Berdo'a Untuk Banjarnegara
Banjarnegara menjadi tema penutup di lembaran akhir tahun 2014. sebuah bencana Tanah Longsor terjadi di Desa Cijemblung, Kecamatan Sampang, Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 108 korban dinyatakan terkubur dalam daratan tanah. Cuaca ekstrim menjadi penyebab terjadinya tanah longsor di perbukitan ini. Tanah ini telah menutup jalan utama antara dua kabupaten hingga kedalaman 4 meter. Tanah Longsor ini terjadi pada hari jum'at, 12 Desember 2014 pukul 17.55 WIB.
Bencana ini telah membuat banyak jiwa tumbuh menjadi penolong untuk sesama. Sekitar 2000 orang menjadi relawan di Banjarnegara yang terdiri dari berbagai daerah dan komunitas, misalnya dari PMI, Mapala, dll. selanjutnya Tim SAR gabungan dan TNI melakukan pencarian Korban, hingga sampai pencarian dihentikan korban yang ditemukan mencapai 96 jiwa dan sisanya masih terkubur. Pencarian Korban sering terhenti karena cuaca yang tidak bersahabat dan ditakutkan akan terjadinya longsor susulan.
Tanah di Banjarnegara termasuk tanah yang labil ketika di musim hujan, kejadian semacam ini pernah terjadi di Desa Sijeruk pada tahun 2006. Pemerintah telah menghimbau agar warga tidak membangun rumah di sekitar tanah yang rawan. Namun kebanyakan warga masih tetap tinggal di daerah Nenek moyang mereka. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika bencana ini akan merenggut banyak korban jiwa.
Keadaan tanah Banjarnegara ternyata memang sering terjadi longsor di sepanjang jalan, namun longsor yang kecil sehingga tidak terlalu mencemaskan. Pergeseran tanah secara tiba-tiba ini tidak mungkin dicegah dan dihindari, bencana ini dapat dikurangi resiko penanggulangan bencana. Bencana Banjarnegara telah menjadi penutup akhir tahun dengan menyadarkan jiwa manusia untuk tetap mengingat akan kehidupan. Musibah yang menghidupkan keinginan jiwa dalam menolong sesama telah terjadi di Banjarnegara.
Post a Comment