Ujian Akhir Semester menjadi tema yang luar biasa bagi mahasiswa, memang setiap mengikuti mata kuliah disetiap saat materi satu persatu dikeluarkan oleh dosen dengan santainya dan sesingkat mungkin namun ketika telah sampai di akhir pertemuan oh ternyata materi yang terkumpul telah berlembar-lembar dan membuat kualahan mahasiswa dalam belajar. Perjalanan panjang di dunia perkuliahan itu tak terasa lama, padahal baru kemarin merasakan ospek sekarang malah menjadi panitia ospek,
System SKS yang sering diterapkan menjelang UAS membuat banyak respon ketika mengerjakan soal muncul hawa kantuk yang hebat tapi kadang-kadang terkalahkan dengan situasi tegang menghadapi dahsyatnya soal. Sistem Kebut Semalam (SKS) telah menjadi tradisi mahasiswa dalam pembelajarannya di bangku kuliah, entah itu karena tidak ada banyak waktu untuk mengupas materi secara perlahan atau sengaja ingin menguji otak kanannya.
Sewajarnya hal yang dilakukan saat berkuliah adalah mendengarkan penjelasan dosen minimal, jika tidak ingin menulis ya gunakan telinga untuk memahamkan materi. Istilahnya dicicil sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Mungkin itu sebuah saran agar kita sebagai mahasiswa tidak menjadikan ujian sebagai beban berat yang harus digunjingkanbanyak orang. Sikap seperti itu hanya dijalankan oleh orang-orang yang berlebihan menghadapi sesuatu.
Mahasiswa ketika dihadapkan ujian baik itu UTS maupun UAS, ternyata banyak yang menjadi gelandangan yang sedang bertransmigrasi. Mengapa tidak, banyak mahasiswa yang bergelantungan mencari sumber materi yang legkap, mereka rela mengantri berjam-jam untuk mengcopy lembaran-lembaran ini pada mesin copy. Memang mahasiswa itu harus berhidup sebagai makhluk social yang saling tolong menolong namun jangan terlalu bergantung kepada orang lain ketika kita masih bisa melakukannya secara individu, jadi berusahalah untuk jadi yang lebih baik dari masa sebelumnya. oke
Sumber:
Post a Comment