Rangkaian Lampu Hias
Rangkaian Lampu Hias untuk kali ini akan membahas mengenai pembuatan rangkaian lampu hias berjalan. Lampu hias berjalan sendiri merupakan sebuah rangkaian elektronika yang sering dijadikan berbagai hiasan. Pada dasarnya, samua lampu hias menggunakan prinsip kerja yang sama dengan lampu berjalan pada umumnya, yaitu memanfaatkan kondisi keluaran yang bergantian atau shift register, sehingga dengan kondisi tersebut dapat dibuat kombinasi yang cukup bervariasi antara lampu yang satu dengan yang lainnya. Sebenarnya untuk membuat rangkaian ini sangatlah mudah, Anda tak perlu berpikir keras untuk menganlisa kerja pada rangkaian untuk menghasilkan hasil yang maksimal.
Yang dibutuhkan pertama kali adalah rangkaian penghasil sinyal clock dan juga rangkaian penghasil keluaran atau sift register yang bergantian. Anda dapat menggunakan oscilator transistor atau dapat juga menggunakan rangkaian astable IC 555 sebagai penghsil sinyal clock. Untuk mendapatkan keluaran yang memiliki logika bergilir, dapat juga menggunakan IC 4017 yang memang paling sering digunakan dalamrangkaian lampu hias berjalan. IC 4017 sendiri memiliki 10 keluran yang tercacah secara bergiliran, yaitu mulai dari O0 (pin 3) hingga O9 (pin 11).
Rangkaian lampu hias berjalan ini menggunakan sepuluh buah lampu led yang digunakan sebagai indicator keluaran. Untuk cepat tidaknya kedipan lampu ditentukan oleh nilai dari R1, C1 serta VR1. Semakin besar nilai tersebut, maka akan semakin panjang jangka waktu dan begitu pula sebaliknya. Keluaran dari IC 4017 ini memiliki supply arus yang terbatas sehingga harus ditambahkan dengan rangkaian driver sebagai switching pada arus beban yang lebih besar. Selain itu, pada rangkaian lampu hias ini, rangkaian driver tersebut bisa menggunakan transistor, relay maupun SCR.
Apabila menggunakan SCR, maka terlebih dahulu menyearahkan supply PLN 220 volt dengan menggunakan rangkaian penyearah, selain itu dapat pula menggunakan dioda 4007 sebanyak empat buah untuk membuat rangkaian penyearah tersebut. Namun apabila menggunakan relay, maka tidak perlu menyearahkan dari tegangan jala-jala 220 volt.
Sumber: http://id.shvoong.com/how-to/electronics-and-gadgets/2414596-rangkaian-lampu-hias/#ixzz2yYOGzxLx
Social Bookmarking
Home » Archives for 04/10/14
Rangkaian Lampu Hias
Unknown || Thursday, April 10, 2014 || Elektronika Dasar,Sains || Leave a commentsRangkaian Timer
Unknown || || Elektronika Dasar,Sains || Leave a comments
Rangkaian Timer adalah rangkaian elektronika yang digunakan sebagai multivibrator atau pembangkit frekuensi dimana nantinya kita dapat mengendalikan waktu untuk nyala ataupun mati. IC NE555 yang digunakan merupakan IC pewaktu atau timer. Rangkaian ini dipakai untuk menentukan jumlah waktu tunda dengan sangat tepat, tidak seperti op amp 741 yang hanya mampu memberikan tegangan output tinggi atau rendah.
Didalam dunia elektronika sendiri, timer banyak digunakan sebagai pembuat jam digital. Di pasaran sendiri telah banyak sekali komponen elektronika berupa IC yang dapat digunakan langsung sebagai timer. Contoh yang paling sederhana adalah IC LM555 dan sejenisnya namun kita tetap harus membutuhkan komponen tambahan. Tetapi kali ini saya akan membuat rangkaian timer dengan menggunakna transistor. Besarnya nilai timer didapat dari 1 RC. Transistor nantinya akan berfungsi sebagai saklar.
Cara kerja rangkaian timer sebenarnya merupakan pengisian dan pengosongan capasitor pada basis kedua transistor. Lamanya pengisian dan pengosongan tergantung dari banyaknya arus yang melewati resistor menuju kapasitor dan juga diikuti besarnya kapasitas tampungan kapasitor. Pada gambar skema diatas dapat kita lihat 2 rangkaian identik, tujuannya agar proses pengisian dan pengosongan 2 buah kapasitor secara bergantian.
Proses pengosongan kapasitor sendiri terjadi pada saat transistor yang saturasi. Terjadinya saturasi dikarenakan tegangan kapasitor di basisnya yang telah mencapai tegangan buka transistor. Indikasi pewaktu dapat kita lihat dari LED yang menyala dan mati secara sequensial. Transistor BC109C berfungsi sebagai switch elektronis yang mengaktifkan relay ketika output dari pin 3 IC NE555 mencapai 2/3 Vcc. Tegangan output dari IC akan memberi picu pada transistor melalui basis, dengan demikian arus dari kolektor mengalir ke emitor menuju ground. Coil relay akan aktif dan kaki NO (Normally open) menjadi close. Sehingga LED menyala.
Sumber: http://id.shvoong.com/how-to/electronics-and-gadgets/2414460-rangkaian-timer/#ixzz2yYNqHssr