AKU
Aku adalah cayaha
Yang menerangi kalbumu
Berlarian dalam gelapnya hitam
Aku adalah angin
Yang terus berhembus lembut
Hingga menyejukkan jiwamu
Aku adalah belati
Yang terkadang bisa menusukmu
Yang hidup berlapis dinding
keterpurukan
Aku adalah seorang manusia
Makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna
Adiguna menyuburkan akar-akar
cengkraman otak
Untuk berfikir di masa kejam ini
Di kala peperangan maut itu tiba
Aku adalah pejuang
Yang akan berjuang sampai titik darah
penghabisan
Demi jiwa dan ragaku yang mungkin
ternodai
Oleh dosa-dosa rekaan
Oleh bisikan makhluk-makhluk neraka
Aku bagaikan sang Zahra
Yang kini tertanam di Sahara
Hingga kuhaus akan pahala kebaikan
Haus akan kasih saying dunia
Haus akan ucapan-ucapan kedamaian
Namun, aku adalah umat
Yang sedang berkelana ditaman
kebimbangan
Yang hidup mecari keselamatan
Yang bercita-cita luhur menaburkan aura
Di titik pengharapan