Social Bookmarking
Bahaya Rokok Elektrik
Unknown || Thursday, April 3, 2014 || || Leave a comments
Rokok elektrik atau rokok eletronik kini sudah mulai banyak beredar dipasaran. Rokok ini diklaim sebagai rokok yang 100% sehat. Pada dasarnya rokok ini tidak membakar tembakau seperti rokok yang sering Anda temui. Rokok ini juga tidak menghasilkan asap seperti rokok tradisional. Bentuknya mirip dengan rokok biasa hanya saja rokok ini memiliki baterai di dalamnya.
Setelah menghirup rokok ini akan menghasilkan uap air yang cairannnya terbuat dari air dan propyleneglycol. Propyleneglycol diklaim sebagai bahan yang aman. Rokok biasa mengeluarkan asap tembakau sedangkan rokok elektrik hanya mengeluarkan uap air. Uap air bisa dikatakan aman. Beberapa orang yang menggunakan rokok elekrik berpendapat bahwa mereka merasa lebih sehat dan kapasitas paru-paru menjadi lebih baik. Rokok elektrik dianggap sebagai alternatif lain bila Anda ingin merokok.
Rokok elektrik juga dinyatakan sebagai alternatif bila Anda ingin berhenti merokok. Resiko rokok elektrik terhadap tubuh tidak separah rokok biasa. Rokok ini tidak akan menyebabkan kanker atau kulit kusam akibat asap rokok. Asap rokok dapat menyebabkan efek buruk baik perokok aktif maupun pasif. Bahaya rokok elektrik juga tidak akan merusak paru-paru. Rokok ini tersedia dalam berbagai rasa seperti, cokelat dan strawberry.
Hanya saja rokok tetaplah rokok walaupun berbentuk elektrik, rokok dengan teknologi canggih ini tetap memiliki efek samping. Bahaya rokok elektrik dapat dilihat dari kandungannya meskipun telah diklaim aman. Nikotin ternyata masih digunakan sebagai bahan dasar rokok ini sehingga efek negatifnya masih dapat Anda rasakan. Esensi tembakau ternyata juga masih dimasukkan sehingga membuat Ada ingin terus merokok lagi dan lagi.
Rokok elektrik ternyata mengandung tetramethylpyrazine yang dapat merusak otak. Bahaya rokok elektronik tidak hanya terdapat dalam kandungannya saja. Kenyataannya rokok ini tidak benar benar membuat Anda berhenti merokok. Dalam kandungannya saja terdapat esensi tembakau dan nikotin. Beberapa produsen rokok elektronik juga tidak menawarkan bukti dokumentasi dalam tahap uji coba bahwa produk mereka dapat menghentikan perokok aktif untuk merokok.
Resiko rokok elektrik sebenarnya sama saja dengan rokok biasa. Rokok ini ternyata mengandung karsiogen, dan dietilena glikol yang digunakan dalam produk kimia. Rokok ini menggunakan baterai yang ternyata mengandung nikotin dan bahan kimia lainnya. Kecanduan terhadap nikotin tentu tidak akan berkurang.
Hingga saat ini rokok elektrik masih diuji di beberapa laboratorium. Pemerintah Australia bahkan melarang produk ini masuk ke negaranya karena bahaya rokok elektrik masih sama dengan rokok biasa. Resiko rokok elektrik diperkirakan masih ada dan masih diteliti. Resiko rokok elektrik membuat ahli kesehatan masyarakat Amerika terus memantau produk ini. Rasa rokok elektrik seperti strawberry dan cokelat dikhawatirkan akan membangkitkan minat anak untuk merokok. Rokok apapun bentuknya memiliki bahaya dan resiko yang sama. Pada dasarnya rokok membutuhkan nikotin dan tembakau sebagai bahan dasarnya. Selama kedua bahan ini tetap ada dalam rokok maka rokok apapun tidak akan terjamin aman
Banyak orang menganggap bahwa rokok elektrik jauh lebih aman dibanding rokok tembakau biasa. Alasannya: tidak berasap. Tapi para ilmuwan justru mengatakan bahwa rokok elektrik bisa lebih membunuh dibanding rokok tembakau. Terutama rokok elektrik yang mengandung nikotin cair. The New York Times pernah menyebutkan bahwa nikotin cair dalam rokok elektrik bersifat neurotoksin, yang jauh lebih berbahaya dari tembakau. Selain itu, kasus keracunan nikotin cair pun diketahui meningkat 300 persen sejak 2012, atau menjadi 1.851 kasus pada 2013. Diperkirakan, angka di 2014 akan meningkat hingga 2 kali lipat.
Sayangnya, korban justru lebih banyak diderita oleh anak-anak di bawah usia 4 tahun. Mereka mengalami muntah dan kejang setelah terpapar nikotin cair. Baik secara oral maupun kulit. Sementara itu, Minneapolis Star Tribune mencatat, anak-anak sering terkecoh karena botol nikotin yang disertai gambar-gambar perasa, termasuk cokelat. Bahkan para remaja, seperti ditulis Foxnews Insider, mencampurkannya dengan minuman berenergi. The Times pun menuding kemasan yang memungkinkan untuk diisi ulang menjadi penyebab meningkatnya kasus keracunan. Dulu rokok elektrik hanya menggunakan isi sekali pakai. Tapi kini tersedia juga isi ulang berupa campuran nikotin, perasa dan pelarut. Kebanyakan isi ulang rokok elektrik memiliki kadar nikotin 1,8 persen hingga 2,4 persen sehingga mungkin tidak mematikan. Namun cairan serupa dengan kadar 7,2 persen mudah ditemukan di internet, yang bahkan sebuah perusahaan memperkirakan bisa menjualnya hingga 2 juta liter nikotin cair di Amerika Serikat tahun ini.
sumber
: http://diegodelapan.blogspot.com/2013/02/bahaya-rokok-elektrik.html
Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2413653-bahaya-rokok-elektrik/#ixzz2xtXhTOSZ
Post a Comment