xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#'

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Mekanisme Pergerakan Batuan

|| || || Leave a comments

Batuan memiliki tiga jenis kategori yaitu batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Pergerakan batuan biasanya terekam dalam aktivitas tanah seperti Sesar, Lipatan dan Kekar. Berikut adalah mekanisme pergerakan batuan yang terangkum dalam satu pemahaman : 1. Arah pergerakan yang terjadi disepanjang permukaan suatu sesar dikenal sebagai bidang sesar. Apabila bidang sesarnya tidak tegak, maka batuan yang terletak di atasnya dikenali sebagai dinding gantung (hanging wall), sedangkan bagian bawahnya dikenal dengan dinding kaki (footwall). 2. Ada dua jenis gelinciran sesar, satu komponen tegak (dip-slip) dan satu komponen mendatar (strike-slip). Kombinasi kedua-dua gelinciran dikenal sebagai gelinciran oblik (oblique slip). 3. Pada permukaan bidang sesar terdapat gores-garis sesar (slicken-side) yang dicirikan oleh permukaan yang licin, pertumbuhan mineral dan tangga-tangga kecil. Arah pergerakan sesar dapat ditentukan dari arah gores garisnya. 4. Menurut Anderson (1942) ada tiga kategori utama sesar, yaitu sesar normal atau sesar turun (normal fault), sesar sungkup/sesar naik (thrust fault) dan sesar mendatar (wrench fault atau strike-slip fault). 5. Sesar mendatar, berdasarkan gerak relatifnya terdapat sesar mendatar dekstral atau sinistral. Sedangkan sesar transform adalah sesar mendatar yang terjadi antara dua lempeng yang saling berpapasan. 6. Terdapat juga sesar jenis en echelon, sesar radial, sesar membulat dan sesar sepanjang perlapisan.

Pendakian Tradisi Mamira LGV

|| || || Leave a comments

Pendakian Tradisi Mamira LGV Dalam tulisan sebelumnya, saya telah mengenalkan anada tentang apa itu Mamira? Benar, ini adalah sebuah organisasi yang berlatar belakang sebagai hubungan keluarga. Setiap anggotanya adalah saudara. Keindahan hidup dan berbaur hidup. Pada bulan desember ini merupakan bulan terakhir dalam tahun kepengurusan 2014. Hanya beberapa langkah lagi semuanya akan berakhir dan dipertanggungjawabkan bersama. Setiap satu tahun sekali yaitu jatuh di bulan ini, Mamira LGV masih memiliki satu kegiatan yang luar biasa. Program Kerja ini dinamakan Pendakian Tradisi MLGV. Tahun 2014 merupakan tahun ke XIII dari Pendakian. Pada tanggal 19-21 Desember 2014 menjadi tanggal dimana anggota Mamira akan naik gunung. Sesuai tradisi Mamira naik di gunung Slamet, tapi karena tahun ini gunung tersebut aktif lagi maka dialihkan menuju ke gunung Sindoro. Pendakian Tradisi XIII Gunung Sindoro menjadi ajang yang bergengsi di Kampus. MLGV sudah dikenal di kalangan MIPA sebagai mahasiswa Pecinta Alam yang ramah dan pendakian kali ini dibuka untuk warga MIPA. Pendaftaran sudah dimulai sejak kemarin dan sudah lima orang yang ingin menjadi peserta. Hanya dengan mengeluarkan uang 200K, dalam tiga hari akan diantar sampai ke Puncak Gunung Sindoro. Perhitungan yang masih tergolong murah ini diminati banyak mahasiswa. Fasilitas transportasi, penginapan, tiket masuk, logistik dll menjadi bekal selama naik gunung. Jadi saya sarankan segera mendaftar.

Mamira LGV, I Love U

|| || || Leave a comments

Mamira La Grande Volata, I Love U Organisasi ini telah menyihir banyak orang karena ikatan keluarganya yang begitu erat dan keanggotaannya yang seumur hidup. Mamira LGV menjadi UKM yang digemari oleh orang yang suka olahraga alam bebas. MLGV adalah organisasiku, keluargaku dan saudaraku. Siapapun yang ada di dalamnya adalah keluargaku. Seperti halnya dia hanya sebatas teman Kampus, namun mereka adalah keluargaku. Keluarga yang slalu hadir di saat suasana hati yang tak baik, mereka menghidbur keadaan menjadi tenang dan damai. Setiap kejadian pernah makan bersama dalam satu suap, makan di atas daun pisang yang dijajar panjang. Berjalan sambil memikul beban Carriel dalam satu dekade. Keindahan ini tidak pernah kutemukan di organisasi manapun, di organisasi yang pernah aku ikuti sebelumnya. MLGV menjadi organisasi yang terbuka. Bahkan teman satu kampusku pernah bilang, kalian enak ya bisa merasakan kekeluargaan di dunia kampus ini. Iya, MLGV adalah segalanya bagiku. Sebuah wadah yang memberikan aku ilmu-ilmu baru yang sangat bermakna. Aku mencintai semua yang berkaitan dengan Mamira, La Grande Volata. Aku ingin terbang menuju keagungan sesuai dengan tujuan makan dari tulisan itu. tiga kata berasal dari bahasa italia yang menandakan tujuan bersama di Kampus dan kehidupan Pecinta Alam. Ketika aku menjafi bagian dari mereka, perasaan ini sudah sangat senang dan bagiku aku tidak akan menuntut apa-apa dari Mamira LGV karena aku mencintai kamu.

Empat Tahun Yang Lalu

|| || || Leave a comments

Empat tahun yang lalu, di sebuah ruang pendidikan terlihat banyak teman-teman yang selalu menanyakan satu hal. Kecurigaan dari kedekatan dua insan yang bertolakbelakang, dan mungkin masih selaras. Perjalanan yang disaksikan oleh seluruh isi masa pada periode waktu itu. Jika teringat mungkin akan tertawa dengan sendirinya, itu adalah hal konyol yang pernah datang. Susah gampang, sedih senang, dan senyum tawa hadir untuk menemani langkah Sepatu (XI IPA 1). Begitu pendek alur ini telah usai sudah, dan tak pernah menganggap tak ada. Itulah cinta sesaat, yang sampai sekarang masih tersimpan tempat yang damai. Pertemuan singkat, padat dan jelas berakhir dengan hal yang sama. Dua tahun lalu adalah ajang perpisahan yang bisa dibilang menenangkan kesaksian bersama hingga sampai pada satu tahun yang lalu. Tak pernah dikatakan cinta, jika tak mengenal airmata. Itulah saat-saat ketika semuanya telah terbebas, dan saling menghilang. Diantara jarak dan waktu yang telah memisahkan keberadaannya untuk cinta yang masih ada. Semuanya saling memandang dari belakang, dan tetap bertahan di satu garis itu. Tragis, kisah yang tak ada hentinya ini selalu membayangi naungan kasih yang tak sampai. Untuk tahun yang ke empat bukan hanya tahun biasa, namun itulah tahun yang membuat hati ini berkata. Dalam do’a dan harapan mungkinkah masih ada kesempatan untuk kembali ke satu garis sesuai dengan kisah empat tahun yang lalu. Cinta yang menaburkan kesabaran dalam bersikap, mengajari bagaimana kedewasaan itu terbentuk. Cinta juga yang mengambil ketenangan menjadi kegelisahan, hingga pada akhirnya tak ada yang mengetahui akhir dari perjalanan panjang menunggu ini. Akankah kau melihatku saat kujauh Akankah kau merasakan kehilanganku Jiwaku yang telah mati bukan cintaku Janjiku selalu abadi hanya milikmu Aku pergi dan tak kan kembali Air dari cinta yang abadi Sebuah lagu yang jika nantinya salah satu jiwa yang telah mendahului untuk pergi

Percobaan h/e Cahaya Mercury

|| || || Leave a comments

Percobaan h/e untuk Cahaya Mercury Percobaan h/e merupakan percobaan yang dilakukan untuk menentukan perbandingan nilai h/e, karena adanya sifat interferensi konstruktif terjadi pada saat cahaya yang akan diukur potensial hentinya mempunyai warna yang sama dengan warna filter yang digunakan, warna yang dihasilkan akan terlihat semakin kuat. Sedangkan interferensi destruktif terjadi bila warna dari lampu merkuri mengenai filter dengan warna berbeda, warna yang dihasilkan tidak kuat. Tujuan percobaan ini dijadikan landasan dalam pembaharuan Diktat Praktikum untuk tahun selanjutnya. Cahaya dengan warna bening (tembus cahaya) bergantung pada warna cahaya yang diteruskan. Sedangkan warna gelap (tak tembus pandang) tergantung pada cahaya yang diteruskan. Jadi filter cahaya berfungsi meneruskan warna-warna tertentu dan menahan warna-warna tertentu. Fungsi kerja (Wo) adalah energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan elektron dan efek fotolistrik ialah gejala yang terjadi dalam daerah cahaya tampak dan ultraviolet. Percobaan ini menghasilkan nilai dari fungsi kerja yang berbeda-beda, hal ini disebabkan karena tidak semua energi foton hv bisa diberikan pada sebuah elektron dan suatu elektron mungkin akan hilang dari energi awalnya dalam interaksi dengan elektron.

Bermain Penolak Kemalasan

|| || || Leave a comments

Bermain Penolak Kemalasan Sifat malas yang terjadi dalam diri manusia adalah hal yang wajar ketika bosan dengan rutinitas masing-masing. Kesibukan manusia pasti berbeda-beda tingkatannya, namun terkadang si A merasa bahwa si B lebih santai begitu juga sebaliknya. Kepuasan manusia dalam mengelola hasil yang dicapainya tersebut kurang relevan sehingga membuat sifat ingin merasakan berada di posisi orang lain. Keadaan seperti ini biasanya terjadi di kehidupan bermasyarakat. Sebenarnya ada satu pelatihan rutin untuk bisa membuang rasa malas yang melekat dalam tubuh manusia, yaitu dengan bermain. Mayoritas kepenatan dan kebosanan orang akan hilang jika sudah diajak bermain oleh egonya. Pengendalian emosi ketika bermain akan meningkat lebih baik daripada hanya berdiam diri. Contoh real bermain yang paling santai adalah di alam terbuka. Keberadaan suasana hening dan tertantang akan menciptakan kreasi pengaplikasian dalam menerima masalah. Disini akan dilatih untuk berfikir kritis, menghargai kehidupan dan bersikap mandiri. Arti kata bermain jangan diungkapkan sebagai ajang refreshing, melainkan sebagai media pembelajaran yang dikreasikan dengan media bermain. Belajar tanpa bermain hanya akan membuang waktu lantaran tidak ada titik point yang mampu ditangkap oleh indera otak yang sedang rapuh. Istilah bermain menolok kemalasan bukan tanggapan yang salah. Keinginan belajar datang dengan sendirinya, dan kemalasan datang ketika memang waktunya membosankan. Belajar yang tidak disinkronkan dengan bermain justru akan menjadi lambat proses penyerapan ingatannya. Maka belajarlah sambil bermain.

Asal Usul Mamira LGV

|| || || Leave a comments

Nama Mamira LGV diambil dari singkatan Mahasiswa Mipa Ramah Alam, karena kita merasa untuk menyandang nama “Pecinta Alam” terlalu berat sehingga dipilih Ramah Alam yang berarti bersahabat dengan alam dan mempunyai keinginan untuk membuat alam selalu tersenyum. Pecinta Alam dan Ramah Alam disini memiliki perbedaan terkait tanggungjawabnya terhadap alam yang lebih besar, karena dirasa umur yang masih muda. Sehingga lebih terposisikan ketika nama Ramah Alam dijadikan landasan kata. Kemudian La Grande Volata diambil dari Bahasa Italia yang berarti “Terbang Menuju Keagungan”, karena kita mempunyai cita-cita yang sama dan suatu saat nanti perkumpulan kita bisa menjadi perkumpulan yang bisa terus eksis dan bermanfaaat di dunia kepecintaalaman baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Keberadaan Mamira LGV yang diharapkan mampu axis di setiap saat, dan memiliki daya guna yang baik. Sehingga istilah ini akan lebih gampang dikenal dengan masyarakat luar. Termahsyurnya dari sebuah nama organisasi itu tergantung pada para pelakunya yang aktif atau tidak, ibaratnya jiwanya masih ada apa tidak. Ketika jiwa itu bersemayam di tubuh maka tubuh itu akan memiliki daya guna. Sama halnya dengan Mamira LGV yang masih mempunyai jiwa alam untuk mengembangkannya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hidup Mamira LGV!!

Aktivis Kampus Sebagai Pecinta Alam

|| || || Leave a comments

Aktivis Kampus Sebagai Pecinta Alam Semua yang terlahir pasti melalui proses yang sama hanya saja dengan jalan yang berbeda. Pecinta alam memiliki peran dan fungsi yang lebih besar untuk kelestarian alam Indonesia. Berbicara tentang kepecintaalaman, tidak akan pernah bosan memikulnya. Unit Kegiatan Mahasiswa Mamira La Grande Volata adalah salah satu dari beberapa organisasi kepecintalaman yang berkecimpung di dunia kampus. Jangan pernah berkata pecinta alam hanya naik dan turun gunung, tapi lebih ditelaah lagi. Mahasiswa Pecinta Alam yang ada di Purwokerto, Jawa Tengah yang sering dikenal Mamira La Grande Volata adalah sebuah lembaga perantara yang memberikan banyak ilmu kepecintaalaman yang tidak pernah ditemui di materi perkuliahan. Dalam perkembangannya sejauh itu pula sejarah akan terus mencatatnya. Kegiatan yang membawa nama Alam menjadi pengalaman yang luar biasa dan tantangan yang tak pernah bisa untuk dilupakan. Dunia Pecinta Alam terkadang memang berada di Kehidupan yang keras, namun keberadaannya inilah yang membuat para anggota untuk sadar akan pentingnya alam di dunia ini. Naik dan turun gunung adalah identik seorang pecinta alam. Bukan hanya ajang pencapaian puncak saja, namun bagaimana cara dan proses kita dalam perjalanan menuju puncak. Pasti banyak rintangan yang menghalanginya termasuk dari fisik pribadi dan pengaruh luar, namun tekad yang kuat, selemah apapun kondisi tubuh kita jika memang ada tekad pasti akan sampai pada titik yang tertinggi.