Bergaul dengan kelompok sempalan berarti memakan daging mayat saudara-saudara mereka. Sungguh mereka benar-benar dungu, karena Allah telah menyebutkan di dalam Al-Qur’an yang mengisyaratkan ketika bergaul dengan para penggunjing sama halnya dengan memakan daging milik saudaranya. Maka mereka itu adalah orang-orang yang memakan daging manusia dalam pergaulan mereka. Mereka telah melakukan dosa besar. Yang wajib anda lakukan menasehati mereka, jika mereka mau menerima dan meninggalkan perbuatan itu, maka itulah yang diharapkan. Jika tidak, maka hendaknya anda menjauhi mereka, hal ini berdasarkan firman Allah SWT.
Sekelompok ugal-ugalan yang kegiatannya seputar menggunjing, menghasut, main kartu dan sejenisnya sangat dianjurkan untuk tidak dekat-dekat dengan mereka walaupun mereka adalah rata-rata terikat dengan hubungan persaudaraan, garis keturunan, persahabatan dan sebagainya. Orang-orang seperti mereka yang apabila mendengar ayat suci Al-Qur’an, mereka mengingkarinya dan mengolok-oloknya. Ini merupakan perkara yang serius karena dikatakan bahwa mereka berarti telah keluar dari agama.
Orang yang duduk ditempat gunjingan seperti halnya para penggunjing. Adapun hubungan kuat yang menyatukan anda dengan mereka, sama sekali tidak berguna kelak di hari kiamat, dan tidak ada gunanya saat sendirian di dalam kubur. Orang yang dekat, suatu saat pasti akan anda tinggalkan atau meninggalkan anda, lalu masing-masing akan menyendiri dengan amal perbuatannya. Namun tali silaturrahmi harus tetap terjaga untuk mereka.
Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/family-and-relations/2416831-larangan-bergaul-dengan-kelompok-sempalan/#ixzz306kClJcc
Post a Comment