xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#'

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

PMW Rencana Usaha DonMoll

|| || || Leave a comments

Universitas Jenderal Soedirman merupakan contoh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Indonesia dengan perkembangan pesat mahasiswanya setiap tahun. Kampus ini bertempat di kota Purwokerto Kabupaten Banyumas, dengan warga masyarakatnya lebih banyak masyarakat domisili. Dunia kuliah sudah menjadi tradisi di ruang lingkup Kampus dan kebanyakan hampir mahasiswa didapati kuliah pagi dimana mahasiswa lebih memilih untuk tidak sarapan terlebih dahulu karena dikejar oleh waktu. DonMoll kepanjanngan dari Donat Molen Legit adalah sebuah istilah yang memiliki dua arti yaitu Donat dan Molen. Sedangkan legit disini diartikan sebagai makanan yang enak sampai masuk dalam jiwa rasanya. DonMoll yang berbahan dasar tepung terigu, dimana bahan dasarnya mudah diperoleh, harganya terjangkau oleh masyarakat dengan kandungan gizi yang tinggi. Selain itu pembuatan DonMoll ini akan membuka peluang bisnis atau usaha sampingan mahasiswa Unsoed di sela-sela kesibukan kuliah untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dan menambah penghasilan mahasiswa. Rencana pengembangan usaha DonMoll dengan cara mendistribusikan produk ke sekitar areal kampus Unsoed yaitu di sekitar Jalan Kampus depan maupun belakang, namun yang lebih difokuskan adalah Kampus belakang (Fakultas Peternakan, MIPA, Pertanian dan Biologi). Kapasitas produksi minimal Danmol yang direncanakan adalah sebanyak 250 Donat dan 250 Molen selama seminggu. Harga jual produk yaitu sebasar Rp.1.000,00 perbuah. Jadi dalam satu bulan dapat menjual 1.000 Donat dan 1.000 Molen. Penjelasan tadi dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam satu bulan diperoleh uang sebesar Rp 1.000.000,00 dari penjualan Donat dan Rp 1.000.000,00 dari penjualan Molen. Sehingga total hasil penjualan yaitu Rp 2.000.000,00 tetapi tidak menutup kemungkinan untuk adanya penambahan hasil penjualan atau pengurangan penjualan karena akan dilihat terlebih dahulu dari banyaknya minat konsumen. Jika konsumen memiliki kepuasan yang tinggi tidak menutup kemungkinan untuk menambah hasil produksi lagi. Usaha DonMoll hanya membutuhkan alat-alat yang tergolong sederhana dan mudah didapat sehingga dapat mempermudah dalam pencarian alat ketika memulai suatu usaha. Karena alat yang dibutuhkan sederhana jadi dapat memperkecil biaya yang digunakan untuk pembelian alat-alat produksi. Sumber dana dalam usaha DonMoll yaitu pinjaman dari PMW untuk mengembangkan usaha ini sehingga usaha ini benar- benar membutuhkan bantuan untuk dapat memulai usahanya. Dana yang dibutuhkan untuk membuka usaha ini yaitu Rp 2.841.000,00. Usaha ini diperkirakan dapat mengembalikan modalnya di bulan ke dua. Ketika mendapatkan dana, maka diusahakan dana tersebut digunakan untuk melakukan pembelian alat-alat dan bahan secara langsung. Alat- alat yang dibeli dianggap sebagai investasi yang suatu saat nanti dapat dijual kalau diperlukan. Barang yang tergolong dalam asset yaitu gerobag dan kompor. System pengembalian modal dengan cara mencicil yaitu pada usaha ini diusahakan untuk menyisihkan setiap uang yang diperoleh untuk ditabung. Kemudian dikumpulkan hingga modal bisa kembali.

Proyek Perdagangan Karbon Di Indonesia

|| || || Leave a comments

Efek Gas Rumah Kaca (GRK) sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Apa yang telah dilakukan dunia untuk mengatasinya? Gas Rumah Kaca (GRK) merupakan gas yang mempertahankan suhu bumi agar tetap hangat dari proses pendinginan di puluhan ribu tahun yang lalu. Konsentrasi GRK terus meningkat dari 278 ppm menjadi 379 ppm. Itulah penyebab bumi ini menjadi semakin panas. Sejak ditandatanganinya United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), beberapa negara maju sepakat menurunkan tingkat emisi pada tahun 2008-2012 sebesar 5%. Di negara-negara Industri terdapat 2 mekanisme penurunan karbon yang telah disepakati bersama. 1. Clean Development Mechanism (CDV) Adalah sebuah mekanisme dimana negara yang tergabung di dalam Annex 1 seperti Amerika, Jerman, Prancis, Australia dan lainnya wajib menurunkan emisi gas rumah kaca sampai angka tertentu per tahun 2012. Selain itu juga membantu dalam melaksanakan proyek penurunan emisi seperti membentuk Pasar Karbon. Dalam bentuk jual beli karbon harus mendapat Certified Emission Reduction (CER), dimana 1 CER setara dengan 1 ton CO2. Di Indonesia sendiri, proyek CDM mampu meraup laba antara 81,5 juta sampai 1,26 Milyar USD. Beberapa proyek yang sudah diaplikasikan adalah : Biogas oleh PT. Indotirta Suaka Bulan dari Kotoran Babi, Listrik dari pengelolaan Sampah Kota Pontianak oleh PT. Gikoko Koygo Indonesia, dll 2. Voluntary Carbon Market (VCM) Adalah pasar karbon sukarela. Jual beli karbon terjadi karena citra, kredibilitas, investasi, strategi pemasaran, agenda CSR atau sekadar ingin berpartisipasi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dunia. Indonesia mulai melirik ini, terlebih untuk proyek yang tidak masuk CDM. Seperti Kabupaten Malinau-Kalimantan Timur dan Yayasan Borneo Tropical Rain Forest, yang memasukkan kawasan hutan lindung seluas 325.041,6 hektar pada kesepakatan dengan Global Eco Rescue, dengan harga 1 euro per hektar. Sebagai Pecinta Alam yang mendengar isu luar biasa ini semakin membuka paradigma kita, bahwa ada manfaatnya ketika Indonesia disuruh menanam pohon, pohon dan pohon. Karena hasilnya Indonesia bisa menjual kandungan Pohon dengan memperdagangkannya. UKM Pecinta Alam Mamira LGV saat ini sedang mencoba untuk mengkaji lebih lanjut tentang Karbon. Sesuai dengan fungsinya baik dari bidang Fisika, Matematika dan Kimia akan berhadapan dengan Istilah Perhitungan dan Perdagangan Emisi Karbon.