SAHABAT SEJATI
IPA SAINS
( 1 ). IKAN SE-PAT
(Ikatan X-4)
2010
Mulai menginjak dunia SMA. Beribu
perasaan campur aduk, aku di lepas oleh orang tua. Disinilah aku dituntut
menemukan jatidiri. Kehidupan di atas roda berputar. Masih berbau anak SMP di
awal, suasana manja dengan guru sudah terbiasa. Tapi karena berbagai karakter
yang beranekaragam, tidak ada lagi kata santai bila ingin tetap hidup di dunia
pendidikan tingkat SMA maka pinter-pinter berbaur dan menyesuaikan dengan teman
barunya. Hmm, jika tidak jangan tanya kejadian apa yang kelak akan terjadi.
Pasti tidak memiliki koneksi.
Ikan Se-pat pertama kali dicetuskan
oleh seorang siswa yang notaben-nya pelawak dikelas. Dia hanya asal usul tanpa
landasan tapi menghasilkan sebuah hasil yang memuaskan bersama. Kamipun setuju
dengan ketawa terbahak-bahak. Ini adalah sebuah ikatan satu kelas yang paling
gokil selama abad itu. Didalamnya ada pelawak lebih dari 3 yang selalu
meramaikan suasana, ada satu cewek terganas yang mudah tersinggung (Jika marah
seperte kemasukan roh jahat, meja kursi di angkat dan dilempar ke orang yang
membuatnya marah), ada lagi satu cewek yang memiliki bibir tipis (Dia cerewet
banget), nah yang ini ada dua cewek yang berkebiasaan terbalik antara cewek
Caper (Cari perhatian) dan cewek Kuper (Kurang Pergaulan), apalagi ya… yang
jelas seisi anggota kelas itu kesemuanya di cap oleh kelas lain tergokil. Tiap
ada kasus yang terpanggil pasti ada salah satu dari kita. Ini bukan berarti
preman tapi candaan belaka di respon serius. Jadi ya ada yang naik darah. Di
tambah lagi, ikan sepat di wali kelasi oleh guru terkuat ototnya. Bisa dibilang
galak tapi ikutan gokil. Beliau adalah Pembina Pramuka dan pelatih setia Karate
INKADO.
Ikan
Se-Pat
Ikatan X-4
Perjalanan semasa kelas pemula, dimana
ini adalah tahun adaptasi. Kami tetap axis disetiap ajang perlombaan kelas.
Dari bidang olahraga, cewek dan cowok semuanya berbadan kuat hingga tidak ada
yang ngalahin walau itu kakak kelas. Kemudian kebersihan kelas, kita itu
rajin-rajin. Nah yang satu ini ikan sepat dikalaihn, dalam bidang prestasi satu
sekolah di pegang oleh kelas X-1 sedangkan X-4 urutan kedua. Aku baru ingat, si
X-1 itu dulu adalah pesaing beratku di SMP. Tahun ajaran kali ini okelah aku
tidak jadi nomor satu, aku terima. Tapi untuk tahun depan semoga aku bisa jadi
yang terbaik. Ikan sepat merupakan wadahku untuk mengenal dunia SMA. Disini aku
belajar banyak tentang pergaulan luar yang biasanya kulihat di TV. Yang jelas
tetap selalu ambil positifnya.
Kedatangan
Miss Paula Islard
Detik-detik kenaikan kelas, MAIGA kedatangan guru
sukarelawan dari Jerman. Inilah keinginanku bisa bercakap bahasa inggris dengan
bule. Orang luar negeri terutama orang barat sangat menghargai waktu. Yang
paling aku suka dia sangat disiplin. Aku belajar lagi arti dari waktu. Miss
Paula memang nonmuslim tapi karena sekolahku berbau pesantren jadi dia coba
menyesuaikan, dia memakai jilbab. Subhanalloh cantik sekali. Kontrak
pembelajaran dengan UNESCO itu hanya berlangsung 6 bulan. Walau sebentar tetap
terjalin simbiosis mutualisme. MAIGA menambah wawasan tentang maple bahasa
Inggris sedangkan Miss Paula belajar tentang kebudayaan Indonesia yang masih
original ini.
Perpisahan kelas sudah tiba. Kami akan
dibagi sesuai minat dan keterampilan masing-masing. Ada tiga jurusan yang
ditawarkan yaitu IPA, IPS dan Bahasa. Dulu sempat ada yang tidak ingin
terpisah, kalau perlu satu kelas masuk IPA semua biar bisa satu kelas lagi
bersama. Semua sudah coba di atur, berharap sesuai keinginan tapi akhirnya kami
terpisahkan di bidangnya masing-masing. Itulah ternyata perjalanan pendidikan
di SMA.
Nama-nama
Ikan Sepat
1.
Aldi
Setiawan
2.
Alina
Sufi
3.
Agus
Purnomo
4.
Dewi
Sartika
5.
Durrotun
Nafisah
6.
Dwi
Miftah P
7.
Evi
khosiatul K.
8.
Gesa
Febriawan
9.
Indra
Haryanto
10. Joko Winoto
11. Kharisma Nova
12. Khusnul Umami
13. Lu’luah
14. Mahfudz Fauzi
15. M. Afif Hasyim
16. M. Kamal Zamroni
17. M. Nur Falah
18. Nida’ul Khasanah
19. Nur kholis
20. Novita D. K
21. Sih Wahyunita
22. Siti Khariroh
23. Vicky Rihlatul M
24. Widayati
( 2 ). XI IPA - 1
2011
Inilah ternyata jalanku ada di IPA bersama yang lainnya. Ya,
aku memiliki teman baru lagi dari kelas sebelah. Walau harus beradaptasi
seperti dulu tapi kali ini lebih ringan. Katanya semasa kelas XI itu adalah
puncaknya hura-hura. Disini tidak memiliki rasa takut lagi dengan lingkungan
dan belum memikirkan ujian. Jadi yang dirasa senang selalu. Di kelas XI ini aku
memiliki satu sahabat cowok yang dia itu sangat loyal terhadap kelasnya. Dia
mempunyai jiwa rela berkorban untuk kelas. Banyak ide-ide yang disumbangkannya.
Mulai dari menata tiap perlengkapan ruang, dekorasi dan kerindangan agar tetap
nyaman buat belajar. Kali ini dia merencanakan bikin kaos angkatan. Semuanya
langsung setuju. Kebetulan dia yang mendesain dan alhasil dapat diterima.
Tahun ini aku bertemu sahabat yang dia sangat protektif. Dia
terlalu disiplin. Bahkan kalo guru lupa tentang tugasnya dia yang aktif
ngingetin. Dia pengganti si Caper sebenarnya sehingga teman-teman yang
basic-nya pemalas pasti membencinya. Walapun demikian dialah yang berjasa di
kelas XI ini. Dia yang memberikan nama “Sahabat Sejati” untuk nama angkatan
yang bakalan akan ditulis di kaos.
Katanya Sahabat Sejati
itu kepanjangan dari :
SetiA
HanyA Bagi sAins Tercinta
SElalu
menJAdi 1haTI
Pencetus nama yang unik, sangat kreatif. Aku menyukai desain
itu.
Hmm, disinilah mulai ada kubu-kubu dikelas. Mulai dari
kumpulan cewek yang merasa cantik, kumpulan cewek yang sok cantik, ada yang
biasa-biasa saja. Tapi aku masuknya di persahabatan F4. Ketuanya saja di F4,
jadi semuanya ya ikut-ikutan mendirikan komunitas di atas komunitas. Walau
begitu kebersamaan tidak pernah terhentikan. Dengan adanya kubu-kubu justru
dilatih untuk berhati-hati dengan lingkungannya. Jika ditanya kekompakan kelas,
ini yang paling unggul. Apalagi orang-orangnya unik. Terlebih 50% adalah alumni
ikan sepat jadi ya kelas tergokil tetap di sini, dimana masih ada aku di
sekolahkan.
Bukan untuk kesombongan. Ini kenyataan aktivis OPMA
(Organisasi Pelajar Madrasah Aliyah) kebanyakan dari XI IPA-1, Dewan Ambalan
(Bantara) juga. Dua organisasi besar ini di pegang penuh oleh kelas XI IPA-1.
Oh ya, kalo yang ini tentang Jurnalistik (KIR) di perebutkan oleh kelas XI
IPA-1 dan XI IPA-2. Tapi Alhamdulillah pimpinan redaksi Majalah Tahunan aku
pegang, jadi KIR Jurnalistik juga di ambil alih anak didik kelas XI IPA-1. Hmm,
ahli music juga dari sahabat Sejati apalagi kebanyakan penghuni asrama dapat
disimpulkan rebana di tangan XI IPA-1. Sejujurnya berada di kelas aktivis itu
adalah kebanggaan tersendiri rasanya sudah berada di sekolah yang berstandar
internasional. Hehe
Persaingan memang sudah jadi hal biasa di dunia pendidikan.
Siapapun ingin jadi yang terbaik. Sainganku tambah satu lagi cewek yang kini
menyumbangkan jasanya untuk kelas.bila kuterawang dia memang kritis, sedikit
kreatif dan hebat dekat dengan guru. Sebetulnya berat sih, tapi ingatlah
“Berlomba-lomba dalam kebaikan” pasti lebih menyenangkan. Sensitif adalah sifat
yang susah diimbangi, dikit-dikit mudah tersinggung. Inilah sifat yang saat ini
sedang menerkam kita yang jiwanya masih labil. Sedikit cerita, disinilah aku
menemukan cinta pertamaku dengan sang legendaries music di sekolah. Itulah
sebabnya sampai sekarang music masuk dalam kategori kebiasaan yang kusukai.
Perpisahan awalnya menegangkan. Tahun lalu angkatan 2010
bakalan di acak tapi tidak jadi, dengar-dengar pengacakan kelas dimulai tahun
ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa kita Sahabat Sejati akan dipasahkan. Boring
bila disuruh beradaptasi terus tiap tahunnya. Namun situasi mencekam itu mulai
mereda kala melihat kenyataan bahwa kelas tidak di acak.
Nama XI IPA-1 dan XII IPA Sains
1.
Abdul
Hasyim
2.
Ahmad
Faridli
3.
Ainun
Na’im
4.
Aldi
Setiawan
5.
Apriyani
6.
Devi
Istikhomah
7.
Dewi
Sartika
8.
Erwin
Dwi A.
9.
Indra
Haryanto
10. Juwariyah
11. Kharisma Nova R.
12. Makhfudz Fauzi
13. M. abdul Jalil A.
14. M. Ari Astriawan
15. M. Choirul Anam
16. M. Dzul Fikri
17. M. Kamal Zamroni
18. Muhyidin
19. Nur Azizah
20. Nur Indahyani
21. Sih Wahyunita
22. Siti Aminah
23. Tri Utami
24. Tutik Mukaromah
( 3 ). XII IPA SAINS
2012
Perjalanan pendidikan dengan orang yang
sama kini dimulai lagi. Insya Allah bakalan kekenyangan selama dua tahun
mengukir kenangan bersama. Jika dipikirkan lagi mungkinkah masih bisa berjalan
santai di atas tumpukan buku padahal didepan ujian penutupan akan dilakukan.
Kisah pendidikan tiga tahun akan segera berhenti dan mendapat ijazah itulah
yang dicari-cari semasa kaum kapitaslis dahulu.
Di awal semester 1 teringat sudah di
sibukkan dengan pembahasan soal-soal ujian tahun lalu. Sebuah program baru di
cetuskan, setiap anak kelas XII wajib berangkat pagi untuk mengikuti tutor.
Setiap hari kita sudah diberi makanan rumus-rumus Matematika, Fisika, Kimia dan
Biologi. Hmm, nasibnya anak IPA. Walau demikian kami tidak lupa untuk sekedar
axis sejenak di tiap agenda refresh sekolah yang di adakan OPMA. Mulai dari
Volly ball (cowok), Futsal sarung (cewek), Badminton tunggal (cowok), Debate
Contest, Pidato, LCC, dan K7. Tidak lagi menyombongkan kelas, tapi memang
kenyataan kami banyak yang jadi juara. Perjuangan bersama akhirnya membuahkan
hasil.
Pembuatan kaos angkatan ke dua. Tanpa
menunggu persetujuan langsung saja dibuat, karena saking kompaknya kalo yang
desain setuju ya semua ikut setuju. Jadi ingat masa lalu. Memang perjalanan F4
sangat singkat begitu juga cerita asmaraku. Tapi jika sudah bisa mendewasakan
diri seharusnya bisa menjalin komunikasi dengan baik. Tidak demikian, sikap itu
lebih memilih untuk menjauh dan tak ingin lagi mengenal virus itu.hari-hari di
isi dengan persahabatan satu kelas sesuai dengan namanya Sahabat Sejati IPA
Sains selamanya akan terjaga silaturrahminya.
Inilah akhir dari masa putih abu-abu.
Perpisahan itu akhirnya tiba ketika dinyatakan lulus. Pernah kuingin segera
pergi dari sekolah itu dan kini waktunya datang tapi kenapa ada perasaan berat
untuk meninggalkan kelas ini. Kita sudah terlanjur menjadi sahabat sehidup
semati, kita telah berhasil membangun keluarga, dan kita telah mengisi
hari-hari bersama di pembelajaran. Sanggupkah seketika kita dipisahkan hanya
karena kata Lulus? Bagiku itu tidak.
Seleksi Pesantren Kilat
Setelah itu kami disibukkan mau
melanjutkan sekolah atau kerja. Bimbang dan galau. Aku juga kebingungan.
Mungkin ini adalah jalanku, H-1 teman pramuka memberikan sebuah brosur tentang
seleksi Sanlat (Pesantren Kilat) SNMPTN 2012. Bayangkan dengan waktu satu hari
mungkinkah bisa mempersiapkan diri untuk ikut seleksi itu. Akhirnya bermodal
nekad aku mengrjakan soal-soal SNMPTN yang disediakan panitia. Sejujurnya aku
belum paham ini semacam yayasan atau apa, setahuku mereka adalah mahasiswa
UNDIP, UNNES, UNNISULA, IAIN, UNBRAW, UGM dan IKIP. Mendengar tampang mahasiswa
hatiku sangat berharap bisa lolos 60 besar. Hadiah bimbel gratis itu sudah
cukup bagiku asal memiliki bekal dalam peperangan guna masuk PTN. Dari MAIGA
yang ikut hanya lima orang. Para pejuang tangguh. Dan Alhamdulillah aku lolos.
Sanlat Sukses SNMPTN 2012
Penyesalan pasti datangnya terlambat.
Dulu aku sangat menyia-nyiakannya kini aku akan ikut karantina satu bulan
dengan 59 peserta lainnya dari berbagai sekolah sekabupaten Demak tanpa bisa
lagi bertemu dengannya. Mungkin ini jalan dari Yang Maha Kuasa hingga aku
benar-benar kini berada jauh dari sahabat-sahabatku. Aku berhasil masuk di PTN
tapi di luar ruang lingkup Semarang. Aku harus memahami arti dari perpisahan
sebenarnya.
Disini kenangan tentang ikan Se-pat dan Sahabat Sejati akan
selalu terukir di atas saraf-saraf otakku. Kalian dulu adalah motivatorku dan
sekarangpun masih sama. Ingatlah kalian akan kulukis dalam memori dunia
perkuliahanku di kota Satria ini, Unsoed Purwokerto.





