xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Esq: Memadukan Kecerdasan Emosional dan Spiritual

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Esq: Memadukan Kecerdasan Emosional dan Spiritual

|| || || Leave a comments
Pada tahun 1995 Daniel Goleman berdasarkan berbagai temuan dan hasil riset para pakar psikologi dan neurology mempopulerkan istilah kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence) yang popular dengan nama EQ (Emotional Quotient). Ia menunjukkan bahwa unsur perasaan sama pentingnya dengan kecerdasan rasional, bahkan dalam kenyataannya, lebih berperan daripada IQ dalam menentukan karier dan pergaulan sosial. EQ pada dasarnya merupakan kesadaran atas perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain serta kemampuan untuk mengelola keduanya. Tepat di awal milenium ini muncul ragam kecerdasan yang ketiga, yaitu kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) atau yang lebih dikenal dengan SQ (spiritual quotient). Temuan SQ ini melengkapi kecerdasan lainnya dalam memandang manusia lebih utuh. Tokohnya adalah Danah Zohar dan Ian Marshall dengan buku "SQ: Spiritual Intelligence, the ultimate Intelligence." SQ menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki kesadaran dan kebebasan untuk mengembangkan diri secara bertanggungjawab dan mampu memiliki wawasan mengenai kehidupan serta memungkinkan untuk menciptakan secara kreatif karya-karya baru. Yang menarik adalah adanya "God Spot" pada otak manusia yang menunjukkan aktifitas baru yang intensif bila berbicara dan memikirkan hal-hal spiritual. Kecerdasan spiritual tidak sama dengan beragama dan tidak perlu berkaitan dengan agama formal. Mungkin bagi sementara orang,SQ terungkap melalui agama formal yang dianutnya, tetapi beragama tidak selalu menjamin adanyaSQ yang tinggi. ESQ: sinergi EQ dan SQ Pada pertengehan 2001, Ary Ginanjar Agustian, seorang cendikiawan muda, CEO dan pebisnis sukses Indonesia meluncurkan buku ESQ: Emotional Spiritual Quotient berdasarkan 6 rukun iman dan 5 rukun islam. ESQ secara komprehensif mengintegrasikan berbagai asas, sikap dan tuntutan untuk mengembangkan karakter tangguh baik secara pribadi, social, fisik dan mental. Menurut konsep ini, langkah-langkah pengembangan karakter manusia dimulai dari kesadaran terhadap fitrah manusia (God spot) yang perlu dibebaskan dulu dari berbagai belenggu kejiwaan yang disebut penjernihan emosi (Zero Mind Process), setelah itu memperkokoh dasar pembangunan mental (mental building), kemudian barulah meningkatkan ketangguhan pribadi (Mission Statement, Self Controlling) dan Ketangguhan sosial (Strategic Colaboration; Total Action). Dengan melakukan langkah-langkah itu diharapkan dapat mewujudkan sosok pribadi idaman pripurna yang disebut Insan Paripurna ESQ. ESQ pada dasarnya menunjukkan adanya hati nurani dan sifat-sifat mulia serta potensi luar biasa yang terpendam dalam setiap diri manusia, antara lain bermanfaat untuk pengembangan pribadi dengan karakter sukses. Bagimana caranya? Dengan menyadari, menghargai dan mensyukuri berbagai potensi diri sebagai insan istimewa ciptaan Tuhan, kemudian mewujudkan dengan menerapkan asas-asas kesuksesan dan melaksanakan secara utuh, menyeluruh, sistematis dan berupaya mengarahkan diri pada karakteristik pribadi yang diidamkan. Secara sadar dan sengaja! Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2415957-esq-memadukan-kecerdasan-emosional-dan/#ixzz2ze2Ft5H9
/[ 0 comments Untuk Artikel Esq: Memadukan Kecerdasan Emosional dan Spiritual]\

Post a Comment