Terknologi terbaru kini menjadi obat Kanker yang dikenal tanpa efek samping yaitu Boron Neutron Capture Cancer Therapy (BNCT). Efek samping akibat radioterapi merusak sejumlah sel-sel sehat dan juga sel kanker, namun yang umum terjadi adalah kerontokan rambut, diare, mual dan sakit kulit. Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor M. Frederick Hawthorne memanfaatkan sel-sel penyerap yang direkayasa secara khusus dan mendapatkan penghargaan prestisius oleh Presiden Obama berupa National Medal of Science Award.
BNCT adalah terapi yang memiliki empat keunggulan, diantaranya Boron bukan unsure yang toxic, Boron di lokasi kanker yang teraktivasi neutron, sinar alfa mempunyai jangkauan beberapa micro meter, Boron mempunyai umur paro beberapa nano detik. Boron yang dimasukkan ke sel-sel kanker akan terkena paparan neutron, sehingga atom boron memecah dan secara selektif memisah antara sel-sel kanker dengan sel-sel normal.
Studi BNCT yang dilakukan pada tikus telah sukses membunuh sel-sel kanker pada tikus tanpa efek samping, sehingga akan melanjutkan uji coba pada hewan yang lebih besar dan kemudian manusia. Di Indonesia untuk tahap awal digunakan fasilitas reactor Nuklir (reactor Kartini) di Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), serta untuk pengembangan teknologi BNCT dilakukan bersama mitra konsorsium local yaitu UGM, UII, UNTAN, PT. Kimia Farma dan beberapa perguruan tinggi lain yang memiliki kompetensi di bidang neutronicserta mitra konsorsium.
Pada beberapa bulan yang lalu, BATAN mengajukan kerjasamanya dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang memiliki Fakultas Sains dan Teknik atau MIPA untuk berkontribrusi dalam penelitian BNCT ini. Untuk wilayah II, Universitas Jendral Soedirman menjadi Universitas penutup dalam kerjasama tersebut.
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2416963-teknologi-terbaru-pengobatan-sel-kanker/#ixzz30HFffRVk
Post a Comment