xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Larangan Ngalap Berkah

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Larangan Ngalap Berkah

|| || || Leave a comments
Ngalap Berkah adalah menjadi hal yang membudaya bahkan dianggap peribadatan yang sangat afdhal bahwa pada bulan-bulan atau hari-hari tertentu, misalnya bulan Mulud, menjelang Ramadhan atau bulan-bulan/hari-hari lain. Banyak orang Islam berbondong-bondong dari berbagai tempat ke petilasan-petilasan/ kuburan-kuburan kyai, orang-orang shaleh atau yang dianggap wali. Mereka datang dari tempat yang cukup jauh dengan mencurahkan tenaga kiran dan harta. Tidak peduli berapa banyak harta yang akan terbuang untuknya. Padahal orang yang paling suci dan paling terhormat, yaitu Rasulullah telah bersabda: Janganlah kamu mengharuskan berpergian (untuk ibadah / berziarah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (musjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha (Muttafaq 'Alaih) Jadi, kecuali ketiga masjid yang disebutkan dalam hadits di atas, Rasulullah telah melarang umatnya untuk sengaja mengharuskan melakukan perjalanan dalam rangka peribadatan. Maka hanya dengan melakukan ziarah-ziarah ke kuburan-kuburan orang yang dianggap wall dari tempat-tempat yang jauh itu sudah merupakan pelanggaran terhadap larangan Rasulullah, di samping juga merupakan tindakan bid'ah karena Rasulullah dan para shahabatnya tidak pernah menjalankannya. Jika memang itu balk, apa lagi merupakan peribadatan tentu sudah dijalankan oleh Rasulullah dan para shahabatnya. Sebab mereka adalah orang yang paling bersemangat mengejar kebaikan. Tidak ada satupun celah kebaikan yang ditinggalkan oleh Nabi dan para shahabatnya. Apalagi, ternyata bahwa ziarah-ziarah ke kuburan-kuburan / petilasan-petilasan para wall itu dimaksudkan untuk ngalap berkah, meminta-minta kepada orang yang telah mati dan mencari syafa'at. Jika demikian halnya, maka jelas bahwa itu adalah syirik akbar. Apabila orang tidak bertaubat dari kegiatan ini dan mati dalam keadaan demikian, maka Allah tidak akan mengampuninya, kekal di dalam neraka,Wal 'iyadzu billah. Allah berfrrman: Sesungguhnya Allah tidak mengampuni perbuatan dosa syirik kepada-Nya, dan Allah mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. (an-Nisa': 48) Mereka mestinya menyadari bahwa apa yang dilakukannya tidak berbeda dengan apa yang dilakukan kaum Musyrikin jahiliyah pada masa Nab, yaitu tentang apa yang dikisahkan oleh Allah dalam firman-Nya Tidakkah kamu memperhatikan Lata, Uzza dan yang ketiga adalah Manat? (an-Najm: 19-20) Tiga berhala yang disembah oleh orang-orang jahiliyah dengan cars ngalap berkah, meminta-minta dan mencari syafa'at. Salah satu berhala itu yakni Lata, oleh sebagian ulama diantaranya Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan Humaid dibaca Latta dengan tasydid, artinya orang yang pada saat hidupnya terkenal sebagai tukang membikin makanan dari adonan gandum yang kemudian disajikan bagi para pendatang yang berthawaf dan beribadah di Baitullah. Maka ia dianggap sebagai orang berjasa yang ketika mati lain diabadikan menjadi berhala yang bernama Lata. Nah, mudah-mudahan orang dapat mengerti persamaan kasus di atas, kemudian menyadari dan meninggalkannya. Karena hal itu termasuk penyembahan kepada selain Allah. Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/spirituality/2416132-pelarangan-ngalap-berkah/#ixzz2ze6ZsX00
/[ 0 comments Untuk Artikel Larangan Ngalap Berkah]\

Post a Comment