Social Bookmarking
Home » Unlabelled » Larangan Akik, Sabuk, dan Qur’an Stambul Sebagai Jimat Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/spirituality/2416135-larangan-akik-sabuk-dan-qur/#ixzz2ze2o6oBc
Larangan Akik, Sabuk, dan Qur’an Stambul Sebagai Jimat Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/spirituality/2416135-larangan-akik-sabuk-dan-qur/#ixzz2ze2o6oBc
Unknown || Tuesday, April 22, 2014 || || Leave a comments
Ketika akik diyakini memiliki daya magis, atau telah diisi dengan amalan-amatan mantera oleh dukun (atau oleh dukun yang bernama kyai bersorban) hingga akik tersebut diyakini berkekuatan magis. Maka orang masih berkelit dengan argument-argumen; "Bahkan number kekuatan sebenarnya adalah Allah, sedangkan akik tersebut
hanya wasilah raja." Karenanya orang beranggapan tidak syirik. Terlebih lagi yang menjadi pialang akik-akik tersebut adalah orang-orang yang dianggap ulama' atau ahli agama. Sehingga sempurnalah selubung syubhat yang menutupi kemusyrikan tersebut.
Begitu pula sabuk yang telah diisi dengan rajah-rajah, hijib-hijib atau mantera-mantera. Pelaku atau pemiliknya adalah pelaku kemusyrikan. Dan pengisi sabuk tersebut adalah dukun yang harus dijauhi, sekalipun berkedok orang yang bersorban. Tidak berbeda pula dengan Qur'an stambul, sebuah Qur'an (yang biasanya) berukuran kecil mungil dan huruf-hurufnya tidak terbaca kecuali (barangkali) dengan kaca pembesar. Buku yang dibikin menyerupai al-Qur'an dalam ukuran terlalu kecit ini diyakini bisa menolong pemiliknya dari marabahaya.
Mungkin benda yang meyerupai al-Qur'an itu sengaja dibuat untuk mengelabuhi manusia supaya mudah terjerumus dalam kemusyrikan. Orang akan berdalih: "Bukankah ini Qur'an? dan bukankah alQur'an merupakan obat?" Nah al-Qur'an sebagai obat disalah artikan maknanya untuk kepentingan jimat. Dan itu adalah syirik. Tamimah, menurut al-Mundziri artinya untaian kalung yang dipakai guna mengusir penyakit. (Keyakinan terhadap tamimah) ini adalah kejahilan dan kesesatan. Sebab tidak ada sesuatupun yang dapat menghalangi atau menolak apapun kecuali Allah.
Menurut Abu as-Sa'adaat:
Tamimah adalah untaian kalung yang dahulu oleh orang Arab dipakaikan kepada anak-
anaknya agar terlindungi dari ganguan setan. Tetapi hal ini kemudian diberantas oleh Islam. Berdasarkan hadits ini, memakai Tamimah atau kalung apa saja untuk tujuan perlindungan diri dari ganguan setan, ganguan roh jahat, penyembuhan penyakit atau tolak bala', adalah termasuk syirik yang harus diberantas.
Demikianlah beberapa contah kemusyrikan yang sangat membudaya di tengah masyarakat. Di sana masih banyak contoh-contoh lain yang sangat membelenggu don mencengkaram keyakinan masyarakat. Secara garis besar contoh-contoh itu antara lain: menyakini kesialan angka 13, keyakinan jika menabrak kucing maka akan celaka, keyakinan para sopir jika melewati jalan angker harus berpamitan terlebih dahulu kepada yang Mbau rekso tempat angker tersebut dengan membunyikan klakson, keyakinan bahwa tiap malam jum'at kliwon harus memberikan sesajian diperempatan-perempatan jalan, adat istiadat menginjak telor dan segala kegiatan yang mengiringi bagi pengantin, memasang dekorasi dengan tandanan pisang pada pinto masuk halaman dalam pests pengantin, brobosan (melewati bawah) jenazah yang akan diberangkatkan antak di kubur, menyakini kebenaran para dukun dan tiara normal, menyakini bahwa seekor kerbau dapat memberikan berkah, menyakini bahwa pusaka atau kereta keraton dapat memberikan berkah sehingga perlu dimandikan dan airnya dijadikan rebutan, dan berbagai contoh kemusyrikan lain yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.
Apabila hal-hal di atas masih membelenggu keyakinan masyarakat, menjadi budaya dan tidak ada upaya untuk memberantasnya, maka umat ini tidak dapat diharapkan akan keluar dari kesulitan-kesulitan dan bencana-bencana. Di dunia akan sengsara dan di akhirat akan binasa.
Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/spirituality/2416135-larangan-akik-sabuk-dan-qur/#ixzz2ze2fBeDU
Post a Comment