xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Penyakit Gunung

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Penyakit Gunung

|| || || Leave a comments
Mount sickness adalah penyakit-penyakit yang umum apabila kita berpergian ke gunung. Contoh Mount Sickness yang sering terjadi adalah : 1. Hypothermia Hypotermia adalah menurunnya suhu tubuh secara drastis Hypothermia dapat terjadi karena : · Bernafas · Penguapan dan keringat dari Paru-Paru · Kehujanan · Menyentuh Benda Dingin · Angin Tanda – Tanda : · 35º - Semakin menggigil, denyut nadi dan tekanan darah mulai turun · 35-33º - Pengambilan keputusan dan pengendalian tubuh mulai kabur · 32-26º - Berhenti menggigil, namun mulai gelisah, sering meracau, ingatan setengah hilang, gerakan tersentak-sentak, biji mata membesar · 26-20º - Otot kaku, denyut nadi melemah, tarikan nafas melemah · 20-15º - Pingsan, biji mata tidak merespon cahaya, kehilangan gerakan spontan · 15-10º - Koma gawat, suhu tubuh menurun dengan cepat · <10º - Meninggal Penanganan Korban : · Korban jangan dibiarkan tidur · Beri minuman hangat dan manis · Ganti baju korban dengan yang hangat dan kering · Beri pelindung agar tidak terkena hembusan angin · Jangan baringkan korban di tanah · Masukkan korban ke Sleeping Bag · Masukkan botol penuh air hangat ke dalam SB Pencegahan : Lakukan Aklimitasasi terlebih dahulu 2. Endema Paru Sepintas gejala-gejala edema paru mirip dengan penyakit gunung yang akut (AMS; Acute Mountain Sickness). Gejala-gejala tersebut adalah : Nafas terputus-putus (dada terasa terhimpit), mual, tidak nafsu makan, batuk kering yang dilanjutkan dengan batuk berdahak, dahak berdarah, denyut nadi sangat cepat (120 sampai 160 per menit), nafas terdengar ribut (suara bergelembung dari dada), serta kuku, muka, dan bibir kebiru-biruan). Segera turunkan penderita dari ketinggian. Bila penderita kehilangan kesadaran disertai dengan gelembung busa putih atau merah jambu di mulut atau hidung. Begitu gejala pertama muncul (pusing sekali dan batuk-batuk) secepatnya lakukan evakuasi dengan membawa korban ketempat yang lebih rendah. Sebelum melakukan pendakian sebaiknya lakukan proses Aklimatisasi terlebih dahulu. 3. Penyakit yang disebabkan oleh Panas Tubuh biasanya dapat mempertahankan suhunya dalam cuaca panas maupun dingin dengan cara berkeringat, bernafas, gemetar/menggigil dan menggeser aliran darah diantara kulit dan organ dalam. Tetapi suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kelainan panas. Kedaruratan panas terdiri dari 3 keadaan (diurutkan berdasarkan beratnya): · Heat cramps · Heat exhaustion · Heatstroke. Jika tidak segera diatasi, heat cramps bisa menyebabkan heat exhaustion, yang selanjutnya bisa berkembang menjadi heatstroke. Resiko terjadinya kelainan panas meningkat pada: · Kelembaban yang tinggi (yang menyebabkan berkurangnya efek pendinginan oleh keringat) · Pemakaian tenaga yang kuat dalam waktu lama (yang menyebabkan bertambahnya panas yang dihasilkan oleh otot). PENYEBAB Penyebabnya bisa berupa: · Suhu atau kelembaban yang tinggi · Dehidrasi (kehilangan cairan tubuh) · Olah raga yang berat atau lama · Pakaian yang bertumpuk-tumpuk · Pemakaian alkohol · Obat-obatan (misalnya diuretik, neuroleptik, fenotiazin dan antikolinergik) · Penyakit jantung dan pembuluh darah Kelainan fungsi kelenjar keringat Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2415786-penyakit-gunung/#ixzz2zTIdlaBl
/[ 0 comments Untuk Artikel Penyakit Gunung]\

Post a Comment