xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Perilaku Buang Air Kecil

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Perilaku Buang Air Kecil

|| || || Leave a comments

Buang air kecil alias kencing bagi manusia harus memiliki adab yang baik agar tidak terjadi hal-hal yang beruk. Memang tidak ada aturan dalam syari'at tentang mana yang lebih utama kencing sambil berdiri atau duduk, yang harus diperhatikan oleh orang yang buang hajat hanyalah bagaimana caranya agar dia tidak terkena cipratan kencingnya. Jadi tidak ada ketentuan syar'i, apakah berdiri atau duduk. Yang penting adalah seperti apa yang Nabi Muhammad sabdakan. Boleh saja buang air kecil sambil berdiri, terutama bila memang diperlukan, selama tempatnya tertetutup dan tidak ada orang yang dapat melihat auratnya, dan tidak ada bagian tubuhnya yang terciprati air seninya. Akan tetapi sebenarnya yang lebih baik adalah tetap buang air kecil dengan duduk. Karena itulah yang lebih sering dilakukan oleh Nabi Muhammad, selain juga lebih dapat menutupi aurat dan lebih jarang terkena cipratan air seni. Boleh bagi seseorang kencing sambil berdiri, apabila bisa terjaga dari percikan air kencing ke badan dan pakaiannya, karena Nabi Muhammad juga pernah kencing sambil berdiri si suatu saat. Terutama apabila hal tersebut sangat dibutuhkan karena sempitnya pakaiannya atau karena ada penyakit di tubuhnya, namun hukumnya makruh kalau tidak ada kebutuhan. Jika dalam hal mendesak, boleh-boleh saja kencing dengan berdiri namun alangkah lebih baik kencing dilakukan dengan duduk baik laki-laki dan perempuan. Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/home-and-garden/2416830-perilaku-buang-air-kecil/#ixzz306lWY07S
/[ 0 comments Untuk Artikel Perilaku Buang Air Kecil]\

Post a Comment