xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#'

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Bulan Ramadhan adalah Kesucian

|| || || Leave a comments

Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Momentum ini adalah kesempatan emas bagi orang yang merasa memiliki dosa. Karena apabila dosa-dosa itu tidak diampuni, tentulah akan membuahkan penyesalan, kesedihan, dan rasa takut kelak di hari pembalasan sebagai ajang hijrah menuju Kesucian. Bulan ini telah diberkahi dibandingkan bulan-bulan lainnya ketika even akhirat di mana pada bulan ini hamba-hambaNya yang saleh akan saling berlomba-lomba untuk meraih akhirat, mendapatkan kemenangan dan mencari cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Keimanan dengan segala cabangnya adalah bagian tak terpisahkan dalam hidup umat Islam. Sebaliknya, kekafiran dengan segala cabangnya adalah perusak dan pengganggu ketentraman hidup. Maka kedatangan bulan Ramadhan di setiap tahun merupakan penyejuk hati dan penentram perasaan. Dengan kesejukan suasana Ramadhan, umat manusia dilatih untuk mengendalikan berbagai keinginan nafsunya. Keimanan itulah yang menjadi syiar hidup. Sebenarnya hidup dan mati ada di atasnya, bergerak dan diam karenanya, ruku’ dan sujud dengannya, harap dan takut karenanya, cinta dan benci pun karenanya. Iman itulah yang menggerakkan persendian hidup manusia. Karena itulah, tatkala noda maksiat dan kotoran dosa merusak hati dan pikiran, maka akan merasa terganggu dan tidak nyaman dengannya. Semuanya sangat menyadari bahwa lunturnya nilai-nilai keimanan merupakan bencana bagi kehidupan umat manusia, di dunia sebelum nanti di akhirat Bulan penuh berkah ini ada dihadapan umat islam, maka bekali diri kita dengan ilmu dan iman untuk menyambut bulan yang agung, bulan yang penuh kebaikan, bulan yang menjadi penghibur hati orang-orang yang beriman. Jadilah pemberi motivasi bagi umat manusia untuk bersemangat menyambut bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan dan mempersiapkan diri dalam perlombaan untuk meraih pengampunan dan kemuliaan dari-Nya, dengan bersungguh-sungguh mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah-ibadah agung yang disyariatkan-Nya. Sumber:

Mahasiswa Indonesia

|| || || Leave a comments

Sebagai seorang mahasiswa janganlah hanya berbagi pengalaman di dalam dunia kuliah, tapi cobalah mengikuti pengalaman tambahan di dunia organisasi. Sebenarnya mahasiswa Kupu-Kupu itu sangat disayangkan, bukan menjadi hal kebanggaan melainkan akan terjadi kisah yang biasa saja ketika di kampus. Mahasiswa adalah mahanya siswa, lebih tinggi sedikit derajatnya dibandingkan seorang siswa. Bagi siapa yang telah menjadi mahasiswa seharusnya pemikirannya lebih baik dari siswa. Peran mahasiswa sebagai agen of change, dia menjadi penggerak untuk perkembangan masyarakat Indonesia. Jangan pernah menyepelekan dan meninggikan mahasiswa semuanya sama mereka adalah manusia yang menjalani hidup normal sebagai manusia sewajarnya. Namun kebanyakan orang-orang selalu menjunjung tinggi yang namanya mahasiswa, mungkin pemikiran mereka mengatakan mahasiswa memiliki kemampuan untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi, sehingga patut diberi penghargaan yaitu dihormati di kalangan masyarakat. Keadaan seperti ini seharusnya membuat mahasiswa itu berfikir lebih jernih dan mampu memikirkan kepedulain terhadap orang lain ketika ada suatu permasalahan di masyarakat mahasiswa harus mampu mnemukan problem solvingnya sehingga tak ada lagi masalah-maslah yang menyulitkan kondisi masyarakat. Mahasiswa sangat berperan ketika dia memiliki suatu kebanggaan yang dapat dirasakan oleh banyak orang, disitulah mahasiswa yang benar-benrat tercipta sebagai penerus bangsa. Saat Indonesia zamannya Habibi, Indonesia memang tidak memiliki teknologi yang canggih sehingga pemikiran cemerlang Habibi diwujudkan oleh orang Luar Negeri. Sungguh memilukan jika hal itu sampai terjadi lagi di Indonesia, namun keberhasilan ini harus segera dipedulikan dan dikembangkan oleh masyarakat bersama. Hasil PKM yang telah disusun rapi oleh mahasiswa jangan sampai didustakan, wujudkan apa yang sudah menjadi bahan pertimbangan dalam penelitian ini agar Indonesia segera berkembang menjadi negara maju yang mampu bersaing dengan negara lain. Sumber:

Cerita Ini Sesuai Alurnya

|| || || Leave a comments

ak kan pernah jera untuk memulai itulah ungkapan awal dalam suatu ikatan. Ternyata perlahan rasa khawatir itu datang karenamu, kisah yang tak saling mengabarkan membuat perasaan ini seakan terkubur dalam tanah. Keanehan ini ternyata masih bisa dirasakan oleh hati yang telah beberapa kali disakiti. Mungkin inilah memang dia yang telah dituliskan dalam Lauh Makhfudz untukku, kini diusia yang beranjak dewasa aku akan benar-benar mempertimbangkan seseorang yang akan menjadi imamku kelak. Hari jum'at tertanggal 28 Juni ini tepat pukul 19.00 hingga sampai sekarang, kamus sedang dalam posisi menegangkan. Apa yang bisa kulakukan hanya dalam do'a agar kamu baik-baik saja menghadapi para penguji mentalmu. Entah mengapa perasaan ini menjadi ikut dalam memposisikan seperti dirimu yang sedang sidang LPJ. Aku khawatir dan takut setengah mati jika terjadi sesuatu padamu. Kata-kata semangat ini kusampaikan dari sini yang terpisahkan oleh jarak dan waktu. Seandainya aku disana mungkinkah kamu akan merasa lebih baik? Semoga saja iya, karena aku merasa sempurna jika berada disampingmu. Pengembaraanku lebih dulu namun ilmumu yang lebih tinggi daripada aku. Semoga segera kelar sidang yang menegangkan itu agar kau cepat istirahat dan bisa mempersiapkan ujian UAS untuk hari esok. Penguji jangan kau lakukan padanya sampai pagi, kasihan dan butuh waktu dia untuk belajar. Tulisan ini sengaja kutulis sesuai dengan alur yang sedang kualami saat ini, mungkin cocok jika ini dijadikan skenario film namun aku bahagia jika bisa tukar cerita disini. Taak harus banyak yang membaca dan mengetahuinya cukup saja aku mampu mengungkapkan apa yang kurasakan saat ini hingga seterusnya. Ketika semuanya berlanjut ke tahap yang lebih serius mungkin butuh persiapan untuk menjalaninya. Namu jika perkataan sanggup, yakin, mampu dan niat itu memang ada darimu mungkin aku akan luluh mendengarkanmu. Cerita ini cukup singkat namun dirasa terlalu lama dan rumita, entah kapan kejelasan itu datang dan menghampiriku untuk dipersatukan. Sumber: