Keindahan alam Indonesia sangat luar biasa dan bisa dibilang tak kalah saing dengan negara lain, namun kita kurang menyadarinya sebagai pemiliki sehingga banyak Kekayaan Alam yang tak terbudidyakan dengan baik yang akhirnya rusak oleh ulah tangan manusia. Alam adalah sumber kehidupan manusia dengan gunung sebagai kunci utamanya, kenyataan ini sudah harus diterapkan sejak dini untuk menjadi seorang manusia yang mencintai alam. Tak harus menjadi anggota Organisasi Pecinta Alam baik Sispala, Mapala ataupun Freeline, cukup sebagai manusia harus tanamkan rasa cinta terhadap alamnya.
Banyak sekli Pendidikan Lingkungan dilakukan sejak dini, namun ternyata anak-anak usia dini tertarik dan merespon dengan baik hanya saja mereka bingung ketika kita dituntut mencintai alam lalu apa yang harus dilakukan saat ini? Pertanyaan singkat tapi mematikan, namun sebenarnya konteks mencintai alam sangat banyak yang bisa diikutsertakan peran kita. Contoh kecil membuang sampah di tempat sampah, agar sampah tersebut tidak berceceran karena sampah yang menggunung akan menimbulkan berbagai macam penyakit.
Indonesia saat ini sedang berusaha mengurangi produksi sampah plastik yang semakin meningkat padahal sampah ini termasuk jenis kategori sampah yang sangat susah terurai. Kita hanya memakai sekitar tiga puluh menit namun mebutuhkan waktu ratusan tahun agar sampah ini mampu diurai oleh bakteri. Di negara tetangga, banyak kemasan yang dubah menjadi kemasanyang berlabel daur ulang agar sampah tersebut daat di Recycle oleh pabriknya kembali. Walaupun memang butuh biaya yang lebih sedikit berbobot namun perusahaan seperti itulah yang mencirikan sikap Cintanya terhadap alam. Beda halnya Perusahaan yang hany membuang limbah di sembarag tempat, lihat saja dampaknya sampai kemana-mana dan tanpa memperdulikan orang-orang yang hidup di sekitarnya. Di Indonesia isu yang paling terkenal adalah Freeport, perusahaan ini terlalu serakah meraup kekayaan alam di bumi Indonesia sehingga Bumi mengeluarkan isinya sebagai efek jera terhadap para pelaku.
Sumber:
Post a Comment