xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Proyek Perdagangan Karbon Di Indonesia

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Proyek Perdagangan Karbon Di Indonesia

|| || || Leave a comments

Efek Gas Rumah Kaca (GRK) sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Apa yang telah dilakukan dunia untuk mengatasinya? Gas Rumah Kaca (GRK) merupakan gas yang mempertahankan suhu bumi agar tetap hangat dari proses pendinginan di puluhan ribu tahun yang lalu. Konsentrasi GRK terus meningkat dari 278 ppm menjadi 379 ppm. Itulah penyebab bumi ini menjadi semakin panas. Sejak ditandatanganinya United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), beberapa negara maju sepakat menurunkan tingkat emisi pada tahun 2008-2012 sebesar 5%. Di negara-negara Industri terdapat 2 mekanisme penurunan karbon yang telah disepakati bersama. 1. Clean Development Mechanism (CDV) Adalah sebuah mekanisme dimana negara yang tergabung di dalam Annex 1 seperti Amerika, Jerman, Prancis, Australia dan lainnya wajib menurunkan emisi gas rumah kaca sampai angka tertentu per tahun 2012. Selain itu juga membantu dalam melaksanakan proyek penurunan emisi seperti membentuk Pasar Karbon. Dalam bentuk jual beli karbon harus mendapat Certified Emission Reduction (CER), dimana 1 CER setara dengan 1 ton CO2. Di Indonesia sendiri, proyek CDM mampu meraup laba antara 81,5 juta sampai 1,26 Milyar USD. Beberapa proyek yang sudah diaplikasikan adalah : Biogas oleh PT. Indotirta Suaka Bulan dari Kotoran Babi, Listrik dari pengelolaan Sampah Kota Pontianak oleh PT. Gikoko Koygo Indonesia, dll 2. Voluntary Carbon Market (VCM) Adalah pasar karbon sukarela. Jual beli karbon terjadi karena citra, kredibilitas, investasi, strategi pemasaran, agenda CSR atau sekadar ingin berpartisipasi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dunia. Indonesia mulai melirik ini, terlebih untuk proyek yang tidak masuk CDM. Seperti Kabupaten Malinau-Kalimantan Timur dan Yayasan Borneo Tropical Rain Forest, yang memasukkan kawasan hutan lindung seluas 325.041,6 hektar pada kesepakatan dengan Global Eco Rescue, dengan harga 1 euro per hektar. Sebagai Pecinta Alam yang mendengar isu luar biasa ini semakin membuka paradigma kita, bahwa ada manfaatnya ketika Indonesia disuruh menanam pohon, pohon dan pohon. Karena hasilnya Indonesia bisa menjual kandungan Pohon dengan memperdagangkannya. UKM Pecinta Alam Mamira LGV saat ini sedang mencoba untuk mengkaji lebih lanjut tentang Karbon. Sesuai dengan fungsinya baik dari bidang Fisika, Matematika dan Kimia akan berhadapan dengan Istilah Perhitungan dan Perdagangan Emisi Karbon.
/[ 0 comments Untuk Artikel Proyek Perdagangan Karbon Di Indonesia]\

Post a Comment