Saya punya mimpi yang besar, saya berangan untuk cita yang tinggi itu, ya saya... anak desa yang tabu dengan banyak hal, sekarang merasakan hingar bingar kota pelajar metropolitan.. mulai berkenalan dengan hal baru dan merasakan sesaknya persaingan kota metropolitan,
saya takut, takut terpeleset dan jatuh dijalan yang ramai itu, apabila tidak berhati-hati bisa-bisa kotor baju ini, sungguh ujian yang luar biasa bagi saya seorang anak desa..
dalam keheningan malam saya termenung, bagaimana kabar bapak dan ibu di desa? apakan mereka makan enak seperti saya disini sekarang? apa semuanya mudah bagi mereka? bagaimana dagangannya? laku banyak atau tidak yaa? rindu bapak dan ibu
dalam kebisingan, saya bertekad dengan ambisi akan meraih kesuksesan.. berbuat semampu saya dan yang terbaik yang dapat saya lakukan,, saya punya tujuan disini.. saya punya mimpi yang telah saya tulis jauh hari sebelum saya mengenal kamu
iya kamu,, lelaki pertama yang benar mengenal saya, yang benar peduli dengan saya dan benar saya akui kamu lelaki yang luar biasa setelah ayah saya :)
kamu bisa menerima kekurangan saya, menerima saya apa adanya dan memahami saya sepenuhnya, tetapi sayang kamu hanya bisa merasakannya untuk kamu, saya hanya bisa menebak dalam diam
sering berpikir ketika saya lelah dengan semuanya, apakah saya pantas untuk kamu yang terlalu sempurna? yang seharusnya bisa mendapat yang lebih baik dari saya? saya hanya seorang anak desa... ajari saya untuk memahamimu, ajari saya untuk mengenalmu agar saya bisa mengimbangimu,,,
Semakin berpikir dan terus berpikir,
saya belum mampu memahami, apa yang sebenarnya terjadi saat ini
saya bingung dengan keadaan sekarang, saya takut melangkahkan kaki ini... bagaimana kalau saya jatuh ke lumpur hitam itu? bagaimana kalau saya tersesat di lorong yang gelap itu?
disini saya menyadari, bagaimanapun saya dengan ketakutan dan kebingungan saya, waktu tidak bisa kembali, semakin saya takut dan ragu maka waktu akan menindas saya, saya pasti akan jatuh dan terpuruk didalamnya, saya tidak bisa terpenjara dalam kegelapan itu.. apapn yang terjadi saya harus keluar bahkan apabila itu mengorbankan perasaan dan jiwa saya, saya hanya ingin menjadi orang baik, menjadi orang yang berarti bagaimanapun keadaan saya,,, kembali pada prinsip saya khoirunnas anfa uhum linnas,,,
terlepas dari semuanya saya hanya seorang abdi, yang secara sukarela dengan segenap semangat serta kemampuan mengabdii sebagai hamba Tuhan, berharap bisa memudahkan jalan bagi orang lain untuk sebuah pengalaman dan kenangan terindah masa-masa pencarian jatidiri.. ajari aku untuk melakukan semuanya secara beriringan dan seimbang, ajari aku unutk tetap belajar dan belajar memahami kehidupan, tempa aku menjadi sebuah batu mulia intan yang berkilau,,
Bangun dari renungan sore ini, kembalikan semangat membaramu dan sematkan senyum terindah diwajahmu itu :) be fight, 240515
WAKEUP,, KEEP SPIRIT untuk esok lebih baikk ^_^Anak desa dalam renungannya
Untuk Sahabat, dikutip dari Dwi Intan Puji Astuti
Post a Comment