dibentuk oleh alam dan terlihat kontras dengan sekitarnya. Sebuah danau di Australia menjadi pusat perhatian karena warna airnya yang pink. Danau itu bernama Hillier. Orang yang pertama menemukan danau pink ini adalah Matthew Flinders, seorang navigator asal Inggris, pada 1802. Saat itu ia mendaki puncak tertinggi di Middle Island untuk melakukan survey namun malah melihat ada danau berwarna pink. Meski diketahui keberadaannya namun danau Hillier tidak tersentuh manusia dalam waktu yang lama. Danau Hillier dieksplorasi manusia baru beberapa tahun belakangan ini yang meneliti kandungan garam dalam airnya. Tak hanya cantik dipandang, danau tersebut juga menyimpan misteri yang tak bisa dipecahkan oleh ilmuwan. Hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab warna air menjadi pink.
Australia Barat adalah tempat ditemukannya sejumlah 'danau merah muda' yang menakjubkan. Lake Hillier adalah danau merah muda di Middle Island, pulau terbesar dalam gugus kepulauan Recherche Archipelago di lepas pantai Esperance. Dari udara, danau ini tampak berwarna merah muda cerah. Panjang danau ini sekitar 600 meter, dan dikelilingi tepian pasir dan hutan lebat penuh pohon paperbark dan eukaliptus. Areal sempit bukit pasir yang diselimuti tumbuhan memisahkannya dari Southern Ocean yang biru. Tak ada yang tahu pasti, mengapa danau ini berwarna merah muda. Ilmuwan menduga bahwa warna tersebut berasal dari zat warna yang dihasilkan oleh bakteri yang hidup dalam lapisan kerak garam.
Danau merah muda Middle Island tercatat dalam buku harian seorang penjelajah, Matthew Flinders, di tahun 1802. Flinders telah mendaki puncak tertinggi Middle Island (sekarang dikenal sebagai Flinders Peak) untuk mengamati perairan di sekitarnya pada saat ia menemukan danau luar biasa ini. Middle Island dan danau merah mudanya terletak di tengah hutan belantara alami. Satu-satunya cara untuk mengamati danau ini adalah dari udara. Anda juga dapat menjelajah kepulauan beserta satwa liarnya yang berlimpah di Recherche Archipelago dengan berlayar dari Esperance. Pink Lake dekat Esperance adalah danau merah muda lain yang membentang dengan latar belakang sebagian pemandangan pesisir paling menakjubkan di Australia, tujuh kilometer dari kota Esperance. Dengan kondisi cuaca yang tepat, danau ini berubah menjadi bernuansa merah muda pucat karena kentalnya ganggang dalam airnya. Untuk pemandangan terbaik dan paling mempesona, berjalanlah ke pengintaian Pink Lake. Danau ini telah dinyatakan oleh BirdLife International sebagai Important Bird Area (IBA) karena menghidupi sejumlah besar burung asli dan migrasi.
Ada banyak hal yang dapat dilihat dan dilakukan di sekitar Esperance, termasuk berkuda, jalan kaki, bersepeda, memancing, menyelam skuba, mengamati paus (Mei s/d Oktober), selancar angin, menuruni tebing, berkayak, dan ikut tur 4WD. Esperance Museum menampilkan materi seputar sejarah setempat, termasuk kenang-kenangan perintis, benda-benda dari kapal karam, serpihan US Sky Lab yang jatuh ke bumi di kawasan Esperance di tahun 1980, serta artefak dan barang antik Aborigin. Terdapat terumbu karang buatan tepat di lepas dermaga, yang merupakan tempat yang baik untuk memancing atau jalan-jalan. Berkendaralah ke barat dari Esperance, di sepanjang Twilight Beach Road, melewati West Beach, Chapman's Point, Blue Haven Beach, Salmon Beach, Fourth Beach, dan Twilight Beach. Berjalanlah menyusuri pasir putih yang lembut, tebing-tebing granit, dan mengamati samudra berubah warna dari biru kehijauan dekat pantai hingga biru tua di dekat kepulauan Recherche Archipelago.
Bukit-bukit pasir, yang terdorong naik menjulang oleh angin yang disebut 'Esperance Doctor', mencapai ketinggian lebih dari 50 meter. Pergilah ke Rotary Lookout untuk mengamati pemandangan indah Esperance, Esperance Bay, Pink Lake, dan pulau-pulau lepas pantai. Esperance juga merupakan gerbang menuju Cape Le Grand National Park, Stokes National Park, dan Cape Arid National Park. Esperance terletak sekitar 720 kilometer di tenggara Perth pada garis pesisir selatan Australia Barat. Kota ini dapat dicapai dengan berkendara delapan jam atau terbang dua jam dari Perth.
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2414965-keindahan-danau-berwarna-ping/#ixzz2zD6bYdCu
Remind the Environment
Unknown || || Bahasa Inggris,Berita || Leave a comments
" Need to campaign for World Environment Day ? This is our world , if we do not who else cares ? " Human life as breathing . The lungs of the plant supplying oxygen if available oxygen in the air . If there is not a plant that grows in the soil of the earth is still possible to create human life ? The answer is " NO ! " Because human life is impossible without the help of plants . In nature plants much different from humans ranging from the origins of events , forms ( type and color ) , and how to care , but they can both be equated in terms of foraging . As we have seen humans and plants have mutually rotating system . This natural turnover consecutive seimbang.Siklus human life by naked eye is breathing and eating . In the human body God has created a static system that forever will not be dynamic . The system has two pair of organs that are equally in need of fresh air . If the human form of oxygen ( O2 ) and plant a Carbon Dioxide ( CO2 ) . Every second rotation is done starting from the influx of oxygen to carbon dioxide spending bersinkron up to 360 degrees to each other , that''s human . As for plants prefer to eat . Charging power to survive ie photosynthesis . With the help of sunlight plants produce oxygen as well as carbon dioxide . Look oxygen obtained from plants will be inhaled by humans to breathe , otherwise the carbon dioxide produced by humans will eat plants for photosynthesis . This trip will always be spinning . Therefore it is important to plant life around us . If not we will bersinkron at whom? There is no longer a creature with a human who has the balance of the tree apart tumbuhan.Menanam means saving 99 lives , the rough language . This is our environment if it still wants to live then plant enough trees to one of the tree houses . About photosynthesis related to the sun, if the sun does not illuminate the earth for two days what would happen ? Do not be long , cursing the sun for a day of clouds earth will be completely dark . The earth will return to Ice Age thousands of years ago lamanya.Sinar sun rays contain a wide variety of living things that are sometimes harmful and some are beneficial . Now we discuss the first harmful rays are the most harmful UV ( Ultraviolet ) . This light is one of the largest components of the sun . If it gets exposed skin , the sting will only lead to cancer . In addition to the destruction of the thinning of skin layers in the network will spread to internal organs could even die .
Sounds sad , but fortunately we have a giant fort that is always on standby. Many have called him the protective umbrella of the earth ''s atmosphere . Actually layer of the atmosphere does not always have the energy for the survival of earth because he was like a human , as a young man no doubt but the power of the increasing old age will become brittle from all the activity . You know it''s the age of atmospheric us how ? What was old is young ? Sad because the atmosphere does not have children , no descendants who could replace him if it is the elderly . That concern has now become the international discourse . The atmosphere has been found injured in southern Africa scratch . Big gaping hole in the forest severely damage Ultraviolet rays from the sting . So how close the hole ? The answer is " NO ! " As human beings , it is our duty to save the world from destruction of nature . Although there is no opportunity to treat severe wounds atmosphere but our time keeping and maintaining it. Do not let any more holes that will hurt atmosfer.Penyebab of the hole atmosphere is a greenhouse gas . Reflection of sunlight on the earth and then trapped in the atmosphere so that the reflected and reflected again causing the earth is getting hotter . Plus every day spewed millions of tons of carbon monoxide . Vehicles of various types enliven the highway to increased pollution from earlier . This is often said to be full of dirty air in the city . In contrast, if in the village , although many vehicles that intersects but still there is a balance that the plants growing in the area of the road to look cool . So if we live in the city then planted a lot of plants do not compete to build a factory to take the land . Let''s plant trees for posteritysources
Long-tailed monkeys Merbabu
Unknown || || Bahasa Inggris,Berita || Leave a comments
Long-tailed monkeys ( Macaca fascicularis ) have a body length of 38-76 cm , tail length of 61 cm with a weight up to 6 kg . Her body looks solid hair -covered coat reddish brown on the bottom face look younger and stand out with whitish color . This monkey hair coat color that live in the jungle is darker than on the shore alive . Son of long-tailed macaques coat black colored hair with facial hair and ears seem brilliant , inl hair color will change after the age of 1 year .
The limbs can be used as a consideration as the hands and feet . Toes and each hand numbered 5 seed and very easily moved . The movement of these animals when they''re on the tree using his fingers , but if it is above ground and will use his feet to the ground . Macaca can also climb , jumping as far as 5 meters . Type these monkeys can also swim well .
Long-tailed macaques live in groups , the number of groups usually consist of 10-20 birds in the mangrove forests , 20-30 tail in primary forest , secondary forest 30-50 in the tail , with no complete composition of male and female parent and her children . The size of the group is determined by the presence or absence of predators and feed on natural resources . The movement is done to get a hold of his life in the feed . Wide range area of 50 to 100 ha for one group . Extensive cruising area is closely related to food resources .
This monkey has a prominent genitals , the male penis larger bag . Mating period in each cycle , rollicking mating , a male mates with several females and a female mating with multiple males tail . Pregnant during the 116 day period
Source: http://www.shvoong.com/society-and-news/environment/2415402-long-tailed-monkeys-merbabu/#ixzz2zD5ZXJID
Upaya Pengelolaan Sampah
Unknown || || Lingkungan Hidup || Leave a comments
Sampai saat ini sampah masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan khususnya bagi kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan lain – lain. Permasalahan ini timbul terutama karena besarnya volume sampah, keterbatasan lahan untuk pembuangan akhir yang diiringi dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, dimana hal ini ditunjang pula oleh adanya teknis pengelolaan sampah yang masih konvensional.
Pengelolaan sampah perkotaan khususnya pada daerah pemukiman sampai saat ini umumnya dilakukan melalui tahapan kegiatan sebagai berikut, yaitu: pewadahan tercampur dari rumah tangga, pengumpulan sampah dari rumah-rumah ke LPS (meliputi depo atau landasan), pengangkutan sampah baik langsung dari sumbernya ke LPA (Lahan Pembuangan Akhir) atau dari LPS (Lahan Pembuangan Sementara) ke LPA, sampai pada pembuangan akhir sampah di LPA.
Permasalahan timbul karena umumnya pengumpulan sampah di LPS dilakukan secara tercampur, sedangkan pengangkutan sampah baik dari sumber maupun dari LPS ke LPA tidak dilakukan tiap hari. Timbunan sampah lebih dari dua hari ini yang menimbulkan bau tak sedap, lalat, dan lindi yang dapat meluber ke jalanan.
Hal di atas dapat disebabkan karena letak LPA yang sangat jauh dari LPS. Bahkan di kota – kota besar dimana cukup sulit untuk mencari lahan yang bisa dijadikan LPA, tidak jarang penempatan LPA harus dilakukan di pinggiran kota bahkan luar kota. Di Surabaya dimana wilayahnya terbagi atas 5 bagian (Surabaya Pusat, Utara, Barat, Timur, dan Selatan) penempatan LPA dilakukan di wilayah Surabaya bagian barat (LPA Benowo), karena masih tersedianya lahan yang cukup luas untuk pembangunan LPA dan letaknya yang berjauhan dengan daerah pemukiman. Hal ini menimbulkan masalah mengenai jauhnya jarak yang harus ditempuh untuk mengangkut sampah dari LPS khususnya di wilayah Surabaya Timur seperti kecamatan Sukolilo.
Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dilakukan pengelolaan sampah lebih dekat ke sumbernya, hal ini diperkuat pula karena tanggung jawab Dinas Kebersihan Kota Surabaya hanya pada pengangkutan sampah dari LPS menuju LPA, sedangkan pengelolaan sampah dari masing – masing rumah tangga sampai pada LPS menjadi tanggung jawab masyarakat (RTRW Kota Surabaya 2013).
Secara garis besar, sampah perkotaan mengandung 10% (berat) bahan yang langsung dapat di daur-ulang (kertas, besi, kaleng,dsb), 50% bahan organik dan 40% residu. Dengan demikian maka 60% (berat) sampah dapat di daur ulang : 10% melalui penggunaan kembali, dan 50% melalui pengomposan (Anonim,1992). Data dari Dinas Kebersihan Kota Surabaya menyebutkan dari total volume sampah harian kota Surabaya, 79,19%-nya merupakan sampah yang berasal dari pemukiman .
Berdasarkan kenyataan di atas dilakukan upaya untuk mengatasi permasalahan sampah kota, yaitu dengan melakukan upaya daur ulang sampah organik dengan penekanan pada proses pengomposan. Dimana proses pengomposan ini merupakan salah satu kegiatan reduksi sampah yang dapat dilakukan di sumber sampah. Di Surabaya telah dilakukan beberapa kegiatan pengomposan skala komunal seperti yang dilakukan di Depo Karah dan Depo Bratang. Selain itu kegiatan pengomposan secara individu juga sudah dilakukan oleh sebagian warga yang berada di kelurahan Kalirungkut, Rungkut Kidul, Jambangan dan Menanggal.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka perencanaan kali ini akan mengelola sampah yang berasal dari pemukiman melalui pengomposan yang dilakukan untuk mereduksi timbunan sampah. Bayangkan yang terjadi bila 79,19% sampah perkotaan sudah tertangani sebanyak 50%, maka tiap harinya LPA Benowo akan menerima sampah kurang dari 8700 m3/hari (Dinas Kebersihan Kota Surabaya), bahkan timbunan sampah di LPS tidak akan menunggu sampai berhari-hari lagi.
Dipilihnya perumahan Semolowaru Indah sebagai obyek perencanaan dikarenakan, perumahan ini merupakan salah satu lokasi pemukiman teratur yang berada di wilayah Surabaya Timur yang mewakili jenis perumahan kelas menengah dengan kondisi masyarakat yang cenderung terbuka dan kooperatif. Hal ini dinilai akan memberikan pengaruh terhadap pencapaian keberhasilan kegiatan pengelolaan sampah.
Perencanaan pengelolaan sampah perumahan Semolowaru Indah ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu : volume timbulan sampah yang dikelola relatif sedikit, adanya reduksi volume sampah sebelum dibawa ke LPA sehingga menghemat biaya dan waktu pengangkutan sampah, adanya keterlibatan masyarakat yang cukup besar, serta kemudahan dan biaya yang relatif lebih murah dalam mengelola sampah.
Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2415451-sebagai-contoh-pengolahan-sampah/#ixzz2zD4Hq8yI
Analysis Of Lissajouss
Unknown || || Bahasa Inggris,Berita,Elektronika Dasar,Lingkungan Hidup || Leave a comments
Lissajous figures also called Bowditch curve, pattern produced by the intersection of two sinusoidal curves the axes of which are at right angles to each other. First studied by the American mathematician Nathaniel Bowditch in 1815, the curves were investigated independently by the French mathematician Jules-Antoine Lissajous in 1857–58. Lissajous used a narrow stream of sand pouring from the base of a compound pendulum to produce the curves.
When using an oscilloscope, we can plot one sinusoidal signal along the x-axis against another sinusoidal signal along the y-axis, the result is a Lissajous figure. The oscilloscope displays a two dimensional representation of one or more potential differences. The plot is normally of voltage on the y-axis against time on the x-axis, making the oscilloscope useful for displaying periodic signals.
This paper provides a broad review of the state of the art in Lissajous curve techniques, with particular regard to rotating machinery. Lissajous figure is a subject too wide-ranging to allow a comprehensive coverage of all of the areas associated with this field to be undertaken, and it is not the authors' intention to do so. However, a general overview of the broader issues of Lissajous curve is provided, it tells us about the phase difference between the two signals and the ratio of their frequencies, and several of the various methodologies are discussed.
The experimental technique used Oscilloscopic with Rotor Rig; the display is usually a CRT or LCD panel which is laid out with both horizontal and vertical reference lines we can demonstrate the waveform images on an oscilloscope. The objective of this paper is to provide the reader with an insight into recent developments in the field of Lissajous curve, with particular regard to rotating machines. The subject of it in rotating machinery is vast, including the diagnosis of items such as rotating shafts, gears and pumps.
When x-y mode is turned on, the second channel is displayed along the x-axis rather than the time base. For sine waves, this produces a Lissajous Figure from which it is possible to tell the phase difference between the two signals. Lissajous (pronounced LEE-suh-zhoo) figures were discovered by the French physicist Jules Antoine Lissajous. He would use sounds of different frequencies to vibrate a mirror. A beam of light reflected from the mirror would trace patterns which depended on the frequencies of the sounds. Lissajous' setup was similar to the apparatus which is used today to project laser lightshows.
Before the days of digital frequency meters and phase-locked loops, Lissajous figures were used to determine the
frequencies of sounds or radio signals. A signal of known frequency was applied to the horizontal axis of an oscilloscope, and the signal to be measured was applied to the vertical axis. The resulting pattern was a function of the ratio of the two frequencies. Lissajous figures often appeared as props in science fiction movies made during the 1950's. One of the best examples can be found in the opening sequence of the outer limits TV series. ("Do not attempt to adjust your picture-we are controlling the transmission.") The pattern of criss-cross lines is actually a Lissajous figure. The Lissajous Lab provides you with a virtual oscilloscope which you can use to generate these patterns. (You will control the horizontal. You will control the vertical.) The applet also allows you to apply a signal to modulate the hue of the trace, so you can create colourful designs.
Source: http://www.shvoong.com/exact-sciences/physics/2415122-analysis-lissajous/#ixzz2zD36HUNW
Penentuan Waktu
Unknown || || Elektronika Dasar,Lingkungan Hidup,Sains || Leave a comments
Penentuan Waktu
Gerakan Matahari dan benda-benda langit lainnya yang bergerak dari timur ke barat. Gerakan ini disebut gerakan semu Matahari yang dapat digunakan dalam penentuan waktu (jam).
Hari Matahari
Simamora,P.(1975: 66-72) mengemukakan bahwa satu hari matahari adalah ditentukan oleh selang waktu antara dua kulminasi. Kulminasi Atas disebut tengah hari (pukul 12.00) dan Kulminasi Bawah adalah saat tengah malam (pukul 24.00 atau pukul 00.00). Dalam pegertian kita sehari-hari, satu hari matahari adalah waktu yang diperlukan Matahari bergerak semu mengelilingi Bumi, terhitung mulai titik Kulminasi Atasnya hingga kembali lagi ke titik Kulminasi Atasnya lagi. Dari hasil pengamatan
ternyata panjang hari matahari (semu) selama setahun berbeda-beda (tidak konstan), hal ini disebabkan:
1) Bentuk lintasan revolusi Bumi adalah elips.
Dalam perjalanan Bumi mengelilingi Matahari membuat lintasan berbentuk elips sehingga waktu lintasan dekat Matahari (perihelium) pergerakannya cepat dan pada waktu lintasan terjauh dengan Matahari (aphelium) pergeserannya pada ekliptika lambat. Dengan adanya kecepatan gerak Bumi mengelilingi matahari (revolusi) tidak sama sedang rotasi bumi tetap maka terjadilah pergeseran semu pada ekliptika tidak seragam, akibatnya saat Matahari mencapai kulminasinya tidak sama. Artinya panjang hari pada hari matahari setiap harinya tidak sama.
2) Inklinasi ekliptika pada ekuator langit
Oleh sebab perputaran Bumi pada sumbunya (rotasi) miring maka kedudukan bidang ekuator langit dengan bidang ekliptika membentuk sudut 23,50. Akibat dari itu sepanjang tahun Matahari seolah-olah bergeser ke arah Utara atau ke arah Selatan. Enam bulan berada di belahan Utara dan enam bulan di belahan bumi Selatan. Gerakan tersebut menyebabkan terjadi perbedaan panjang hari terutama pada lintang geografis sedang atau tinggi baik di belahan Bumi Utara atau belahan Bumi Utara.
Hari Bintang (Sidereal Day)
Hari Bintang adalah selang waktu yang diperlukan sebuah Bintang untuk berkulminasi pada tempat yang sama pada saat berikutnya dalam meridian langit yang sama dari suatu tempat. Satu hari bintang (sehari semalam bintang) adalah waktu yang diperlukan sebuah bintang (lebih umum disebut titik Aries) bergerak semu mengelilingi Bumi mulai dari titik Kulminasi Atasnya sampai ke titik Kulminasi Atasnya lagi. Hari Matahari lamanya 24 jam sedangkan hari Bintang adalah 23 jam 56 menit. Jadi perbedaan antara hari Matahari dan hari Bintang adalah 1/365 x 24 jam atau 1/365 x 1440 menit yaitu 3 menit 56 detik dibulatkan menjadi 4 menit. Jadi pada hari berikutnya
Bintang tersebut akan berkulminasi 4 menit lebih awal. Anda dapat menghitung selama 30 hari menjadi 30 x 4 menit yaitu 120 menit atau 2 jam. Jadi setelah 12 bulan (1 tahun) yaitu 12 x 2 jam = 24 jam. Dengan demikian setahun kemudian baru Bintang tersebut akan berkulminasi pada jam yang sama. Jadi seolah-olah langit perbintangan berputar kurang lebih 10 setiap hari. Satu tahun Bintang 3600 dibagi 365,25 hari Matahari.
Sebagai contoh, pada tanggal 22 Maret Bintang Regulus berkulminasi pada pukul 08.00, pada tanggal 22 April bintang tersebut berkulminasi pukul 06.00, dan pada tanggal 22 Mei Bintang tersebut berkulminasi pukul 04.00. Dari pendataan tersebut maka:
· 1 hari bintang = 1 hari matahari dikurangi 4 menit,
· 1 jam bintang = 1 jam matahari dikurangi 1 detik.
Dari perhitungan di atas maka ada tanggal-tanggal istimewa untuk waktu Bintang dan waktu Matahari, yaitu:
· Tanggal 21 Maret, pukul 00.00 waktu Bintang = pukul 12.00 waktu Matahari,
· Tanggal 21 Juni, pukul 00.00 waktu Bintang = pukul 06.00 waktu Matahari,
· Taggal 23 September, pukul 00.00 waktu Bintang = pukul 00.00 waktu Matahari,
· Tanggal 22 Desember, pukul 00.00 waktu Bintang = pukul 18.00 waktu Matahari.
Jadi hubungan antara Lokal Siderial Times (LST) atau waktu Bintang, dengan Local Civil Times (LCT) dan jumlah hari perbedaan sejak 22,7 September (dibulatkan 23 September) sampai tanggal yang ditentukan adalah: LST = LCT + (4.69/70) D.
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/2415127-penentuan-waktu/#ixzz2zD23xpYb
Islamic terrorism was not There
Unknown || || || Leave a comments
Islamic terrorism never existed in the world. Terminology in the world of international terrorism has been biased and always associated with Muslims. In fact, the United States has utilized terrorism as a tax free to enter Indonesia. This was stated by the former head of the National Intelligence Coordinating Agency ZA Maulani in Jakarta, Tuesday (30/9), in a discussion of "Indonesian Islamic Movement: Allegations Dismissed, International Conspiracy Revealing" held the Association of Indonesian Muslim Intellectuals-Se. This discussion also presents Fauzan Al-Ansari (Majelis Mujahidin Indonesia) and Salahuddin Wahid (National Commission on Human Rights). Past, according Maulani, Europeans journeyed to Asia with a reason to eradicate pirate ship niaganya annoying. In fact, they look for spices become an international commodity at the time and eventually colonize the Asian region, including Indonesia. "Now, we are witnessing a new American imperialism and occupation of Afghanistan and Iraq. They are looking for an expensive commodity, oil does not have. Fact can not be covered, and the eyes of the world are not stupid," ujarnya.
Karena that no arrests of people suspected become militant. "The arrest occurred almost simultaneously in several countries against people who have a similar type, certainly raises tanya.enada sign with Maulani, Fauzan see terminology of terrorism is always referring to Islam is very unfair. Efforts among Muslims avenge injustices committed the U.S. is considered as terrorism. According to Salahuddin, in fact terrorism can not be associated with religion. Acts of terrorism should be seen from the dissatisfaction and the perceived injustice of a government kelompok.Kebijakan counterterrorism, according to Salahuddin, should not grant privileges that their organs could act outside the law. example, arrest associated with terrorism suspects should be with the permission of the chairman of the local district court.
Source: http://www.shvoong.com/social-sciences/2415463-islamic-terrorism/#ixzz2zD1SNGQY
Pentingnya Laboratorium
Unknown || || Elektronika Dasar,Lingkungan Hidup,Sains || Leave a comments
Laboratorium MIPA yang ideal terdiri atas 4 x 4 lokal = 16 lokal laboratorium. Jadi untuk Matematika ada laboratorium dasar, pengembangan, metodologi pengajaran, dan laboratorium penelitian Matematika. Untuk Biologi, Fisika, dan Kimia membutuhkan 4 x 3 lokal = 12 lokal laboratorium untuk keperluan yang sama.
Letak ideal laboratorium MIPA ada di tengah-tengah kompleks sekolah dengan bentuk huruf O. Di bagian timur lokasi laboratorium Matematika yang terdiri dari: laboratorium dasar Matematika, laboratorium pengembangan Matematika, laboratorium metodologi pengajaran Matematika, dan laboratorium penelitian Matematika. Di bagian selatan lokasi laboratorium Biologi yang terdiri atas: laboratorium dasar Biologi, laboratorium pengembangan Biologi, laboratorium metodologi pengajaran Biologi, dan laboratorium penelitian Biologi. Di bagian barat lokasi laboratorium Fisika yang terdiri atas: laboratorium dasar Fisika, laboratorium pengembangan Fisika, laboratorium metodologi pengajaran Fisika, dan laboratorium penelitian Fisika. Di sebelah utara lokasi laboratorium Kimia yang terdiri atas: laboratorium dasar Kimia, laboratorium pengembangan Kimia, laboratorium metodologi pengajaran Kimia, dan laboratorium penelitian Kimia. Mengenai letak lokasi laboratorium dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan atau madrasah; yang penting lokasi laboratorium MIPA harus dapat berhubungan langsung dengan ruang kelas atau ruang pimpinan sekolah/madrasah.
Sudah tentu dalam tiap-tiap laboratorium lokalnya terdiri atas: ruang persiapan, ruang kegiatan, ruang penyimpanan alat dan bahan percobaan, serta ruang kamar mandi dan WC. Setiap lokal juga dilengkapi dengan tempat cuci tangan (wastafel), tempat cuci perangkat percobaan, alat perlengkapan percobaan, papan tulis, meja dan kursi praktikum, serta instalasi listrik yang memadai. Pada saat ini setiap lokal laboratorium juga harus dilengkapi dengan laptop (komputer lengkap dengan printernya), LCD, dan layar gantung. Jangan lupa setiap laboratorium juga dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan, misalnya: AC atau kipas angin.
Uraian tersebut mengisyaratkan kepada sekolah, bahwa membangun laboratorium MIPA itu diperlukan dana dan biaya yang mahal. Karena harga pembangunan lokal laboratorium memerlukan dana yang tidak sedikit serta peralatan percobaan dan asesorisnya juga mahal harganya.
Khusus untuk laboratorium Kimia perlu cerobong asap dari asam atau basa atau garam yang bersifat gas, sehingga baunya dapat langsung keluar melalui cerobong. Laboratorium Kimia juga harus dilengkapai dengan sistem pembuangan limbah dan sistem penetralan limbah, karena bahan-bahan percobaan Kimia banyak yang dapat mengotori lingkungan sekolah.
Oleh sebab itu, laboratorium Kimia harus dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah. Hal ini juga dikenakan pada laboratorium lainnya, terutama laboratorium Biologi dan laboratorium Fisika.
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2415455-pentingnya-laboratorium/#ixzz2zD0rigcz