Demam Berdarah (DB) atau Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan penyakit malaria. Penyakit ini di sebarkan melalui seeokr nyamuk Aedes Aegypti kepada tubuh manusia. Penyebaran jenis ini sangat luas, meliputi hampir semua daerah tropis di seluruh dunia.
Tanda dan gejala yang sering ditunjukkan adalah munculnya demam secara tiba-tiba, di sertai sakit kepala yang berat, kemudian sakit pada sendi dan otot. Pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hmpir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah atau diare, dan pilek ringan yang disertai batuk-batuk
Melihat kondisi seperti ini maka segera harus disikapi dengan pengetahuan luas oleh penderita maupun keluarga dan harus segera konsultasi ke dokter. Apabila pasien mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak kasus yang menganggap ringan gejala-gejala tersebut, sehingga penderita mengalami kondisi yang fatal. Jadi ketika melihat kejadian itu maka segeralah diperiksakan ke dokter.
Lama demam berdarah pada umumnya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih tinggi. Secara klinis jumlah trombosit akan jatuh hingga pasien dianggap steril. Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi resiko kmatian daripada menunggu menjadi akut. Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di potbunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal-hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.
Penyakit Demam berdarah belum menyediakan vaksin secara komersial sebagai obatnya. Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Yang mana sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Penambahan cairan itu diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum ekstrak jambu biji yang bisa menghambat pertumbuhan virus serta tanpa efek samping. Khasiat jambu biji mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu milimeter per kubik dan diperkirakan dapat tercapai dalam tempo delapan hingga 48 jam setelah ekstrak jambu biji dikonsumsi
Post a Comment