xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Kesadaran Diri untuk Alam

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Kesadaran Diri untuk Alam

|| || || Leave a comments
Efek film 5 centimeter berujung pada tanggungjawab besar di dunia kancah Pecinta Alam. Setelah selesei rilis tiba-tiba membludaknya pendaki di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang berbondong-bondong menuju Ranu Kumbolo dan melakukan pendakian seperti yang terdapat dalam alur cerita menimbulkan pro dan kontra dibeberapa kalangan, padahal banyak dari pendaki pemula yang belum dibekali ilmu kepecintaalaman agar pendakian masih berpegang pelestarian. Masyarakat berhak dan sah untuk menancapkan kebanggaannya di puncak tertinggi, namun tetap ada Kode Etik Pecinta Alam yang harus dipenuhi. Mungkin aturan main ini tidak tertulis, walaupun tertulis pasti tulisannya akan bertambah dengan dibubuhi coretan yang disebut vandalisme. Kesepakatan tak tertulis ini adalah kesadaran, yakni tahu apa yang harus dilakukan disana beserta konsekuensi yang akan dihadapinya. Dalam momen ini banyak pabrikan yang berlomba-lomba membuat produk sehingga memudahkan orang selama pendakian. Dibalik tenda yang hangat bisa bercanda dan berkelakar semalaman tanpa menghiraukan kehidupan diluar. Suara-suara asing muncul di tengah gunung dan mengganggu habitat binatang diurnal yaitu butuh keheningan untuk istirahat dan nocturnal yaitu butuh konsentrasi untuk mencari mangsa sebagai cara bertahan hidupnya. Terkadang sampah yang berceceran mengakibatkan tindak tak hewani dengan tanpa sadar memberi makan kepada binatang yang bukan semestinya. Bagaiman rasanya jika ada kera Ekor Panjang di Plawangan Sembalun mengobrak-abrik tenda dan menjarah makanan manusia. Dari sini adanya biscuit, roti, mie instan taka sing dimakan oleh kera padahal secara ekologi jelas itu bukan makanannya. Pendaki memang unik bahkan disaat naik ada juga yang membawa gitar, radio/tape record untuk mengalunkan lagu romantic di lereng gunung. Padahal suara asing ini membuat Ayam Hutan enggan bertelur karena brisik, atau burung jadi tunggang langger mendengar teriakan manusia. Terkadang ada tangan jahil menggerogoti pohon yang tak bersalah, pisau atau benda tajam menjadi pena untuk menyayat nama atau kelompok yang pernah datang ke sini. Apa sebenarnya manfaat yang didapat, walaupun ada orang yang membaca itu percuma karena tak ada yang kenal. Selanjutnya tiba-tiba ada lalat hijau yang hinggap membawa aroma tajam, udara gunung yang seharusnya segar menjadi tak sedap akibat aroma tinja. Apa susahnya berak meniru kucing yakni dengan menggali lubang dan menutupnya. Semuanya dilandasi dari kesadaran masing-masing. Sebagai seorang pendatang haruslah mampu menjaga sikap dan ikut menghargai kehidupan mkhluk hidup lain yang justru pemiliknya. Santun selama perjalanan dan patuh aturan saat bertindak, setidaknya menjadi bekal untuk kesadaran diri pada alam. Bagaimana caranya agar para pendaki selalu membawa sampahnya mengikuti mereka turun, karena gunung sebelumnya selalu bersih. Yang pasti naik gunung sudah merusak tapi setidaknya bisa meminimalisir efeknya. Selamat berpetualang, ketika alam dirusak pasti alam akan memperbaikinya jadi bersikaplah bijak. sumber : http://dhaverst.wordpress.com/2012/11/21/cara-alam-menyeimbangkan-dirinya/ Sumber: http://id.shvoong.com/travel/adventure/2413095-kesadaran-diri-untuk-alam/#ixzz2xG90ZSWe
/[ 0 comments Untuk Artikel Kesadaran Diri untuk Alam]\

Post a Comment