xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Membuat Perapian

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Membuat Perapian

|| || , || Leave a comments
Dalam kondisi survival, kemampuan membuat api dapat memberikan perbedaan antara hidup dan mati. Selain berfungsi untuk memasak makanan dan minuman, api dapat dijadikan penghangat tubuh, menjauhkan binatang buas, membuat sinyal darurat, penerangan shelter dsb. Dengan adanya api moral petualang akan lebih tenang. Namun api juga dapat menjadi masalah, jika tidak dikendalikan api dapat menyebabkan kulit terluka, karbon monoksida dalam shelter, bahkan kebakaran hutan. Api terdiri dari 3 bagian atau yang biasa disebut segitiga api. Udara, panas dan bahan bakar. Jika salah satu dari tiga bagian itu tidak ada, maka tidak akan ada api. Komposisi seimbang antara ketiga bagian ini dapat menghasilkan api yang baik. Satu-satunya cara untuk mengetahui komposisi ini adalah dengan berlatih. Kita juga harus melakukan persiapan dan memilih tempat yang tepat untuk membuat api. iklim dan medan dapat dijadikan referensi dasar. perhatikan juga material dan alat untuk membuat api. Waktu : berapa banyak waktu yang kita punya. Kebutuhan : untuk apa kita membuat api ?. Keamanan : perhatikan juga keamanan api. Jika kita berada di daerah hutan atau semak yang tertutup, bersihkan semak dengan cara mengikis permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diameter minimal 1 meter di sekitar api, dengan begitu kemungkinan api untuk menyebar dan membakar tempat yang tidak di inginkan dapat dihindari. Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata. Gambar Segitiga Api Cara-cara pembuatan api 1. Dengan lensa / Kaca pembesar Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah 2. Gesekan kayu dengan kayu. Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar 3. Busur dan gurdi Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. 4. Fire Thong/Tali Api Fire Thong adalah cara mendapatkan api dari sehelai kulit kayu atau rotan kering yang ditarik menyilang di atas sepotong kayu atau rotan kering. Kulit rotan tersebut dililitkan pada sebatang pohon yang empuk, lalu ditarik oleh tangan kanan dan kiri secara bergantian. Pada bagian bawahnya diberi sabut, kawul, atau dedaunan kering yang siap menangkap bunga api. Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren Tipe-tipe Perapian dan tips pembuatan api Tips pembuatan api Tipe – Tipe Perapian Sumber: http://id.shvoong.com/travel/camping/2415793-membuat-perapian/#ixzz2zTPsfu1Q
/[ 0 comments Untuk Artikel Membuat Perapian]\

Post a Comment