Social Bookmarking
Teori Keserampakan Waktu
Unknown || Tuesday, April 15, 2014 || Sains || Leave a comments
Dalam hal ini kita meninjau dua buah dari sekian banyak akibat relativitas khusus, yaitu menyangkut pengertian keserampakan dan pensinkronan jam. Bagi sebagian besar diantara kita, masalah mensinkronkan jam bukanlah suatu proses yang sulit. Contohnya kita dapat mengatur jam kita dengan langsung melihat pada jam yang berada di dekat kita. Namun demikian, metode ini mengabaikan waktu yang dibutuhkan cahaya dari jarum jam untuk merambat ke mata kita. Bila kita berada pada jarak 1 meter dari sebuah jam, maka arloji kita kan terlambat sekitar 3 ns (). Walaupun keterlambatan waktu yang nilainya kecil ini tidak akan membuat anda terlambat mengikuti kuliah Fisika, namun bagi seorang fisikawan yang sedang melakukan eksperimn, hal ini tentunya merupakan suatu masalah yang serius. Karena bagi mereka, pengukuran selang waktu yang lebih kecil daripada 1 ns merupakan hal yang biasa.
Pada dan , masing-masing terletak sebuah jam, sedangkan di terletak sebuah bola lampu kamera (flash blub). Kedua jam tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga baru berdetak bila mereka menerima kilatan cahaya. Karena cepat rambat cahaya membutuhkan waktu yang sama untuk mencapai kedua jam tersebut, maka keduanya akan mulai berdetak secara bersamaan pada saat setelah kilatan cahaya dipancarkan. Jadi, kedua jam tersebut benar-benar tersinkronkan.
Sekarang kita tinjau situasi yang sama dari sudut pandang pengamat yang bergerak O’. Dalam kerangka acuan O, terjadi dua buah peristiwa yaitu:
penerimaan sebuah sinyal cahaya oleh jam 1 di , dan oleh jam 2 di . Dengan menggunakan persamaan transformasi Lorentz, kita dapati bahwa O’ mengamati jam 1 menerima sinyal tersebut pada saat:
Sedangkan jam 2 pada saat:
Jadi, lebih kecil daripada sehingga jam 2 tampak menerima sinyal lebih dulu daripada jam 2. Karena itu, kedua jam tersebut berdetak pada saat yang berbeda dengan selang waktu sebesar:
Menurut O’, penting untuk dicamkan bahwa beda waktu ini bukanlah efek pemuluran waktu dicirikan oleh suku pertama persamaan Lorentz:
Sedangkan keterlambatan pensinkronan dicirikan oleh suhu keduanya. O’ memang mengamati kedua jam tersebut berjalan lambat, sebagai akibat efek pemuluran waktu. O’ juga mengamati bahwa jam 2 berjalan sedikit lebih cepat daripada jam 1. Selang waktu yang diukur O’ antara saat kedua jam tersebut mulai berdetak memberikan dengan menggunakan persamaan bagi pembacaan jam 2 ketika O melihat pada pembacaan nol.
Oleh karena itu kita peroleh kesimpulan:
”dua peristiwa yang terjadi serempak dalam satu kerangka acuan tidaklah serempak dalam kerangka acuan lain yang bergerak relatif terhadap yang pertama, kecuali jika kedua peristiwa itu terjadi pada tempat yang sama (pada titik yang sama dalam ruang) maka keduanya akan sinkron dalam semua kerangka acuan. Jadi jam-jam yang sinkron dalam satu kerangka acuan tidaklah perlu tetap sinkron dalam kerangka acuan lain yang dalam keadaan relatif.
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2415111-teori-keserampakan-waktu/#ixzz2yzLy4X7K
Post a Comment