xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Sebuah Anugrah yang Damai

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Sebuah Anugrah yang Damai

|| || || Leave a comments

Hidup itu anugrah bisa merasakan senang ataupun sedih dalam satu lingkaran. Manusia diciptakan seperti anugrah dari kisah Adam dan Hawa, bahwa hidup itu terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Kedua insan inilah yang akan menuliskan sebuah cerita untuk dikenang dan dijalani. Kisah itu adalah Cinta. Banyak orang berlomba-lomba untuk mengisyaratkan apa itu Cinta, dan kesemuanya sangat indah untuk dibaca. Ada yang bilang cinta itu seperti kupu-kupu, semakin dikejar maka cinta itu akan lari dan pergi jauh dari hadapan kita. Sama halnya sebuah kenyataan ketika kita menyukai seseorang jangan tergesa-gesa untuk mengejarnya, karena manusia itu rajanya bosan. Pernahkah mendengar bahwa cinta itu lebih baik selalu dijaga dalam kesuciannya sampai nanti khalal untuk saling memiliki. Ada saatnya memeng saat-saat merasakan cinta, itulah saat yang luar biasa walaupun hanya mengagumi dalam diam. Keadaan cinta yang hakiki itulah yang diharapkan oleh setiap insan, walau memang sangat wajar ada liku-liku dalam sebuah percintaan. Cinta sejati hanya kita temui seumur hidup sekali. Cinta juga bisa dikatakan bagaikan sebuah Koyok. Ketika ditempel awalnya terasa nyaman, kemudian akan terasa seperti biasa saja dan sangat sakit ketika dicabut. Itu ungkapan Cinta yang timbul akibat kesalahan salah satu pihak, mungkin cinta hanya dibuat permainan. Setiap manusia pasti pernah merasakan apa itu yang namanya cinta termasuk suka duka sebuah cerita rumit itu. Cinta yang memiliki makna lebih adalah cinta pertama dan cinta terakhir, keberadaan cinta yang ada ditengah-tengah itu bisa dibilang biasa saja. Ada kalanya cinta itu sangat damai ketika kita menjadi cinta terakhir dari seseorang, sebuah cinta yang akan menjadi abadi sepanjang perjalanan hidup seorang insan. Biarlah cinta itu dating dengan sendirinya, mengagumi dalam diam lebih baik dari pada kita mengejar kisah yang tak memiliki kepastian. Sebuah cerita pasti akan terukir indah dalam kebaikan ketika kedua insan itu tidak saling tertukar jodohnya. Semoga semua insan memiliki akhir yang bahagia dengan pasangan hidup masing-masing.
/[ 0 comments Untuk Artikel Sebuah Anugrah yang Damai]\

Post a Comment