Bermain Penolak Kemalasan
Sifat malas yang terjadi dalam diri manusia adalah hal yang wajar ketika bosan dengan rutinitas masing-masing. Kesibukan manusia pasti berbeda-beda tingkatannya, namun terkadang si A merasa bahwa si B lebih santai begitu juga sebaliknya. Kepuasan manusia dalam mengelola hasil yang dicapainya tersebut kurang relevan sehingga membuat sifat ingin merasakan berada di posisi orang lain. Keadaan seperti ini biasanya terjadi di kehidupan bermasyarakat. Sebenarnya ada satu pelatihan rutin untuk bisa membuang rasa malas yang melekat dalam tubuh manusia, yaitu dengan bermain. Mayoritas kepenatan dan kebosanan orang akan hilang jika sudah diajak bermain oleh egonya.
Pengendalian emosi ketika bermain akan meningkat lebih baik daripada hanya berdiam diri. Contoh real bermain yang paling santai adalah di alam terbuka. Keberadaan suasana hening dan tertantang akan menciptakan kreasi pengaplikasian dalam menerima masalah. Disini akan dilatih untuk berfikir kritis, menghargai kehidupan dan bersikap mandiri. Arti kata bermain jangan diungkapkan sebagai ajang refreshing, melainkan sebagai media pembelajaran yang dikreasikan dengan media bermain. Belajar tanpa bermain hanya akan membuang waktu lantaran tidak ada titik point yang mampu ditangkap oleh indera otak yang sedang rapuh.
Istilah bermain menolok kemalasan bukan tanggapan yang salah. Keinginan belajar datang dengan sendirinya, dan kemalasan datang ketika memang waktunya membosankan. Belajar yang tidak disinkronkan dengan bermain justru akan menjadi lambat proses penyerapan ingatannya. Maka belajarlah sambil bermain.
