Perubahan iklim memicu terjadinya pengahangat bagi es sehingga lautan es yang ada di Antartika ini meluap dan memperluas lautan es Antartika. Pergeseran angin terkait dengan perubahan iklim menyebabkan bongkahan-bongkahan es tertiup menjauh dari pantai. Air menjadi terbuka sehingga member kesempatan untuk membeku dan membuat bongkahan es lebih banyak lagi.
lmuwan iklim yang dilakukan dari Royal Netherlands Meteorological Institute (KNMI) di De Bilt sangat tertarik dengan pengamatan bahwa es laut Antartika yang menunjukkan perluasan signifikan. Secara statistik luasan itu bertambah sekitar 1,9 persen per dekade sejak tahun 1985. Sementara laut es di kutub utara telah menyusut selama dekade terakhir.
Lautan es yang terdapat di kutub utara dan kutub selatan semakin hari semakin tergeser oleh adanya panas dan perubahan iklim yang membuat es menjadi cair, sehingga air laut menjadi semakin naik. Memang di zama dahulu Bumi sangat beku dan dingin, namun dengan bantuan penyinaran sinar matahari yang masuk membuat udara menjadi hangat dan mampu menolong kehidupan hewan-hewan dimasa Purbakala.
Kenyataan itu berbeda dengan keadaan saat ini, suhu panas meningkat secara drastis akibat pemanasan global yang ditimbulkan dari olah manusia. Lapisan ozon mulai berlubang dan terkelupas, dan pancaran sinar ultraviolet dari matahari langsung menembus ke bumi dan dipantulkan kemudian dipantulkan lagi sehingga suhu panas terperangkap di dalam bumi. Oleh karena itu tak heran jika es-es yang ada di dua kutub tersebut menjadi cair dan meleleh.
Para ilmuan mencoba meneliti dan mencari solusi pemecahan masalah serius ini, namun itu semua butuh waktu. Teknologi yang semakin canggih membuat semuanya menjadi instan tanpa memperdulikan instan terbuat dari apa? Tenaga instan pasti terbuat dari pengolahan bahan-bahan bumi yang disedot. Akibat inilah bumi menjadi kosong dan terasa semakin panas. Lalu bagaimana nasib bumi untuk puluhan tahun ke depan?
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/2416966-lautan-es-yang-meluap/#ixzz30HEKUexn
Post a Comment