Pengaruh Psikologis akibat Obesitas menanamkan pemikiran yang berdampak buruk terhadap kelangsungan hidupnya. Bagi orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan terkadang merasa frustasi dan depresi karena bawaan psikologis yang tidak mengharapkan keadaan seperti itu. Ada beberapa macam dampak Obesitas secara Psikologis yang dijumpai pada kehidupan sehari-hari manusia.
Di beberapa Negara barat menganggap bahwa obesitas cenderung pemalas dan tidak mempunyai kemauan. Kegemukan yang terjadi disebabkan oleh kurangnya aktivitas yang dilakukan oleh tubuh. Banyak pakar berpendapat bahwa orang yang mempunyai berat badan yang berlebihan menganggap olahraga adalah kegiatan yang paling sulit dilakukan dan jika itu menjuarai pikiran malasnya maka akan memperparah kondisi tubuhnya yang semakin membengkak akibat kurangnya pergerakan.
Setiap manusia baik laki-laki ataupun perempuan pasti mengharapkan memiliki tubuh yang ideal. Berat badan yang ideal membuat individu yang mengalami obesitas merasa kurang percaya diri jika bersanding. Bahkan hampir semua model yang direkrut sangat jarang yang bertubuh gemuk. Banyak yang beranggapan kegemukan itu ada karena memiliki sifat dasar yang malas sehingga pekerjaan pasti membutuhkan proses lama untuk bias selesei.
Berbicara tentang fisik, tubuh gemuk pada Obesitas dipandang tidak menarik. Dilihat dari berbagai sudut pandang mungkin merasa malu dan tidak percaya diri berjalan di depan umum dengan badan yang gemuk baik itu diri sendiri ataupun pasangan. Jika dibandingkan dengan Negara Barat, obesitas Indonesia tidak terlalu berlebihan bahkan untuk berjalan dan berdiri itu susah membawa bebannya. Selain itu mode pakaian juga berperan, kebanyakan kompeksi membuat baju sesuai ukuran tubuh yang ideal.
Selanjutnya untuk menunjang karir di dunia kerja, beberapa perusahaan merasa keberatan dengan merekrut pegawai yang mempunyai berat tubuh berlebihan, dianggap tidak luwes, tidak menarik secara fisik, dan dianggap tidak fleksibel. Kesalahan berfikir ini masih terdapat pada perusahaan-perusahaan yang melakukan proses rekruetment dengan meminta biodata tinggi dan berat badan. Praktek diskriminasi di Negara Indonesia masih banyak terjadi di lingkungan kerja.
Post a Comment