Social Bookmarking
WASPADA G. SLAMET
Unknown || Thursday, March 20, 2014 || Pendakian Gunung || Leave a comments
Aktivitas Gunung Slamet semakin meningkat, hingga statusnya dinaikkan !! !! !!
Siapa yang tidak mengenal gunung Slamet itu sangat keterlaluan dalam hal apresiasi terhadap keindahan Alam Indonesia. Gunung yang memiliki ketinggian 3428 Mdpl ini merupakan gunung tertinggi nomer 2 setelah Gunung Semeru 3676 Mdpl dan gunung terbesar di Jawa Tengah. Gunung ini terletak di 5 Kabupaten yakni Pemalang, Banyumas, Tegal, Brebes dan Purbalingga yang mengelilingi setiap kaki gunungnya dari keempat arah mata angin. Dalam jalur pendakian Bambangan terdapat 9 Pos hingga mencapai pintu gerbang Pelawangan.
Gunung yang masih memiliki hutan tropis alami memberi peran penting bagi sumber kehidupan manusia. Didalamnya terdapat beberapa tanaman endemic yang hanya ada di hutan gunung tersebut seperti Rotan, Anggrek Hutan, dll. Selain itu juga masih terdapat fauna seperti Elang Jawa yang sering beterbangan di dataran Pos 1, hewan yang kebiasaannya bergelantung diatas pohon, bahkan ketika sepi atau jarang pendaki lewat banyak hewan yang mau menampakkan diri (di Pos 5 terlihat Ayam hutan berlarian), dan isu – isu tahun 2014 ini ada Babi hutan yang keluar dari sarangnya untuk cari makan, tapi ingat pesan sebagai PA jangan panic karena ternyata Babi itu terpancing keluar karena mencium bau makanan yang dibawa pendaki bukan mencium bau pendaki. Jadi sebisa mungkin hindari jalan tengah malam disepanjang perjalanan Pos 3 sampai Pos 5.
Sekilas 25 Agustus 2012 pernah terjadi kebakaran hutan diatas ketinggian 2500 Mdpl. Dari data yang dikumpulkan Tim Perhutani, luas areal hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektar. Kebakaran ini terjadi di sekitar Pos 5 yang diduga akibat dari sisa api unggun Pendaki. Berbekal dari ilmu PA yaitu melestarikan alam, walaupun itu sebuah kesalahan yang tak disengaja diharuskan jangan sampai terulang lagi agar citra PA sesuai nama yang disandangnya di setiap daerah.
Tidak selamanya gunung itu memberikan Keindahan abadi.
Ya, karena ada pemandangan buruk yang merusak panoramanya. Siapa lagi kalau bukan “Sampah”. Ternyata di gunung sampah lebih mudah menggunduk daripada di rumah. Sekali ada perkumpulan sampah kecil itu menjadi hal yang biasa jika tidak langsung diambil. Lama kelamaan sampah tersebut akan cepat bertambah seiring banyaknya pendaki pemulaa yang tak mengerti buang sampah yang hikmat. Para pendaki biasa yang bukan PA baanyak yang makmum jika itu ada sampah ya sudah sampahnya disitu. Tindakan pencegaahan pertama adalah kesaadaran. Jika tak segera sadar maka sampah akan menjadi gunung juga.
Ini solusinya bersama.
Jika dalam diri individu tanamkan kesadaran tapi dalam diri kelompok tanamkan pembersihan. Memang sudah menjadi adat yang mengakar setiap tahun di Gunung Slamet ini diadakan kegiatan Bersih Gunung yaitu ketika memperingati Hari Bumi Sedunia. Disinilah bertemunya semua PA baik itu mapala ataupun sispala di setiap kabupaten yang berbeda yang bekerja sama dengan tim SAR daerah setempat yaitu Purbalingga.
Gunung Slamet diharapkan berkibar seiring dengan namanya “Slamet”, dari informasi aktivitas tektonik dalam gunung mulai menggeliat hingga tercatat terjadi gempa sebanyak 450 kali dalam tempo 3 hari. Kenaikan drastic ini yang mengakibatkan status Gunung Slamet pada 10 Maret 2014 dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). Ditambah lagi terdengar suara gemuruh di sekitar lereng hingga muncullah asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke atas langit. Gunung ini terarkhir kali aktif pada tahun 2009, itupun hanya sampai di Siaga dan kembali tenang seperti semula. Status naiknya gunung slamet tak membuat warga sekitar takut karena mereka menganggap gunung ini hanya batuk-batuk kecil yang rutin kambuh ketika 5 tahun sekali kayak pergantian Presiden di Indonesia. Walaupun itu adalah tanggapan mereka, di daerah tertentu sudah didirikan Pos Pengungsian untuk mengantisipasi bencana yang lebih besar.
Post a Comment