xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#'

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Alam untuk Penerusnya

|| || || 1 comments

Pendakian gunung menjadi hobi favorit saya. Ini adalah kesempatan emas agar saya bisa mengenal lebih dekat lagi tentang alam. Keberadaannya yang selalu menarik perhatian saya, membuat saya memilih jalan untuk mempelajarinya dan bersahabat dengan alam. Sama halnya ketika kita menjadi seorang ahli gunung api, maka magmapun akan menjadi menu utama setiap harinya. Gunung dengan berbagai macam tipe menggugah minat para pendaki pemula. Mereka berbondong-bondong untuk menyaksikan sunrise, menunjukkan kepada orang lain bahwa awan berada diatasnya. Itulah sewajarnya manusia yang tak cukup puas dengan keadaan yang dihadapinya sekarang. Hutan menjadi bagian utama dari gunung. Di dalamnya terdapat berbagai jenis flora dan fauna yang identik. Kekayaan ini menjadi sumber kehidupan manusia yang tidak bernilai. Kelestarian alam ini seharusnya dijaga sampai kapanpun,biarkan anak cucu kita merasakan apa yang kita rasakan saat ini. Tak ada salahnya ketika kita mencintai gunung bahkan ingin didaki, tapi sewajarnya saja. Manusia hanya lewat dan bertamu di alam tersebut, maka jagalah adat kesopanan agar alam ini tetap lestari di dunia. Sebagai penggiat alam pasti mengenal yang namanya Kode Etik Pcinta Alam, maka baca dan resapi makna tiap kata tersebut. Alam akan tersenyum melihat tingkah laku manusia yang berotak ini sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Jadilah pribadi yang peduli terhadap kehidupan makhluk lainnya.

Jadilah orang yang bermanfaat untuk orang lain

|| || || Leave a comments

Sebuah pengalam telah terukir di tanah Karangkobar, Banjarnegara. Bancana Tanah Longsor yang telah terjadi menjadikan banyak bantuan untuk segera dilakukan di tahan ini, mulai dari bantuan logistik dan tenaga. Pada hari Jum'at bencana ini terjadi, dan kemudian hari Sabtu mulai berdiskusi terkait penyaluran bantuan dan hari Minggu berangkat ke Lokasi TKP. perencanaan yang kurang matang membuat banyak waktu yang terbuang. Minggu, 14 Desember 2014 Presiden RI berkunjung, itulah penyebab utama macet di Banjarnegara. Tenaga yang seharusnya digunakan untuk menolong Banjarnegara malah terhambat di jalan selama berjam-jam. Berangkat memakai sepeda motor dengan jumlah 9 motor. dan sangat luar biasa karena banyak rintangan yang menghalangi setiap niat baik, sebagai Relawan Banjarnegara. Surat tugas dari organisasi Pecinta Alam menjadi penghalang utama untuk bisa masuk ke gerbang pertama, karena suratnya belum sempat dibuat dan disahkan. setelah usai kunjungan Presiden, rintangan kedua adalah macatnya jalan. jalan utama ditutup sehingga dialihkan ke jalan lain. saat itu saya dan teman saya berarti berjumlah dua orang berpisah dengan rombongan, dan bertemu dengan mobil TNI Bandung, mencari tumpangan untuk bisa sampai ke lokasi. Alhasil mobil TNI berhenti di Posko TNI, ini adalah tempat baru yang tak dikenal sama sekali. setelah mencari info, ternyata itu adalah lokasi pengungsian warga. kemudian saya ikut mobil BRI yang akan menyalurkan subsidi air minum ke Posko Induk. Belum berhenti sampai disitu, ditengah jalan Mobil BRI transit ke Posko BRI yang lainnya. Sungguh luar biasa pengalaman ini, selanjutnya saya dan teman saya di oper ke Mobil Basarnas, karena kebetulan Mobil Basarnas akan menuju ke Posko Induk. Dalam perjalanan lumayan melegakan, karena ditempat baru ini bertemu dengan orang baik hingga akhirnya tersambung lagi dengan rombongan. Penempatan relawan laki-laki dan perempuan dibedakan, laki-laki sebagai Tim Sar pencari korban di TKP, sedangkan perempuan sebagai Tim Penyaji Gizi Makanan di Dapur Umum. selama tiga hari saya di Dapur Umum, memotong, memasak, membungkus makanan dengan jumlah ribuan tiap kali waktu makan. Sungguh tidak ada hentinya, ternyata pekerjaan di Dapur Umum sama beratnya menjadi Tim Sar. Banyak pengalaman dan kejadian yang bisa kuambil pelajaran. Mereka adalah orang-orang baru yang memiliki jasa untuk orang lain. Terkesan bisa berada bersama mereka, mengenal kisah mereka yang berjuang untuk sesama.

Berdo'a Untuk Banjarnegara

|| || || Leave a comments

Berdo'a Untuk Banjarnegara Banjarnegara menjadi tema penutup di lembaran akhir tahun 2014. sebuah bencana Tanah Longsor terjadi di Desa Cijemblung, Kecamatan Sampang, Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 108 korban dinyatakan terkubur dalam daratan tanah. Cuaca ekstrim menjadi penyebab terjadinya tanah longsor di perbukitan ini. Tanah ini telah menutup jalan utama antara dua kabupaten hingga kedalaman 4 meter. Tanah Longsor ini terjadi pada hari jum'at, 12 Desember 2014 pukul 17.55 WIB. Bencana ini telah membuat banyak jiwa tumbuh menjadi penolong untuk sesama. Sekitar 2000 orang menjadi relawan di Banjarnegara yang terdiri dari berbagai daerah dan komunitas, misalnya dari PMI, Mapala, dll. selanjutnya Tim SAR gabungan dan TNI melakukan pencarian Korban, hingga sampai pencarian dihentikan korban yang ditemukan mencapai 96 jiwa dan sisanya masih terkubur. Pencarian Korban sering terhenti karena cuaca yang tidak bersahabat dan ditakutkan akan terjadinya longsor susulan. Tanah di Banjarnegara termasuk tanah yang labil ketika di musim hujan, kejadian semacam ini pernah terjadi di Desa Sijeruk pada tahun 2006. Pemerintah telah menghimbau agar warga tidak membangun rumah di sekitar tanah yang rawan. Namun kebanyakan warga masih tetap tinggal di daerah Nenek moyang mereka. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika bencana ini akan merenggut banyak korban jiwa. Keadaan tanah Banjarnegara ternyata memang sering terjadi longsor di sepanjang jalan, namun longsor yang kecil sehingga tidak terlalu mencemaskan. Pergeseran tanah secara tiba-tiba ini tidak mungkin dicegah dan dihindari, bencana ini dapat dikurangi resiko penanggulangan bencana. Bencana Banjarnegara telah menjadi penutup akhir tahun dengan menyadarkan jiwa manusia untuk tetap mengingat akan kehidupan. Musibah yang menghidupkan keinginan jiwa dalam menolong sesama telah terjadi di Banjarnegara.

Menjadi Relawan untuk Orang yang Membutuhkan

|| || || Leave a comments

Manusia hidup diciptakan sebagai makhluk sosial, yang menolong orang lain untuk peduli terhadap sesama. Kebangkitan jiwa itu ada dari dalam diri sendiri, jiwa solidaritas tertanam sebagai ajang untuk menolong orang yang membutuhkan. banyak kasus yeng terjadi di setiap daerah terutama sebuah bencana alam. saat itulah relawan dibutuhkan sebanyak-banyaknya dalam usaha penyelamatan jiwa orang lain. bencana datang tidak ada ang mampu menebaknya bahkan dengan alat secanggih apapun itu, bencana tak mampu dicegah dan hanya bisa dikurangi resiko kejadiannya. di Negara Indonesia, negara yang bertemunya tiga lempeng aktif dunia ini selalu terjadi ketidakseimbangan alam yang terus-menerus. Kejadian yang masih teringat dalam memori adalah Gempa Aceh dan Tsunami tahun 2004, sebanyak ribuan orang meninggal dunia karena musibah ini. selanjutnya di tahun berikutnya terjadi Gempa Tektonik Pangandaran dan Tsunami. waktu terus bergulir dengan berbagai rencana Tuhan yang luar biasa. ketika mendengar musibah ini maka hati akan tergugah untuk ikut membantu orang yang saat itu sedang membutuhkan bantuan orang lain. menjadi relawan di dalamnya merupakan tugas mulia, mereka mempertaruhkan nyawa untuk menolong sesama. hidup manusia akan sangat indah jika dia menjadi orang ang bermanfaat bagi orang lain. Bencana datang sebagai peringatan dari Tuhan bahwa hidup ini tidak selamanya akan indah. terkadang alam akan memberikan sentuhan kecil untuk menyadarkan manusia. bencana yang terjadi membuat manusia untuk memahami keadaan alam. Peristiwa ini akan mengisyaratkan kepada kita betapa besarnya kekuatan alam ini hingga mampu menghancurkan ribuan manusia dan bangunan dalam waktu sekejab. sama halnya jiwa manusia, melihat keadaan darurat ini semua orang menjadi relawan hingga sampai ribuan orang untuk membantu korban bencana tersebut.

Mendaki Gunung Slamet yang Berstatus Siaga

|| || || Leave a comments

Gunung Slamet adalah gunung yang sangat indah, gunung ini memiliki ketinggian 3428 Mdpl dan termasuk gunung tertinggi kedua setelah Semeru. Gunung yang memiliki Hutan Tropis ini terlihat sangat masih alami. Flora dan Fauna yang endemik menjadi ciri kas dari Gunung ini. sebuah pengalaman tersendiri ketika berkesempatan untuk mengenal lebih dekat dengan Gunung Slamet, selama 7 kali pendakian dilakukan untuk meneliti keberadaan Gunung ini pesona kebun menjadi pemandangan awal sebelum menuju hutan pinus, disini banyak warga sekitar yang menanam hasil kebun untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Selanjutnya sampai di hutan Pinus, pohon-pohon terlihat jarang namun tertata rapi. biasanya warga mengambil getahnya sebagai bahan pembuat kertas. Disini ditemukan Pos 1, perlu diketahui Gunung Slamet memiliki tempat peristirahatan sebanyak 9 pos. Dengan masing-masing jarak yang berbeda. keadaan hutan yang rindang menjadi teman sejuk dalam perjalanan. Kenapa bisa dinamakan Slamet? Ternyata menurut masyarakat sekitar, Gunung ini merupakan gunung yang masih aktif, ketika menunjukkan aktivitas Gunung yang meningkat gunung Slamet ini tidak pernah sampai meletus. Gunung ini hanya mengeluarkan asap hitam beberapa bulan dan kemudian kembali membaik. itulah sebabnya dinamakan Gunung Slamet. dalam penelitian lebih lanjut, Gunung Slamet ternyata memiliki kawah yang sangat luas dan dapur magma di dalam kawahnya 2x lebih luas sehingga peletusan magma terjadi di dalam kawah. itulah sebabnya keluaran kawah hanya berefek kecil. sungguh luar biasa gunung ini. sesuai dengan namanya, pendaki selalu mengabadikan momen Puncak berasap dengan nekat untuk mendaki, dan al hasil kondisi Gunung Slamet tetap baik-baik saja walau sering di daki oleh Pendaki illegal.