Pendahuluan. Kelainan jantung pada septum interventrikularis (pada dinding medial) sering dijumpai pada pasien dengan penyakit jantung iskemik. Akan tetapi, standar diagnostic dengan MRI dan Ekokardiografi masih tetap invasif dan mahal. Pada masa depan, kami mengusulkan penggunaan propagasi non-linear dari modulasi gelombang termal (kalor) yang dihasilkan oleh eksitasi melintas miokardium. Tujuan. Untuk mengevaluasi efektivitas amplitudo gelombang hidrotermal yang dihasilkan oleh HNLW sebagai alat diagnostik terkini untuk memprediksi risiko disfungsi septum interventrikularis. Hasil. Dalam analisis multivarian disebutkan, jaringan fibrosis dan hipertrofi dinding septum dikaitkan dengan kelainan jantung. Peluang pasien dengan penyakit jantung iskemik (IHD) untuk bertahan hidup dan disembuhkan tergantung dari prosedur diagnostik sebelumnya. Pasien yang memiliki penebalan dinding septum yang menunjukkan PJK dapat didiagnosis dengan cepat dan akurat terlebih dahulu oleh Hydrothermal Non-Linear Wave (HNLW). Dibandingkan dengan pencitraan teknik Doppler & Ekokardiografi 3D, metode ini mempunyai odd ratio (OR) sebesar 1,28 (95% CI, 1,21-1,35) dalam deteksi tahap awal disfungsi dinding septum interventrikularis.
Demikian juga, kepekaan HNLW dalam mendeteksi malformasi jantung mempunyai akurasi dan detektabilitas yang lebih besar, bahkan dibandingkan dengan Ekokardiografi 3D dengan kontras, masing-masing 86% berbanding 78% (p = 0,05, 95% CI). Sayangnya, spesifisitas HNLW secara signifikan masih lebih rendah dibandingkan Ekokardiografi dengan 90% berbanding 98%. Secara menyeluruh, spesifisitas dan sensitivitas HNLW dalam pendeteksian penyakit jantung iskemik pada daerah bukan septum (bukan medial) adalah 94% dan 78% pada dinding anterior dan anteroseptal, dan 99% dan 47% pada dinding lateral. Diskusi. Perubahan kecepatan pada modulasi gelombang Bekki-Nozaki yang berbentuk non-linear dengan amplitudo menyerupai lubang, telah berhasil mengamati struktur yang tidak stabil dengan menghubungkan dua fase gelombang yang dinamis dan tak terbatas. Ketepatan tinggi dari alat ini dapat memahami karena sensitivitas kecepatan gelombang dalam suhu tinggi. Kecepatan gelombang dapat dengan mudah menurun jika mereka melintas jaringan fibrosa di sekitar serat otot jantung. Kesimpulan. HNLW terbukti lebih akurat daripada ekokardiografi dalam mendeteksi kerusakan otot jantung yang menimbulkan abnormalitas eksitasi jantung, khususnya pada dinding medial. Aplikasi klinis dan efek samping jangka panjang dari HNLW masih didasarkan pada bukti dan pengalaman dokter, dengan penekanan khusus pada peran HNLW dalam memprediksi penebalan otot jantung, khsususnya pada septum interventrikularis.
Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2415713-penelitian-kelainan-jantung/#ixzz2zO3zNiOa
Social Bookmarking
Home » Archives for 04/19/14
9 Pilar Penguasa Merapi
Unknown || || || Leave a comments
9 pilar penguasa Merapi berikut ini adalah menurut kepercayaan masyarakat sekitar gunung Merapi. Gunung yang berada di wilayah Boyolali Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selama ini dipercaya ada 9 pilar penguasa Merapi yang dibalik semua itu ada nilai - nilai tertentu yang di gunakan untuk menjaga alam dan lingkungan Merapi sekaligus membawa manusia untuk mengucap syukur kepada Sang Pemilik Mayapada. Dan berikut 9 pilar penguasa Merapi.
1. Eyang Merapi
Menurut almarhum Mbah Maridjan, Eyang Merapi adalah seorang raja sekaligus tokoh utama yang menjadi pimpinan seluruh lelembut penghuni Merapi.
Analogi : Raja pengusa alam semesta adalah Tuhan, dan manusia wajib menjaga ciptaan - Nya kalau alam tidak dijaga, ya Tuhan tentunya yang akan bertindak sendiri untuk menjaga alam dengan cara - Nya.
2. Eyang Sapu Jagad
Penunggu kawah Merapi inilah yang memegang kunci meledak atau tidaknya gunung tersebut. Makanya, demi menjaga kemarahannya, setiap tahun sekali Kraton Jogjakarta menyelenggarakan ritual labuhan yang dipersembahkan kepadanya, termasuk kedua stafnya yakni Kyai Grinjing Wesi dan Kyai Grinjing Kawat.
Analogi : Makna labuhan sebenarnya adalah simbol ucapan syukur kepada Tuhan karena kita diberikan kelimpahan dan kesuburan tanah, kalau kita tidak bersyukur dan melakukanekploitasi SDA besar - besaran maka kita akan kehilangan kesuburan tanah. Lalu Tuhan yang bertindak menyuburkan tanah, melaui Abu Vulkanik yang membersihankan Bumi sekitarnya ( restorasi ). Semoga hati kita juga selalu dibersihkan dari hal buruk.
3. Eyang Megantara ( Mega Dan Dirgantara )
Pemuka dedemit yang berdiam diri di puncak Merapi ini memiliki kewenangan mengendalikan cuaca dan mengawasi sekitar kawasan Merapi. Tidak banyak penjelasan tentang tokoh ketiga dari Penunggu Gunung Merapi ini.
Analogi : Mega artinya mendung, dirgantara artinya langit, jadi kesimpulannya kita juga harus bersyukur atas hujan, cuaca dan iklim yang diberikan kepada kita.
4. Nyi Gadung Melati
Pemimpin dedemit wanita dengan ratusan pasukannya yang rata - rata berwajah manis serta berseragam busana warna hijau pupus pisang. Tugas pokoknya adalah menjaga kesuburan tanaman gunung.
Analogi : Nyai Gadung Melati bertugas seperti halnya Dewi Sri ( Dewi Kesuburan ), hal ini berbicara tentang usaha mencapai kemakmuran rakyat melalui segmen pertanian.
5. Eyang Antaboga
Makhluk dari bangsa jin ini mendapat tugas cukup berat karena harus selalu menjaga keseimbangan gunung agar tidak melorot tenggelam ke dasar Bumi.
Analogi : Indonesia merupakan bagian dari Ring of Fire, dimana lempeng bagian bawah bersifat fluktuatif dan labil. Jadi pergeseran lempeng Bumi bawah, bisa mengakibatkan gempa tektonik dll. Teori Fisika berbicara tentang adanya hukum keseimbangan energi, temasuk juga pergerakan tanah oleh tenaga endogen, sebenarnya lengkung setengah lingkaran pada gunung dan bukit - bukit disekitarnya adalah penyeimbang getaran gempa.
Setelah lengkungan itu terkena arus globalisasi, banyak lahan dan perkebunan , villa hotel dll. itulah penyebab ketidakseimbangan, alhasil kini banyak tanah longsor. Harusnya itu menjadi bahan pertimbangan manusia, untuk menjaga keseimbangan alam.
6. Kyai Petruk
Pemuka jin ini bertugas memberi wangsit mengenai waktu meletusnya Merapi, termasuk juga memberi kiat - kiat tertentu kepada penduduk agar terhindar dari ancaman bahaya lahar panas Merapi. Dipundak jin inilah keselamatan penduduk tergantung.
Analogi : Dahulu sebelum ada teknologi yang canggih masyarakat Jawa selalu menggunakan ilmu “titen” ( ilmu kebiasaan / pangamatan alam sekitar ) dalam memprediksi sesuatu. Tokoh Petruk dalam pewayangan mempunyai tangan yang selalu mengacungkan jari telunjuk, hal ini berbicara tentang petunjuk. Jaman modernisasi yang disebut Kyai Petruk atau Mbah Petrukbisa saja dijadikan sebutan bagi Seismograf dan beberapa alat teknologi kegunungapian lainnya.
7. Kyai Sapu Angin
Tokoh ketujuh ini merupakan pemimpin roh halus yang khusus mengatur arah angin adalah Kyai Sapu Angin.
Analogi : Hal ini juga berbicara tentang keteraturan alam semesta tentang arah angin yang membawa penyebaran abu vulkanik untuk menjaga kesuburan tanah.
8. Kyai Wola - Wali
Pemuka jin kedelapan yang tugasnya menjaga sembari mengatur teras keraton Merapi.
Analogi : Teras terdepan Merapi adalah perbatasan hutan - hutan , ladang dan penduduk. Tentunya masyarakat daerah hutan juga harus mengetahui pengetahuan tentang hal ilmu keseimbangan alam. Perlu adanya kesatuan yang bagus antara kaum intelektual di bidangnya dengan masyarakat.
Secara lebih luas mengacu pada simbolisme tentang manunggaling kawula Gusti. Jika tejadi korelasi yang baik antara rakyat dan pemerintah maka akan tercipta sebuah ketenteraman dan keharmonisan hidup.
9. Kartodimedjo
Komandan pasukan makhluk halus sekaligus menjaga ternak serta satwa gunung, termasuk memberi kepastian kepada penduduk tentang kapan tepatnya Merapi meletus. Jin terakhir ini kerap mendatangi penduduk sehingga namanya cukup terkenal di kalangan penduduk Merapi.
Analogi : Selain flora, di Gunung Merapi juga terdapat satwa yang harus dilindungi. Keberadaan satwa selalu berkaitan dengan rantai makanan dan jaring - jaring makanan agar selalu stabil dan seimbang. Ketika hewan - hewan sudah diburu maka akan terjadi sebuah kerusakan sistem, yang terjadi adalah mutasi hewan dan lebih mengganggu kehidupan masyarakat.
Maka dari itu, jangan berburu ya. Ketika Pohon terakhir di tebang, ketika hewan terakhir diburu, ketika air terakhir di teguk maka manusia baru sadar bahwa uang tidak bisa dimakan.
Demikianlah analogi yang digunakan untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan Merapi ( Kraton Inggil / atas ), Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ( Kraton Punjer / pusat ) dan Laut selatan ( Kraton Andhap/ bawah ). Tuhan, Pemerintah , masyarakat dan Alam itu sendiri. src
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/destination/2415710-pilar-penguasa-merapi/#ixzz2zO2pORXc
5 cm Memakan Banyak Pohon
Unknown || || || Leave a comments
5 Centimeter lagi setelah film 5 Cm yang Anda harus tahu. 5 Cm langkahkan kaki pengetahuan Anda tentang proses pembuatan atau syuting film tersebut di tengah rimba belantara Gunung Semeru, gunung yang di rindukan sekaligus dicintai oleh para pendaki gunung di Indonesia bahkan dunia. Ada apa dalam proses pembuatan film 5 Cm tersebut?
Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Pevita Pearce, Igor Saykoji, dan Denny Sumargo tiba - tiba saja menjadi idola di kalangan anak - anak pendaki gunung. Kelima artis peran ini lewat film garapan Rizal Mantovani yang diproduseri oleh Sunil Soraya kemudian ikut pula menggairahkan pendakian gunung di Indonesia.
Diangkat dari novel best seller karya Donny Dhirgantoro yang berjudul 5 Cm, film layar lebar ini diberi judul yang sama. Dibagian akhir film, para tokoh dalam film ini kemudian melakukan pendakian ke puncak tertinggi di Pulau Jawa, Semeru. Tentu saja lokasi pembuatan film ini juga berada di kawasan elite buat para anak - anak penghoby trekking di gunung, yaitu di kawasanTaman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) di Jawa Timur.
Namun kemudian banyak yang terjebak dengan film ini. Film 5 Cm bukan sebuah film tentang pendakian gunung, tapi lebih bercerita tentang sebuah persahabatan. Hanya saja, ada cerita dimana mereka melakukan kegiatan pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Namun yang menghebohkan dan membuat geger para “Pecinta Alam” bukan filmnya, tapi proses pembuatan film itu sendiri, terutama proses pengambilan gambar di kawasan TNBTS. Baru beberapa hari saja kru datang mempersiapkan segala sesuatunya di Ranu Kumbolo, anak - anak pecinta alam di Jawa Timur sudah geger di jejaring sosial.
Hari berikutnya foto - foto beredar di sebuah group pecinta alam, yang merekam kegiatan pengambilan gambar di sana. Anak - anak pecinta alam di group jejaring sosial Facebook pun saling berantem, berdiskusi tentang pelaksanaan pembuatan film oleh Ram Soraya ini.
Biang keladinya teryata tuduhan perusakan lingkungan di kawasan TNBTS oleh para kru film Ram Soraya. Dari data yang berhasil dikumpulkan oleh para relawan, ternyata logistik mereka sangat fantastis. Dari kru film saja mereka membawa rombongan sebanyak 100 orang, sedangkan kru lokal sebanyak 150 orang yang bertugas sebagai porter.
Logistiknya seberat 1200 kg dan ditambah 2500 kg peralatan sinematografi dan segala macam tetek bengeknya. Dapur umum untuk konsumsi tiap hari ada 4 buah, dengan dua dapur umum memakai bahan bakar kayu. Dan tentu saja banyak para kru yang mandi dan mencuci di danau Ranu Kumbolo yang terkenal itu.
Lalu darimana mereka memenuhi kayu untuk dapur dan untuk menghangatkan badan ketika suhu dingin. Ini dia perkaranya. Para kru film ini menebang pohon cemara yang ada di kawasanTNBTS. Ada 3 batang pohon dengan diameter 60 - 80 cm, dan puluhan pohon dengan diameter 20 - 40 cm yang ditebang untuk keperluan mereka.
Dari 3 batang pohon dengan diameter 60 - 80 cm ini, jika dikumpulkan akan menghasilkan paling tidak 20 kubik kayu. Sedangkan dari pohon dengan diameter 20 - 40 sm, jika yang ditebang 20 pohon saja akan menghasilkan 100 kubik kayu bakar. Jadi ada sekitar 120 kubik kayu yang dihasilkan dari penebangan pohon oleh kru film “5 Cm”.
Sekedar catatan, untuk jenis pohon cemara yang ada di kawasan TNBTS, untuk mencapai diameter 60 - 80 cm dibutuhkan paling tidak lebih dari 50 tahun. Dan populasi pohon ini sudah sangat sedikit dikawasan TNBTS. Rupanya ini yang menjadi pangkal kemarahan para anak - anakpecinta alam dan fans berat Gunung Semeru.
Menurut UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan pasal 50 dan 78, disebutkan bahwaperambahan atau penebangan pohon hutan dilarang dan pelakunya bisa dikenakan sanksi pidana penjara maksimum 10 tahun dan denda Rp 5 milyar.
Sedangkan UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya pasal 33 disebutkan bahwa setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari Taman Nasional.
Pelanggarnya bisa diancam dengan pidana penjara 1 tahun dan denda Rp 50 juta. Lalu kenapa tidak ada tindakan atas pelanggaran ini oleh para Polisi Hutan baik dari Balai TNBTS dan BKSDA?
Namun yang lucu, ketika beberapa teman pada saat pembuatan film ini mengetahui perusakan hutan di kawasan TNBTS ini ke Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan membawa data bukti foto, mereka mengabaikan dan menyuruh menghapus file foto ini.
Yang mengecewakan tentu saja pihak Balai Taman Nasional sebagai otoritas yang mengeluarkanSIMAKSI ( Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi ) untuk kru Ram Soraya ini. Ada banyak jenis SIMAKSI yang bisa dikeluarkan untuk para pengunjung Taman Nasional. Ada SIMAKSI untuk para pendaki yang notabene sebagai wisatawan biasa, ada SIMAKSI untuk peneliti, juga untuk pengambilan gambar baik foto maupun video komersial seperti pembuatan film dan iklan.
Untuk yang terakhir ini, mereka kemudian wajib membayar royalti ke kas negara atas hasil yang didapat dari kegiatan komersial yang dilakukan di kawasan TNBTS. Hal ini, kita tidak tahu, apakah Ram Soraya membayar royalti ke Kas Negara atau tidak atas hasil dari film 5 Cm?
Jadi untuk sekedar membuat film yang ternyata bukan sebuah film petualangan di gunung, dengan judul 5 Cm harus menghabiskan kayu sebanyak 120 kubik hasil dari perusakan dikawasan TNBTS. Ini yang membuat mereka marah!
Dan mungkin mereka sekarang sedang menggalang kekuatan dan dana untuk menggugatproduser film secara hukum atas perusakan di TNBTS ini
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/websites-online-communities/2415709-cm-yang-memakan-banyak-pohon/#ixzz2zO1becgU
Teriakan Pohon Saat Kehausan
Unknown || || || Leave a comments
Ternyata pohon bisa menjerit saat kehausan dan itu adalah benar. Ternyata tidak hanya manusia yang memiliki perasaan. Pohonpun juga memiliki perasaan, mereka akan menjerit saat merasa kehausan. Tetapi karena frekwensi suara yang bisa di tangkap oleh telinga manusia sangat terbatas, maka suara jeritan pohon tak pernah bisa kita dengar.
Para ilmuwan mengklaim bahwa mereka telah membuat rekaman pertama dari pohon yang sedang terengah - engah karena air. Sama seperti manusia yang bersuara saat merekamenghirup udara, pohon juga membuat suara ultrasonik bermunculan. Mereka menarik kelembapan sebanyak mungkin untuk bertahan hidup selama musim kemarau.
Suara yang dihasilkan ternyata seratus kali lebih cepat daripada yang dapat didengar oleh telinga manusia. Tim yang dipimpin fisikawan Prancis, Philippe Marmottant, dari Grenoble University, ini percaya bahwa mereka telah mampu memperlambat proses sehingga cukup didengar selama percobaan di laboratorium.
Mereka menggunakan irisan kayu pohon pinus mati yang diberi banyak hidrogel. Kondisinya dibuat semirip mungkin seperti pohon hidup.
Gel tersebut mulai mengering karena pengaruh lingkungan. Dari sini peneliti mendengarkan kayu yang mulai memunculkan suara. Kebisingan tersebut berasal dari gelembung udara yang naik kemudian menghilang. Proses ini disebut dengan kavitasi.
Seperti halnya daun di pohon yang mengumpulkan karbon dioksida, mereka membuka pori - pori sehingga rentan kehilangan air. Untuk mengatasi ini, pohon mengambil air dari tanah melalui sistem akar mereka. Upaya untuk menarik air dan kelembapan ini dari tanah menciptakangelembung udara.
"Kami bisa melacak artikulasi gelembung, dan apa yang kami temukan adalah mayoritas suara yang didengar terkait dengan gelembung," kata Marmottant. Menurut dia, suara itu mungkin karena ada penyebab lain, seperti retakan kayu atau serangga. Namun sebagian besar dari suara tersebut yang terjadi selama kavitasi adalah gelembung ini.
Para ilmuwan sekarang berlomba mencoba dengan peralatan yang mampu mendengarkan suara - suara unik yang diciptakan oleh alam.
Sebuah pengingat bagi kita manusia, untuk lebih peduli lagi pada sesama, termasuk dengan tumbuhan dan pepohonan. Mereka ada dan kita seharusnya menjaganya.
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2415708-teriakan-pohon-saat-kehausan/#ixzz2zO0eem00
7 Hewan Bila Tersesat
Unknown || || || Leave a comments
Tersesat di hutan saat melakukan kegiatan petualangan di alam bebas adalah hal yang pastinya tidak di inginkan oleh siapa saja. Tetapi hal tersebut bisa mungkin terjadi dan juga adalah salah satu dinamika penyusuran hutan lebat. Apabila Anda harus bertahan hidup di alam bebas, berikut ini 7 hewan yang bisa dimakan saat tersesat di hutan.
1. Larva kumbang
Memiliki tubuh yang gemuk dan mirip seperti ulat, membuat banyak orang geli saat melihat larva kumbang. Tapi siapa kira, di balik tubuhnya yang membuat bulu kuduk bergidik, ia bisa menjadi makanan darurat ketika tersesat dan kehabisan makanan di hutan.
Menemukannya pun tidak sulit. Biasanya larva ini hidup di dalam kayu yang membusuk. Mereka bisa disantap langsung. Namun bila jijik, silakan dibakar di atas kayu bakar.
2. Burung
Semua burung bisa dimakan siapa saja. Tangkaplah satu burung kemudian bersihkan. Anda bisa membakarnya di atas api unggun sebelum dimakan.
Tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan. Jangan pernah memakan burung pemakan bangkai, seperti burung nasar karena rasanya tidak enak.
3. Rayap
Sama seperti larva kumbang, banyak di antara traveler yang geli melihat rayap. Tapi sebaiknya buang jauh - jauh perasaan itu jika Anda sedang tersesat di hutan dan kehabisan bahan makanan.
Serangga yang biasa ditemukan di kayu ini bisa dimakan. Ada yang mengatakan rasanya seperti selai kacang. Rayap juga menjadi pilihan makanan yang baik karena mengandung protein yang cukup tinggi.
4. Katak
Ada banyak restoran di Eropa dan China yang menjadikan katak sebagai bahan makanan. Ini berarti Anda pun bisa menjadikan mereka sumber makanan jika tersesat di hutan.
Biasanya bagian yang diambil adalah kaki karena memiliki daging yang tebal. Namun, ada hal yang penting diingat sebelum menyantap katak. Jangan lupa untuk menguliti tubuhnya sebelum dimakan.
5. Kadal dan ular
Bertemu kadal atau ular begitu tersesat di hutan? Sebaiknya jangan lari, bisa jadi ini adalah sumber makanan ketika persediaan Anda habis.
Kaki belakang dan ekor kadal adalah bagian terbaik untuk dimakan. Namun, jika Anda ingin memakan ular, sebaiknya segera potong kepalanya setelah dimatikan karena inilah bagian paling berbahaya.
6. Jangkrik dan Belalang
Jangkring dan Belalang adalah cemilan di beberapa negara di dunia, seperti Thailand. Bahkan, warga Gunung Kidul di Yogyakarta pun menjadikan belalang sebagai salah satu bahan makanan.
Ini berarti Anda bisa menangkap keduanya untuk bahan makanan jika tersesat di hutan. Hal pertama yang harus dilakukan setelah menangkap adalah melepaskan sayap, kaki dan antena.
7. Semut
Selain jangkrik dan belalang, serangga lain yang bisa Anda jadikan bahan makan adalah semut. Di Thailand, semut adalah salah satu makanan yang dianggap paling lezat. Kumpulkan semut yang ada di hutan, kemudian bakar atau pun goreng di atas wadah.
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/budget/2415707-10-hewan-bila-tersesat/#ixzz2zNzTWEMr
Peralatan Caving
Unknown || || Pendakian Gunung,Susur Gua || Leave a comments
Caving atau susur gua memerlukan peralatan yang sangat terjaga kemampuan kondisi fisiknya. Dalam arti kuat dan tangguh dalam menjaga raga kita. Harga tentunya sepadan dengan kemampuannya, jika memang kamu penggiat susur gua sejati. Karena gua mempunyai kondisi dan medan yang sangat lain dengan kondisi alam lainnya. Medan lumpur, tumpukan batu ( boulder ), air terjun, lorong sempit, lorong yang rendah, dan terutama sekali karena kondisi gua yang selain gelap gulita. Peralatan di bagi menjadi dua, yakni untuk personal dan team.
1. Personal Equipment
a. Helm Speleo
Helm yang khusus, yang kuat ( memenuhi standart atau ISO ) dan setidaknya di uji coba dulu, punya bagian yang berupa pita yang adjustable digunakan untuk mengikatkan helm pada kepala kita.
b.Boom.
Berupa tabung yang di hubungkan dengan sebuah slang ke helm. Terdiri dari dua bagian, tabung alas berguna untuk menampung air yang di lengkapi dengan regulator saluran gas dan lobang tempat pengisian air. Tabung bawah di gunakan untuk mengisi karbit.
c. Alat penerangan
Penerangan di sini ada macam :
elektrik ( senter, headlamp dan sejenisnya ) dan non elektrik ( karbit, lilin dan sejenisnya )
d.Cover all
Merupakan pakaian khusus yang modelnya itu nyambung ( baju dan celana ) atau baju kodok atau baju kaya model bengkel - bengkel atau baju lab…hehe
Nah kalau untuk bahannya bisa dari kaya baju kodok, baju bengkel, baju lab dan bisa dari parasut ( melindungi dari air, panas, guano ).
e. Sepatu
Untuk sepatu setidaknya yang model atau bahannya karet ( tahan air ) karena untuk menghindari air didalam goa dan guano. Tetapi kembali lagi dengan medan di goanya sendiri. Yah pertimbangkan saja, karena setiap sepatu atau alat punya kelebihan dan kelemahan.
f. Sarung tangan
Berfungsi untuk melindungi tangan dari panas karena gesekan tali ataupun melindungi tangan dari gesekan dengan dinding gua yang tajam dan kasar.
g. Pelampung
h. SRT set
Peralatan ini menjadi peralatan pribadi untuk efisiensi tenaga dan efektifitas penelusuran, karena beberapa peralatan yang ada disesuaikan dengan tubuh pemakai.
2. Team Equipment
a. Tali
Tali yang di gunakan harus benar-benar mempunyai kualitas yang baik dan memerlukan perawatan yang baik pula. Jenis tali di bagi menjadi :
Hawsterlet
Jenis ini tidak di pakai dalam penelusuran gua vertical. Berbentuk lilitan dari bahan nilon
Kernmantel
Di sebut jenis kernmantel karena mempunyai dua bagian yaitu bagian kern ( bagian dalam/inti ) dan mantel ( bagian luar / pembungkusnya ). Untuk vertical caving di gunakan jenis static rope. Kekuatan tali yang di gunakan biasanya harus mengalami uju kekuatan terlebih dahulu.
b. Ladders
Ladders atau tangga tali biasanya terbuat dari kawat baja atau dari tali dengan diameter tertentu ( lebih kecil dari diameter tali yang di gunakan untuk vertical caving )
c. Tali pita ( Webbing )
Berbentuk tabung ataupun pipih ( plate ), sangat berguna untuk pemasangan tambatan alam, deviasi maupun bentuk tambatan lainnya.
d. Padding
Padding adalah pelindung tali dari gesekan. Biasanya di buat dari bahan terpal yang kuat menerima gesekan
e. Carabiner ( cincin kait )
Fungsi alat ini sebagai pengait. Carabiner mempunyai beberapa macam bentuk sesuai dengan kegunaan dan fungsinya. Tiap produk carabiner yang ada telah mengalami uji kekuatan dari pabriknya untuk tarikan vertical maupun horizontal.
Berdasarkan pengamannya, carabiner dibagi menjadi :
Carabiner Screw Gate, jenis ini mempunyai pengunci pada pintu atau gerbangnya
Carabiner Non Screw Gate, jenis in tidak mempunyai pengunci pada pintu atau gerbangnya.
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/adventure/2415706-peralatan-caving/#ixzz2zNybBKlV
Jalur Tambi Sigedang Gunung Sindoro
Unknown || || Pendakian Gunung || Leave a comments
Tambi Jalur Sigedang merupakan jalur yang agak sulit karena jalanan sangat menanjak sehingga jarang yang melakukan pendakian lewat sini tetapi jalur ini banyak di gunakan sebagai jalur turun karena lebih cepat dan lebih dekat dengan Lembah Dieng. Untuk mencapai Sigedang, dari arah Wonosobo kita naik bus ke jurusan Dieng, turun di Rejosari atau Tambi, sekitar 15 Km. Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan jalan kaki /naik Ojek menuju ke arah kampung Sigedang sekitar 4 Km. Kondisi Jalan menuju Sigedang sudah beraspal dan disekitar jalan kita bisa memandang hamparan tanaman teh. Awal pendakian kita mulai di sini. Berjalan melewati jalan berbatu menyusuri kebun - kebun teh selama 2 jam perjalanan akan sampai dibatas perkebunan teh dengan hutan (4 Km). Dari sini pendakian kita teruskan melalui jalanan yang cenderung menanjak selama 3 jam akan sampai di Watu Susu. Watu Susu merupakan daerah yang mempunyai ciri adanya batu yang besar yang terdiri 2 buah. Menurut kepercayaan penduduk, batu ini merupakan buah dada dari Gunung Sundoro. Dari Watu Susu ke puncak dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam lagi. Perjalanan dari Sigedang menuju puncak Gunung Sundoro membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam dan turunnya memakan waktu 4-5 jam perjalanan. Untuk melakukan pendakian lewat Sigedang harus melapor dahulu ke Kepala Desa. Disini kita bisa menginap di rumah masyarakat setempat yang umumya juga sebagai pemandu gunung. Untuk melakukan pendakian ke Gunung Sindoro lewat Kledung belum ada ijin khusus tetapi sebelum melakukan pendakian kita harus mencatat nama di rumahnya Kaur pembangunan (Pemerintah Desa) sebagai tanda ijin mengetahui adanya pendaki yang naik. Untuk melengkapi penjalanan bisa menuju ke Kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan wisata yang terkenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Untuk mencapai Dataran Tinggi Dieng dari arah Wonosobo kita naik minibus atau taksi menuju ke arah Dieng (26 Km). Kota Wonosobo merupakan kota pegunungan yang terletak 2316 kaki dan berdiam di punggung sebuah bukit . Suhu rata - rata 22 - 30 derajat pada siang hari dan 15 - 20 derajat pada malam hari sungguh menawarkan suasana sejuk dan nyaman.Untuk penginapan di Wonosobo banyak di temui hotel berbintang dan losmen. Dataran Tinggi Dieng (2.093 m dpl) Tempat wisata yang paling terkenal kawah Cikidang. Bentuk kawah Cikidang menyerupai kawah Tangkuban Perahu, Kawah Cikidang merupakan bekas kepundan gunung berapi. Telaga Warna merupakan sebuah telaga vulkanis, bekas kepundan sebuah gunung berapi yang meletus pada masa Dieng Purba. Kandungan telaga vulkanis ini berisi aneka bahan mineral dan belerang . Sehingga ketika cahaya mentari menembus dasar telaga, karena refleksi ekologis maka terpantullah aneka warna cemerlang ke permukaan : Putih, kuning, hijau.dan untuk menikmati lebih banyak lagi silahkan anda datang ke tempat yang indah ini , kesan takjub akan pasti kita dapatkan. Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dapat anda peroleh saat berkunjungke Lembah Dieng. Buku panduan juga bisa di peroleh di tempat menginap baik hotel maupun losmen.
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/destination/2415703-jalur-tambi-sigedang-gunung-sindoro/#ixzz2zNxnQl1c
Gunung Sindoro
Unknown || || Pendakian Gunung || Leave a comments
Mount Sindara , commonly called Sindoro , or also Sundoro ( altitude 3,150 meters above sea level ) is an active volcano mountain located in Central Java , Indonesia , with the nearby town of Waterford . Mount Sindara located side by side with a mountain cleft . Craters that can be found in the ravine along the northwest side of the mountain to the south , and the largest is called Kembang . A small lava dome occupies the summit of the volcano . History Sindara eruption that has occurred mostly mild to moderate type ( phreatic eruptions ) . Forests in the region of Mount Sundoro have Dipterokarp Hill forest type , forest Dipterokarp Top , Montane forest , and forest Ericaceous or mountain forest . Sindoro mountain ( 3150 masl ) is one of the favorite mountain climber who was in Central Java . Especially for those who are looking for a triple S ( Slamet , Sindoro , cleft ) . Strato -type cone shape look like twins with cleft adjacent mountain . To achieve this mountain is not too difficult because it is in the main line - Wonosobo Magelang . Generally the most crowded lines are crossed paths Kledung , Waterford . There are also other lines are pretty good that Sigedang path . This time I will share a trip to Mount Sindoro via Sigedang path . Understandably , seven times to climb this mountain I do not even via the Kledung . To reach the village from the direction Sigedang Wonosobo Dieng majors take the bus , get off at the junction Rejosari - direction to Tambi . Furthermore, can walk or ride motorcycles to Sigedang village , about 4 km . Once in Sigedang I recommend heading home to pack Amin , Sindoro caretaker . Here we take care of licensing and can also fill water supplies along the route to the summit because we did not encounter springs . From the village sigedang proceed past the tea plantations towards the tarmac road about 20 minutes . Then turn right down the cobbled streets past the tea plantations . This tea diperkebunan there are a lot of intersections . For climbers who have never climbed Mount Sindoro pass this point it is worth looking for a traveling companion who understands Sigedang path . Throughout the estate there are 2 POS with a semi-permanent building that can be used for the rest . 2 hours after passed through the tea plantations we will arrive at the limit of the forest plantations . Then we proceed to POS 3 . POS 3 at the center of the way up the peak . Here are the buildings that have collapsed , but enough to set up a dome tent 3 . If less physical support should be set up camp in this post . Because the next trip for 3-4 hours to the summit we will not find a shelter to set up a tent . Approximately 2 hours from here we will arrive at Watu Milk . Watu Milk is 2 large pieces of stone by local people regarded as Mount Sindoro breasts . According to the trust of local residents , Mount Sindoro is a mountain woman and her husband is the child Sumbing Mountain Flower . Milk Watu summit of the trip was about 1 to 1.5 hours. Through the streets and sometimes slippery rocks rockslide when we are standing . Climbers must be especially careful that runs in front so as not to endanger climbers in tow . After that we arrived at the summit of Mount Sindoro region . In the area of the peak we will not be confused for setting up the tent because Mount Sindoro have a vast plain at its peak , approximately 400x300 meters . There are two craters in the eastern area of 200x150 meters , and on the west there is the plain and Wedi Segoro Banjaran plains and two others who have not named which is the remainder of the main crater . At the time of high rainfall , there are two craters much water we can use for drinking and cooking . Stagnant water is clean and can be used because there is no sulfur here , Sindoro Mountain is a mountain that is no longer active . When the weather is clear , from here will be obvious Mount Cleft , Merbabu , Slamet and Dieng Plateau region . And try before sunrise we already are at the top , because the sunrise from the summit of Mount Cleft very beautiful . Sindoro track mountaineering , mountain cleft , Lawu mountain , Mount Sindoro cleft , slamet mountain , mountain mystery Sindoro , video Sindoro mountain , the mountain status Sindoro
Perkembangan Pemanjatan di Indonesia
Unknown || || Pendakian Gunung || Leave a comments
Panjat tebing masuk ke Indonesia seiring dengan berkembangnya teknik mendaki. Harry Suliztiarto, pemuda asal Surabaya yang menjadi mahasiswa Seni Rupa ITB, mulai memperkenalkan panjat tebing pada tahun 1976. Saat itu dia mencoba menaklukkan tebing - tebing alam di gunung kapur Citatah.
Dia terdorong dan punya impian mencoba memanjat tebing saat membaca buku From Hill Walking to Alpine Climbing karya Allan Blackshaw. Peristiwa ini kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya organisasi kegiatan alam bebas yang mengkhususkan pada kegiatan memanjat, dengan nama Skygers Amateur Rock Climbing Group.
Pada tahun 1980 kegiatan panjat tebing mulai memasuki babak baru, di mana kegiatan ini bukan lagi bersifat petualangan tetapi telah menjadi olahraga prestasi. Perkembangan ini dimulai ketika diadakannya lomba panjat tebing alam di tebing pantai Jimbaran Bali pada tahun 1987. Nah, di tahun 1988 mulai diperkenalkan dinding panjat tebing buatan ( wall climbing ) oleh empat pemanjat dari Perancis yang datang ke Indonesia.
Sekaligus, Harry Suliztiarto membentuk wadah sebagai tempat menyalurkan aspirasi dan hobi, untuk memanajemen kegiatan panjat tebing agar berjalan dengan baik dengan nama,Federasi Panjat Tebing Indonesia ( FPTI ). Pada tahun 1990, untuk pertama kalinya diadakan lomba panjat dinding buatan dengan tinggi papan lima belas meter.
Koni Jatim dan beberapa Koni daerah lain, juga mensahkan Panjat tebing menjadi cabang olahraga. Inilah sejarah dimulainya lomba panjat tebing buatan di Indonesia sampai saat ini. Jadi bagi sahabat yang ingin mencoba Rock Climbing atau Panjat Tebing ini silakan lakukan latihan yang rutin dan serius dan juga lengkapi dengan peralatan yang memang di khususkan untuk panjat tebing, bukan menggunakan tangga untuk memanjat tebing lho yaaa....apalagi sambil membawa parang, ya itu namanya mau memetik kelapa.
Panjat tebing atau rock climbing memang kegiatan olah raga yang tak semua orang bisa melakukannya, mesti melewati latihan dan juga yang pasti biaya yang tak sedikit, selain mesti waspada dan meningkatkan pengamanan. Dan untuk sedikit meringankan biaya, biasanya latihan panjat menggunakan fasilitas kampus - kampus yang menyediakan peralatan panjat dinding. Tak mudah , tetapi bisa di lakukan bila serius. Semata selain untuk olah raga menyehatkan badan, juga untuk menanggulangi keadaan darurat di alam bebas, yang terkadang menemui jalur yang bertebing tinggi.
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/adventure/2415523-perkembangan-pemanjatan-di-indonesia/#ixzz2zMu7a1HW
Gunung Sindoro
Unknown || || || Leave a comments
Gunung Sindara, biasa disebut Sindoro, atau juga Sundoro (altitudo 3.150 meter di atas permukaan laut) merupakan sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Gunung Sindara terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing.
Kawah yang disertai jurang dapat ditemukan di sisi barat laut ke selatan gunung, dan yang terbesar disebut Kembang. Sebuah kubah lava kecil menempati puncak gunung berapi. Sejarah letusan Gunung Sindara yang telah terjadi sebagian besar berjenis ringan sampai sedang (letusan freatik).
Hutan di kawasan Gunung Sundoro mempunyai bertipe hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Gunung Sindoro (3150 Mdpl) merupakan salah satu gunung favorit pendaki yang berada di Jawa Tengah. Terutama bagi yang mencari triple S (Slamet, Sindoro, Sumbing). Bentuknya yang kerucut bertipe strato terlihat seperti saudara kembar dengan gunung Sumbing yang bersebelahan. Untuk mencapai gunung ini tidak terlalu sulit karena berada di jalur utama Wonosobo-Magelang. Umumnya jalur yang paling ramai dilewati adalah jalur Kledung, Temanggung. Selain itu ada pula jalur lain yang cukup bagus yaitu jalur Sigedang.
Kali ini saya akan share perjalanan ke Gunung Sindoro via jalur Sigedang. Maklum, tujuh kali mendaki gunung ini tidak sekalipun saya lewat jalur Kledung. Untuk mencapai desa Sigedang dari arah Wonosobo naik bus jurusan Dieng, turun di pertigaan Rejosari-arah ke Tambi. Selanjutnya bisa jalan kaki atau naik ojek ke desa Sigedang, kurang lebih 4 km. Begitu sampai di Sigedang saya sarankan untuk menuju rumah pak Amin, juru kunci Sindoro. Disini kita mengurus perijinan dan bisa juga mengisi persediaan air karena sepanjang jalur sampai puncak tidak kita jumpai sumber mata air.
Dari desa sigedang perjalanan dilanjutkan ke arah perkebunan teh melewati jalan aspal sekitar 20 menit. Kemudian berbelok ke kanan melewati jalanan berbatu menyusuri perkebunan teh. Diperkebunan teh ini banyak sekali terdapat persimpangan. Bagi pendaki yang belum pernah mendaki Gunung Sindoro melewati jalur ini ada baiknya mencari teman perjalanan yang paham jalur Sigedang. Sepanjang perkebunan terdapat 2 POS dengan bangunan semi permanen yang bisa dipakai untuk istirahat. 2 jam setelah melewati perkebunan teh kita akan sampai pada batas perkebunan dengan hutan. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke POS 3.
POS 3 berada ditengah tengah perjalanan menuju puncak. Disini terdapat bangunan yang sudah roboh, namun cukup untuk mendirikan 3 tenda dome. Jika fisik kurang mendukung sebaiknya mendirikan camp di pos ini. Karena perjalanan selanjutnya selama 3-4 jam ke puncak kita tidak akan menemukan selter untuk mendirikan tenda. Kurang lebih 2 jam dari sini kita akan sampai di Watu Susu. Watu Susu merupakan 2 buah batu besar yang oleh warga setempat dianggap sebagai buah dada Gunung Sindoro. Menurut kepercayaan warga setempat, Gunung Sindoro adalah gunung perempuan dan suaminya adalah Gunung Sumbing dengan anak Gunung Kembang.
Dari Watu Susu perjalanan kepuncak masih sekitar 1 sampai 1,5 jam lagi. Melewati jalan bebatuan yang licin dan kadang batu longsor saat kita injak. Pendaki harus hati hati terutama yang berjalan didepan agar tidak membahayakan pendaki di belakangnya. Setelah itu sampailah kita di kawasan puncak Gunung Sindoro.
Di kawasan puncak kita tidak akan bingung untuk mendirikan tenda karena Gunung Sindoro memiliki dataran luas pada puncaknya, sekitar 400x300 meter. Dibagian timur terdapat dua kawah seluas 200x150 meter, dan dibagian barat terdapat dataran Segoro Wedi dan Banjaran dan dua dataran lain yang belum bernama yang merupakan sisa kawah utama. Pada saat curah hujan tinggi kedua kawah ini terdapat banyak air yang bisa kita gunakan untuk minum dan memasak. Genangan air tersebut bersih dan dapat digunakan karena tidak terdapat belerang disini, Gunung Sindoro adalah gunung yang sudah tidak aktif.
Ketika cuaca cerah, dari sini akan terlihat jelas Gunung Sumbing, Merbabu, Slamet dan kawasan Dataran Tinggi Dieng. Dan usahakan sebelum matahari terbit kita sudah berada di puncak, karena sunrise dari puncak Gunung Sumbing sangat indah.
jalur pendakian gunung sindoro, gunung sumbing, gunung lawu, gunung sindoro sumbing, gunung slamet, misteri gunung sindoro, video gunung sindoro, status gunung sindoro
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/destination/2415702-gunung-sindoro/#ixzz2zN3AFqMT