xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Penentuan Waktu

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Penentuan Waktu

|| || ,, || Leave a comments
Penentuan Waktu Gerakan Matahari dan benda-benda langit lainnya yang bergerak dari timur ke barat. Gerakan ini disebut gerakan semu Matahari yang dapat digunakan dalam penentuan waktu (jam). Hari Matahari Simamora,P.(1975: 66-72) mengemukakan bahwa satu hari matahari adalah ditentukan oleh selang waktu antara dua kulminasi. Kulminasi Atas disebut tengah hari (pukul 12.00) dan Kulminasi Bawah adalah saat tengah malam (pukul 24.00 atau pukul 00.00). Dalam pegertian kita sehari-hari, satu hari matahari adalah waktu yang diperlukan Matahari bergerak semu mengelilingi Bumi, terhitung mulai titik Kulminasi Atasnya hingga kembali lagi ke titik Kulminasi Atasnya lagi. Dari hasil pengamatan ternyata panjang hari matahari (semu) selama setahun berbeda-beda (tidak konstan), hal ini disebabkan: 1) Bentuk lintasan revolusi Bumi adalah elips. Dalam perjalanan Bumi mengelilingi Matahari membuat lintasan berbentuk elips sehingga waktu lintasan dekat Matahari (perihelium) pergerakannya cepat dan pada waktu lintasan terjauh dengan Matahari (aphelium) pergeserannya pada ekliptika lambat. Dengan adanya kecepatan gerak Bumi mengelilingi matahari (revolusi) tidak sama sedang rotasi bumi tetap maka terjadilah pergeseran semu pada ekliptika tidak seragam, akibatnya saat Matahari mencapai kulminasinya tidak sama. Artinya panjang hari pada hari matahari setiap harinya tidak sama. 2) Inklinasi ekliptika pada ekuator langit Oleh sebab perputaran Bumi pada sumbunya (rotasi) miring maka kedudukan bidang ekuator langit dengan bidang ekliptika membentuk sudut 23,50. Akibat dari itu sepanjang tahun Matahari seolah-olah bergeser ke arah Utara atau ke arah Selatan. Enam bulan berada di belahan Utara dan enam bulan di belahan bumi Selatan. Gerakan tersebut menyebabkan terjadi perbedaan panjang hari terutama pada lintang geografis sedang atau tinggi baik di belahan Bumi Utara atau belahan Bumi Utara. Hari Bintang (Sidereal Day) Hari Bintang adalah selang waktu yang diperlukan sebuah Bintang untuk berkulminasi pada tempat yang sama pada saat berikutnya dalam meridian langit yang sama dari suatu tempat. Satu hari bintang (sehari semalam bintang) adalah waktu yang diperlukan sebuah bintang (lebih umum disebut titik Aries) bergerak semu mengelilingi Bumi mulai dari titik Kulminasi Atasnya sampai ke titik Kulminasi Atasnya lagi. Hari Matahari lamanya 24 jam sedangkan hari Bintang adalah 23 jam 56 menit. Jadi perbedaan antara hari Matahari dan hari Bintang adalah 1/365 x 24 jam atau 1/365 x 1440 menit yaitu 3 menit 56 detik dibulatkan menjadi 4 menit. Jadi pada hari berikutnya Bintang tersebut akan berkulminasi 4 menit lebih awal. Anda dapat menghitung selama 30 hari menjadi 30 x 4 menit yaitu 120 menit atau 2 jam. Jadi setelah 12 bulan (1 tahun) yaitu 12 x 2 jam = 24 jam. Dengan demikian setahun kemudian baru Bintang tersebut akan berkulminasi pada jam yang sama. Jadi seolah-olah langit perbintangan berputar kurang lebih 10 setiap hari. Satu tahun Bintang 3600 dibagi 365,25 hari Matahari. Sebagai contoh, pada tanggal 22 Maret Bintang Regulus berkulminasi pada pukul 08.00, pada tanggal 22 April bintang tersebut berkulminasi pukul 06.00, dan pada tanggal 22 Mei Bintang tersebut berkulminasi pukul 04.00. Dari pendataan tersebut maka: · 1 hari bintang = 1 hari matahari dikurangi 4 menit, · 1 jam bintang = 1 jam matahari dikurangi 1 detik. Dari perhitungan di atas maka ada tanggal-tanggal istimewa untuk waktu Bintang dan waktu Matahari, yaitu: · Tanggal 21 Maret, pukul 00.00 waktu Bintang = pukul 12.00 waktu Matahari, · Tanggal 21 Juni, pukul 00.00 waktu Bintang = pukul 06.00 waktu Matahari, · Taggal 23 September, pukul 00.00 waktu Bintang = pukul 00.00 waktu Matahari, · Tanggal 22 Desember, pukul 00.00 waktu Bintang = pukul 18.00 waktu Matahari. Jadi hubungan antara Lokal Siderial Times (LST) atau waktu Bintang, dengan Local Civil Times (LCT) dan jumlah hari perbedaan sejak 22,7 September (dibulatkan 23 September) sampai tanggal yang ditentukan adalah: LST = LCT + (4.69/70) D. Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/2415127-penentuan-waktu/#ixzz2zD23xpYb
/[ 0 comments Untuk Artikel Penentuan Waktu]\

Post a Comment