xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#'

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Sahabat Sejati

|| || || Leave a comments






SAHABAT SEJATI
IPA SAINS
( 1 ). IKAN SE-PAT (Ikatan X-4)
2010
            Mulai menginjak dunia SMA. Beribu perasaan campur aduk, aku di lepas oleh orang tua. Disinilah aku dituntut menemukan jatidiri. Kehidupan di atas roda berputar. Masih berbau anak SMP di awal, suasana manja dengan guru sudah terbiasa. Tapi karena berbagai karakter yang beranekaragam, tidak ada lagi kata santai bila ingin tetap hidup di dunia pendidikan tingkat SMA maka pinter-pinter berbaur dan menyesuaikan dengan teman barunya. Hmm, jika tidak jangan tanya kejadian apa yang kelak akan terjadi. Pasti tidak memiliki koneksi.
          Ikan Se-pat pertama kali dicetuskan oleh seorang siswa yang notaben-nya pelawak dikelas. Dia hanya asal usul tanpa landasan tapi menghasilkan sebuah hasil yang memuaskan bersama. Kamipun setuju dengan ketawa terbahak-bahak. Ini adalah sebuah ikatan satu kelas yang paling gokil selama abad itu. Didalamnya ada pelawak lebih dari 3 yang selalu meramaikan suasana, ada satu cewek terganas yang mudah tersinggung (Jika marah seperte kemasukan roh jahat, meja kursi di angkat dan dilempar ke orang yang membuatnya marah), ada lagi satu cewek yang memiliki bibir tipis (Dia cerewet banget), nah yang ini ada dua cewek yang berkebiasaan terbalik antara cewek Caper (Cari perhatian) dan cewek Kuper (Kurang Pergaulan), apalagi ya… yang jelas seisi anggota kelas itu kesemuanya di cap oleh kelas lain tergokil. Tiap ada kasus yang terpanggil pasti ada salah satu dari kita. Ini bukan berarti preman tapi candaan belaka di respon serius. Jadi ya ada yang naik darah. Di tambah lagi, ikan sepat di wali kelasi oleh guru terkuat ototnya. Bisa dibilang galak tapi ikutan gokil. Beliau adalah Pembina Pramuka dan pelatih setia Karate INKADO.
Ikan Se-Pat
Ikatan X-4
          Perjalanan semasa kelas pemula, dimana ini adalah tahun adaptasi. Kami tetap axis disetiap ajang perlombaan kelas. Dari bidang olahraga, cewek dan cowok semuanya berbadan kuat hingga tidak ada yang ngalahin walau itu kakak kelas. Kemudian kebersihan kelas, kita itu rajin-rajin. Nah yang satu ini ikan sepat dikalaihn, dalam bidang prestasi satu sekolah di pegang oleh kelas X-1 sedangkan X-4 urutan kedua. Aku baru ingat, si X-1 itu dulu adalah pesaing beratku di SMP. Tahun ajaran kali ini okelah aku tidak jadi nomor satu, aku terima. Tapi untuk tahun depan semoga aku bisa jadi yang terbaik. Ikan sepat merupakan wadahku untuk mengenal dunia SMA. Disini aku belajar banyak tentang pergaulan luar yang biasanya kulihat di TV. Yang jelas tetap selalu ambil positifnya.
Kedatangan Miss Paula Islard
Detik-detik kenaikan kelas, MAIGA kedatangan guru sukarelawan dari Jerman. Inilah keinginanku bisa bercakap bahasa inggris dengan bule. Orang luar negeri terutama orang barat sangat menghargai waktu. Yang paling aku suka dia sangat disiplin. Aku belajar lagi arti dari waktu. Miss Paula memang nonmuslim tapi karena sekolahku berbau pesantren jadi dia coba menyesuaikan, dia memakai jilbab. Subhanalloh cantik sekali. Kontrak pembelajaran dengan UNESCO itu hanya berlangsung 6 bulan. Walau sebentar tetap terjalin simbiosis mutualisme. MAIGA menambah wawasan tentang maple bahasa Inggris sedangkan Miss Paula belajar tentang kebudayaan Indonesia yang masih original ini.
          Perpisahan kelas sudah tiba. Kami akan dibagi sesuai minat dan keterampilan masing-masing. Ada tiga jurusan yang ditawarkan yaitu IPA, IPS dan Bahasa. Dulu sempat ada yang tidak ingin terpisah, kalau perlu satu kelas masuk IPA semua biar bisa satu kelas lagi bersama. Semua sudah coba di atur, berharap sesuai keinginan tapi akhirnya kami terpisahkan di bidangnya masing-masing. Itulah ternyata perjalanan pendidikan di SMA.
Nama-nama Ikan Sepat

1.      Aldi Setiawan
2.      Alina Sufi
3.      Agus Purnomo
4.      Dewi Sartika
5.      Durrotun Nafisah
6.      Dwi Miftah P
7.      Evi khosiatul K.
8.      Gesa Febriawan
9.      Indra Haryanto
10. Joko Winoto
11. Kharisma Nova
12. Khusnul Umami
13. Lu’luah
14. Mahfudz Fauzi
15. M. Afif Hasyim
16. M. Kamal Zamroni
17. M. Nur Falah
18. Nida’ul Khasanah
19. Nur kholis
20. Novita D. K
21. Sih Wahyunita
22. Siti Khariroh
23. Vicky Rihlatul M
24. Widayati

( 2 ). XI  IPA - 1
2011
Inilah ternyata jalanku ada di IPA bersama yang lainnya. Ya, aku memiliki teman baru lagi dari kelas sebelah. Walau harus beradaptasi seperti dulu tapi kali ini lebih ringan. Katanya semasa kelas XI itu adalah puncaknya hura-hura. Disini tidak memiliki rasa takut lagi dengan lingkungan dan belum memikirkan ujian. Jadi yang dirasa senang selalu. Di kelas XI ini aku memiliki satu sahabat cowok yang dia itu sangat loyal terhadap kelasnya. Dia mempunyai jiwa rela berkorban untuk kelas. Banyak ide-ide yang disumbangkannya. Mulai dari menata tiap perlengkapan ruang, dekorasi dan kerindangan agar tetap nyaman buat belajar. Kali ini dia merencanakan bikin kaos angkatan. Semuanya langsung setuju. Kebetulan dia yang mendesain dan alhasil dapat diterima.
Tahun ini aku bertemu sahabat yang dia sangat protektif. Dia terlalu disiplin. Bahkan kalo guru lupa tentang tugasnya dia yang aktif ngingetin. Dia pengganti si Caper sebenarnya sehingga teman-teman yang basic-nya pemalas pasti membencinya. Walapun demikian dialah yang berjasa di kelas XI ini. Dia yang memberikan nama “Sahabat Sejati” untuk nama angkatan yang bakalan akan ditulis di kaos.
Katanya Sahabat Sejati itu kepanjangan dari :
SetiA HanyA Bagi sAins Tercinta
SElalu menJAdi 1haTI
Pencetus nama yang unik, sangat kreatif. Aku menyukai desain itu.
Hmm, disinilah mulai ada kubu-kubu dikelas. Mulai dari kumpulan cewek yang merasa cantik, kumpulan cewek yang sok cantik, ada yang biasa-biasa saja. Tapi aku masuknya di persahabatan F4. Ketuanya saja di F4, jadi semuanya ya ikut-ikutan mendirikan komunitas di atas komunitas. Walau begitu kebersamaan tidak pernah terhentikan. Dengan adanya kubu-kubu justru dilatih untuk berhati-hati dengan lingkungannya. Jika ditanya kekompakan kelas, ini yang paling unggul. Apalagi orang-orangnya unik. Terlebih 50% adalah alumni ikan sepat jadi ya kelas tergokil tetap di sini, dimana masih ada aku di sekolahkan.
Bukan untuk kesombongan. Ini kenyataan aktivis OPMA (Organisasi Pelajar Madrasah Aliyah) kebanyakan dari XI IPA-1, Dewan Ambalan (Bantara) juga. Dua organisasi besar ini di pegang penuh oleh kelas XI IPA-1. Oh ya, kalo yang ini tentang Jurnalistik (KIR) di perebutkan oleh kelas XI IPA-1 dan XI IPA-2. Tapi Alhamdulillah pimpinan redaksi Majalah Tahunan aku pegang, jadi KIR Jurnalistik juga di ambil alih anak didik kelas XI IPA-1. Hmm, ahli music juga dari sahabat Sejati apalagi kebanyakan penghuni asrama dapat disimpulkan rebana di tangan XI IPA-1. Sejujurnya berada di kelas aktivis itu adalah kebanggaan tersendiri rasanya sudah berada di sekolah yang berstandar internasional. Hehe
Persaingan memang sudah jadi hal biasa di dunia pendidikan. Siapapun ingin jadi yang terbaik. Sainganku tambah satu lagi cewek yang kini menyumbangkan jasanya untuk kelas.bila kuterawang dia memang kritis, sedikit kreatif dan hebat dekat dengan guru. Sebetulnya berat sih, tapi ingatlah “Berlomba-lomba dalam kebaikan” pasti lebih menyenangkan. Sensitif adalah sifat yang susah diimbangi, dikit-dikit mudah tersinggung. Inilah sifat yang saat ini sedang menerkam kita yang jiwanya masih labil. Sedikit cerita, disinilah aku menemukan cinta pertamaku dengan sang legendaries music di sekolah. Itulah sebabnya sampai sekarang music masuk dalam kategori kebiasaan yang kusukai.
Perpisahan awalnya menegangkan. Tahun lalu angkatan 2010 bakalan di acak tapi tidak jadi, dengar-dengar pengacakan kelas dimulai tahun ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa kita Sahabat Sejati akan dipasahkan. Boring bila disuruh beradaptasi terus tiap tahunnya. Namun situasi mencekam itu mulai mereda kala melihat kenyataan bahwa kelas tidak di acak.
Nama XI IPA-1 dan XII IPA Sains

1.      Abdul Hasyim
2.      Ahmad Faridli
3.      Ainun Na’im
4.      Aldi Setiawan
5.      Apriyani
6.      Devi Istikhomah
7.      Dewi Sartika
8.      Erwin Dwi A.
9.      Indra Haryanto
10. Juwariyah
11. Kharisma Nova R.
12. Makhfudz Fauzi
13. M. abdul Jalil A.
14. M. Ari Astriawan
15. M. Choirul Anam
16. M. Dzul Fikri
17. M. Kamal Zamroni
18. Muhyidin
19. Nur Azizah
20. Nur Indahyani
21. Sih Wahyunita
22. Siti Aminah
23. Tri Utami
24. Tutik Mukaromah


( 3 ). XII IPA SAINS
2012
Perjalanan pendidikan dengan orang yang sama kini dimulai lagi. Insya Allah bakalan kekenyangan selama dua tahun mengukir kenangan bersama. Jika dipikirkan lagi mungkinkah masih bisa berjalan santai di atas tumpukan buku padahal didepan ujian penutupan akan dilakukan. Kisah pendidikan tiga tahun akan segera berhenti dan mendapat ijazah itulah yang dicari-cari semasa kaum kapitaslis dahulu.
Di awal semester 1 teringat sudah di sibukkan dengan pembahasan soal-soal ujian tahun lalu. Sebuah program baru di cetuskan, setiap anak kelas XII wajib berangkat pagi untuk mengikuti tutor. Setiap hari kita sudah diberi makanan rumus-rumus Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Hmm, nasibnya anak IPA. Walau demikian kami tidak lupa untuk sekedar axis sejenak di tiap agenda refresh sekolah yang di adakan OPMA. Mulai dari Volly ball (cowok), Futsal sarung (cewek), Badminton tunggal (cowok), Debate Contest, Pidato, LCC, dan K7. Tidak lagi menyombongkan kelas, tapi memang kenyataan kami banyak yang jadi juara. Perjuangan bersama akhirnya membuahkan hasil.
Pembuatan kaos angkatan ke dua. Tanpa menunggu persetujuan langsung saja dibuat, karena saking kompaknya kalo yang desain setuju ya semua ikut setuju. Jadi ingat masa lalu. Memang perjalanan F4 sangat singkat begitu juga cerita asmaraku. Tapi jika sudah bisa mendewasakan diri seharusnya bisa menjalin komunikasi dengan baik. Tidak demikian, sikap itu lebih memilih untuk menjauh dan tak ingin lagi mengenal virus itu.hari-hari di isi dengan persahabatan satu kelas sesuai dengan namanya Sahabat Sejati IPA Sains selamanya akan terjaga silaturrahminya.
Inilah akhir dari masa putih abu-abu. Perpisahan itu akhirnya tiba ketika dinyatakan lulus. Pernah kuingin segera pergi dari sekolah itu dan kini waktunya datang tapi kenapa ada perasaan berat untuk meninggalkan kelas ini. Kita sudah terlanjur menjadi sahabat sehidup semati, kita telah berhasil membangun keluarga, dan kita telah mengisi hari-hari bersama di pembelajaran. Sanggupkah seketika kita dipisahkan hanya karena kata Lulus? Bagiku itu tidak.
Seleksi Pesantren Kilat
Setelah itu kami disibukkan mau melanjutkan sekolah atau kerja. Bimbang dan galau. Aku juga kebingungan. Mungkin ini adalah jalanku, H-1 teman pramuka memberikan sebuah brosur tentang seleksi Sanlat (Pesantren Kilat) SNMPTN 2012. Bayangkan dengan waktu satu hari mungkinkah bisa mempersiapkan diri untuk ikut seleksi itu. Akhirnya bermodal nekad aku mengrjakan soal-soal SNMPTN yang disediakan panitia. Sejujurnya aku belum paham ini semacam yayasan atau apa, setahuku mereka adalah mahasiswa UNDIP, UNNES, UNNISULA, IAIN, UNBRAW, UGM dan IKIP. Mendengar tampang mahasiswa hatiku sangat berharap bisa lolos 60 besar. Hadiah bimbel gratis itu sudah cukup bagiku asal memiliki bekal dalam peperangan guna masuk PTN. Dari MAIGA yang ikut hanya lima orang. Para pejuang tangguh. Dan Alhamdulillah aku lolos.
Sanlat Sukses SNMPTN 2012
Penyesalan pasti datangnya terlambat. Dulu aku sangat menyia-nyiakannya kini aku akan ikut karantina satu bulan dengan 59 peserta lainnya dari berbagai sekolah sekabupaten Demak tanpa bisa lagi bertemu dengannya. Mungkin ini jalan dari Yang Maha Kuasa hingga aku benar-benar kini berada jauh dari sahabat-sahabatku. Aku berhasil masuk di PTN tapi di luar ruang lingkup Semarang. Aku harus memahami arti dari perpisahan sebenarnya.




Disini kenangan tentang ikan Se-pat dan Sahabat Sejati akan selalu terukir di atas saraf-saraf otakku. Kalian dulu adalah motivatorku dan sekarangpun masih sama. Ingatlah kalian akan kulukis dalam memori dunia perkuliahanku di kota Satria ini, Unsoed Purwokerto.





The Sihwa nita