xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#'

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Musimnya Ujian di Kampus

|| || || Leave a comments

Ujian Akhir Semester menjadi tema yang luar biasa bagi mahasiswa, memang setiap mengikuti mata kuliah disetiap saat materi satu persatu dikeluarkan oleh dosen dengan santainya dan sesingkat mungkin namun ketika telah sampai di akhir pertemuan oh ternyata materi yang terkumpul telah berlembar-lembar dan membuat kualahan mahasiswa dalam belajar. Perjalanan panjang di dunia perkuliahan itu tak terasa lama, padahal baru kemarin merasakan ospek sekarang malah menjadi panitia ospek, System SKS yang sering diterapkan menjelang UAS membuat banyak respon ketika mengerjakan soal muncul hawa kantuk yang hebat tapi kadang-kadang terkalahkan dengan situasi tegang menghadapi dahsyatnya soal. Sistem Kebut Semalam (SKS) telah menjadi tradisi mahasiswa dalam pembelajarannya di bangku kuliah, entah itu karena tidak ada banyak waktu untuk mengupas materi secara perlahan atau sengaja ingin menguji otak kanannya. Sewajarnya hal yang dilakukan saat berkuliah adalah mendengarkan penjelasan dosen minimal, jika tidak ingin menulis ya gunakan telinga untuk memahamkan materi. Istilahnya dicicil sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Mungkin itu sebuah saran agar kita sebagai mahasiswa tidak menjadikan ujian sebagai beban berat yang harus digunjingkanbanyak orang. Sikap seperti itu hanya dijalankan oleh orang-orang yang berlebihan menghadapi sesuatu. Mahasiswa ketika dihadapkan ujian baik itu UTS maupun UAS, ternyata banyak yang menjadi gelandangan yang sedang bertransmigrasi. Mengapa tidak, banyak mahasiswa yang bergelantungan mencari sumber materi yang legkap, mereka rela mengantri berjam-jam untuk mengcopy lembaran-lembaran ini pada mesin copy. Memang mahasiswa itu harus berhidup sebagai makhluk social yang saling tolong menolong namun jangan terlalu bergantung kepada orang lain ketika kita masih bisa melakukannya secara individu, jadi berusahalah untuk jadi yang lebih baik dari masa sebelumnya. oke Sumber:

Ramadhan di Kota Satria

|| || || Leave a comments

Kota Satria adalah nama lain dari kota Purwokerto, sebuah kota berdiri di kaki gunung Slamet sebelah Selatan. Kota yang berada di cakupan Kabupaten Banyumas ini memiliki bahasa khas yang luar biasa dan dikenal banyak masyarakat luas dengan keunikan pelafalannya. Siapa yang tidak merasa bangga ketika diberi kesempatan untuk menginjakkan kakinya di daerah yang masih terjaga keamanannya ini. Kota Purwokerto menjadi kota Domisili mahasiswa yang sedang menempuh pendidikannya si salah satu perguruan tinggi disini. Keindahan alam yang terlihat mempesona sempat menaikkan konteks ini masuk dalam kategori peralihan Ibu Kota Negara. Padahal masih banyak kota lain yang dianggap mampu, namun ternyata Purwokerto memiliki karakteristik berbeda dari yang lain sehingga masuk dalam kategori tersebut. Sebenarnya pro dan kontra pernah terjadi ketika pertama kali dicetuskan, dan hasilnya sampai sekarang sudah tidak ada gempar-gempar lagi pembicaraan ini dan hanya sebagai wacana belaka. Sebuah pengalaman tersendiri kali ini bisa merasakan bulan suci Ramadhan di kota sejuk ini. Musim di tahun 2014 membuat banyak mahasiswa masih berkeliuran di daerah ini, padahal sudah masuk ke bulan puasa. Ternyata mahasiswa yang dominan dari Universitas Jendral Soedirman ini masih harus menempuh ujian sampai dipertengahan puasa. Sejarah mencatat baru kali ini kota Purwokerto masih ramai disaat bulan Ramadhan. Sebelumnya kota ini pasti seperti kota mati ketika menjelang Rmadhan, namun masanya saat ini berkebalikan. Siapa yang tak mengenal makanan khas Purwokerto itu sangat buruk, jawabannya adalah mendoan sebuah makanan khas yang memiliki cita rasa berbada dibanding dengan yang lain. Rasanya sangat lezat apalagi disantap ketika waktu berbuka puasa, ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Mungkin ketika seseorang menyatakan sangat luar biasa berada di kota Satria, pasti mendapatkan respon yang sama. Itulah keistimewaan kota kecil ini yang divonis masih terjaga keamanan dan kebaikan moralnya. Kota yang akan menghiasi dirinya menjadi panutan yang lain. Sumber:

Peran Mahasiswa untuk Semua

|| || || Leave a comments

Siapa yang tak ingin menjadi mahasiswa? adakah orang yang berfikiran seperti itu? Mungkin mereka sedang jenuh dengan ilmu dan proses belajarnya. Namun sebenarnya menjadi mahasiswa itu sangatlah diinginkan oleh setiap orang. Perannya yang sangat berarti dan sangat dibutuhkan dibanyak kalangan masyarakat menjadikan mahasiswa dijunjung tinggi dalam keberadaannya. Maka ketika kesempatan menjadi mahasiswa itu datang, ambillah dan manfaatkan sebaik mungkin. Mahasiswa, mahanya para siswa itulah celutukan kata bagai yang namanya mahasiswa. Seorang mahasiswa banyak yang datang dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan di daeran orang, dengan kata lain mahasiswa dituntun dalam kemandirian menjalani kehidupannya. Apalagi ketika mereka berada dengan bersanding penduduk sekitar, mahasiswa secara tidak langsung akan berkiprah di masyarakat setempat. Pengembangan potensi mahasiswa tak hanya dilakukan di bangku kuliah saja, yaitu hanya digantungkan oleh buku dan dosen. Dunia perkuliahan itu diadakan sebagai penunjang pencarian ilmu yang lebih tinggi dan menaikkan derajat orang-rang yang mau belajar. Padahal ilmu lain itu ada yang lebih berperan dan tak kalah dengan mata kuliah di kampus. Apa itu? yaitu ketika kita berorganisasi, disini kita dilatih untuk belajar bekomunikasi, diajarkan loyalitas, dan pemecahan masalah. Organisasi kalau di kampus biasanya masuk dalam kategori Unit Kegiatan Mahasiswa yang memiliki peran aktif dalam usaha pergerakan mahasiswa. karena ketika pemerintah memiliki kebijakan yang melenceng, yang berani menentang lebih dulu adalah kelompok mahasiswa itulah contoh kecilnya. Beda halnya dengan orang-orang yang hanya mengetahui kehidupan di rumahnya saja, mereka kan tertinggal dengan perkembangan jaman yang begitu cepat berlalu. Oleh karena itu seharusnya pemerintah sekarang mewajibkan kepada masyarakat untuk belajar wajib 16 tahun bukan hanya 12 tahun. Pendidikan di kampus itu memang mahal, namun pemerintah telah menyediakan banyak beasiswa sebagai penunjang keberlangsungan belajar mahasiswa. Sumber:

Indahnya Bulan Ramadhan

|| || || Leave a comments

Bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, padanya dilipatgandakan amal-amal kebaikan, disyariatkan amal-amal ibadah yang agung, di buka pintu-pintu surga dan di tutup pintu-pintu neraka[3]. Oleh karena itu, bulan ini merupakan kesempatan berharga yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dan ingin meraih ridha-Nya. Dan karena agungnya keutamaan bulan suci ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum akan kedatangan bulan yang penuh berkah ini[4]. Sahabat yang mulia, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, menyampaikan kabar gembira kepada para sahabatnya, “Telah datang bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, Allah mewajibkan kalian berpuasa padanya, pintu-pintu surga di buka pada bulan itu, pintu-pintu neraka di tutup, dan para setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat malam (kemuliaan/lailatul qadr) yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalangi (untuk mendapatkan) kebaikan malam itu maka sungguh dia telah dihalangi (dari keutamaan yang agung)”[5]. Imam Ibnu Rajab, ketika mengomentari hadits ini, beliau berkata, “Bagaimana mungkin orang yang beriman tidak gembira dengan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana mungkin orang yang pernah berbuat dosa (dan ingin bertobat serta kembali kepada Allah Ta’ala) tidak gembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka? Dan bagaimana mungkin orang yang berakal tidak gembira ketika para setan dibelenggu?”[6]. Dulunya, para ulama salaf jauh-jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadhan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah Ta’ala agar mereka mencapai bulan yang mulia ini, karena mencapai bulan ini merupakan nikmat yang besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik oleh Alah Ta’ala. Mu’alla bin al-Fadhl berkata, “Dulunya (para salaf) berdoa kepada Allah Ta’ala (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan (berikutnya) agar Dia menerima (amal-amal shaleh) yang mereka (kerjakan). Sumber:

Mengenal Konservasi Alam

|| || || Leave a comments

Konservasi alam sering kita dengar dari berbagai sumber media, baik itu cetak maupun elektronik. Dan pada ruang lebih sempit, kegiatan konservasi alam sering kita dengar dilakukan oleh sekelompok orang yang menamakan diri dengan sebutan Pecinta Alam. Saat ini keberadaan klub Pecinta alam tumbuh subur di Indonesia ini, seperti jamur dimusim hujan. Dengan kondisi alam yang begitu mendukung kegiatan tersebut. Sebuah usaha positif dalam menyalurkan kegiatan tersebut. Namun terbersit kekhawatiran dengan banyaknya klub / kelompok pecinta alam tersebut. Apalagi bila kehadiran klub - klub ini tidak diiringi misi dan visi yang jelas dalam organisasinya. Mereka yang menamakan dirinya pecinta alam seharusnya menjadi ujung tombak dalam pelestarian alam ini bukan justru sebaliknya. Lihatlah gunung - gunung di Indonesia, banyak yang kotor oleh sampah. Pecinta Alam bukanlah mereka yang yang telah menggapai atap - atap dunia, bukan mereka yang berhasil melakukan ekspedisi yang berbahaya, bukan pula mereka yang ahli dalam mendaki. Tapi mereka adalah orang - orang yang mau menjaga kebersihan lingkungan dimana mereka berada. Sudah banyak manusia - manusia yang telah menggapai atap - atap dunia, tapi hanya segelintir orang yang benar - benar sebagai pecinta alam. Semoga kita termasuk segelintir orang yang peduli dengan alam. Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con ( together ) dan servare ( keep / save ) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya ( keep / save what you have ), namun secara bijaksana ( wise use ). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt ( 1902 ) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi. Sedangkan menurut Rijksen ( 1981 ), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumber daya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumber daya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang. Sumber:

Musyawarah Anggota di Akhir Kepengurusan

|| || || Leave a comments

12.00 Musang adalah Musyawarah Anggota memegang kekuasaan tertinggi intern organisasi dan Musyawarah Anggota diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu masa bakti kepengurusan. Sedangkan Tugas yaitu Membahas dan menetapkan tata tertib Musyawarah Anggota Mamira LGV, Memilih dan menetapkan presidium siding, Menilai dan menetapkan Laporan pertanggung jawaban pengurus, dan Membahas dan menetapkan tata cara pemilihan Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum dan Tim Formatur masa bakti 2014-2015, Memilih dan menetapkan Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum dan Tim Formatur masa bakti 2014-2015, Membahas dan menetapkan Anggaran Dasar, Membahas dan menetapkan Anggaran Rumah Tangga, Membahas dan menetapkan Garis-Garis Besar Program Kerja, Membahas dan menetapkan Hal-hal lain yang dianggap perlu Peserta Musyawarah Anggota Mamira LGV terdiri: Anggota Aktif dan Pemantau ( aggota non aktif dan orang lain yang ikut berkontribusi dalam Mamira LGV ). Peserta Musyawarah Anggota Mamira LGV mempunyai hak : Hak bicara, yaitu hak untuk menyampaikan pendapat secara lisan dan tertulis, Hak suara, yaitu hak untuk diperhitungkan suaranya dalam suatu pemilihan, kecuali pemantau, Hak pilih, yaitu hak untuk memilih dan atau dipilih dalam suatu pemilihan,kecuali pemantau, Tiap peserta Musyawarah Anggota, kecuali pemantau mempunyai satu suara.Peserta hadir tepat waktu di setiap agenda persidangan. sedangkan kewajibanyya Peserta menjaga ketertiban Musyawarah Anggota, Setiap perijinan peserta harus melalui persetujuan pimpinan sidang, Berpakaian sopan( memakai identitas Mamira LGV, kecuali pemantau) Agenda Sidang beupa Sidang I ( Pembahasan Tata Tertib Musyawarah Anggota Mamira LGV), Sidang II ( Pemilihan presidium ), Sidang III ( Pembacaan LPJ pengurus, pandangan umum peserta siding dan kekosongan pengurus ), Sidang IV ( Pembahasan Tata Cara Pemilihan Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum Mamira LGV Masa Bakti 2013-2014 ), Sidang V ( Pemilihan Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum Mamira LGV Masa Bakti 2013-2014 ), Sidang VI ( Pembahasan Anggran Dasar ), Sidang VII ( Pembahasan Anggaran Rumah Tangga , Sidang VIII ( Pembahasan Garis-Garis Besar Program Kerja ) dan Sidang IX ( Menetapkan hal-hal lain yang dianggap perlu ). Sumber:

Mengidolakan Anak RC

|| || || Leave a comments

Sebagai seorang Pecinta Alam harusnya memiliki dasar-dasar ilmu kepecintaalaman dengan baik dan benar penguasaannya sehingga ketika dituntut di lapangan untuk mempraktekkannya tidah kececeran. Dalam ruang lingkup yang kecil biasanya ada penjurusan devisi, diantaranya devisi Gunung Hutan, Rock Climbing dan Caving. Namun kali ini yang banyak dibahas adalah Rock Climbing. Seperti kata pepatah berjalan di medan vertikal lebih menantang daripada berjalan di medan horisontal. Apakah itu benar? Bagi seorang cowok pasti benar, karena ketika dia sudah masuk di devisi Rock Climbing dia pasti memiliki kewajiban untuk memperdalam ilmu tentang RC. Sehingga wajar saja anak RC kebanyakan tubuhnya berbentuk Sispek dan bagus, karena menu makanan mereka adalah main wall/bolder/tebing. Beda halnya seorang cewek, untuk kaum hawa lebih susah mengkondisikan menjadi seorang anak RC, karen latar belakang cewek yang jarang ada yang mampu melakukan olahraga Pull-up. Dalam survei menyatakan memang kondisi cewek lebih susah dan berat untuk melakukan Pull-up daripada seorang cewek. Menjadi seorang atlek RC pasti banyak yang mengagumi, karena cowok yang bisa berjalan dibidang vertikal ebanyakan memiliki nyali dan mental lebih besar daripada yang hidup di medan horisontal. Hal ini membuat seorang cewek selalu berfikir untuk kedepannya akan lebih baik. Di Indonesia terdapat banyak kompetisi yang diselenggarakan untuk mengembangkan kemampuan RC-nya sehingga banya lomba-lomba yang bertaraf Nasional untuk menguji mental mereka. Seperti contoh Lomba Panjat Dindig dengan kategori LEAD dan SPEED, dimana dua kategori ini menjadi familiar di dunia anak RC. Perlombaan yang hanya memakan waktu 15 menit ini kemudian harus dilatih berbulan-bulan untuk mendapatkan hasil terbaik. Anak RC berbeda dengan anak GH dan Caving, mereka lebih menitik beratkan pada teknik peyelamatan/Vertical Rescue di medan miring. Siapa sangka bahwa kebanyakan anak RC menjadi idola para gadis yang mengidolakan tubuh Sispek, dan itu wajar terjadi. Sumber:

Alam Indonesia Untuk Kita

|| || || Leave a comments

Keindahan alam Indonesia sangat luar biasa dan bisa dibilang tak kalah saing dengan negara lain, namun kita kurang menyadarinya sebagai pemiliki sehingga banyak Kekayaan Alam yang tak terbudidyakan dengan baik yang akhirnya rusak oleh ulah tangan manusia. Alam adalah sumber kehidupan manusia dengan gunung sebagai kunci utamanya, kenyataan ini sudah harus diterapkan sejak dini untuk menjadi seorang manusia yang mencintai alam. Tak harus menjadi anggota Organisasi Pecinta Alam baik Sispala, Mapala ataupun Freeline, cukup sebagai manusia harus tanamkan rasa cinta terhadap alamnya. Banyak sekli Pendidikan Lingkungan dilakukan sejak dini, namun ternyata anak-anak usia dini tertarik dan merespon dengan baik hanya saja mereka bingung ketika kita dituntut mencintai alam lalu apa yang harus dilakukan saat ini? Pertanyaan singkat tapi mematikan, namun sebenarnya konteks mencintai alam sangat banyak yang bisa diikutsertakan peran kita. Contoh kecil membuang sampah di tempat sampah, agar sampah tersebut tidak berceceran karena sampah yang menggunung akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Indonesia saat ini sedang berusaha mengurangi produksi sampah plastik yang semakin meningkat padahal sampah ini termasuk jenis kategori sampah yang sangat susah terurai. Kita hanya memakai sekitar tiga puluh menit namun mebutuhkan waktu ratusan tahun agar sampah ini mampu diurai oleh bakteri. Di negara tetangga, banyak kemasan yang dubah menjadi kemasanyang berlabel daur ulang agar sampah tersebut daat di Recycle oleh pabriknya kembali. Walaupun memang butuh biaya yang lebih sedikit berbobot namun perusahaan seperti itulah yang mencirikan sikap Cintanya terhadap alam. Beda halnya Perusahaan yang hany membuang limbah di sembarag tempat, lihat saja dampaknya sampai kemana-mana dan tanpa memperdulikan orang-orang yang hidup di sekitarnya. Di Indonesia isu yang paling terkenal adalah Freeport, perusahaan ini terlalu serakah meraup kekayaan alam di bumi Indonesia sehingga Bumi mengeluarkan isinya sebagai efek jera terhadap para pelaku. Sumber: