Social Bookmarking
Persahabatan
Unknown || Thursday, March 20, 2014 || || Leave a comments
Yang Namanya PERSAHABATAN
Sebagai seorang perempuan menjadi hal yang berbeda dengan laki-laki. Mulai dari bersikap dan cara menjalani kehidupannya. Namun adakah hal sama antara keduanya?? ….
Mungkin ada tapi memang jelas ada walau tidak sepenuhnya. Dalam perkembangan zaman di era Globalisasi ini, banyak perempuan yang sudah menjadi bagian dari pemimpin selain peran utamanya Ibu Rumah Tangga. Perempuan yang memiliki hati lebih lembut 3 x laki-laki tak mau kalah dengan keadaan yang dulunya ikut-ikutan. Lihat saja, Allah SWT menciptakan perempuan lebih banyak daripada laki-laki dari generasi ke generasi, sehingga tak heran jika kemanapun berada pasti perempuanlah yang dominan meramaikan suasana. Sedangkan laki-laki adalah makhluk seperti Gatotkoco yang kuat melawan ujian hidup. Sebagai imam untuk keluarga ya jangan cengeng, tetaplah tegar tahan banting menjalani arus kehidupan yang keras.
Di dunia ini semua hukum alam dan kehidupan menyandang teori Kesetimbangan, tidak berat sebelah ataupun ringan sebelah semuanya rata ada ditengah. Ketika ada siang pasti ada malam, keadaan kehujanan dan kekeringan, usia muda menjadi tua dan masih banyak lagi. Semua yang telah tercipta akan mengalami peralihan yang layaknya sudah menjadi terbiasa. Disini ketika laki-laki memuncakkan amarahnya, yang menjadi penolong adalah perempuan. Karena dengan dirinya peluru emosi tersebut akan meluruh dan keadaan kembali tenang lagi. Itulah arti dari penciptaan berpasang-pasangan. Manusia saling membutuhkan satu sama lain jadi jangan pernah membuat orang-orang yang ada disekitar terluka.
Perjalanan hidup kedepannya akan penuh liku-liku yang tidak ada orang bisa menebaknya. Maka jadilah seseorang yang peduli dengan makna ikatan tali silaturrahmi. Dengan cara inilah kita bisa tetap menjaga persaudaraan antar sesama dan terjalin utuh sampai kapanpun. Tak peduli pernah terjadi keburukan tapi tetaplah berfikir positif dan menerima kekurangan tersebut itulah rahasia keabadian dari sebuah persahabatan. Prinsip saling melengkapi.
Memiliki teman berbanyak orang itu sangat asyik, apalagi yang tak pandang status. Semua manusia terlahir sama jadi tidak ada perbedaan antar keduanya. Perlu digaris bawahi bersahabat dengan lawan jenis itu sebenarnya lebih asyik lagi tapi kebanyakan berakhir dengan getaran aneh yang membuat persahabatan itu hancur karena kesalahpahaman. Seharusnya jalinlah persahabatan itu apa adanya jangan pedulikan kata orang lain yang malah memperburuk situasi.
Di sini sekedar sharing kepada tinta ketik tanganku.
23 Agustus 2013, saya memiliki banyak teman dari berbagai kalangan dan kebanyakan itu seorang laki-laki. Setiap saat bila bertemu pasti saling menyapa, dan lebih sering cerita tentang pengalaman masing-masig yang kebetulan berbeda. Disini kita belajar mengenal cara kehidupan orang lain yang menjalaninya. Kebetulan waktu itu saya mengikuti kegiatan Olahraga Alam Bebas, maksudnya masuk menjadi anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) yang satu tahun berakar.
Menjadi Anggota Muda di Mamira LGV setelah selesai Pendidikan Dasar dan kini sedang proses menjadi Anggota Penuh seusai Pendidikan Lanjut dan Pengembaraan. Pengalaman yang sangat luar biasa didapat dari berorganisasi dan berkegiatan di Alam. Bukan hanya sebuah hobi kesenangan tapi ini semua kujadikan sebagai pembelajaranku menjalani perjalanan di daerah perantauan. Kisah mendaki gunung, manjat tebing dan telusur gua sudah pernah dijalani dan kesemuanya dengan orang-orang yang berbeda. Disini saya belajar mengenal karakter orang lain lewat keterbukaan di Alam bebas. Semua karekter terbongkar ketika sedang mengerjakan suatu kegiatan, karena itu diperlukan sikap saling memahami antar sesama. Pernah terbesit sebuah kata yang turun temurun dari senior di masa SMA, “Perbanyaklah koneksi”. Dengan prinsip tersebut itulah mengapa saya tidak memandang apakah perempuan atau laki-laki yang berhak bersilaturrahmi sehingga saya mengenal banyak teman dari berbagai daerah misalnya ITB, Unnes, Undip, UNS dll. Rasa terimakasihku untuk Mamira LGV yang telah membesarkan koneksiku yang terjalin sampai saat ini.
Disisi lain, saya memiliki persahabatan dengan teman yang bukan mapala. Sebuah tinta ini benar aku torehkan untuk mereka. Persahabatan yang berlaku singkat itu telah renggang tapi bukan berakhir. Berawal dari sebuah perkenalan hingga terjalin silturrahmi yang asyik. Tapi semua telah berubah, banyak berita keburukan tentangnya. Bagiku it’s fine jika tidak memberikan pengaruh buruk, tapi saya hanya bisa menghargainya dan memandangnya dari belakang. Walaupun itu sebuah kesalahpahaman tapi setidaknya semua telah mengerti alasan masing-masing. Dan ini adalah persahabatan paling ekstrim dengan orang-orang yang ekstrim.
Dicap sebagai Selalu Mengalah
Perihal pasrah ini pernah diberlakukan untuk sang raga. Mungkin karena terlihat lugu dan polos jadi tak heran jika ada rumor seperti itu. Walaupun sudah beberapa kali, tapi kali ini di tahun 2014 yang benar-benar masuk ke dalam. Kelihatan aneh membicarakan hal yang tak terlalu penting ini. Di suatu acara perkenalan ada seseorang yang membuatku bangga, tapi kenapa akhirnya malah tidak sesuai kenyataan. Kemudian kini menjadi seorang Koor di suatu periode kepengurusan satu tahun ke depan. Bukan dibidang yang diminati tapi malah jadi seperti selalu yang mengalah. Sempat ingin memberontak tapi apa mau dikata semua sudah terjadi dan tak ada gunanya menyesal. Yang harus dilakukan hanyalah fokus ke depan untuk perbaikan yang lebih baik. Buktikan loyalitas yang ada dalam diri untuk memajukan harapan ini.
Post a Comment