xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#'

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Presiden Jokowi Tak Mengindahkan Janji

|| || || Leave a comments

Gejolak mahasiswa yang dilakukan atas nama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) ini semakin menjadi-jadi, hal ini dikarenakan sikap respon dari pihak istana yang tak memiliki prinsip. Istilah singkatnya adalah plin-plan, dikutip dari sumber BEM SI menytakan bahwa “Jokowi banyak mengumbar janji akan tetapi selalu ingkar janji”. Pada 21 Mei 2015 lalu pihak kepresidenan yang diwakili oleh Luhut Binsar Pandjaitant (Kepala Staff Kepresidenan), Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), Andi Widjayanto (Sekretaris Kabinet) Andrinof Chaniago (Menteri Bappenas), Teten Masduki (Staff Khusus Seskab) dan beberapa pejabat Istana bahwa Presiden Jokowi akan menerima mahasiswa dalam rangka pernyataan sikap Presiden Jokowi terhadap tuntutan mahasiswa pada senin, 25 Mei 2015 mendatang yang akan live disiarkan di seluruh stasiun telivisi. Teringat sekali perkataan Luhut pada saat menemui massa aksi BEM SI (21/5) saat itu di depan istana merdeka, “Kami tadi sudah diskusi dengan teman-temanmu perwakilan BEM Mahasiswa di dalam, saya kira diskusi berjalan baik, alot, dan menurut saya teman-teman kalian itu punya pemikiran yang matang dan perlu diantisipasi,… maksud saya diapresiasi. Saya ingin mengatakan bahwa Presiden tadi sudah dikomunikasikan dengan bapak mensesneg akan bertemu dengan perwakilan mahasiswa nanti hasi senin (25/5), yang kedua kita atur lagi pertemuan nanti antara perwakilan mahasiswa dengan pemerintah yang diwakili beberapa staff presiden untuk mengkomunikasikan program-program yang kalian konsen bahwa itu tidak berpihak kepada rakyat banyak.” Janji yang diumbar ini tak memiliki nilai apapun, mereka hanya berbicara tanpa adanya landasan. Entah apa yang terjadi pada pemerintahan Indonesia saat ini. Ungkapan yang tiba-tiba dibatalkan itu tidak disepakati oleh kedua pihak sehingga menimbulkan persepsi bahwa ini merupakan kebohongan Publik. Hal ini dijelaskan ketika pada Sabtu malam, 23 Mei 2015 tepat pukul 22.47, Staff Kepresidenan menghubungi Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia terkait pembatalan yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak bisa menemui BEM SI hari senin mendatang. Informasi pembatalan ini juga diterima oleh rekan-rekan BEM SI di Universitas Gajah Mada (UGM) dari Teten Masduki (Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi) melalui pesan whatsapp yang berbunyi, “Info dari Pak Pratikno, menurut Pak Luhut barusan: Senin jadwal Presiden tidak memungkinkan menerima mahasiswa. So, mahasiswa akan diterima di waktu lain.” BEM SI merasa sangat kecewa terhadap sikap yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi yang secara umum termasuk dalam kategori Kebohongan Publik. Mereka dibilang tidak peka dan tanggap dalam menerima pesan tuntutan. Perumpamaan bahwa Presiden takut dengan Mahasiswa ternyata menjadi sebuah kenyataan di negeri ini. Berbagai alasan akan dikeluarkan agar menghindar dari kejaran terkait hal substansial yang diajukan mahasiswa. Tuntutan yang dilontarkan oleh kaum Mahasiswa BEM SI berupa Pemerintah harus segera mencabut kebijakan harga BBM dari mekanisme pasar bebas dan kembalikan subsidi BBM serta mengambil alih 100 % kekayaan dan aset blok mahkam dan Freeport. Apakah Presiden berani mengambil kebijakan yang sesuai keinginan masyarakat atau tidak? Dan berikut merupakan sikap dari BEM SI yang disebarkan di media sosial agar semuamasyarakat tahu tentang kekecewaan yang ditimbulkan dari pimpinan kita sendiri. Dari sikap pemerintah yang ingkar terhadap janjinya, maka kami Aliansi BEM SI menyatakan sikap bahwa : 1. Pihak Istana Negara adalah para PEMBOHONG. 2. Kami akan mengumpulkan kekuatan massa yang lebih besar untuk terus berkonsolidasi, bergerak, mengkritik pemerintah, dan menekan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat. 3. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, buruh, ormas dan lain sebagainya untuk menjadi oposisi pemerintahdemi stabilisasi ekonomi, hukum, sosial, dan politik di Indonesia. Penjelasan diatas merupakan keterangan asli yang dikutip dari media sosial milik BEM SI. Diharapkan semoga pemerintah segera membaca dan menindaklanjuti tuntutan tersebut, dikarenakan Indonesia itu butuh kejelasan dan ketegasan bukan janji-janji palsu yang beredar saat ini. Masyarakat sangat membutuhkan pemerintah yang adil dan bijaksana, mampu membedakan antara kepentingan dalam negeri daripada kepentingan bersama pihak asing yang justri dibodohi oleh negara asing. Entah sampai kapan negara ini bisa berdiri sendiri dan mandiri.

Seperti Unta Mati Kehausan

|| || || Leave a comments

"Layaknya seekor unta yang mati kehausan di tengah padang pasir | Padahal di punggungnya dia membawa air" Perumpamaan ini sangat cocok menggambarkan kondisi negeri-negeri muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sumber daya alamnya melimpah ruah, kekayaannya tersebar di mana-mana, di dalam perut bumi, di lautan lepas, di tengah hutan yang luas, di gunung-gunung. Ada emas, tembaga, batubara, gas, dan lain-lain, semuanya kita punya dalam jumlah sangat besar, yang merupakan karunia Allah SWT bagi penduduk negeri ini. Sayangnya, SDA yang melimpah itu tidak bisa dinikmati oleh rakyat sebagai pemiliknya yang sah. Jadi, meski di dalam perut buminya penuh kekayaan alam, tapi penduduk di atas buminya hidup dalam kemelaratan dan kesengsaraan... MENGAPA? Ini terjadi, karena air yang di punggung unta itu memang bukan untuk si unta. Itu adalah jatah minum majikannya. Karena kekayaan alam negeri ini memang tidak dipergunakan untuk memakmurkan rakyatnya. Itu adalah jatah "sang majikan" asing. Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus.... Asing akan leluasa berpesta.... Sementara rakyat sendiri semakin menderita... Hentikan kontrak asing... Ambil alih pengelolaan migas... Gunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat... Dikutip dari Ade Maulana Fadhilah

Anak Desa dalam Renungannya

|| || || Leave a comments

Saya punya mimpi yang besar, saya berangan untuk cita yang tinggi itu, ya saya... anak desa yang tabu dengan banyak hal, sekarang merasakan hingar bingar kota pelajar metropolitan.. mulai berkenalan dengan hal baru dan merasakan sesaknya persaingan kota metropolitan, saya takut, takut terpeleset dan jatuh dijalan yang ramai itu, apabila tidak berhati-hati bisa-bisa kotor baju ini, sungguh ujian yang luar biasa bagi saya seorang anak desa.. dalam keheningan malam saya termenung, bagaimana kabar bapak dan ibu di desa? apakan mereka makan enak seperti saya disini sekarang? apa semuanya mudah bagi mereka? bagaimana dagangannya? laku banyak atau tidak yaa? rindu bapak dan ibu dalam kebisingan, saya bertekad dengan ambisi akan meraih kesuksesan.. berbuat semampu saya dan yang terbaik yang dapat saya lakukan,, saya punya tujuan disini.. saya punya mimpi yang telah saya tulis jauh hari sebelum saya mengenal kamu iya kamu,, lelaki pertama yang benar mengenal saya, yang benar peduli dengan saya dan benar saya akui kamu lelaki yang luar biasa setelah ayah saya :) kamu bisa menerima kekurangan saya, menerima saya apa adanya dan memahami saya sepenuhnya, tetapi sayang kamu hanya bisa merasakannya untuk kamu, saya hanya bisa menebak dalam diam sering berpikir ketika saya lelah dengan semuanya, apakah saya pantas untuk kamu yang terlalu sempurna? yang seharusnya bisa mendapat yang lebih baik dari saya? saya hanya seorang anak desa... ajari saya untuk memahamimu, ajari saya untuk mengenalmu agar saya bisa mengimbangimu,,, Semakin berpikir dan terus berpikir, saya belum mampu memahami, apa yang sebenarnya terjadi saat ini saya bingung dengan keadaan sekarang, saya takut melangkahkan kaki ini... bagaimana kalau saya jatuh ke lumpur hitam itu? bagaimana kalau saya tersesat di lorong yang gelap itu? disini saya menyadari, bagaimanapun saya dengan ketakutan dan kebingungan saya, waktu tidak bisa kembali, semakin saya takut dan ragu maka waktu akan menindas saya, saya pasti akan jatuh dan terpuruk didalamnya, saya tidak bisa terpenjara dalam kegelapan itu.. apapn yang terjadi saya harus keluar bahkan apabila itu mengorbankan perasaan dan jiwa saya, saya hanya ingin menjadi orang baik, menjadi orang yang berarti bagaimanapun keadaan saya,,, kembali pada prinsip saya khoirunnas anfa uhum linnas,,, terlepas dari semuanya saya hanya seorang abdi, yang secara sukarela dengan segenap semangat serta kemampuan mengabdii sebagai hamba Tuhan, berharap bisa memudahkan jalan bagi orang lain untuk sebuah pengalaman dan kenangan terindah masa-masa pencarian jatidiri.. ajari aku untuk melakukan semuanya secara beriringan dan seimbang, ajari aku unutk tetap belajar dan belajar memahami kehidupan, tempa aku menjadi sebuah batu mulia intan yang berkilau,, Bangun dari renungan sore ini, kembalikan semangat membaramu dan sematkan senyum terindah diwajahmu itu :) be fight, 240515 WAKEUP,, KEEP SPIRIT untuk esok lebih baikk ^_^Anak desa dalam renungannya Untuk Sahabat, dikutip dari Dwi Intan Puji Astuti