Dalam kondisi survival, kemampuan membuat api dapat memberikan perbedaan antara hidup dan mati. Selain berfungsi untuk memasak makanan dan minuman, api dapat dijadikan penghangat tubuh, menjauhkan binatang buas, membuat sinyal darurat, penerangan shelter dsb. Dengan adanya api moral petualang akan lebih tenang. Namun api juga dapat menjadi masalah, jika tidak dikendalikan api dapat menyebabkan kulit terluka, karbon monoksida dalam shelter, bahkan kebakaran hutan.
Api terdiri dari 3 bagian atau yang biasa disebut segitiga api. Udara, panas dan bahan bakar. Jika salah satu dari tiga bagian itu tidak ada, maka tidak akan ada api. Komposisi seimbang antara ketiga bagian ini dapat menghasilkan api yang baik. Satu-satunya cara untuk mengetahui komposisi ini adalah dengan berlatih.
Kita juga harus melakukan persiapan dan memilih tempat yang tepat untuk membuat api. iklim dan medan dapat dijadikan referensi dasar. perhatikan juga material dan alat untuk membuat api. Waktu : berapa banyak waktu yang kita punya. Kebutuhan : untuk apa kita membuat api ?. Keamanan : perhatikan juga keamanan api. Jika kita berada di daerah hutan atau semak yang tertutup, bersihkan semak dengan cara mengikis permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diameter minimal 1 meter di sekitar api, dengan begitu kemungkinan api untuk menyebar dan membakar tempat yang tidak di inginkan dapat dihindari.
Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.
Gambar Segitiga Api
Cara-cara pembuatan api
1. Dengan lensa / Kaca pembesar
Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah
2. Gesekan kayu dengan kayu. Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar
3. Busur dan gurdi
Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.
4. Fire Thong/Tali Api
Fire Thong adalah cara mendapatkan api dari sehelai kulit kayu atau rotan kering yang ditarik menyilang di atas sepotong kayu atau rotan kering. Kulit rotan tersebut dililitkan pada sebatang pohon yang empuk, lalu ditarik oleh tangan kanan dan kiri secara bergantian. Pada bagian bawahnya diberi sabut, kawul, atau dedaunan kering yang siap menangkap bunga api.
Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren
Tipe-tipe Perapian dan tips pembuatan api
Tips pembuatan api
Tipe – Tipe Perapian
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/camping/2415793-membuat-perapian/#ixzz2zTPsfu1Q
Social Bookmarking
Home » Archives for 04/20/14
Macam Makanan di Hutan
Unknown || || Hutan || Leave a comments
Patokan memilih makanan :Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia, Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok, Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo , Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan, Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam
Hubungan air dan makanan
1. Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit
2. Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan
3. Makanan yang mengandung protein butuh air yang banya
Tumbuhan yang dapat dimakan
1. Dari batangnya :Batang pohon pisang (putihnya), Bambu yang masih muda (rebung), Pakis dalamnya berwarna putih, Sagu dalamnya berwarna putih, Tebu
2. Dari daunnya :
· Selada air
· Rasamala (yang masih muda)
· Daun mlinjo
· Singkong
3. Akar dan umbinya :
· Ubi jalar, talas, singkong
4. Buahnya :
· Arbei, asam jawa, juwet
5. Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :
· Jamur merang, jamur kayu
Prosedur pengujian tanaman :Jangan mencoba beberapa bagian tumbuhan dalam waktu bersamaan, coba hanya satu bagian potensial tumbuhan dalam satu waktu, Pisahkan tumbuhan menjadi komponen dasar. Daun, tangkai, pucuk, akar, dan bunga.Jangan makan selama delapan jam sebelum melakukan tes. Selama waktu uji coba, jangan menelan apa pun selain air putih dan bagian tumbuhan yang kita uji coba. Persiapkan metode pengolahan tumbuhan seperti di rebus, dibakar dan sebagainya. Kita dapat mencoba menyentuhkan tanaman atau mengoleskan getah pada bagian tubuh seperti dibawah siku atau pergelangan tangan. Biasanya dibutuhkan waktu selama 15 menit untuk mendapatkan reaksi.
· Jika tidak ada reaksi pada kulit lanjutkan dengan menyentuhnya dengan ujung bibir, lalu tunggu selama 3 menit.
· Jika tidak ada reaksi, lanjutkan dengan meletakkan sedikit bagian tanaman pada lidah selama 15 menit.
· Jika tidak ada reaksi, letakkan sejumput bagian tanaman dalam mulut, jangan ditelan.
· Jika tidak ada rasa terbakar, rasa menyengat, gatal, mati rasa, atau iritasi setelah 15 menit, maka telan.
· Tunggu selama delapan jam, jika timbul gejala sakit pada perut, mual, pusing, jantung berdebar segera muntahkan dan minum air yang banyak.
· Jika tidak ada gejala selama delapan jam, makan sebanyak seperempat cangkir bagian tanaman dengan cara pengolahan yang sama lalu tunggu selama delapan jam lagi. Jika tidak ada gejala keracunan maka artinya tanaman aman dimakan.
· Jangan memakan bagian tumbuhan terlalu banyak
Tips dalam menghindari tanaman beracun :
· Hindari tanaman yang mengandung getah putih atau kusam
· Hindari tanaman yang memiliki buah berwarna merah
· Hindari tanaman yang memiliki bau menyengat
· Hindari tanaman yang memiliki lima segmen pada buahnya
· Hindari tanaman yang memiliki biji, ubi pada kelopak bunganya
· Hindari tanaman yang memiliki duri atau bulu halus
· Hindari tanaman yang pahit atau berasa seperti sabun
· Hindari tanaman yang buahnya berbentuk seperti wortel
· Hindari tanaman yang berdaun seperti daun peterseli
· Hindari tanaman yang berbau almond pada batang atau daunnya
· Hindari tanaman yang tunasnya memiliki tiga daun
Ciri-ciri jamur beracun :Mempunyai warna mencolok, Baunya tidak sedap, Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning ,Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan, Bila diraba mudah hancur, Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya, Tumbuh dari kotoran hewan, Mengeluarkan getah putih
Makanan ini sangat berpengaruh terhadap lama perjalanan kita, karena didalamnya harus ada asupan gizi yang seimbang mulai dari Karbohidrat, Protein dan Vitamin. Di Hutan Indonesia memiliki banyak jenis tanaman yang cocok dimakan untuk tambahan dalam perjalanannya
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/adventure/2415792-macam-makanan-di-alam-bebas/#ixzz2zTOxZ5MQ
Cara Mendapatkan Air di Hutan
Unknown || || Hutan,Pendakian Gunung || Leave a comments
Air merupakan salah satu hal penting yang harus kita dapatkan dalam kondisi survival. Kita tidak dapat hidup tanpa air, terutama di daerah dengan iklim panas dimana kita akan kehilangan cairan melalui keringat. Bahkan, di daerah dingin sekalipun, kita tetap membutuhkan air minimal 2 liter per hari. Tanpa air, rata-rata orang hanya akan mampu bertahan selama 3 hari meskipun mempunyai makanan yang cukup. Namun dengan adanya air kita dapat bertahan selama 3 minggu walaupun tanpa makanan.
Jangan sia-siakan air yang ada jika ingin dapat hidup lebih lama. Rata-rata, tubuh akan kehilangan 2-3 liter air per hari. Bahkan jika kita tidak melakukan kegiatan apapun, tubuh akan tetap kehilangan cairan.
Untuk melakukan tehnik ini kita membutuhkan lereng dengan sinar matahari yang cukup, kantung plastik bening, dedaunan hijau, sebuah batu.
Cara membuatnya :
Isi 3/4 bagian plastik dengan dedaunan hijau. Pastikan tidak ada batang atau benda apa pun yang dapat melubangi plastik.
Letakkan batu kecil atau semacamnya kedalam plastik
Tutup rapat plastik. Jika kita memiliki sedotan seperti buluh jerami atau semacamnya, kita dapat memasangnya.
Letakkan plastik di lereng dengan cukup sinar. Atur batu agar berada di bagian bawah.
Cara 2
Buatlah lubang sedalam kira-kira setengah meter dan luas permukaan 1 meter persegi.
Letakkan dedaunan hijau kedalam lubang dan letakkan juga wadah penampung air tepat di tengah lubang.
Tutuplah lubang dengan lembaran plastik dan beri penahan pada plastik menggunakan tanah.
Letakkan batu kecil tepat ditengah plastik.
Biarkan sinar matahari menguapkan kandungan air dari dedaunan
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2415791-cara-mendapatkan-air-di-hutan/#ixzz2zTNrq0U4
Definisi Survival
Unknown || || Hutan,Pendakian Gunung || Leave a comments
Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam,
S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet
Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival ini, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah "STOP" yang artinya :
S : Stop & sitting / berhenti dan duduklah
T : Thinking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
Mengapa Ada Survival
Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :
Keadaan alam (cuaca dan medan)
Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)
Banyaknya kesulitan-kesulitan biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.
Kebutuhan survival
Yang harus dipunyai oleh seorang survivor
Sikap mental
Semangat untuk tetap hidup
Kepercayaan diri
Akal sehat
Disiplin dan rencana matang
Kemampuan belajar dari pengalaman
Pengetahuan
Cara membuat bivak
Cara memperoleh air
Cara mendapatkan makanan
Cara membuat api
Pengetahuan orientasi medan
Cara mengatasi gangguan binatang
Cara mencari pertolongan
Pengalaman dan latihan
Latihan mengidentifikasikan tanaman
Latihan membuat trap, dll
Peralatan
Kotak survival
Pisau jungle, dll
Kemauan belajar
Langkah yang harus ditempuh bila saudara atau kelompok anda tersesat :
Mengkoordinasi anggota
Melakukan pertolongan pertama
Melihat kemampuan anggota
Mengadakan orientasi medan
Mengadakan penjatahan makanan
Membuat rencana dan pembagian tugas
Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar
Membuat jejak dan perhatian
Mendapatkan pertolongan
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/extreme/2415790-definisi-survival/#ixzz2zTN5B1lJ
Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Gunung
Unknown || || Pendakian Gunung || Leave a comments
PENGOBATAN
Pengobatan yang utama adalah menggantikan cairan (rehidrasi dan garam yang hilang. Cairan dan garam yang hilang melalui keringat bisa digantikan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang agak asin, misalnya jus tomat yang diberi garam atau kaldu daging yang dingin. Minuman yang diperjualbelikan juga ada yang mengandung ekstra garam (misalnya Gatorade). Jika memang harus melakukan kegiatan di dalam lingkungan yang panas,sebaiknya minum banyak cairan dan dinginkan kulit dengan membasahinya dengan air dingin. Jika korban sadar, berikan sedikit-sedikit minuman bergaram (dibuat dengan menambahkan 1 sendok teh garam ke dalam 0,9 L air). Berikan setengah cangkir setiap 15 menit. Jika tidak ada minuman bergaram, bisa diberikan air putih saja. Kadang cairan diberikan melalui infus. Akan lebih baik bila korban dipindahkan ke ruangan yang dingin dan dibaringkan mendatar atau dengan posisi kepala yang lebih rendah. Basahi kulit korban dengan pakaian basah atau langsung dengan air dan gunakan kipas angin untuk menurunkan suhu tubuhnya. Jangan gunakan obat gosok yang mengandung alkohol. Berikan kompres dingin pada leher, selangkangan dan ketiak korban. Untuk kram otot, berikan minuman bergaram dan pijat-pijat otot yang terkena secara lembut dan perlahan sampai mengendur. Setelah rehidrasi, korban seringkali segera pulih total. Jika setelah pengobatan tekanan darah tetap rendah dan denyut nadi tetap lambat selama lebih dari 1 jam, maka perlu dicurigai adanya kelainan yang lain. Heatstroke merupakan suatu keadaan gawat darurat dan harus segera dilakuan tindakan penyelamatan. Jika penderita tidak dapat segera dibawa ke rumah sakit, sebaiknya dibungkus dengan seprei atau pakaian dingin, rendam atau siram dengan air dingin atau dinginkan dengan es batu. Di rumah sakit, suhu tubuh dipantau terus menerus untuk menghindari pendinginan yang berlebihan. Penderita mungkin perlu mendapatkan obat-obatan untuk mengatasi kejang. Setelah mengalami heatstroke, dianjurkan untuk menjalani tirah baring selama beberapa hari. Suhu tubuh mungkin akan turun naik secara abnormal selama beberapa minggu.
PENCEGAHAN
· Hindari aktivitas berat di dalam lingkungan yang sangat panas atau di dalam ruangan yang sirkulasinya buruk
· Dalam cuaca panas, gunakanlah pakaian yang longgar dan ringan
· Jika memungkinkan, sering-seringlah beristirahat dan berlindung di tempat yang teduh
· Hindari tempat yang panas
· Minum air banyak-banyak
· Hindari panas yang berlebihan jika:
ü sedang mengkonsumsi obat-obatan yang menyebabkan terganggunya pengaturan suhu tubuh
ü anda seorang yang obes
ü anda berusia lanjut
· Berolah raga secara bertahap dan tingkatkan asupan air dan garam
Source: http://www.shvoong.com/society-and-news/environment/2415788-pengobatan-dan-pencegahan-penyakit-gunung/#ixzz2zTKzoNJ2
Gejala Penyakit Gunung
Unknown || || Pendakian Gunung || Leave a comments
Heat Cramps
Heat Cramps (Kram Karena Panas) adalah kejang otot hebat akibat keringat berlebihan, yang terjadi selama melakukan aktivitas pada cuaca yang sangat panas. Heat cramps disebabkan oleh hilangnya banyak cairan dan garam (termasuk natrium, kalium dan magnesium) akibat keringat yang berlebihan, yang sering terjadi ketika melakukan aktivitas fisik yang berat. Heat cramps sering terjadi pada pekerja manual, seperti pekerja di ruang mesin, pekerja pengolah baja dan pekerja pertambangan. Heat cramps seringkali secara tiba-tiba mulai timbul di tangan, betis atau kaki; terasa sangat nyeri. Otot menjadi keras, tegang dan sulit untuk dikendurkan. Heat cramps bisa dicegah atau diobati dengan meminum minuman atau memakan makanan yang mengandung garam.
Heat Exhaustion
Heat Exhaustion (Kelelahan Karena Panas) adalah suatu keadaan yang terjadi akibat terkena/terpapar panas selama berjam-jam, dimana hilangnya banyak cairan karena berkeringat menyebabkan kelelahan, tekanan darah rendah dan kadang pingsan.
Suhu yang sangat panas bisa menyebabkan hilangnya banyak cairan melalui keringat, terutama selama melakukan kerja fisik atau olah raga berat. Bersamaan dengan cairan, garam (elektrolit) juga hilang sehingga terjadi gangguan sirkulasi darah dan fungsi otak. Akibatnya terjadi heat exhaustion.
Gejala utama adalah kelelahan, kelemahan dan kecemasan yang meningkat, serta badan basah kuyup karena berkeringat.
Jika berdiri, penderita akan merasa pusing karena darah terkumpul di dalam pembuluh darah tungkai, yang melebar akibat panas.
Denyut jantung menjadi lambat dan lemah, kulit menjadi dingin, pucat dan lembab, penderita menjadi linglung. Hilangnya cairan menyebabkan berkurangnya volume darah, menurunnya tekanan darah dan bisa menyebabkan penderita pingsan.
Heatstroke
Heatstroke adalah suatu keadaan yang bisa berakibat fatal, yang terjadi akibat terpapar panas dalam waktu yang sangat lama, dimana penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya. Jika terjadi dehidrasi dan dan penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk mendinginkan tubuhnya, maka suhu tubuh bisa meningkat sampai pada tingkat yang berbahaya, sehingga terjadi heatstroke. Penyakit tertentu, misalnya skleroderma dan fibrosis kistik, menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk mengeluarkan keringat sehingga menyebabkan meningkatnya resiko heatstroke.
Heatstroke bisa terjadi begitu cepat dan tidak selalu didahului oleh tanda-tanda seperti sakit kepala, perasaan berputar (vertigo) maupun kelelahan.
Pembentukan keringat biasanya berkurang, tetapi tidak selalu. Kulit teraba panas, tampak merah dan biasanya kering. Denyut jantung meningkat dan bisa mencapai 160-180 kali/menit (normal 60-100 kali/menit).
Laju pernafasan juga biasanya meningkat, tetapi tekanan darah jarang berubah.
Suhu tubuh (sebaiknya diukur dengan termometer yang dimasukkan ke dalam rektum) meningkat sampai 40-41° Celsius, menyebabkan perasaan seperti terbakar. Penderita bisa mengalami disorientasi (bingung) dan bisa mengalami penurunan kesadaran atau kejang.
Jika tidak segera diobati, heatstroke bisa menyebabkan kerusakan yang permanen atau kematian. Suhu 41° Celsius adalah sangat serius, 1° diatasnya seringkali berakibat fatal. Kerusakan permanen pada organ dalam (misalnya otak) bisa segera terjadi dan sering berakhir dengan kematian.
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2415787-gejala-penyakit-gunung/#ixzz2zTJo5HY8
Penyakit Gunung
Unknown || || Pendakian Gunung || Leave a comments
Mount sickness adalah penyakit-penyakit yang umum apabila kita berpergian ke gunung. Contoh Mount Sickness yang sering terjadi adalah :
1. Hypothermia
Hypotermia adalah menurunnya suhu tubuh secara drastis
Hypothermia dapat terjadi karena :
· Bernafas
· Penguapan dan keringat dari Paru-Paru
· Kehujanan
· Menyentuh Benda Dingin
· Angin
Tanda – Tanda :
· 35º - Semakin menggigil, denyut nadi dan tekanan darah mulai turun
· 35-33º - Pengambilan keputusan dan pengendalian tubuh mulai kabur
· 32-26º - Berhenti menggigil, namun mulai gelisah, sering meracau, ingatan setengah hilang, gerakan tersentak-sentak, biji mata membesar
· 26-20º - Otot kaku, denyut nadi melemah, tarikan nafas melemah
· 20-15º - Pingsan, biji mata tidak merespon cahaya, kehilangan gerakan spontan
· 15-10º - Koma gawat, suhu tubuh menurun dengan cepat
· <10º - Meninggal
Penanganan Korban :
· Korban jangan dibiarkan tidur
· Beri minuman hangat dan manis
· Ganti baju korban dengan yang hangat dan kering
· Beri pelindung agar tidak terkena hembusan angin
· Jangan baringkan korban di tanah
· Masukkan korban ke Sleeping Bag
· Masukkan botol penuh air hangat ke dalam SB
Pencegahan : Lakukan Aklimitasasi terlebih dahulu
2. Endema Paru
Sepintas gejala-gejala edema paru mirip dengan penyakit gunung yang akut (AMS; Acute Mountain Sickness). Gejala-gejala tersebut adalah : Nafas terputus-putus (dada terasa terhimpit), mual, tidak nafsu makan, batuk kering yang dilanjutkan dengan batuk berdahak, dahak berdarah, denyut nadi sangat cepat (120 sampai 160 per menit), nafas terdengar ribut (suara bergelembung dari dada), serta kuku, muka, dan bibir kebiru-biruan). Segera turunkan penderita dari ketinggian. Bila penderita kehilangan kesadaran disertai dengan gelembung busa putih atau merah jambu di mulut atau hidung. Begitu gejala pertama muncul (pusing sekali dan batuk-batuk) secepatnya lakukan evakuasi dengan membawa korban ketempat yang lebih rendah.
Sebelum melakukan pendakian sebaiknya lakukan proses Aklimatisasi terlebih dahulu.
3. Penyakit yang disebabkan oleh Panas
Tubuh biasanya dapat mempertahankan suhunya dalam cuaca panas maupun dingin dengan cara berkeringat, bernafas, gemetar/menggigil dan menggeser aliran darah diantara kulit dan organ dalam. Tetapi suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kelainan panas. Kedaruratan panas terdiri dari 3 keadaan (diurutkan berdasarkan beratnya):
· Heat cramps
· Heat exhaustion
· Heatstroke.
Jika tidak segera diatasi, heat cramps bisa menyebabkan heat exhaustion, yang selanjutnya bisa berkembang menjadi heatstroke.
Resiko terjadinya kelainan panas meningkat pada:
· Kelembaban yang tinggi (yang menyebabkan berkurangnya efek pendinginan oleh keringat)
· Pemakaian tenaga yang kuat dalam waktu lama (yang menyebabkan bertambahnya panas yang dihasilkan oleh otot).
PENYEBAB
Penyebabnya bisa berupa:
· Suhu atau kelembaban yang tinggi
· Dehidrasi (kehilangan cairan tubuh)
· Olah raga yang berat atau lama
· Pakaian yang bertumpuk-tumpuk
· Pemakaian alkohol
· Obat-obatan (misalnya diuretik, neuroleptik, fenotiazin dan antikolinergik)
· Penyakit jantung dan pembuluh darah
Kelainan fungsi kelenjar keringat
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2415786-penyakit-gunung/#ixzz2zTIdlaBl
Mountainering
Unknown || || || Leave a comments
“Seorang pendaki adalah seorang yang mencari bebasnya hidup di alam, menjadi penghuni mandiri di alam, menerima kewajiban serta hak dan tuntutannya”
Secara bahasa arti kata Mountaineering adalah teknik mendaki gunung. Ruang lingkup kegiatan Mountaineering sendiri meliputi kegiatan sebagai berikut :
Kode Etik Mountaineering
Pada 15 oktober 1982, UIAA menyatakan beberapa prinsip yang juga terkandung dalam “Deklarasi Kathmandu” mengenai kegiatan pendakian gunung yang isinya :
Tim Ekspedisi harus:
Menghormati regulasi negara tuan rumah. Dalam artian sebelum memasuki negara lain, tim ekspedisi telah mengetahui ketentuan dan peraturan pendakian dari negara tuan rumah baik dari segi peralatan dan perlengkapan yang ditetapkan. Tim ekspedisi harus menyiapkan segala aspek dan kebutuhan yang dibutuhkan dalam perjalanan.
Menjunjung Deklarasi Kathmandu 1982
Menjaga dan merawat sportivitas dengan semangat murni Alpinisme dengan menyatakan bahwa tim ekspedisi akan:
Menggunakan logistik dan taktik yang sejalan dengan evolusi modern pendakian Himalayan.
Menghindari penggunaan finansial dan material secara berlebihan dari proporsi target.
Menolak menggunakan obat-obatan pemicu stamina buatan, walaupun untuk mencapai kesuksesan.
Apapun taktik dan strategi yang digunakan, selalu utamakan keselamatan, terutama keselamatan para pengangkat barang (Sherpa) dan anggota tim dari negara tuan rumah.
Memastikan anggota ekspedisi dari negara tuan rumah memiliki peranan yang cukup dalam aktivitas tekhnikal ekspedisi untuk memulai atau melanjutkan ekspedisi.
Setelah ekspedisi selesai, berikan informasi mengenai perkembangan, masalah yang dihadapi, hasil yang didapat dan informasi dokumenter dari ekspedisi secara benar, objektif dan tepat.
Menghindari pernyataan yang merubah atau melebih-lebihkan fakta yang ada dilapangan, terutama untuk kebutuhan publisitas di artikel manapun, termasuk media.
Membuktikan solidaritas dan kebersamaan, tidak hanya pada antar sesama tim saja, tapi juga pada penduduk lokal dan tim ekspedisi lain yang membutuhkan bantuan.
Menjaga dan menghormati perlengkapan dan peralatan tim ekspedisi lain dan menghindari menggunakan peralatan tim lain tanpa seijin mereka.
Pada akhirnya, dengan semangat Deklarasi Kathmandu, turun gunung dengan selamat
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/adventure/2415768-mountainering/#ixzz2zTHg8kgI
Pengenalan Konservasi
Unknown || || || Leave a comments
Sumber hutan di Indonesia terdiri atas berbagai formasi atau tipe hutan yang sudah berada dalam keseimbangan dengan lingkungannya. Misalnya terdapat ekosistem hutan tropika basah dataran rendah dan pegunungan, hutan musim, hutan mangrove, hutan rawa, hutan pantai dan sebagainya. Pada saat sekarang hampir semua tipe hutan tersebut telah dimanfaatkan melalui Hak Pengusahaan (Pengrusakan –red) Hutan atau disingkat HPH, sementara luas hutan di Indonesia menurut Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) tercatat sebesar 143 juta ha pada tahun 1990, sementara menurut FAO pada tahun yang sama diperkirakan hanya 110 juta ha yang berhutan rapat. Hutan tersebut juga berfungsi melindungi banyak Daerah Aliran Sungai (DAS) serta mengandung keanekaragaman jenis flora & faunanya yang sangat kaya.
Hanya dalam lingkungan hidup yang optimal manusia dapat berkembang dengan baik, dan hanya dengan manusia yang baik lingkungan akan berkembang ke arah yang optimal.
Otto Sumarwoto
Fungsi konservasi hutan telah dijabarkan dalam bentuk kawasan yang dilestarikan dan dilindungi, misalnya hutan lindung, suaka margasatwa, & taman nasional. Mengenai hutan pegunungan (bagian dari hutan lindung) oleh kodratnya yang tumbuh di gunung-gunung dengan topografi yang miring dan bahkan terkadang sangat curam, merupakan suatu kawasan hutan yang sangat penting dalam mendukung fungsi hydrologi. Dalam keadaan alamiah yang belum terganggu oleh tangan manusia, komposisi hutan pegunungan terdiri dari berbagai macam pepohonan yang menyusun tajuk berlapis. Demikian juga lantai hutan tertutup oleh tumbuhan bawah dan serasah hutan.
Perkembangan zaman yang terutama disebabkan oleh ledakan populasi penduduk, menimbulkan persoalan tekanan hidup, termasuk penduduk yang tinggal di dekat dan di sekitar hutan pegunungan. Oleh karena faktor kemiskinan dan tidak tersedianya lapangan pekerjaan di desa-desa sekitar hutan, maka untuk mencukupi kebutuhan hidup, penduduk mengambil hasil hutan dari dalam hutan yang seringkali serampangan dan ilegal. Dan sebenarnya lebih parah lagi kerusakan yang diakibatkan oleh mereka yang memegang HPH, meskipun dengan membayar konsesi yang sebenarnya sangat jauh lebih murah jika dibandingkan dengan akibat yang ditimbulkan.
Sumber: http://id.shvoong.com/travel/outdoors/2415763-pengenalan-konservasi/#ixzz2zTG9smYs