xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb#' Penjelajahan Gunung Merbabu

Blogger

Alam untuk Indonesia

Social Bookmarking

Penjelajahan Gunung Merbabu

|| || || Leave a comments

Karena semua sudah siap, tinggal hitung motor terus 15.42 berangkat ke Terminal. Sampai di Terminal 15.57, terus menunggu Mba Ayu dan Mb Tyas. Semua barang ditaruh di kursi belakang, saya duduk dengan teman AM sekalian membahas SOP. Berangkat dari Terminal 16.05 dengan ketinggian 60 Mdpl. Dalam perjalanan bertanya dengan kernet masalah bus yang dari Magelang-Pwt. Sekitar 5,5 jam ditempuh sampai di terminal Magelang 21.35. Disana mobil baknya sudah menunggu 30 menit lebih awal, kemudian barang-barang ditaruh estafet masuk ke mobil. Saya duduk di depan, berangkat 21.42 dari terminal. Sepanjang perjalanan mulai menanjak dengan pemandangan sekitar pohon-pohon tinggi dan terjadi gerimis kabut yang membawa hawa dingin. Terasa lega ketika mobil sudah memasuki gapura desa Kenalan ini karena tinggal setengah perjalanan lagi. Sampai di Basecamp 1620 Mdpl pukul 22.38 kira hampir 1 jam. Baru duduk 10 menit, ada penjaga Basecamp datang membawa buku registrasi. Tiket Basecamp Rp. 4.000 . Kemudian makan kepungan, dilanjut briefing untuk perjalanan besok pagi ( hasil : pj perkap dan konsumsi standby di Basecamp untuk menyiapkan makanan dan Packing, pj dekdok dan pj acara cari tau info ke warga tentang bukit Andong – Telemoyo ). Saya langsung sholat terus membantu ngeluarin alat konsumsi buat besok pagi. Tidur 00.05 Sabtu, 8 Maret 2014 Pukul 04.15 dibangunin, terus cuci beras dilanjut bantuin konsumsi ngrajang Labu karena menu pagi nasi telur tumis labu. Bergantian sholat, kemudian masak sekalian buat bekal di perjalanan ( nasi, nugget, orek ). Saya nyuci nesting bekas nasi kemudian isi air. Selesai makan langsung Packing, persiapan pemberangkatan dengan modal navrad 1 (G.Telo = 3470, G.Andg = 3150) di Basecamp, sebelah kiri Andong dan kanan Telemoyo. Saya sweeper dan chek list alat. Dokumentasi di depan Basecamp, berangkat 08.23. Basecamp – Makam perjalanannya sungguh luar biasa karena disepanjang jalan beraspal nanjak. Memang cukup singkat sekitar 30 menit untuk sampai di makam tapi stamina cepat melemah karena jalannya yang mencapai kemiringan 450 sehingga disini banyak waktu digunakan untuk bolak-balik istirahat. Area masih disepanjang ladang warga yang banyak ditanami sayuran pegunungan misalnya kubis, wortel, tembakau, daun bawang dan brokoli. Ditengah dataran aspal yang terbuka kita Navrad ke – 2 (G.Telo = 3500, G.Andg = 3180) di ketinggian 1630 Mdpl dan Navrad ke – 3 (G.Telo = 3500, G.Andg = 3200) di ketinggian 1660 Mdpl. Sempat terkecoh ketika sudah melihat bangunan yang seperti makam tapi beda bentuk dari yang di internet. Ternyata disini ada 2 makam, itu adalah makam 1 di ketinggian1680 Mdpl 08.45 dan makam 2 di ketinggian 1730 Mdpl 09.03 berjarak 10 meter. Makam – Pos 2 Kemudian lanjut pukul 09.10 melewati tanah gunung yang sebenarnya, pada saat itu kabut mulai naik yang menutupi keindahan hutan terbuka di lereng gunung Merbabu ini. Jalannya tidak terlalu nanjak bahkan saya masih melihat Arbei sejenis tanaman Kalipagu lereng gunung Slamet yang juga tumbuh disini. Sampai di shelter yang terlihat nyaman, ada pohon yang sengaja dibikin tempat duduk panjang. Istirahat sejenak, dokumentasi tanda Pos panah ke atas pukul 10.30 di ketinggian 1920 Mdpl. Kemudian ada pertigaan, ambil kanan menuju pohon pinus dan hutan mulai tertutup. Jalur semakin nanjak perlahan, di ketinggian 1995 Mdpl mulai terlihat saluran Pipa yang mengairi warga. Semangatpun naik karena dari kabar internet jika sudah menemukan di sepanjang jalan pipa maka pos 2 sudah dekat. Walaupun jalanan naik tetap masih ada shelter di sepanjang jalur. Pukul 11.51 di ketinggian 2190 Mdpl terdapat pipa bocor. Kabut mulai naik dimungkinkan sudah tidak bisa lagi melakukan navrad, jalan mulai datar dan disini saya bergantian memakai Carriel Hijau hingga sampailah di Pos 2 pukul 12.45 di ketinggian 2325 Mdpl. Satu jam untuk bisa melakukan 3 aktivitas bergantian yaitu sholat, makan, dan isi ulang full pack air. Pos 2 – Camp Pukul 14.09 berangkat di sepajang jalan pohon tidak terlalu rindang, banyak rumput yang tertanam untuk memadati jarak antar pohon. Istirahat di batu besar 2480 Mdpl yang disini mulai ada tanaman Edelweis yang tumbuh. Jalannya bebatuan terus dan nanjak sampai di Batu Besar ke dua pemandangan terlihat terbuka banyak bukit di sekeliling perjalanan. Kemudian 30 menit melintasi bebatuan akhirnya sampai tempat Camp di bawah Tugu sebelum pertigaan pukul 16.35 di ketinggian 2640 Mdpl. Langsung bongkar tenda dan beres-beres sebelum akhirnya menikmati indahnya Sunset di gunung Merbabu yang selalu tak lupa dokumentasi. Istirahat di dalam tenda, saya sholat terus evaluasi dan briefing buat besok tapi hanya antar peserta. Pukul 19.30 masak Mie, bakso dan kemudian makan bersama di tenda masing-masing. Setelah itu bikin nasi buat besok sebelum muncak dan bikin Agar. Saya bantu megangin penerangan dan nemenin sampai matang kemudian tidur pukul 21.05 Camp – Puncak Pada hari minggu, 9 Maret 2014 berangkat menuju puncak dengan membawa 1 Carriel dan 1 Daypack berisi bendera merah putih, bendera mamira LGV, kotak P3K, air 2 botol besar dan 2 kecil, makanan ringan, cemilan, gelas, sendok dan trangia. Sebelum berangkat makan pagi dulu kemudian berangkat pukul 06.50 dari tempat camp sampai di tugu pukul 06.53. Jika kea rah kiri menuju Puncak Pemancar (1) dengan pertemuan jalur Cunthel, Thekelan dan Wekas. Sedangkan ke arah kanan menuju Puncak Geger Sapi (2) 2650 Mdpl. Selanjutnya ikuti jalan turun ke bawah kemudian naik lagi menuju Puncak Helipad (3) 2720 Mdpl, istirahat kemudian menemukan persimpangan yang mana jika ke kiri menuju Puncak Syarif (4) dan ke arah kanan Puncak Rondorante (5), tapi saya hanya melipir di jalur memutari Puncak Rondorante kemudian langsung menuju Puncak Kentengsongo (6) 2900 Mdpl pukul 09.00. Disini istirahat dan dokumentasi kemudian dilanjutkan ke Puncak terakhir yaitu Puncak Trianggulasi (7) dengan ketinggian 2920 Mdpl. Dengan durasi 1 jam, saya coba menikmati pemandangan yang terlihat Merapi di arah selatan, awalnya cuaca cerah sehingga dokumentasi dengan mengibarkan bendera merah putih dan bendera mamira LGV dengan sukses tiba-tiba kabut perlahan menyelimuti pemandangan. Akhirnya secepat mungkin menghabiskan bekal sebagai tenaga turun, di Puncak ada seorang pendaki yang meminta air minum dan kita kasih air yang ada di botol besar. Kemudian turun dari puncak pukul 10.17 Sumber: http://id.shvoong.com/travel/outdoors/2414725-penjelajahan-gunung-merbabu/#ixzz2zgC5LDqp
/[ 0 comments Untuk Artikel Penjelajahan Gunung Merbabu]\

Post a Comment