9 Parasit Penyebab Penyakit Dalam Tubuh Babi
Babi juga menjadi tempat bersarangnya parasit. Di antara parasit-parasit tersebut adalah sebagai berikut:
1. Cacing Taenia Solium
Parasit ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babiatau berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dindingdinding gelembung ini akan dicerna oleh perut manusia, dan larvalarva itu kemudian akan tumbuh di usus manusia. Peristiwa ini akan menghalangi perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa mencapai 10 kaki, yang menempel di dinding usus dengan cara menempelkan kepalanya lalu menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu bisa menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena cacing ini dapat mengeluarkan racun.
2. Cacing Trichinila Spiralis
Cacing ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika seseorang mengonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka gelembung-gelembung — yang mengandung larva cacing ini — dapat tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru dan jantung, dan di daerah-daerah lain di tubuh. Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan gerakan jadi lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berakhir pada kematian.
3. Cacing Schistosoma Japonicum
Ini adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang dikenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka menyentuh atau mencuci dengan air yang mengandung larva cacing ini yang biasanya datang dari kotoran babi yang masuk ke dalamnya. Cacing ini dapat membakar kulit manusia serta dapat menyelinap ke dalam darah, paru, dan hati. Cacing ini berkembang sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih dari 20000 telur, yang dapat membakar kulit, lambung dan hati, terkadang dapat menyerang otak dan saraf tulang belakang yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan kematian.
4. Fasciolepsis Buski
Parasit ini hidup di usus halus babi dalam waktu yang lama. Ketika terjadi percampuran antara usus dan tinja, parasit ini akan berada dalam bentuk tertentu yang bersifat cair yang bisa memindahkan penyakit pada manusia. Kebanyakan jenis parasit ini terdapat di daerah Cina dan Asia Timur. Parasit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, diare dan pembengkakan di sekujur tubuh, yang bisa menyebabkan kematian.
5. Cacing Ascaris
Panjang cacing ini sekitar 10 inci. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru, batang tenggorokan, dan penyumbatan lambung. Cacing ini tidak bisa dibasmi di dalam tubuh kecuali dengan operasi.
6. Cacing Anklestoma
Larva cacing ini masuk ke dalam tubuh dengan cara membakar kulit ketika seseorang berjalan, mandi atau minum air yang tercemar. Cacing ini bisa menyebabkan diare dan pendarahan di tinja, yang bisa menyebabkan terjadinya kekurangan darah, kekurangan protein dalam tubuh, pembengkakan tubuh dan menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan mental, lemah jantung dan akhirnya bisa menyebabkan kematian.
7. Calonorchis Sinensis
Ini sejenis cacing yang menyelinap dan tinggal di dalam air empedu hati babi, yang merupakan sumber utama penularan penyakit pada manusia. Cacing ini terdapat di Cinda dan Asia Timur, karena orangorang di sana biasa memelihara dan mengonsumsi babi. Virus ini bisa menyebabkan pembengkakan hati manusia dan penyakit kuning yang disertai diare yang parah, dan tubuh menjadi kurus dan berakhir dengan kematian.
8. Cacing Paragonimus
Cacing ini hidup di paru-paru babi. Cacing ini tersebar luas di Cina dan Asia Tenggara tempat dimana babi banyak dipelihara dan dikonsumsi. Cacing ini bisa menyebabkan radang pada paru-paru. Sampai sekarang belum ditemukan cara membunuh cacing di dalam paru-paru. Tapi yang jelas cacing ini tidak terdapat, kecuali di tempat babi hidup. Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, dimana penderitanya akan merasa sakit, ludah berwarna coklat seperti karat, karena terjadi pendarahan pada kedua paru.
9. Swine Erysipelas
Parasit ini terdapat di kulit babi. Parasit ini selalu siap pembakaran pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi dengannya. Parasit ini bisa menyebabkan radang kulit manusia yang memperlihatkan warna merah dan suhu tubuh tinggi.
Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2413376-parasit-penyebab-penyakit-babi/#ixzz2xTWGVtnj
Social Bookmarking
Home » Archives for March 2014
Kesadaran Diri untuk Alam
Unknown || Friday, March 28, 2014 || || Leave a comments
Efek film 5 centimeter berujung pada tanggungjawab besar di dunia kancah Pecinta Alam. Setelah selesei rilis tiba-tiba membludaknya pendaki di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang berbondong-bondong menuju Ranu Kumbolo dan melakukan pendakian seperti yang terdapat dalam alur cerita menimbulkan pro dan kontra dibeberapa kalangan, padahal banyak dari pendaki pemula yang belum dibekali ilmu kepecintaalaman agar pendakian masih berpegang pelestarian.
Masyarakat berhak dan sah untuk menancapkan kebanggaannya di puncak tertinggi, namun tetap ada Kode Etik Pecinta Alam yang harus dipenuhi. Mungkin aturan main ini tidak tertulis, walaupun tertulis pasti tulisannya akan bertambah dengan dibubuhi coretan yang disebut vandalisme. Kesepakatan tak tertulis ini adalah kesadaran, yakni tahu apa yang harus dilakukan disana beserta konsekuensi yang akan dihadapinya.
Dalam momen ini banyak pabrikan yang berlomba-lomba membuat produk sehingga memudahkan orang selama pendakian. Dibalik tenda yang hangat bisa bercanda dan berkelakar semalaman tanpa menghiraukan kehidupan diluar. Suara-suara asing muncul di tengah gunung dan mengganggu habitat binatang diurnal yaitu butuh keheningan untuk istirahat dan nocturnal yaitu butuh konsentrasi untuk mencari mangsa sebagai cara bertahan hidupnya. Terkadang sampah yang berceceran mengakibatkan tindak tak hewani dengan tanpa sadar memberi makan kepada binatang yang bukan semestinya. Bagaiman rasanya jika ada kera Ekor Panjang di Plawangan Sembalun mengobrak-abrik tenda dan menjarah makanan manusia. Dari sini adanya biscuit, roti, mie instan taka sing dimakan oleh kera padahal secara ekologi jelas itu bukan makanannya.
Pendaki memang unik bahkan disaat naik ada juga yang membawa gitar, radio/tape record untuk mengalunkan lagu romantic di lereng gunung. Padahal suara asing ini membuat Ayam Hutan enggan bertelur karena brisik, atau burung jadi tunggang langger mendengar teriakan manusia. Terkadang ada tangan jahil menggerogoti pohon yang tak bersalah, pisau atau benda tajam menjadi pena untuk menyayat nama atau kelompok yang pernah datang ke sini. Apa sebenarnya manfaat yang didapat, walaupun ada orang yang membaca itu percuma karena tak ada yang kenal. Selanjutnya tiba-tiba ada lalat hijau yang hinggap membawa aroma tajam, udara gunung yang seharusnya segar menjadi tak sedap akibat aroma tinja. Apa susahnya berak meniru kucing yakni dengan menggali lubang dan menutupnya.
Semuanya dilandasi dari kesadaran masing-masing. Sebagai seorang pendatang haruslah mampu menjaga sikap dan ikut menghargai kehidupan mkhluk hidup lain yang justru pemiliknya. Santun selama perjalanan dan patuh aturan saat bertindak, setidaknya menjadi bekal untuk kesadaran diri pada alam. Bagaimana caranya agar para pendaki selalu membawa sampahnya mengikuti mereka turun, karena gunung sebelumnya selalu bersih. Yang pasti naik gunung sudah merusak tapi setidaknya bisa meminimalisir efeknya.
Selamat berpetualang, ketika alam dirusak pasti alam akan memperbaikinya jadi bersikaplah bijak.
sumber :
http://dhaverst.wordpress.com/2012/11/21/cara-alam-menyeimbangkan-dirinya/
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/adventure/2413095-kesadaran-diri-untuk-alam/#ixzz2xG90ZSWe
7 Pilihan Kebun Binatang
Unknown || Wednesday, March 26, 2014 || || Leave a comments
7 Pilihan Kebun Binatang
Kebun Binatang merupakan tempat yang cocok untuk berlibur dan bersantai dengan keluarga. Tempat yang memiliki beraneka ragem jenis hewan pastinya akan menambah wawasan kita sebagai masyarakat yang mengerti akan Keanekaragaman Fauna di Indonesia. Sebut saja monyet, saat ini banyak yang memelihara hewan gantung itu untuk usaha komersial padahal pemerintah sudah melarang keras untuk tidak mempertontonkan aksi monyet di depan umum. Karena itu dinilai membatasi kehidupan si monyet.
Inilah 7 kebun binatang pilihan yang dapat dikunjungi bersama keluarga, diantaranya:
1. Taman Margasatwa Semarang, Jawa Tengah
Kebun binatang ini terletak di Jl Raya Semarang-Kendal Km. 17. Taman ini pernah menyabet Rekor MURI karena berhasil menetaskan 38 telur bauaya. Untuk orang yang tinggal di daerah sekitar tak usah jauh-jauh mencari tempat wisata, karena disini Taman Margasatwa Semarang 40 jenis satwa dengan area seluas 65 hektar. Mereka ditempatkan di kandang yang mirip habitat aslinya.
2. Maharani Zoo dan Goa, Jawa Timur
Satu-satunya kebun binatang yang dikemas dengan atmosfer etnik Afrika ini terletak di Lamongan, Jawa Timur. Selain sebagai tempat dimana pelestarian binatang, tempat ini juga memiliki Goa Maharani. Selain asyik bagi Penjelajah Alam untuk mencoba Caving disini, ternyata ada juga Galeri Satwa dan Gem Stone Gallery yang berisi koleksi batu mulia.
3. Bali Zoo, Bali
Bali Zoo memiliki visi melestarikan fauna, flora dan Seni Budaya Bali. Tak heran jika terdapat banyak satwa-satwa langka yang endemic Indonesia ada di sini, di kawasan Sukawati, Gianyar, Bali. Koleksi Bali Zoo mencapai 289 ekor satwa langka diantararanya kanguru tanah, onta punuk satu, rusa tutul, merak putih dan beragam jenis lainnya.
4. Sinka Island Park, Kalimantan Barat
Taman yang menempati pulau seluas 58 hektar ini memiliki koleksi satwa sekitar 275 ekor yang terdiri dari primate, mamalia dan reptile. Kebun binatang yang unik ini terletak di Singkawang, Kalimantan Barat. Cuaca panas yang dekat dengan khatulistiwa melahirkan beberapa hewan langka seperti beruang madu, kangkareng hitam,beragam elang dan jenis lainnya. Selain itu di kawasan ini terdiri dari lembaga konservasi, taman rekreasi dan bermain.
5. Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Sumbar
Daerah di bukittinggi ini selain sejuk juga terdapat satwa lucu seperti rusa, kangguru, dan gajah. Letaknya tak jauh dari Pasir atas, tepatnya di atas Bukit Cubadak Bungkuak. Kawasan yang memiliki banyak tempat wisata seperti Jam Gadang, Lubang Jepang dan Benteng Ford De Cock tak seharusnya diabaikan untuk dikunjungi
6. Kebun Binatang Medan, Sumatra Utara
Kebun yang punya area seluas 30 hektar ini dihuni oleh 78 spesies dengan lebih dari 182 ekor satwa. Jika datang jauh-jauh dari pulau jawa, jangan Cuma mengunjungi Istana Mimun atau Kuliner Merdeka Walk. Sambangilah Kebun Binatang Medan yang terletak di kawasan Medan Tuntungan yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Pembangunan Kota Medan.
7. Taman Margasatwa Ragunan, DKI Jakarta
Terletak di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan dengan lahan seluas 140 hektar menjadi rumah untuk lebih dari 3.000 ekor satwa serta ditumbuhi lebih dari 50.000 pohon. Jangan heran kota polusi ini ternyata memiliki Kebun Binatang yang cukup rindang.
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/destination/2412918-pilihan-kebun-binatang-www-detik/#ixzz2x8UvRsC3
Perlengkapan Mendaki Gunung
Unknown || || || Leave a comments
Pendaki Gunung dan Pecinta Alam berkecimpung di bidang yang sama, jika akan mendaki gunung pasti mereka sudah mempersiapkan dengan matang perlengkapan dalam Mendaki Gunung. Sebelum perlengkapan dipersiapkan seharusnya ada hal lain yang lebih penting untuk dilakukan, yaitu segera tentukan tujuan pendakian, berapa orang dan mencari informasi tentang gunung yang akan didaki. Itu semua harus dilakukan untuk mempersiapkan diri dan mental dalam perjalanan.
Berikut ini adalah beberapa perlengkapan yang harus dibawa guna kenyamanan dalam Mendaki Gunung. Menejemen harus diperhatikan untuk Pendakian Kelompok ataukan Pendakian Solo.
Perlengkapan Pribadi
1. Tas Carriel/Tas Punggung
Tas yang memiliki berbagai ukuran ini sangat efektif sebagai tempat barang-barang dalam mendaki atau perjalanan jauh. Dengan bentuknya yang ramping memanjang dari pinggang ke kepala menjadikan beban terangkat di bagian atas. Memang dilihat sangat besar tapi ketika sudah dipakai beratnya sedikit terkurangi oleh punggung.
Ukuran dari 50 – 100 liter tergantung seberapa banyak barang yang mau dibawa, tapi untuk perempuan biasanya 60 – 80 liter sedangkan laki-laki kisaran 90 – 100 liter. Namun ngetrennya saat ini adalah Mendaki Gunung dengan Tas Carriel Mini. Jika berminat beli carilah tas Carriel yang benar-benar nyaman dan berkualitas karena bahan yang kurang baik akan menyebabkan lecet di bagian kulit dan mengganggu kenyamanan dalam perjalanan Mendaki Gunung.
2. Sepatu Tracking
Sebagai alas yang kuat tahan dari hantaman tanah dan batu makan pakailah sepatu yang khusus untuk Mendaki yaitu sepatu Tracking. Dengan bahan karet yang lembut membuat kaki nyaman untuk jalan. Ada juga yang memakai sepatu PDL, sepatu ini memang sangat kuat karena bagian ujung depat dilapisi besi untuk melindungi kaki dari batu tapi tergantung kenyamanan kaki masing-masing karena ada yang bilang sepatu PDL itu berat jika dipakai. Untuk pemula kalau bisa jangan menggunakan sepatu kets karena jalan di pegunungan itu licin.
3. Baju Lapangan
Baju sepasang dari Pakaian dan Celana, sebaiknya menggunakan dari bahan yang cepat kering sehingga sewaktu hujan pakaian tetap terjaga. Jangan pernah memakai pakaian yang tebal dan ketat waktu jalan karena cepat panas dan menghambat aliran darah bahkan bikin cepat kekurangan cairan tubuh.
4. Sleeping Bed (SB)
Sarana agar tubuh nyaman istirahat adalah ketika tidur memakai Sleeping Bed. Sebuah selimut yang didesain khusus untuk melindungi tubuh dari kedinginan. Baik yang berbahan polar ataupun nonpolar, panas tubuh akan menguap dan terperangkap di dalam SB sehingga kita merasakan kehangatan dari suhu tubuh kita sendiri.
5. Jaket
Sebisa mungkin memakai Jaket Gunung, karena jaket ini terbuat dari bahan yang anti air. Dengan demikian akan terasa nyaman dipakai dalam keadaan kedinginan. Jika memakai jaket tebal takutnya akan memberatkan beban jika nanti basah, jadi usahakan pakai jaket gunung untuk kenyamanan Mendaki Gunung
6. Sendal
Sebenarnya ketika jalan boleh – boleh saja memakai sandal, tapi alangkah baiknya jangan. Karena kaki akan cepat lecet mengingat bahan sandal sangat kasar. Sandal biasanya hanya digunakan ketika sudah sampai ditempat Camp yaitu untuk keperluan pribadi misalnya berwudhu dll. Selebihnya sandal hanya akan di packing di dalam tas. Saranku kita jalan memakai sepatu sedangkan sandal pakai yang biasa saja, nggak harus sandal gunung karena sandal tidak dipakai di perjalanan. Jadi buat meringankan beban saja.
7. Ponco / Jas Hujan
Jangan pernah menyepelekan ini karena jika hujan apakah mau basah-basahan? Itu tidaklah mungkin karena cuaca dingin lebih peka terhadap kulit. Fungsi dari jas hujan adalah sebagai pelindung dari hujan ketika kita masih dalam perjalanan.
8. Headlamp / Senter
Penerang kegelapan, di gunung tidak ada listrik. Ada yang bilang senter adalah mata malam kita di gunung karena memang sangat gelap gulita. Sebisa mungkin membawa baterai cadangan, terlebih jika lebih memilih jalan malam pasti lebih banyak energy penerang yang digunakan untuk melihat jalan setapak.
9. Perlengkapan Mandi
Di gunung suhu sangat dingin jarang ada yang mandi, setidaknya membawa cuci muka, tisu basah dan sikat gigi guna menjaga kebersihat kulit dan bau mulut. Jika berada di musim kemarau sebaiknya membara sunblok untk melindungi kulit wajah dari terik matahari yang menyengat.
10. Perlengkapan Sholat
Sebagai makhluk yang memiliki Tuhan, jangan pernah sesekali melupakan ibadah kita di gunung. Padahal gunung adalah tempat tertinggi yang konon katanya bisa merasa lebih dekat dengan sang Pencipta ketika sampai di Puncak.
Perlengkapan Kelompok
1. Tenda
Camp di gunung adalah menggunakan Tenda Doom, tenda yang memiliki berbagai kapasitas orang ini harus dibawa untuk istirahat di gunung. Ada yang berkapasitas 2 – 3 orang, 4 – 5 orang, bahkan tenda doom raksasa muat 10 – 15 orang. Bahan tenda memang anti air tapi demi kenyamanan juga lebih baik membawa Flysheet. Selain untuk pelindung tenda juga di pakai untuk peneduh di luar cakupan tenda.
2. Matras
Matras digunakan sebagai alas tidur di tenda atau dibuat duduk-duduk di atas tanah. Sebaiknya membawa satu orang satu matras dan dalam Pendakian Kelompok bawalah dengan menjumlah berapa orang dilebihkan satu atau dua matras untuk bersantai di luar cakupan tenda.
3. Golok
Benda tajam ini harus dibawa minimal satu untuk satu kelompok karena memiliki fungsi sebagai senjata jika bertemu dengan hewan buas. Tapi kebanyakan tidak berfungsi seperti itu karena jalur yang dilewati sudah jalur yang umum untuk manusia terkecuali jika dalam keadaan tersesat. Selain itu golok berfungsi untuk memotong kayu sebagai Api Unggun dan menggali tanah sebagai tempat buang air besar jika perlu.
4. Perlengkapan Masak
Kompor, Tabung gas, Nesting, Piring, Sendok, Gelas, Pisau
Alat-alat masak ini dibawa sesuai kebutuhannya. Misalnya kita mendaki 3 hari dengan jumlah 5 kali masak berarti cukup membawa 3 tabung gas atau dll.
5. Alat Navigasi
Navigasi Darat adalah teknik yang paling digemari ketika sedang berada di alam bebas. Dengan modal pengetahuan Kompas, Peta, Protraktor, dan alat tulis kita bisa menirukan metode-metode yang pernah dilakukan oleh para Militer. Menembak minimal dua punggungan kita bisa menemukan posisi kita di Peta. Walau memang jarang para Pendaki Gunung melakukannya tapi cobalah jika penasaran.
6. Menejemen Air
Air sangat dibutuhkan mulai untuk minum, masak dan keperluan lainnya, jika suatu jalur pendakian tidak ada sumber air maka kita harus benar-benar fullpack dari bawah minimal satu orang membawa 4,5 liter air dengan ditaruh baik di botol besar, botol kecil, drijen ataupun water tank.
7. Asupan Gizi Makanan
Mendaki gunung membutuhkan banyak energy dalam perjalanan, itulah sebabnya kandungan gizi harus seimbang dan terjaga. Jangan terlalu banyak bawa makanan yang instan, bawalah makanan berkalori. Misalnya daging, sayuran ataupun buah-buahan. Untuk menahan rasa dingin, bawalah minuman hangat (Kopi, susu), dan cemilan coklat untuk memanaskan suhu tubuh.
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/adventure/2412851-perlengkapan-mendaki-gunung/#ixzz2x8IXlamR
Ingatkan Hari Lingkungan Hidup
Unknown || || || Leave a comments
“Perlukah untuk mengkampanyekan Hari Lingkungan Hidup? Ini dunia kita, kalau nggak kita siapa lagi yang peduli?”Manusia hidup karena bernapas. Paru-paru mensuplay oksigen dari tumbuhan jika tersedia oksigen di udara. Apabila tidak ada satu tumbuhan yang tumbuh di tanah bumi mungkinkah masih tercipta kehidupan manusia? Jawabannya “TIDAK!!!” karena mustahil manusia hidup tanpa bantuan tumbuhan. Dalam kodrat tumbuhan beda jauh dari manusia mulai dari asal-usul kejadian, bentuk (jenis dan warna), dan cara perawatan, tapi mereka berdua bisa disamakan dalam hal mencari makan. Seperti yang telah kita ketahui manusia dan tumbuhan memiliki system saling berputar. Perputaran alami ini berturut-turut seimbang.Siklus kehidupan manusia secara kasat mata adalah bernapas dan makan. Dalam tubuh manusia Tuhan telah menciptakan sebuah system statis yang selamanya tidak akan dinamis. System itu memiliki dua organ sepasang yang sama-sama membutuhkan udara segar. Jika manusia berupa oksigen (O2) dan tumbuhan berupa Karbondioksida(CO2). Setiap detik perputaran dilakukan mulai dari pemasukan oksigen sampai pengeluaran karbondioksida hingga 360 derajat saling bersinkron, itulah manusia. Sedangkan bagi tumbuhan lebih memilih makan. Pengisian tenaga untuk bertahan hidup yaitu fotosintesis. Dengan bantuan sinar matahari beserta Karbondioksida tumbuhan menghasilkan oksigen. Lihatlah oksigen yang diperoleh dari tumbuhan akan dihirup oleh manusia untuk bernapas, sebaliknya karbondioksida yang dihasilkan manusia akan dimakan tumbuhan untuk fotosintesis. Perjalanan ini akan selalu berputar. Maka dari itu pentinglah tumbuhan itu hidup disekeliling kita. Jika tidak kita akan bersinkron sama siapa? Tidak ada makluk lagi yang memiliki keseimbangan dengan manusia selain tumbuhan.Menanam satu pohon berarti menyelamatkan 99 nyawa,itu bahasa kasarnya. Ini lingkungan hidup kita jika memang masih ingin hidup maka tanamlah pohon cukup satu pohon untuk satu rumah. Mengenai hal fotosintesis terkait sinar matahari, andai matahari tidak menerangi bumi selama dua hari apa yang akan terjadi? Tidak usah lama, satu hari saja matahari mengumpat dari awan bumi akan menjadi gelap gulita. Bumi ini akan kembali ke zaman es ribuan tahun lalu lamanya.Sinar matahari mengandung berbagai macam sinar yang kadang merugikan makhluk hidup dan ada juga yang menguntungkan. Sekarang kita bahas yang merugikan dulu, sinar yang paling berbahaya adalah sinar UV (Ultraviolet). Sinar ini salah satu dari komponen terbesar dari matahari. Jika sampai terkena kulit, sengatannya saja akan memicu timbulnya penyakit kanker. Selain itu lapisan kulit menipis hingga pengrusakan pada jaringan akan menyebar ke organ dalam bahkan bisa meninggal. Terdengar miris, tapi untungnya kita memiliki benteng raksasa yang selalu standby. Banyak yang memanggilnya payung atmosfer si pelindung bumi. Sebenarnya lapisan atmosfer tidak selamanya memiliki tenaga untuk kelangsungan hidup bumi karena dia juga seperti manusia, ketika masih muda kekuatan tidak diragukan tapi semakin bertambahnya umur akan menjadi tua yang rapuh dari segala aktivitas. Tahu nggak umur atmosfer kita itu berapa? Sudah tua apa masih muda?Menyedihkan karena atmosfer tidak beranak, tidak ada keturunan yang bisa menggantikannya jika sudah manula. Itulah kekhawatiran yang kini menjadi wacana dunia internasional. Atmosfer telah ditemukan terluka gores di bagian selatan Afrika. Lubang menganga besar menimbulkan kerusakan parah dihutan akibat sengatan sinar Ultraviolet. Lalu bagaimana cara menutup lubang itu? Jawabannya “TIDAK ADA!!!” sebagai manusia, inilah tugas kita menyelamatkan dunia dari kehancuran alam. Walau tidak ada lagi kesempatan untuk mengobati luka parah atmosfer tapi kita saatnya menjaga dan merawatnya. Jangan biarkan ada lagi lubang-lubang yang akan menyakiti atmosfer.Penyebab dari lubang atmosfer adalah gas rumah kaca. Pemantulan sinar matahari terhadap bumi kemudian terperangkap dalam atmosfer sehingga dipantulkan dan dipantulkan lagi menyebabkan bumi ini semakin panas. Ditambah lagi setiap hari jutaan ton karbon monoksida dimuntahkan. Kendaraan dari berbagai macam jenis meramaikan jalan raya hingga polusi meningkat dari sebelumnya. Inilah yang sering dikatakan di kota penuh udara kotor. Berbeda jika di desa, walaupun banyak kendaraan yang bersimpangan tapi masih ada yang menyeimbangkan yaitu tanaman-tanaman tumbuh di area jalan hingga terlihat sejuk. Jadi apabila kita hidup di kota maka banyak-banyak menanam tumbuhan jangan bersaing membangun pabrik hingga memakan lahan. Marilah menanam pohon untuk anak cucu
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2412860-ingatkan-hari-lingkungan-hidup/#ixzz2x8EoeQDu
Ada Hikmah Di Balik Musibah
Unknown || Tuesday, March 25, 2014 || || Leave a comments
Ada Hikmah Di Balik Musibah
Musibah emang bisa bikin susah. Tapi jangan keterusan bikin hati gundah. Karena ternyata Allah SWT menyiapkan hikmah di baliknya. So, don’t worry and be happy.
Kalau bisa memilih, tidak ada remaja yang bersedia menerima bencana. Mana ada rumahnya mau diacak-acak gelombang tsunami (tragedy Aceh 2004), mobilnya digulung tornado (Benua Eropa), atau orang-orang terkasihnya ditelan gempa tektonik apalagi kejadian Gunung Meletus. Itu semua bencana diluar kendali manusia yang mau tidak mau harus menerima untuk bisa memperbaiki keselamatan.
Manusia itu tipikalnya memang senang sekali dengan yang namanya happyness. Pengennya berhura kesenangan untuk melampiaskan keadaan yang tidak sesuai hati. Jadi mahluk yang namanya musibah baru ditengok manusia ketika terpanggil. Disaat bencana itu muncul keberadaannya, semua berbondong-bondong mencari perlindungan untuk menyelamatkan jiwa dan raganya agar kelak bisa melakukan kesenangan lagi. Itupun terulang beberapa kali di daerah yang dihuni beda budaya ini. Tak heran jika waktunya ingat untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
Tapi gimana bisa kita milih? Tahu-tahu gelombang tsunami sudah ada di depan mata. Atau gimana bisa nyelametin rumah kita kalau dalam sekejap mata tanah sudah belah karena hentakan gempa tektonik. Hidup itu terkadang memang nggak bisa memilih, semuanya sudah takdir yang tidak bisa dirubah.
Inilah Ujian hidup …..
Hidup ini ternyata ada siklusnya; ada siang ada malam, ada mentari ada rembulan, dan ada tawa ada duka. Allah Swt. nggak hanya memberikan kesenangan hidup buat umat manusia, tapi juga menganugerahkan sesuatu yang bisa bikin manusia terhenyak lalu bercucuran air mata duka. Itu semua kata orang-orang alim dan soleh adalah sunnatullah. Sesuatu yang memang sudah ditakdirkan oleh Allah sebagai bagian kehidupan yang sudah pasti menimpa manusia. Misalnya, ada kelahiran ada juga kematian. Ketika ada bayi yang lahir, orangtuanya pasti bersorak gembira. Tapi ketika orang yang dikasihi meninggal, pastinya bersedih. Dan ternyata itu terjadi setiap saat dalam kehidupan kita. Nggak ada orang yang bisa menolak kelahiran dan kematian. Semua sudah ditakdirkan oleh Allah Swt. FirmanNya: “Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.”(QS Maryam [19]: 35)
Tapi apa iya Allah SWT tega melihat mahlukNya menderita? Pasti tidak, tapi Allah SWT memang selalu memberikan yang namanya ujian hidup buat manusia yang beriman. Kalo ada manusia yang beriman, maka Allah SWT ingin tahu seperti apa keimanannya; seberapa besar itu, beneran atau palsu? Tinggi atau rendah? Allah Swt. berfirman: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS al-’Ankabuut [29]: 2)
Ujian yang berupa musibah itu macam-macam bentuknya; mulai dari yang kecil sampai yang besar, seperti yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai daerah. Termasuk serangan si biadab Israel ke Palestina dan Libanon adalah ujian dari Allah untuk umatNya. Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang menderita kelelahan atau penyakit atau kesusahan hati, bahkan gangguan yang berupa duri melainkan semua kejadian itu akan berupa penebus dosa.” (HR Bukhari, Muslim)
Tapi tidak semua orang tahan menghadapi ujian atau musibah, lalu bagaimana? Jangan khawatir. Semua ujian itu ternyata sudah diatur oleh Allah agar sesuai dengan kekuatan iman masing-masing. Allah menjelaskan dalam ayatNya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS al-Baqarah [2]: 286)
Nabi saw. bersabda: “Ujian yang paling berat adalah bagi para nabi, kemudian berikutnya dan berikutnya, seseorang diuji (oleh Allah) sesuai kadar agamanya. Maka tidaklah musibah menimpa seseorang sehingga ia berjalan di atas bumi dan tidak ada dosa padanya.” (HR Bukhari)
Pelajaran empati
Orang-orang yang soleh juga mengatakan kalau hal seperti itu adalah cara cerdas dari Allah SWT untuk bikin manusia menikmati hidup. Maksudnya, kalau kita nggak pernah ngalamin yang namanya musibah, kita nggak bakal tahu cara bersyukur nikmat. Contohnya, kalau kita nggak pernah sakit gigi, kita mungkin suka lupa betapa nikmatnya punya gigi sehat yang bisa ngunyah makanan kesukaan kita. Jika benar lupa bahkan sengaja tidak gosok gigi jangan salahkan jika gigi tersebut akan berkarang dan rusak. Allah SWT telah menciptakan manusia dengan seutuh-utuhnya, dan seharusnya sebagai manusia yang hanya bisa menerima jadi setidaknya bisa merawat dan menjaga kesehatannya.
Selain itu, dengan adanya bencana yang menimpa manusia, kita diajarkan untuk bisa berempati pada penderitaan orang lain. Turut merasakan derita orang lain, karena kita juga pernah mengalami penderitaan yang serupa. Mereka yang hidupnya selalu hedonis, selalu mikirin dan nyari kesenangan ragawi, rada susah diajak untuk berempati. Pasalnya, hidup abis untuk ngedugem en having fun.
Dalam buku Kebun Hikmah, dikisahkan ada seorang wanita salehah yang gemar bersedekah. Tapi kebiasaannya itu justru ditentang oleh keluarganya. Sampai suatu ketika keluarganya memutuskan untuk tidak memberinya nafkah. Tujuannya memberi pelajaran supaya dia menghargai harta dan tidak banyak bersedekah. Akhirnya ia pun jatuh fakir.
Melihat saudaranya menderita, keluarganya menjadi iba. Akhirnya mereka memberinya lagi nafkah berupa shirmah (unta berjumlah sekitar 20-30 ekor). Suatu ketika datang seorang pengemis yang mengiba-iba. Wanita itu langsung saja memberinya seluruh unta yang diberikan keluarganya karena ia pernah merasakan derita sebagai orang fakir. Subhanallah!
Jadi di balik bencana – sekecil apapun itu – Allah ingin memberikan pesan yang indah; Mensyukuri nikmat yang ada dan berempati pada penderitaan orang lain.
PERLENGKAPAN MENDAKI GUNUNG
Unknown || Sunday, March 23, 2014 || Pendakian Gunung || 1 comments
Pendaki Gunung dan Pecinta Alam berkecimpung di bidang yang sama, jika akan mendaki gunung pasti mereka sudah mempersiapkan dengan matang perlengkapan dalam Mendaki Gunung. Sebelum perlengkapan dipersiapkan seharusnya ada hal lain yang lebih penting untuk dilakukan, yaitu segera tentukan tujuan pendakian, berapa orang dan mencari informasi tentang gunung yang akan didaki. Itu semua harus dilakukan untuk mempersiapkan diri dan mental dalam perjalanan.
Berikut ini adalah beberapa perlengkapan yang harus dibawa guna kenyamanan dalam Mendaki Gunung. Menejemen harus diperhatikan untuk Pendakian Kelompok ataukan Pendakian Solo.
Perlengkapan Pribadi
1. Tas Carriel/Tas Punggung
Tas yang memiliki berbagai ukuran ini sangat efektif sebagai tempat barang-barang dalam mendaki atau perjalanan jauh. Dengan bentuknya yang ramping memanjang dari pinggang ke kepala menjadikan beban terangkat di bagian atas. Memang dilihat sangat besar tapi ketika sudah dipakai beratnya sedikit terkurangi oleh punggung.
Ukuran dari 50 – 100 liter tergantung seberapa banyak barang yang mau dibawa, tapi untuk perempuan biasanya 60 – 80 liter sedangkan laki-laki kisaran 90 – 100 liter. Namun ngetrennya saat ini adalah Mendaki Gunung dengan Tas Carriel Mini. Jika berminat beli carilah tas Carriel yang benar-benar nyaman dan berkualitas karena bahan yang kurang baik akan menyebabkan lecet di bagian kulit dan mengganggu kenyamanan dalam perjalanan Mendaki Gunung.
2. Sepatu Tracking
Sebagai alas yang kuat tahan dari hantaman tanah dan batu makan pakailah sepatu yang khusus untuk Mendaki yaitu sepatu Tracking. Dengan bahan karet yang lembut membuat kaki nyaman untuk jalan. Ada juga yang memakai sepatu PDL, sepatu ini memang sangat kuat karena bagian ujung depat dilapisi besi untuk melindungi kaki dari batu tapi tergantung kenyamanan kaki masing-masing karena ada yang bilang sepatu PDL itu berat jika dipakai. Untuk pemula kalau bisa jangan menggunakan sepatu kets karena jalan di pegunungan itu licin.
3. Baju Lapangan
Baju sepasang dari Pakaian dan Celana, sebaiknya menggunakan dari bahan yang cepat kering sehingga sewaktu hujan pakaian tetap terjaga. Jangan pernah memakai pakaian yang tebal dan ketat waktu jalan karena cepat panas dan menghambat aliran darah bahkan bikin cepat kekurangan cairan tubuh.
4. Sleeping Bed (SB)
Sarana agar tubuh nyaman istirahat adalah ketika tidur memakai Sleeping Bed. Sebuah selimut yang didesain khusus untuk melindungi tubuh dari kedinginan. Baik yang berbahan polar ataupun nonpolar, panas tubuh akan menguap dan terperangkap di dalam SB sehingga kita merasakan kehangatan dari suhu tubuh kita sendiri.
5. Jaket
Sebisa mungkin memakai Jaket Gunung, karena jaket ini terbuat dari bahan yang anti air. Dengan demikian akan terasa nyaman dipakai dalam keadaan kedinginan. Jika memakai jaket tebal takutnya akan memberatkan beban jika nanti basah, jadi usahakan pakai jaket gunung untuk kenyamanan Mendaki Gunung
6. Sendal
Sebenarnya ketika jalan boleh – boleh saja memakai sandal, tapi alangkah baiknya jangan. Karena kaki akan cepat lecet mengingat bahan sandal sangat kasar. Sandal biasanya hanya digunakan ketika sudah sampai ditempat Camp yaitu untuk keperluan pribadi misalnya berwudhu dll. Selebihnya sandal hanya akan di packing di dalam tas. Saranku kita jalan memakai sepatu sedangkan sandal pakai yang biasa saja, nggak harus sandal gunung karena sandal tidak dipakai di perjalanan. Jadi buat meringankan beban saja.
7. Ponco / Jas Hujan
Jangan pernah menyepelekan ini karena jika hujan apakah mau basah-basahan? Itu tidaklah mungkin karena cuaca dingin lebih peka terhadap kulit. Fungsi dari jas hujan adalah sebagai pelindung dari hujan ketika kita masih dalam perjalanan.
8. Headlamp / Senter
Penerang kegelapan, di gunung tidak ada listrik. Ada yang bilang senter adalah mata malam kita di gunung karena memang sangat gelap gulita. Sebisa mungkin membawa baterai cadangan, terlebih jika lebih memilih jalan malam pasti lebih banyak energy penerang yang digunakan untuk melihat jalan setapak.
9. Perlengkapan Mandi
Di gunung suhu sangat dingin jarang ada yang mandi, setidaknya membawa cuci muka, tisu basah dan sikat gigi guna menjaga kebersihat kulit dan bau mulut. Jika berada di musim kemarau sebaiknya membara sunblok untk melindungi kulit wajah dari terik matahari yang menyengat.
10. Perlengkapan Sholat
Sebagai makhluk yang memiliki Tuhan, jangan pernah sesekali melupakan ibadah kita di gunung. Padahal gunung adalah tempat tertinggi yang konon katanya bisa merasa lebih dekat dengan sang Pencipta ketika sampai di Puncak.
Perlengkapan Kelompok
1. Tenda
Camp di gunung adalah menggunakan Tenda Doom, tenda yang memiliki berbagai kapasitas orang ini harus dibawa untuk istirahat di gunung. Ada yang berkapasitas 2 – 3 orang, 4 – 5 orang, bahkan tenda doom raksasa muat 10 – 15 orang. Bahan tenda memang anti air tapi demi kenyamanan juga lebih baik membawa Flysheet. Selain untuk pelindung tenda juga di pakai untuk peneduh di luar cakupan tenda.
2. Matras
Matras digunakan sebagai alas tidur di tenda atau dibuat duduk-duduk di atas tanah. Sebaiknya membawa satu orang satu matras dan dalam Pendakian Kelompok bawalah dengan menjumlah berapa orang dilebihkan satu atau dua matras untuk bersantai di luar cakupan tenda.
3. Golok
Benda tajam ini harus dibawa minimal satu untuk satu kelompok karena memiliki fungsi sebagai senjata jika bertemu dengan hewan buas. Tapi kebanyakan tidak berfungsi seperti itu karena jalur yang dilewati sudah jalur yang umum untuk manusia terkecuali jika dalam keadaan tersesat. Selain itu golok berfungsi untuk memotong kayu sebagai Api Unggun dan menggali tanah sebagai tempat buang air besar jika perlu.
4. Perlengkapan Masak
Kompor, Tabung gas, Nesting, Piring, Sendok, Gelas, Pisau
Alat-alat masak ini dibawa sesuai kebutuhannya. Misalnya kita mendaki 3 hari dengan jumlah 5 kali masak berarti cukup membawa 3 tabung gas atau dll.
5. Alat Navigasi
Navigasi Darat adalah teknik yang paling digemari ketika sedang berada di alam bebas. Dengan modal pengetahuan Kompas, Peta, Protraktor, dan alat tulis kita bisa menirukan metode-metode yang pernah dilakukan oleh para Militer. Menembak minimal dua punggungan kita bisa menemukan posisi kita di Peta. Walau memang jarang para Pendaki Gunung melakukannya tapi cobalah jika penasaran.
6. Menejemen Air
Air sangat dibutuhkan mulai untuk minum, masak dan keperluan lainnya, jika suatu jalur pendakian tidak ada sumber air maka kita harus benar-benar fullpack dari bawah minimal satu orang membawa 4,5 liter air dengan ditaruh baik di botol besar, botol kecil, drijen ataupun water tank.
7. Asupan Gizi Makanan
Mendaki gunung membutuhkan banyak energy dalam perjalanan, itulah sebabnya kandungan gizi harus seimbang dan terjaga. Jangan terlalu banyak bawa makanan yang instan, bawalah makanan berkalori. Misalnya daging, sayuran ataupun buah-buahan. Untuk menahan rasa dingin, bawalah minuman hangat (Kopi, susu), dan cemilan coklat untuk memanaskan suhu tubuh.
Jika melakukan Pendakian Solo maka semua perlengkapan harus disiapkan sendiri dan segala resiko harus siap dihadapi. Beda halnya jika Pendakian Kelompok semua perlengkapan yang menyangkut kelompok bisa dipersiapkan bersama-sama dan membagi tugas untuk membawanya. Sebenarnya ketika kita sedang di gunung, banyak yang bilang sifat aslinya orang tersebut akan terlihat. Bagaimana dia yang egois dan yang saling tolong menolong akan nampak di perjalanan. Oleh karena itu para Pecinta Alam dianggap lengket dengan satu sama lainnya karena mereka sudah tahu sifat dan karakter masing-masing. Jadi kekeluargaan Pecinta Alam terbentuk rapi sampai kedepannya.
Ceritaku di dunia Mapala, semoga berkesan untuk semuanya ….
PENDAKIAN SLAMET JALUR BAMBANGAN
Unknown || || Pendakian Gunung || Leave a comments
Gunung Slamet adalah gunung berapi bertipe strato yang terletak di 5 Kabupaten yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas dan Kbupaten Purbalingga. Gunung yang memiliki ketinggian 3428 Mdpl ini tercatat sebagai gunung tertinggi nomer 2 setelah Gunung Semeru dan ternyata gunung paling besar di Pulau Jawa. Sesuai namanya gunung Slamet keadaan yang menyatakan bahwa level dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II) kini menjadi hal yang wajar. Karena menurut warga penduduk sekitar gunung ini selalu mengeluarkan asap tebal dalam jangka lima tahun sekali tapi tidak berdampak besar. Ucapan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai Pencipta Alam Semesta.
Selama berdomisili di Kota Satria, saya punya banyak cerita yang tak salah jika dibagikan di tulisan ini. Berbagai pengalaman yang menuntunku untuk berbuat mandiri tanpa harus melibatkan kasih sayang orang tua. Belajarlah sendiri karena tak selamanya kita hidup bersama mereka. Tahun 2012 petualangan di mulai, menjajah keseharian menjadi mahasiswa adalah kebanggaan yang luar biasa karena kutahu banyak yang ingin masuk Perguruan Tinggi tapi berbagai alasan menghalanginya.
Saatnya bercerita, kisah singkat menjadi anggota Pecinta Alam
Pertama-tama hanya iseng dan penasaran terhadap dunia mereka tapi akhirnya kecantol juga. Dulu sempat menganggap remeh kegiatan ini tapi ternyata saya salah besar. Disinilah kutemukan keluarga baru yang membangun kebersamaan saling peduli antar sesama. Memang ada benar bahwa kegiatan Pecinta Alam itu sangat ekstrim dan menantang Adrenalin, tapi dibalik itu semua ada hikmahnya, kita bisa lebih mengenal keanekaraman Alam di Indonesia. Keindahannya yang tak kalah juga jika disandingin dengan Negara lain. Pengalaman pertama berkegiatan di alam bebas adalah Mendaki Gunung dengan bekal ilmu kepecintaalaman yang tak pernah kudapat dari pendidikan di bangku kuliah.
Pendakian Gunung Slamet Jalur Bambangan
BaseCamp
Jalur ini terletak di desa Kutabawa Bambangan Purbalingga. Sebelum mendaki saya dan teman-teman menyiapkan perlengkapan pendakian, mencari info tentang adat istiadat daerah, dan menentukan tujuan pendakian. Untuk mencapai kesini, biasanya menggunakan sepeda motor ataupun carter mobil Pick Up sekitar 2 jam dari Purwokerto. Jika dari luar cakupan Banyumas bisa menggunakan bus jurusan Purwokerto kemudian carter mobil dari Terminal Purwokerto menuju Basecamp. Jalur pendakian ini memiliki 9 Pos untuk mencapai ke Puncak.
Jalur Bambangan merupakan Jalur yang paling familiar di telinga para pendaki karena jalurnya yang sudah dipatenkan oleh Pemerintah daerah setempat, jalurnya yang sangat jelas dan terdapat sumber air. Oleh karena itu jalur ini menjadi favorit pendaki untuk masalah keselamatan. Padahal masih ada jalur lain yang bisa digunakan seperti Jalur Baturraden, Jalur Guci, dll. Selama enam kali mendaki Gunung Slamet belum pernah ada kenaikan harga tiket masuk yakni Rp. 5.000,00. Pendaftaran dilakukan di Basecamp, dan 10 meter naik ke atas ada bangunan yang bertuliskan Pondol Pemuda. Tempat ini dibangun untuk pelayanan SAR, dan biasanya digunakan untuk persiapan para pendaki ataupun ngecamp sebelum maupun sesudah pendakian jika Basecamp sedang ramai. Tapi itu tergantung Menejemen sendiri apakah sehabis registrasi langsung naik atau istirahat dulu ditempat yang memang sudah disediakan.
Pos 1
Dari Basecamp menuju Pos 1 memakan waktu 1,5 jam perjalanan cepat dan 2 jam untuk jalan santai. Dari gerbang pendakian kita mencari jalan ke arah kiri, disini kita melewati ladang penduduk yang biasanya ditanamin khas pegunungan (Kubis, wortel, selada, daun bawang dll ). Kemudian terlihat jalan terbuka yang landai, disepanjang jalan tertanam rerumputan dan pohon-pohon yang jarang sehingga jalurnya terlihat jelas kira-kira 30 menit. Setelah itu kita bertemu dengan Lahan kosong yang sangat luas, ini adalah Lapangan yang dulunya sering sebagai tempat Camp sebelum ada Pondok Pemuda di bawah dan sekarang masih tetap sebagai lahan kosong sebagai tempat istirahat sejenak. Disini ada 2 jalur, tinggal memilih mau yang landai atau nanjak. Jika nanjak ambil jalan setapak sebelah kiri di atas Lapangan dan tentunya lebih cepat tapi jika landai ikuti saja jalur dari yang awal. Tidak ada sumber air. Masih sekitar 30 menit sampai menemukan jalur yang dipenuhi hutan pinus, kemudian masuk kerindangan pohon pinus disepanjang jalan. Disini jalan mulai nanjak diatas tanah berwarna coklat murni sejauh 30 menit sampai menuju Pos 1.
Pos 2
Pos 1 merupakan pos pendakian yang memiliki shelter cukup didirikan 6 tenda doom sebagai tempat Camp. Disini terdapat bangunan gubuk kecil 5 x 3 meter dan bisa dilihat dari Basecamp. Tidak ada sumber air. Pemandangan di Pos 1 sudah terbilang sangat elegan dan indah sekali. Biasanya kalau pagi dan sore hari ada burung elang yang selalu beterbangan diatas awan. Disini gunung Sindoro Sumbing terlihat menawan. Jika ingin melakukan teknik Navigasi Darat belum bisa dilakukan, hanya saja nanti ketika sampai di Pos 5 kita bisa membidik kompas ke arah Gunung Malang dan Puncak Slamet.
Melanjutkan perjalanan menuju Pos 2 kira kira 2 jam perjalanan. Sepanjang jalur ini memiliki medan yang treknya bisa dibilang nanjak terus menerus sehingga dibutuhkan banyak tenaga ekstra dan estimasi waktu yang cukup. Keanekaragaman tanaman disini sangat beragam, disini adalah awal mula melewati Hutan Slamet yang sebenarnya. Begitu rindang dan teduh untuk dibuat jalan walaupun treknya menggila tapi jalur setapaknya masih terlihat sangat jelas. Kemudian bertemu dengan tugu perbatasan Purbalingga-Pemalang, katanya disini sudah mencapai setengah perjalanan dari Pos 2. Jika sedang sepi maka kita terkadang menemukan hewan Bajing yang berkeluyuran di sekitar pohon-pohon besar, selain itu suara nyanyian beraneka burung menghiasi setiap jalan hingga sampai di Pos 2.
Pos 2 - Pos 3
Pos 2 merupakan dataran yang cukup luas untuk kira-kira 10 doom sebagai Camp, disini tak ada bangunan gubuk hanya saja pos 2 terletak dibawah pohon-pohon besar sehigga tergolong sangat teduh untuk istirahat dan bersantai. Disini banyak terdapat monyet hutan yang sering bergelantung di atas pohon tanpa takut kepada kehadiran pendaki.
Selanjutnya dari Pos 2 menuju Pos 3 kira kira 1,5 jam dengan jalan yang juga nanjak. Vegetasi disepanjang jalur tak beda jauh dari yang ada di sekitar Pos 2. Jalannya yang rindang dan teduh sangat memotivasi perjalanan yang cukup jauh ini. Memang benar-benar tercium bau hutan yang mengikat. . Terakhir kali saya kesana terdapat pohon tumbang di jalur kiri sehingga dipotong ke jalur kanan untuk menghindari pohon itu. Anehnya lagi saya pernah lihat ada ayam kampong yang diikat di pohon dengan dibuatkannya camp kecil untuk si ayam tersebut. Sampai sekarang masih belum tahu jawaban dari warga karena kelupaan bertanya sewaktu di Basecamp. Setelah melewati Pos 1 dan Pos 2 maka jalan selanjutnya seakan sudah terbiasa sehingga tak terasa sudah sampai di Pos 3.
Pos 3 – Pos 4
Pos 3 adalah daerah datar yang sempit kira-kira cukup 3 tenda doom untuk Camp. Sama halnya di Pos 2, tidak ada bangunan gubug disini hanya tulisan Pos 3 ditempel di tiang Pohon. Ada sumber air. Dengan cara turun ke bawah sebelah kiri, ikuti jalan setapak kemudian menemukan aliran air kecil tapi jika kemarau biasanya tidak ada, cukup buat bekal minum dan berwudhu itu sudah bisa.
Dari Pos 3 menuju Pos 4 kira kira 1 jam perjalanan, jalan masih nanjak tapi masih bisa menemukan jalan yang landai. Ada banyak shelter di sepanjang jalur untuk 2 doom, ya terbilang sempit tapi jika memang waktu terlanjur sudah sangat larut dan cuaca hujan diharuskan ngecamp dulu. Vegetasi tanaman masih sama rindangnya di Pos 3. Sekedar saran dari berbagai pengalaman teman-teman saya yang baru baru ini naik gunung Slamet. Di sepanjang jalur Pos 3 – Pos 5 saat ini sedang rawan Babi Hutan yang berkeliaran pukul 23.00 ke atas, jadi lebih baik sudah ngecamp sebelum jam itu. Kedengarannya babi Hutan tersebut mencium bau makanan yang dibawa para pendaki.
Pos 4 – Pos 5
Pos 4 merupakan daerah dengan dataran yang cukup luas kira kira 5 doom untuk tempat Camp tapi sangat nanggung karena sudah lumayan dekat dengan Pos 5 jaraknya. Disini juga tidak ada gubug, tepatnya di samping pohon tumbang yang masih kokoh berdiri. Tidak ada sumber air. Banyak yang bilang Pos ini sesuai namanya yaitu Pos Samarantu, Pos yang memiliki cukup mistis. Bukan maksud menakuti tapi memang mengundang bulu kidik berdiri ketika sampai di Pos ini sehingga pengin cepat-cepat jalan. Tapi semuanya tergantung kepada sikat kita, selalu berfikirlah positif dan jaga kesopanan berbicara untuk menghargai daerah yang hanya kita lewati.
Melanjutkan Pos 4 menuju Pos 5 kira kira 45 menit saja, di sepanjang jalur ini pada tahun 2012 pernah terjadi kebakaran hutan jadi jalurnya lumayan terbuka dan masih banyak ranting-ranting kering berwarna hitam tapi sekrang sudah mulai ditumbuhi tanaman-tanaman hijau. Karena gersang sering terlihat banyak burung yang hinggap diranting tersebut, dan saya sesekali dalam enam kali pendakian saya melihat ayam hutan. Terlalu jeli dan lincah, bahkan baru saja menengok ayam itu sudah lari entah kemana perginya.
Pos 5 – Pos 6
Pos 5 memiliki dataran yang luas dibanding pos – pos sebelumnya, disini terdapat gubug kecil yang bisa dimuat 3 doom di dalamnya sehingga total doom itu bisa mencapai 20 doom baik di Pos 5 ataupun di sepanjang jalur di bawah maupun di atas karena banyak tanah yang datar disini. Disebelah kanan terlihat jelas gunung Malang yang indah, dan ketika menengok lebih tinggi lagi terlihat pelawangan Puncak Slamet yang berdiri di atas pucuk penglihatan. Sungguh luar biasa berada di sini. Ada sumber air. Cari jalan menuju ke bawah sebelah kanan, nanti ada sebuah pancuran jernih untuk mengisi berbagai macam persediaan air buat Pendaki (Masak, MCK dan minum).
Biasanya banyak pendaki yang memilih camp disini sebelum nantinya perjalanan langsung ke Puncak karena hanya 4 jam menuju ke titik tertinggi. Dari Pos 5 menuju pos 6 kira kira 30 menit, sepanjang jalur yang terbuka karena tanaman sudah mulai jarang tumbuh. Jalan yang nanjak membuat stamina digugah untuk tetap fit. Pemandangan indah menjadi penyemangat hingga sampai tak terasa berada di Pos 6.
Pos 6 – Pos 7
Pos 6 merupakan jalur pendakian jadi sangat egois jika ngecamp disini. Dataran shelter yang sangat sempit hanya cukup untuk istirahat sejenak dan menarik napas. Selanjutnya menuju Pos 7 kira kira 30 menit karena jaraknya memang dekat. Vegetasi masih sama di sepanjang Pos 5 karena di sini masih kena dampak kebakaran hutan. Tapi tidak seluas yang di sepanjang jalur Pos 5. Disini banyak jalan seperti terowongan yang akan dilewati karena jalannya dikelilingi tanah yang tinggi.
Pos 7 – Pos 8
Pos 7 merupakan Pos pertimbangan untuk ngecamp, karena jaraknya yang dekat dengan puncak tapi masih aman jika ngecamp disini. Tidak ada sumber air. Disini juga ada bangunan gubug, dan tempatnya cukup untuk 6 doom tenda. Selama enam kali pendakian saya lebih banyak camp di Pos 5 dari pada di Pos 7. Karena jika di Pos 7 harus fullpack air untuk kebutuhan di Pos 7 dan masih harus memakai Carriel di ketinggian ini. Sepanjang jalur ini masih sama halnya di Pos 6 tapi disini dataran hutan sudah mulai terbuka bahkan terlihat sangat jelas yang ada dibawah. Perjalanannya kira kira ditempuh sekitar 30 menit menuju Pos 8
Pos 8 – Pos 9
Pos delapan sama halnya Pos 6 yaitu dataran kecil di jalur pendakian bedanya di Pos 8 sangat terbuka sehingga anginnya datang berhamburan. Disarankan jangan bikin camp di sini, tidak ada sumber air. Dataran sudah sangat terbuka di sepanjang jalan, bahkan tumbuhan Edelweis sudah nampak keindahannya. Medannya sangat nanjak dan diharuskan berhati hati. Ketika saya di Pos 8 digunakan untuk beribadah karena sudah masuk waktu subuh walau lebih cukup lumayan. Dari Pos 8 menuju Pos 9 kira kira 30 menit.
Pos 9 – Puncak
Pos 9 adalah dataran terakhir sebelum Pelawangan. Tidak ada air dan jangan ngecamp disini karena sangat terbuka dan anginnya bertabrakan arah dari atas dan bawah. Disini kita sudah bisa melihat bahwa keberadaan di atas awan, sungguh luar biasa. Selanjutnya perjalanan menuju Puncak, dengan sebelumnya kita akan di hadapkan rintangan bebatuan yang di sebut Pelawangan. Disini dibutuhkan keahlian jeli memilih batuan yang cukup kuat untuk diinjak dan dipegang karena jalannya sangat nanjak. Dari pos 9 terdapat bangunan Plang Kuning sebagai gerbang perbatasan antara vegetasi akhir dengan bebatuan. Karena setelah melewati Plang tersebut semuanya hanya batu, pasir dan tanah padat. Pelawangan Gunung Slamet memiliki kemiringan hingga 450 dengan berbagai jenis batuan yang unik. Ikutilah jalan ke depan, jangan terlalu menukik ke kanan ataupun ke kiri karena itu adalah jurang. Dalam perjalanan kali ini dibutuhkan wakt kira-kira 2 jam untuk bisa sampai Puncak.
Puncak
Berada di Puncak Gunung Slamet 3428 Mdpl adalah hal yang luar biasa. Setelah perjuangannya melawan rasa lelah dan letih kini terobati dengan penampakan pemandangan di Puncak yang indah. Ada yang bilang “ Setinggi-tinggi puncak sebuah gunung masih tinggi mata kaki manusia”. Memang benar karena kita berdiri diatasnya, jadi kita yang lebih tinggi. Disini terlihat banyak puncakan gunung-gunung yang mengelilingi gunung Slamet diantaranya terlihat Sindoro-Sumbing, Merbabu-Merapi-Ungaran dll.
Terminal Purwokerto – Basecamp = 2 jam
Basecamp – Pos 1 = 2 jam
Pos 1 – Pos 2 = 2 jam
Pos 2 – Pos 3 = 1,5 jam
Pos 3 – Pos 4 = 1 jam
Pos 4 – Pos 5 = 45 menit
Pos 5 – Pos 6 = 30 menit
Pos 6 – Pos 7 = 30 menit
Pos 7 – Pos 8 = 30 menit
Pos 8 – Pos 9 = 30 menit
Pos 9 – Puncak = 2 jam
Dan yang menjadi kebanggaan tersendiri adalah mengibarkan bendera Merah Putih dan Bendera keanggotaan yang sudah membesarkan pengetahuan kita di Alam Bebas ini. Kerana dengan itu semua saya mendapatkan pembelajaran tentang ilmu kepecintaalaman seperti Navigasi Darat (Menemukan posisi di peta), Menejemen Perjalanan (Persiapan alat, waktu dan tempat), Survival (Berbekal jika tiba-tiba tersesat), PPGD (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, ilmu kedoketran di Lapangan dengan alat terbatas), Konservasi (Meneliti dan mengembangkan pengetahuan vegetasi khas pegunungan), SAR (Membantu penelusuran pencarian orang hilang) dll.
Sekedar bercerita, sebenarnya Pendaki Gunung dan Pecinta Alam itu berbeda. Karena Pendaki Gunung belum pernah menerima Pendidikan Dasar dan Pendidikan Lanjut tentang ilmu Kepecintaalaman, yang ditahunya hanyalah sekedar mendaki saja. Sedangkan Pecinta Alam sudah melewati beberapa tahap tantang ilmu Kepecintaalaman untuk bisa melestarikan alam. Banyak sekarang orang-orang yang tanpa dibekali ilmu kepecintaalaman tertarik untuk naik gunung akibat peluncuran film 5 cm yang berdampak bagi penonton. Sehingga banyak sampah yang tergeletak di gunung dan jalan gunung sudah banyak diinjak oleh manusia. Kecemasan mulai timbul, saat nantinya keaslian hutan di gunung semakin berkurang. Jadi jika ingin merasakan Alam Bebas setidaknya mempunyai bekal ilmu Kepecintaalaman untuk bisa membantu ikut dalam Pelestarian Alam Indonesia.
Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membacanya, semoga bermanfaat
Sosok Bapak Jokowi
Unknown || Thursday, March 20, 2014 || || Leave a comments
Sosok Pak Jokowi …
Figure politik dari sosok pemimpin yang terjun langsung ke rakyat untuk mendengar keluhan itulah Pak Jokowi. Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, beliau pernah menjadi Wali Kota Solo. Namanya menjadi besar setelah berita kepemimpinannya yang nyata tanpa harus banyak teori mengumbar janji. Perubahan-perubahan terlihat nyata dan merakyat. Sebelum pencapresannya pak Jokowi bersama Wagub Basuki Tjahaja Purnama menanamkan program-program pembangunan demi terciptanya Jakarta yang damai.
Dalam orasi yang digelar oleh 50 orang yang berasal dari ‘Posko Center Rakyat Jokowi For President’ menggelar aksi didepan rumah Gubernur DKI Joko Widodo. Kebanyakan mereka berterimakasih kepada Jokowi telah bersedia dicalonkan sebagai presiden RI. Serta menyatakan bahwa Jokowi adalah satu-satunya figure yang dapat mengubah Indonesia kea rah yang lebih baik. Menjadikan Jokowi sebagai calon presiden dari PDIP merupakan hal positif, karena akan membuat semakin banyak persaingan menjadi pemimpin nomer satu di Indonesia.
Jokowi adalah capres yang kerap menguasai hasil-hasil survey menjelang pemilu 2014. Pencapresannya juga dinilai oleh pakar akan menyulitkan para capres lainnya. Jika ditelaah akan ada pergantian posisi menjadi milik PDIP yang dulunya dipegang Demokrat. Pencapresan Jokowi ternyata melalui pertimbangan yang panjang, tak hanya meliputi aspek social politik tapi juga dikarenakan dari sisi spiritual dan kebatinan. . Mantan wali Kota Solo itu memang dikenal sebagai pemimpin yang merakyat, pencapresannya diumumkan pada H – 2 kampanye.
Menurut KPK syarat utama menjadi Capres RI adalah memiliki integritas tinggi karena akan menjadi pilar dari sikap anti korupsi. Syarat selanjutnya harus memiliki Spiritualitas dan Religiusitas untuk berpihak pada kemaslahatan public dan harus memahami pokok masalah yang kini dihadapi bangsa serta mempunyai solusi alternatifnya.
Saat ini kabar tentang euforia Jokowi terdengar dimana-mana termasuk di mancanegara yang ikut gencar. Beberapa media ternama seperti Wall Street Journal, Bussines Week, Reuters dll. Salah satu contoh berita deklarasi Jokowi adalah media ternama asal Amerika, New York Times, member judul “Jakarta’s Popular Governor Gets His Party’s Nod For President”. Kemudian Bussines Week “ Jakarta Governor to Run for Indonesia President in July Election”.
Persahabatan
Unknown || || || Leave a comments
Yang Namanya PERSAHABATAN
Sebagai seorang perempuan menjadi hal yang berbeda dengan laki-laki. Mulai dari bersikap dan cara menjalani kehidupannya. Namun adakah hal sama antara keduanya?? ….
Mungkin ada tapi memang jelas ada walau tidak sepenuhnya. Dalam perkembangan zaman di era Globalisasi ini, banyak perempuan yang sudah menjadi bagian dari pemimpin selain peran utamanya Ibu Rumah Tangga. Perempuan yang memiliki hati lebih lembut 3 x laki-laki tak mau kalah dengan keadaan yang dulunya ikut-ikutan. Lihat saja, Allah SWT menciptakan perempuan lebih banyak daripada laki-laki dari generasi ke generasi, sehingga tak heran jika kemanapun berada pasti perempuanlah yang dominan meramaikan suasana. Sedangkan laki-laki adalah makhluk seperti Gatotkoco yang kuat melawan ujian hidup. Sebagai imam untuk keluarga ya jangan cengeng, tetaplah tegar tahan banting menjalani arus kehidupan yang keras.
Di dunia ini semua hukum alam dan kehidupan menyandang teori Kesetimbangan, tidak berat sebelah ataupun ringan sebelah semuanya rata ada ditengah. Ketika ada siang pasti ada malam, keadaan kehujanan dan kekeringan, usia muda menjadi tua dan masih banyak lagi. Semua yang telah tercipta akan mengalami peralihan yang layaknya sudah menjadi terbiasa. Disini ketika laki-laki memuncakkan amarahnya, yang menjadi penolong adalah perempuan. Karena dengan dirinya peluru emosi tersebut akan meluruh dan keadaan kembali tenang lagi. Itulah arti dari penciptaan berpasang-pasangan. Manusia saling membutuhkan satu sama lain jadi jangan pernah membuat orang-orang yang ada disekitar terluka.
Perjalanan hidup kedepannya akan penuh liku-liku yang tidak ada orang bisa menebaknya. Maka jadilah seseorang yang peduli dengan makna ikatan tali silaturrahmi. Dengan cara inilah kita bisa tetap menjaga persaudaraan antar sesama dan terjalin utuh sampai kapanpun. Tak peduli pernah terjadi keburukan tapi tetaplah berfikir positif dan menerima kekurangan tersebut itulah rahasia keabadian dari sebuah persahabatan. Prinsip saling melengkapi.
Memiliki teman berbanyak orang itu sangat asyik, apalagi yang tak pandang status. Semua manusia terlahir sama jadi tidak ada perbedaan antar keduanya. Perlu digaris bawahi bersahabat dengan lawan jenis itu sebenarnya lebih asyik lagi tapi kebanyakan berakhir dengan getaran aneh yang membuat persahabatan itu hancur karena kesalahpahaman. Seharusnya jalinlah persahabatan itu apa adanya jangan pedulikan kata orang lain yang malah memperburuk situasi.
Di sini sekedar sharing kepada tinta ketik tanganku.
23 Agustus 2013, saya memiliki banyak teman dari berbagai kalangan dan kebanyakan itu seorang laki-laki. Setiap saat bila bertemu pasti saling menyapa, dan lebih sering cerita tentang pengalaman masing-masig yang kebetulan berbeda. Disini kita belajar mengenal cara kehidupan orang lain yang menjalaninya. Kebetulan waktu itu saya mengikuti kegiatan Olahraga Alam Bebas, maksudnya masuk menjadi anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) yang satu tahun berakar.
Menjadi Anggota Muda di Mamira LGV setelah selesai Pendidikan Dasar dan kini sedang proses menjadi Anggota Penuh seusai Pendidikan Lanjut dan Pengembaraan. Pengalaman yang sangat luar biasa didapat dari berorganisasi dan berkegiatan di Alam. Bukan hanya sebuah hobi kesenangan tapi ini semua kujadikan sebagai pembelajaranku menjalani perjalanan di daerah perantauan. Kisah mendaki gunung, manjat tebing dan telusur gua sudah pernah dijalani dan kesemuanya dengan orang-orang yang berbeda. Disini saya belajar mengenal karakter orang lain lewat keterbukaan di Alam bebas. Semua karekter terbongkar ketika sedang mengerjakan suatu kegiatan, karena itu diperlukan sikap saling memahami antar sesama. Pernah terbesit sebuah kata yang turun temurun dari senior di masa SMA, “Perbanyaklah koneksi”. Dengan prinsip tersebut itulah mengapa saya tidak memandang apakah perempuan atau laki-laki yang berhak bersilaturrahmi sehingga saya mengenal banyak teman dari berbagai daerah misalnya ITB, Unnes, Undip, UNS dll. Rasa terimakasihku untuk Mamira LGV yang telah membesarkan koneksiku yang terjalin sampai saat ini.
Disisi lain, saya memiliki persahabatan dengan teman yang bukan mapala. Sebuah tinta ini benar aku torehkan untuk mereka. Persahabatan yang berlaku singkat itu telah renggang tapi bukan berakhir. Berawal dari sebuah perkenalan hingga terjalin silturrahmi yang asyik. Tapi semua telah berubah, banyak berita keburukan tentangnya. Bagiku it’s fine jika tidak memberikan pengaruh buruk, tapi saya hanya bisa menghargainya dan memandangnya dari belakang. Walaupun itu sebuah kesalahpahaman tapi setidaknya semua telah mengerti alasan masing-masing. Dan ini adalah persahabatan paling ekstrim dengan orang-orang yang ekstrim.
Dicap sebagai Selalu Mengalah
Perihal pasrah ini pernah diberlakukan untuk sang raga. Mungkin karena terlihat lugu dan polos jadi tak heran jika ada rumor seperti itu. Walaupun sudah beberapa kali, tapi kali ini di tahun 2014 yang benar-benar masuk ke dalam. Kelihatan aneh membicarakan hal yang tak terlalu penting ini. Di suatu acara perkenalan ada seseorang yang membuatku bangga, tapi kenapa akhirnya malah tidak sesuai kenyataan. Kemudian kini menjadi seorang Koor di suatu periode kepengurusan satu tahun ke depan. Bukan dibidang yang diminati tapi malah jadi seperti selalu yang mengalah. Sempat ingin memberontak tapi apa mau dikata semua sudah terjadi dan tak ada gunanya menyesal. Yang harus dilakukan hanyalah fokus ke depan untuk perbaikan yang lebih baik. Buktikan loyalitas yang ada dalam diri untuk memajukan harapan ini.
WASPADA G. SLAMET
Unknown || || Pendakian Gunung || Leave a comments
Aktivitas Gunung Slamet semakin meningkat, hingga statusnya dinaikkan !! !! !!
Siapa yang tidak mengenal gunung Slamet itu sangat keterlaluan dalam hal apresiasi terhadap keindahan Alam Indonesia. Gunung yang memiliki ketinggian 3428 Mdpl ini merupakan gunung tertinggi nomer 2 setelah Gunung Semeru 3676 Mdpl dan gunung terbesar di Jawa Tengah. Gunung ini terletak di 5 Kabupaten yakni Pemalang, Banyumas, Tegal, Brebes dan Purbalingga yang mengelilingi setiap kaki gunungnya dari keempat arah mata angin. Dalam jalur pendakian Bambangan terdapat 9 Pos hingga mencapai pintu gerbang Pelawangan.
Gunung yang masih memiliki hutan tropis alami memberi peran penting bagi sumber kehidupan manusia. Didalamnya terdapat beberapa tanaman endemic yang hanya ada di hutan gunung tersebut seperti Rotan, Anggrek Hutan, dll. Selain itu juga masih terdapat fauna seperti Elang Jawa yang sering beterbangan di dataran Pos 1, hewan yang kebiasaannya bergelantung diatas pohon, bahkan ketika sepi atau jarang pendaki lewat banyak hewan yang mau menampakkan diri (di Pos 5 terlihat Ayam hutan berlarian), dan isu – isu tahun 2014 ini ada Babi hutan yang keluar dari sarangnya untuk cari makan, tapi ingat pesan sebagai PA jangan panic karena ternyata Babi itu terpancing keluar karena mencium bau makanan yang dibawa pendaki bukan mencium bau pendaki. Jadi sebisa mungkin hindari jalan tengah malam disepanjang perjalanan Pos 3 sampai Pos 5.
Sekilas 25 Agustus 2012 pernah terjadi kebakaran hutan diatas ketinggian 2500 Mdpl. Dari data yang dikumpulkan Tim Perhutani, luas areal hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektar. Kebakaran ini terjadi di sekitar Pos 5 yang diduga akibat dari sisa api unggun Pendaki. Berbekal dari ilmu PA yaitu melestarikan alam, walaupun itu sebuah kesalahan yang tak disengaja diharuskan jangan sampai terulang lagi agar citra PA sesuai nama yang disandangnya di setiap daerah.
Tidak selamanya gunung itu memberikan Keindahan abadi.
Ya, karena ada pemandangan buruk yang merusak panoramanya. Siapa lagi kalau bukan “Sampah”. Ternyata di gunung sampah lebih mudah menggunduk daripada di rumah. Sekali ada perkumpulan sampah kecil itu menjadi hal yang biasa jika tidak langsung diambil. Lama kelamaan sampah tersebut akan cepat bertambah seiring banyaknya pendaki pemulaa yang tak mengerti buang sampah yang hikmat. Para pendaki biasa yang bukan PA baanyak yang makmum jika itu ada sampah ya sudah sampahnya disitu. Tindakan pencegaahan pertama adalah kesaadaran. Jika tak segera sadar maka sampah akan menjadi gunung juga.
Ini solusinya bersama.
Jika dalam diri individu tanamkan kesadaran tapi dalam diri kelompok tanamkan pembersihan. Memang sudah menjadi adat yang mengakar setiap tahun di Gunung Slamet ini diadakan kegiatan Bersih Gunung yaitu ketika memperingati Hari Bumi Sedunia. Disinilah bertemunya semua PA baik itu mapala ataupun sispala di setiap kabupaten yang berbeda yang bekerja sama dengan tim SAR daerah setempat yaitu Purbalingga.
Gunung Slamet diharapkan berkibar seiring dengan namanya “Slamet”, dari informasi aktivitas tektonik dalam gunung mulai menggeliat hingga tercatat terjadi gempa sebanyak 450 kali dalam tempo 3 hari. Kenaikan drastic ini yang mengakibatkan status Gunung Slamet pada 10 Maret 2014 dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). Ditambah lagi terdengar suara gemuruh di sekitar lereng hingga muncullah asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke atas langit. Gunung ini terarkhir kali aktif pada tahun 2009, itupun hanya sampai di Siaga dan kembali tenang seperti semula. Status naiknya gunung slamet tak membuat warga sekitar takut karena mereka menganggap gunung ini hanya batuk-batuk kecil yang rutin kambuh ketika 5 tahun sekali kayak pergantian Presiden di Indonesia. Walaupun itu adalah tanggapan mereka, di daerah tertentu sudah didirikan Pos Pengungsian untuk mengantisipasi bencana yang lebih besar.

